Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peminangan Dalam Hukum Islam

Peminangan Dalam Hukum Islam

Ratings: (0)|Views: 299 |Likes:
Published by israfiladam

More info:

Published by: israfiladam on Jul 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/26/2014

pdf

text

original

 
1
I. PENDAHULUANA.
 
Latar belakang
 Dalam UU Perkawinan sama sekali tidak membicarakan peminangan. Hal inimungkin disebabkan peminangan itu tidak mempunyai hubungan yang mengikatdengan perkawinan. KHI mengatur peminangan itu dalam pasal 1, 11, 12, dan 13.keseluruhan pasal yang mengatur peminangan ini keseluruhannya berasal dari fiqh
madzhab, terutama madzhab Syafi‟ie. Namun hal
-hal yang dibicarakan dalam kitab-kitab fiqh tentang peminangan seperti hukum perkawinan yang di lakukan setelahberlangsungnya peminangan yang tidak menurut ketentuan, tidak diatur dalam KHI.Dalam makalah ini dijelaskan tentang hal-hal yang berhubungan denganpinangan atau dalam bahasa bahasa arab adalah khitbah (merujuk pada KHI 1991Pasal 12, tentang aturan pinangan). Selain itu, permasalahan khitbah ini - sering -dianggap sepele oleh masyarakat Indonesia tanpa mengacu kepada hukum-hukumIslam yang ada. Oleh karena itu, dalam makalah ini diulas beberapa hal yangberhubungan dengan khitbah.
B.
 
Rumusan Masalah
1.
 
Ada berapa syarat-syarat khitbah ?2.
 
Apa yang di maksud dari hukum pinangan ?3. Bagaimana hukum melihat wanita yang di pinang ?4. Apa akibat dari hukum pinangan ?
C.
 
Tujuan
1.
 
Agar kita mengetahui secara detail tentang makna dari khitbah2. Untuk mengetahui bagaimana cara berkhitbah yang benar3. Agar kita mengetahui apa saja yang menjadi syarat dan hukumnya khitbah
 
2
II. PEMBAHASAN
 
A.
 
Pengertian
 Pinangan (meminang/melamar) atau khitbah dalam bahasa Arab, merupakanpintu gerbang menuju pernikahan. Khitbah menurut bahasa, adat dan syara, bukanlahperkawinan. Ia hanya merupakan mukaddimah (pendahuluan) bagi perkawinan danpengantar kesana. Khitbah merupakan proses meminta persetujuan pihak wanitauntuk menjadi istri kepada pihak lelaki atau permohonan laki-laki terhadap wanitauntuk dijadikan bakal/calon istri.Seluruh kitab/kamus membedakan antara kata-kata "khitbah" (melamar) dan"zawaj" (kawin/menikah), adat/kebiasaan juga membedakan antara lelaki yang sudahmeminang (bertunangan) dengan yang sudah menikah; dan syari'at pun membedakansecara jelas antara kedua istilah tersebut. Karena itu, khitbah tidak lebih dari sekedarmengumumkan keinginan untuk menikah dengan wanita tertentu, sedangkan zawaj(pernikahan) merupakan aqad yang mengikat dan perjanjian yang kuat yangmempunyai batas-batas, syarat-syarat, hak-hak, dan akibat-akibat tertentu.
Pinangan yang kemudian berlanjut dangan “pertunangan” yang kita temukan
dalam masyarakat saat ini hanyalah merupakan budaya atau tradisi saja yang intinyaadalah khitbah itu sendiri, walaupun disertai dengan ritual-ritual seperti tukar cincin,selamatan dll. Ada satu hal penting yang perlu kita catat, anggapan masyarakatbahwa pertunangan itu adalah tanda pasti menuju pernikahan, hingga merekamengira dengan melaksanakan ritual itu, mereka sudah menjadi mahram, adalahkeliru. Pertunangan (khitbah) belum tentu berakhir dengan pernikahan. Olehkarenanya baik pihak laki-laki maupun wanita harus tetap menjaga batasan-batasanyang telah ditentukan oleh syariat.Namun Masa khitbah bukan lagi saat untuk memilih. Mengkhitbah sudah jadikomitmen untuk meneruskannya ke jenjang pernikahan. Jadi shalat istiharahsebaiknya dilakukan sebelum khitbah. Khitbah dilaksanakan saat keyakinan sudahbulat, masing-masing keluarga juga sudah saling mengenal dan dekat, sehinggapeluang untuk dibatalkan akan sangat kecil, kecuali ada takdir Allah yangmenghendaki lain.Khitbah, meski bagaimanapun dilakukan berbagai upacara, hal itu tak lebih hanyauntuk menguatkan dan memantapkannya saja. Dan khitbah bagaimanapun
 
3
keadaannya tidak akan dapat memberikan hak apa-apa kepada si peminangmelainkan hanya dapat menghalangi lelaki lain untuk meminangnya, sebagaimanadisebutkan dalam hadits:
 
Dari Abu Hurairah ra. Bahwa Rosulullah saw bersabda "………Tidak boleh salahseorang diantara kamu meminang pinangan saudaranya……" (Muttafaq 'alaih)
 
Karena itu, yang penting dan harus diperhatikan di sini bahwa wanita yang telahdipinang atau dilamar tetap merupakan orang asing (bukan mahram) bagi si pelamarsehingga terselenggara perkawinan (akad nikah) dengannya. Tidak boleh si wanitadiajak hidup serumah (rumah tangga) kecuali setelah dilaksanakan akad nikah yangbenar menurut syara', dan rukun asasi dalam akad ini ialah ijab dan kabul. Selamaakad nikah - dengan ijab dan kabul - ini belum terlaksana, maka perkawinan itubelum terwujud dan belum terjadi, baik menurut adat, syara', maupun undang-undang. Wanita tunangannya tetap sebagai orang asing bagi si peminang (pelamar)yang tidak halal bagi mereka untuk berduaan.
B.
 
Hukum Peminangan (Khitbah)
 
Memang terdapat dalam Alqur‟an dan banyak hadis Nabi yang
membicarakan tentang peminangan. Namun tidak ditemukan secara jelas dan terarahadanya perintah atau larangan melakukan peminangan sebagaimana perintah untuk 
mengadakan perkawinan dengan kalimat yang jelas, baik dalam Alqur‟an maupun
dalam hadis Nabi. Oleh karena itu, dalam menetapkan hukumnya tidak terdapat
 pendapat ulama‟ yang mewajibkannya.
 Mayoritas ulama' mengatakan bahwa tunangan hukumnya mubah, sebabtunangan ibarat janji dari kedua mempelai untuk menjalin hidup bersama dalamikatan keluarga yang harmonis. Tunangan bukan hakekat dari perkawinan melainkanlangkah awal menuju tali perkawinan. Namun sebagian ulama' cenderung bahwatunangan itu hukumnya sunah dengan alasan akad nikah adalah akad luar biasa

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Aziz Ashari liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->