Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Asal Usul Dan Perkembangan Kajian Orientalis Atas Hadits

Asal Usul Dan Perkembangan Kajian Orientalis Atas Hadits

Ratings: (0)|Views: 734|Likes:
Published by Rizky Alfatih

More info:

Published by: Rizky Alfatih on Jul 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/24/2013

pdf

text

original

 
1
Asal Usul dan Perkembangan Kajian Orientalis atas Hadits
Oleh : Rizki Alfatih (09532023)
A.Pendahuluan
Kajian tentang materi-materi keislaman tidak hanya didalami oleh pemeluknya.Outsiderpun ingin menikmati kajian atas materi-materi tersebut, baik dari segi sastra,sejarah, atau kitab sucinya. Orientalisme dalam arti sempit (kajian sarjana barat atas materikeislaman) sangat marak dilakukan pada abad 18 M, seiring dengan adanya gerakanrenaisance. Namun, sepanjang sejarah orientalisme yang marak dan populer dikaji – terutama yang berkaitan dengan kitab— adalah pengkajian tentang al-Qur’an sedangkankajian Hadits di kalangan Orientalis muncul lebih belakangan. Tidak banyak data sejarahyang mengungkapkan tentang asal mula kajian hadits di kalangan oreintalis. Jangankandata tentang hal tersebut, tentang kapan awal mula dan siapa orang pertama yangmempelajari islam pun belum ada keterangan yang jelas.Dalam tulisan sederhana dan penuh kekurangan ini akan dicoba dipaparkan penjelasan tentang sejarah kapan kajian Hadits di kalangan Orientalis muncul dan perkembangannya. Hal ini dilakukan dalam rangka mengetahui dan menjelaskan sejarahorientalisme terhadap islam, umumnya dan kajian Hadits di kalangan Orientalis khususnya.
B.Sejarah Orientalisme
Untuk mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai sejarah perkembangan haditsdi kalangan orientalis, maka hasrus dikaitkan dengan sejarah orientalisme secara umum.karena dengan begitu akan dapat diketahui bagaimana asal mula kajian hadits di kalanganorientalis dimulai dan bagaimana kajian hadits mewarnai perkembangan orientalisme.Tanpa ada persinggungan ataupun benturan antar manusia, akan sulit dibayangkan,adakah dinamika kehidupan di dunia ini. Terkait dengan orientalisme, dengan definisi
 
luasnya yang berarti
 
faham atau aliran yang berkeinginan menyelidiki hal-hal yang berkaitan dengan bangsa-bangsa timur beserta lingkungannya, maka dalam pengertian inidapat difahami bahwa telah terjadi persinggungan antara bangsa-bangsa timur dan bangsa- bangsa barat. Dan kajian sejarah menunjukan persinggungan ataupun benturan tersebuttelah terjadi sejak beberapa abad Sebelum Masehi.
1.Sebelum Perang Salib
Persinggungan ataupun benturan terjadi dalam rangka memperebutkan wilayahkekuasaan dan menyebabkan perepcahan yang berkepanjangan. Data menyebutkan perebutan wilayah itu terjadi antara kerajaan Grik Kono dan Dinasti Acheamenids (600-350 SM) dari Imperium Parsia. Perseteruan ini terjadi sejak pemerintahan Cyrus The Great(550-530 SM). Akibat dari persinggungan ini adalah adanya usaha dari masing-masing pihak untuk mengenali pihak lain. Benturan yang belangsung berabad-abad lamanya ituhanya menghasilkan sebuah karya dari kelompok Grik Kono, bejudul
Anabis
karanganXenophon (431-378 SM) yang mengisahkan tentang pahit getir 10.000 orang pasukan Grik yang terkepung di daerah Parsia dan perjuangannya menyelamatkan diri hingga sampai di pesisir laut hitam dan berhasil kembali ke Grik Lewat Laut.Kenyataan lain yang menunjukan adanya ketertarikan Barat sangat berminat untuk mengenali dunia timur adalah ketika Alexander The Great (356-323 SM) yang berhasilmerebut Asia kecil dari pasukan Parsia dan menaklukan Lybia, Mesir hingga ke AsiaTengah yang berbatasan dengan Thiang Shan d Tiongkok dan memasuki anak benua Indiadan menempatkan Gubernur Grik di kota Taxila (kini, dekat Peshawar). Karena lewat persinggungan inilah terjadi kontak langsung antara dunia Barat dengan daerah pedalamanAsia dan behasil menemukan beragam bentuk kekuasaan, kebudayaan, keyakinan agama,dan adat istiadat.Sepeninggalnya Alexander tahun 323 SM, kekuasaan Grik di anak benua Indiaditumbangkan oleh dinasti Maurya (321-184 SM) sedang kekuasaan Grik di wilayah asiatengah dan Iran ditumbangkan oleh dinasti Arsacids (247 SM-226 M). meskipun demikian,Grik masih masih punya kekuasaan di Asia kecil, Syria dan Palestina di bawah dinasti
 
3Seleucids (305-64 SM), di Mesir dan Lybia di bawah kekuasaan dinasti Ptolemi (303-30SM). Selain itu, kota-kota di semenanjung Grik juga menjadi polis-polis merdekasebagaimana sebelum ditaklukan oleh raja Philip (356-336 SM) dari Makedonia.
1
Beberapa abad berlalu dan kekuasaan berpindah tangan kepada dinasti-dinastiIslam. Perang antara Romawi dan Persia tidak pernah berhenti sejak abad III M hinggaabad VII M (206-651 M). Hingga akhirnya wilayah imperium Parsia dapat direbut dandikuasai oleh umat Islam pada masa pemerintahan Umar ibn al-Khatab. (634-644 M),demikian pula dengan wilayah imperium Romawi Timur (Syria, Palestina, Mesir danLybia) yang berhasil ditaklukan oleh Bani Umayyah (661-750 M). sejak saat itu kekuasaanIslam membentang dari Pegunungan Thian Shan di Timur hingga pegunungan Pyrenees di belahan Barat. Sedangkan pada masa pemerintahan Bani Abbasiyah dan Turki Utsmani,wilayah kekuasaan Islam sampai ke Perancis Selatan dan wilayah Eropa Timur.Situasi seperti ini, membangunkan semangat dunia Barat untuk bersatumelancarkan serangan sebanyak delapan gelombang yang berlangsung hampir dua abadyang masyhur disebut “Perang Salib.” Penghimpunan kekuatan ini dipandu oleh para PausVatikan.
2
2.Masa Perang Salib
Perang Salib yang berlangsung selama hampir dua abad lamanya, memiliki dampak  besar terhadap dunia Barat dalam bidang budaya dan intelektual. Terutama dalam upayamengkaji kebudayaan timur. Semenjak Islam berjaya di Eropa, seperti di Italia, Iberia danSpanyol banyak orang mangunjungi daerah kekuasaan Islam ini. Sebelumnya, orang Eropayang mengunjungi wilayah kekuasan Islam hanya bersifat perseorangan. Akan tetapiselama Perang Salib mereka datang dalam jumlah besar. Yang mereka pelajari adalah berbagai bentuk kebudayan berupa bentuk bangunan khas budaya timur, tempat tinggal para
 Amir 
dan Sultan, serta berbagai peninggalan imperium Romawi.
1 A. Mannan Buchari,
 Menyingkap Tabir Orientalisme
, (Jakarta : Amzah, 2006), hal. 36-37. Lihat juga M. Joesoef Sou’yb,
Orientalisme dan Islam
, (Jakarta: Bulan Bintang, 1985), hal. 1.2 A. Mannan Buchari,
 Menyingkap Tabir Orientalisme
, (Jakarta : Amzah, 2006), hal. 37.

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Azura Yaacob liked this
Reni Saiva liked this
Said Mujahid liked this
Awan Manzess liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->