Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kawasan Berikat Perdirjen Bea Cukai 57/BC/2011 Dan Perubahannya (Date Binder 290612)

Kawasan Berikat Perdirjen Bea Cukai 57/BC/2011 Dan Perubahannya (Date Binder 290612)

Ratings: (0)|Views: 1,274|Likes:
Published by Muparrih Mahfud
Peraturan Kawasan Berikat Lengkap (dibinder tanggal 29 Juni 2012) oleh catatankecik.blogspot.com
Peraturan Kawasan Berikat Lengkap (dibinder tanggal 29 Juni 2012) oleh catatankecik.blogspot.com

More info:

Published by: Muparrih Mahfud on Jul 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2013

pdf

text

original

 
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIADIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAIPERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAINOMOR - 57 /BC/2011TENTANGKAWASAN BERIKATDIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI,Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 58 PeraturanMenteri Keuangan Nomor 147/PMK.04/2011 tentang Kawasan Berikat,perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal tentang Kawasan Berikat.Mengingat : 1.
 
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umumdan Tatacara Perpajakan (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 1983 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 3262), sebagaimana telah beberapa kali diubahterakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4999);2.
 
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 50,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3263)sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2008 Nomor 133, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4893);3.
 
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak PertambahanNilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 1983 Nomor 51, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 3264), sebagaimana telahbeberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 42Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 5069);4.
 
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612)sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17Tahun 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor4661);
catatankecik.blogspot.com (1)
 
-1-
5.
 
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 76, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3613) sebagaimanatelah diubah dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 105,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4755);6.
 
Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2000 tentang PenetapanPeraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun2000 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebasmenjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2000 Nomor 251, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4053) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2007 (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2007 Nomor 130, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4775);7.
 
Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2009 tentang TempatPenimbunan Berikat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2009 Nomor 61, Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 4998);8.
 
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 147/PMK.04/2011 tentangKawasan Berikat;MEMUTUSKAN:Menetapkan : PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI TENTANGKAWASAN BERIKAT.BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1Dalam Peraturan Direktur Jenderal ini yang dimaksud dengan:1.
 
Undang-Undang Kepabeanan adalah Undang-Undang Nomor 10Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah denganUndang-Undang Nomor 17 Tahun 2006.2.
 
Undang-Undang Cukai adalah Undang-Undang Nomor 11 Tahun1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007.3.
 
Tempat Penimbunan Berikat adalah bangunan, tempat, ataukawasan yang memenuhi persyaratan tertentu yang digunakanuntuk menimbun barang dengan tujuan tertentu denganmendapatkan penangguhan Bea Masuk.4.
 
Kawasan Berikat adalah Tempat Penimbunan Berikat untukmenimbun barang impor dan/atau barang yang berasal dari tempatlain dalam daerah pabean guna diolah atau digabungkan, yanghasilnya terutama untuk diekspor.5.
 
Penyelenggara Kawasan Berikat adalah badan hukum yangmelakukan kegiatan menyediakan dan mengelola kawasan untukkegiatan pengusahaan Kawasan Berikat.
catatankecik.blogspot.com (2)
Perubahan 2
 
-2-
6.
 
Pengusaha Kawasan Berikat adalah badan hukum yang melakukankegiatan pengusahaan Kawasan Berikat.7.
 
Pengusaha di Kawasan Berikat merangkap Penyelenggara diKawasan Berikat, yang selanjutnya disingkat PDKB, adalah badanhukum yang melakukan kegiatan pengusahaan Kawasan Berikatyang berada di dalam Kawasan Berikat milik PenyelenggaraKawasan Berikat yang statusnya sebagai badan hukum yangberbeda.8.
 
Kegiatan Pengolahan adalah kegiatan:a.
 
mengolah barang dan bahan dengan atau tanpa Bahan Penolongmenjadi barang hasil produksi dengan nilai tambah yang lebihtinggi, termasuk perubahan sifat dan fungsinya; dan/ataub.
 
budidaya flora dan fauna.9.
 
Kegiatan Penggabungan adalah menggabungkan barang HasilProduksi Kawasan Berikat yang bersangkutan sebagai produkutama dengan barang jadi yang berasal dari impor, dari KawasanBerikat lain, dan/atau dari tempat lain dalam daerah pabean.10.
 
Barang Modal adalah barang yang digunakan oleh PenyelenggaraKawasan Berikat, Pengusaha Kawasan Berikat atau PDKB berupa:a.
 
peralatan untuk pembangunan, perluasan, atau konstruksiKawasan Berikat;b.
 
mesin; danc.
 
cetakan
(moulding)
,tidak meliputi bahan dan perkakas untuk pembangunan, perluasan,atau kontruksi Kawasan Berikat serta suku cadang yangdimasukkan tidak bersamaan dengan Barang Modal yangbersangkutan.11.
 
Bahan Baku adalah barang dan bahan yang akan diolah menjadibarang hasil produksi yang mempunyai nilai guna yang lebih tinggi.12.
 
Bahan Penolong adalah barang dan bahan selain Bahan Baku yangdigunakan dalam Kegiatan Pengolahan atau KegiatanPenggabungan yang berfungsi membantu dalam proses produksi.13.
 
Sisa Bahan Baku adalah Bahan Baku yang masih tersisa yang tidakdigunakan lagi dalam proses produksi.14.
 
Hasil Produksi Kawasan Berikat adalah hasil dari KegiatanPengolahan atau Kegiatan Pengolahan dan Kegiatan Penggabungansesuai yang tercantum dalam keputusan mengenai penetapan izinsebagai Kawasan Berikat.15.
 
Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, yangselanjutnya disebut Kawasan Bebas, adalah suatu kawasan yangberada dalam wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesiayang terpisah dari daerah pabean, sehingga bebas dari pengenaanBea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atasBarang Mewah (PPnBM), dan Cukai.16.
 
Pajak Dalam Rangka Impor yang selanjutnya disingkat PDRI adalahPajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas Barang Mewah(PPnBM), dan/atau Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 Impor.
catatankecik.blogspot.com (3)

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ibrahim Salam liked this
Brongos Ngos liked this
Anna Pinguin liked this
Tasruddin Tarau liked this
Hat Reiz Haditra liked this
amirlng liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->