Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Mekanisme Mikroba Pada Kondisi Anaerob

Mekanisme Mikroba Pada Kondisi Anaerob

Ratings: (0)|Views: 12 |Likes:
Published by Ani Liu

More info:

Published by: Ani Liu on Jul 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/25/2013

pdf

text

original

 
MEKANISME MIKROBA PADA KONDISI ANAEROB
Mikroorganisme anaerob dibagi menjadi 2 golongan yaitu golongan anaerob obligat dan anerobfakultatif. Golongan anaerob fakultatif merupakan Organisme yang dapat menggunakan oksigensebagai akseptor elektron atau sebagai penggantinya dapat diambil oksigen dari garam-garamseperti NaNO
3
, Na
2
SO
4
atau karbonat. Sedangkan, golongan anaerob obligat adalah organismeyang tidak membutuhkan oksigen bebas bahkan jika kontak dengan oksigen akan mengakibatkan penghambatan atau mematikan organisme tersebut. Mikroba anaerob obligat tidak dapat bertahanhidup jika kontak langsung dengan oksigen minimal selama 10 menit. Ketidaktahanan mikrobaanaerob obligat terhadap oksigen disebabkan tidak adanya enzim superoksida dismutasedan katalase, yang akan mengubah superoksida yang terbentuk dalam sel mereka karena adanyaoksigen.. Mikroba anaerob obligat dapat hidup melalui proses fermentasi, respirasi anaerob, atau proses methanogenesis. Mikroba anaerob obligat yang sensitif terhadap oksigen memperolehenergi dan melakukan metabolisme dengan menggunakan beberapa alternatif akseptor elektronuntuk respirasi seluler seperti sulfat , nitrat , besi , mangan , merkuri , dan karbon monoksida. Ada beberapa hipotesis mengenai anaerob obligat yang sensitif terhadap oksigen:1.Oksigen terlarut akan meningkatkan potensial redoks dari larutan. Potensial redoks tinggimenghambat pertumbuhan beberapa bakteri anaerob obligat Sebagai contoh, methanogentumbuh pada potensial redoks lebih rendah dari -0,3 V.2.Sulfida merupakan komponen penting dari beberapa enzim. Molekul oksigen mengoksidasisulfida untuk membentuk disulfida, sehingga menonaktifkan enzim tertentu.Mikrooorganisme ini tidak dapat tumbuh tanpa enzim yang dinonaktifkan tersebut.3.Terhambatnya pertumbuhan mikroba anaerob obligat akibat kurangnya keseimbangandalam biosintesis, karena elektron yang akan digunakan untuk biosintesa habis untumengurangi oksigen.(Kim and Geoffrey, 2008)
Gambar 1.
Kondisi Pertumbuhan Mikroba secara Aerob dan Anaerobik dalam Kultur Cair 
 
Respon suatu organisme terhadap O
2
di lingkungannya tergantung pada terjadinya distribusi berbagai enzim yang bereaksi dengan radikal oksigen (O
2-
) yang selalu dihasilkan oleh sel-sel saatdihadapkan dengan O
2
. Semua sel mengandung enzim yang mampu bereaksi dengan O
2
. Misalnya,oksidasi dari flavoprotein oleh O
2
yang selalu menghasilkan pembentukan H
2
0
2
(peroksida) sebagaisalah satu produk utama dan sejumlah kecil superoksida bebas yang bahkan lebih toksik beruparadikal oksigen (O
2-
). Selain itu, pigmen klorofil dalam sel dapat bereaksi dengan O
2
dengan bantuan cahaya dan menghasilkan
 singlet oxygen,
bentuk lain radikal oksigen yang merupakanoksidator kuat.Semua organisme yang dapat hidup di lingkungan O
2
, memiliki enzim superoksida dismutase yangdihasilkan oleh sistem metabolisme. Selain itu, organisme ini juga mempunyai enzim katalase,yang menguraikan H
2
O
2
. Bakteri aerotolerant (seperti bakteri asam laktat) tidak memiliki enzimkatalase, sehingga mikroba ini menguraikan H
2
O
2
menggunakan enzim peroksidase yang berasaldari elektron NADH
2
sehingga dapat mengubah peroksida menjadi H
2
O. Beberapa organismefotosintesis dilindungi dari reaksi oksidasi oleh radikal oksigen dengan adanya pigmen karotenoid.Pigmen karotenoid secara fisik bereaksi dengan radikal oksigen sehingga dapat mengurangi tingkatkeracunan di dalam sel. Organisme anaerob obligat tidak memiliki enzim superoksida dismutase,katalase atau peroksidase. Oleh karena itu, organisme ini mengalami oksidasi oleh radikal oksigensehingga dapat mematikannya saat berada di lingkungan dengan kandungan O
2
. Berikut inimerupakan reaksi enzim superoksida dismutase, katalase dan peroksidase yang digunakan untuk detoksifikasi radikal oksigen :
 
(Todar, 2000)
Contoh Petumbuhan Mikroba Anaerob Obligat pada Berbagai Media
 
Medium Thioglycollate
1.1.Keterbatasan Medium Thioglycollate
Banyak organisme (termasuk banyak chemoheterotrophs) tidak dapat tumbuh dalam mediaini.
Tidak dapat digunakan metode lain yang ditambahkan untuk pertumbuhan anaerob: (1)Akseptor elektron alternatif (seperti nitrat) atau (2) Dalam keadaan terang (seperti apa yangdilihat dengan bakteri fotosintesis anoxygenic).Jadi, suatu organisme “anaerob obligat” merupakan organism yang tidak bisa mentolerir oksigen dan hanya dapat memperoleh energi dengan reaksi yang tidak melibatkan O
2-
. Dalam tes ini,pertumbuhan anaerobik terjadi jika mampu melakukan fermentasi dariglukosa dalam media.
Hasil yang ditunjukkan pada medium Thioglycollate bisa sulit untuk dibaca. Apabila sulituntuk dibaca dapat digunakan kombinasi dengan metode lain yang dapat digunakan untuk mengoreksi yaitu: (1) pengujian untuk fermentasi menggunakan Fermentasi Glukosa Broth,(2) melakukan uji katalase, dan (3) menguji apakah organisme dapat tumbuh denganadanya oksigen.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->