Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
14Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Laporan Praktikum TEKLAB. Shift 1 Kel. 1

Laporan Praktikum TEKLAB. Shift 1 Kel. 1

Ratings: (0)|Views: 1,655|Likes:
Published by wahyuthp43

More info:

Published by: wahyuthp43 on Jul 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/18/2013

pdf

text

original

 
KANDUNGAN KIMIA, SENYAWA AKTIF DANTOKSISITAS DARI
 Eucheuma Cottonii
,
Caulerpa
sp. dan
Solen
sp.
Irmanida Batubara
1
, Sabri Sudirman
2
, Wahyu Ramadhan
2
, YuliaOktavia
2
, R.Roza Tirta F.P
2
 
1
Departemen Kimia FMIPA IPB,
2
Sekolah Pascasarjana, Departemen Teknologi Hasil Perairan IPB
I PENDAHULUAN
Indonesia merupakan negara yang memiliki wilayah perairan yang luasdimana dua per tiga dari wilayah Indonesia merupakan laut. Berbagai potensi biotaperairan terkandung didalamnya, diantaranya adalah rumput laut. Rumput laut yanghidup di wilayah perairan Indonesia sangat beragam, sekitar 782 jenis (EkspedisiSiboga pada tahun 1899-1900). Lebih rinci, jenis rumput laut tersebut adalah 196 jenis rumput laut alga hijau, 134 jenis rumput laut alga cokelat, dan 352 jenis rumputlaut alga merah. Pusat-pusat penyebaran rumput laut diantaranya di wilayah perairanKepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan; Perairan Sulawesi Tenggara; SulawesiTengah; Pulau Bali; Pulau Sumbawa; dan wilayah Perairan Kepulauan Maluku(Anggadiredja
et.al.
2006).Jenis-jenis rumput laut yang ada di Indonesia tersebut diantaranya terdapatbeberapa jenis rumput laut yang bernilai ekonomis tinggi dan telah diperdagangkanbaik itu untuk konsumsi lokal maupun untuk ekspor. Diantara jenis rumput lauttersebut adalah
 Eucheuma cotonii
,
 Eucheuma spinosum
,
Glacillaria
,
Gelidium
sp.,
 Hypnea
sp., dan
Sargassum
sp. (Anggadiredja
et.al.
2006). Di bidang industri,pengolahan rumput laut telah dikenal sejak dahulu, meskipun dengan teknologi danperalatan yang sederhana. Rumput laut juga telah diolah menjadi beragam jenismakanan diantaranya kue, puding, dodol, dan agar.
 Eucheuma cotonii
dan
Caulerpa
sp merupakan salah satu jenis rumput lautyang tersebar diseluruh wilayah Indonesia Rumput laut ini memiliki potensi yangbesar untuk dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan obat-obatan. Secara tradisional,cottonii ini telah banyak digunakan masyarakat pesisir untuk sayuran sertamengobati berbagai jenis penyakit, seperti hepatitis, aphrodisiac, diuretik, kusta,
 
rematik, cacar, bisul, sitotoksik dan obat luka bakar. Selain itu jenis kekerangan diIndonesia juga sangat beragam, salah satu yang telah banyak di konsumsi masyarakatJawa Barat adalah
Solen
sp. atau
 Lorjuk.
Berdasarkan data empiris kerang ini telahbanyak digunakan sebagai obat tradisional di daerah setempat. Oleh karena itubesarnya potensi rumput laut dan kekerangan di Indonesia memberikan peluanguntuk dimanfaatkan karena komoditas tersebut kaya akan senyawa metabolitsekunder. Beberapa senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam rumput lautdan kerang lorjuk adalah alkaloid, terpenoid, saponin, alkana, alkohol rantai panjang,dan fitosterol Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa bioaktif dan toksisitas dari akar
 Eucheuma cottonii
yang diperoleh dari kepulauan TualMaluku, rumput laut
Caulerpa
dari kepulauan Riau dan
Solen
diperoleh dari perairanCirebon Jawa Barat.
 II BAHAN DAN METODE2.1 Kadar air dan kadar abu
Alat dan bahanAlat yang digunakan dalam praktikum ini adalah botol timbang, neracaanalitik, eksikator, oven, tanur listrik, cawan porselin, pembakar gas dan gegep besi.Sedangkan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah rumput laut cottoniiProsedur praktikum-
 
Penetapan kadar airBotol timbang dicuci lalu dikeringkan pada suhu 105
o
C selama 30 menit.Setelah didinginkan dalam eksikator, botol kemudian ditimbang. Sebanyak 3 grambahan, dimasukan dalam botol timbang, kemudian dikeringkan pada suhu 105
o
Cselama 2 jam. Setelah didinginkan dalam eksikator kemudian ditimbang lagi. Bilabobot hasil penimbnagan kedua telah sama dengan sebelumnya maka telah dapatditentukan kadar airnya. Dimana perlakuan dilakukan dublo.Perhitungan kadar air =

x 100 %Keterangan : a: bobot bahan sebelum dikeringkan dan b: bobot bahan setelahdikeringkan.
 
-
 
Penetapan kadar abuCawan porselin dikeringkan pada suhu 600
o
C selama 30 menit, didinginkandidalam eksikator kemudian ditimbang. Sebanyak 2 gram contoh dimasukan kedalam cawan porselin, kemudian cawan dan isinya dipanaskan dengan nyala Bunsensampai tidak berasap lagi kemudian dimasukkan kedalam tanur listrik dengan suhu600
o
C sampai contoh menjadi abu selama 30 menit, kemudian didinginkan dalamdesikator dan ditimbang. Dimana perlakuan dilakukan dublo.Perhitungan kadar abu =

x 100 %Keterangan : a: bobot abu, b: bobot sampel
2.2 Uji Fitokimia
Prosedur kerjaa.
 
Identifikasi flavonoidSebanyak 50 gram sampel ditambah air panas, didihkan selam 5 menit laludisaring. Filtrat sebanyak 5 ml ditambah serbuk Mg, 1 ml HCL pekat dan 1 ml amilalcohol kemudian dikocok dengan kuat. Adanya flavonoid ditunjukan denganterbentuknya warna merah, kuning, atau jingga pada lapisan amil alcohol.b.
 
Identifikasi AlkoloidSebayak 50 mg sampel ditambah 10 ml klorofoan amoniak, kemudiandisaring dalam tabung reaksi tertutup. Ekstrak klorofoam dalam tabung reaksikemudian dikocok dengan 10 tetes H
2
SO
4
2M, kemudian lapisan asamnyadipisahkan dalam tabung reaksi lain. Sampel diteteskan dalam spot plat danditambahkan tiga tetes pereaksi dragendorf, mayer dan wagner. Uji positif untuk alkaloid jika terbentuk endapan berwarna merah- jingga, putih dan cokelat.c.
 
Identifikasi saponinSebanyak 50 mg sampel ditambah dietil eter. Residu yang tidak larut dalamdietil eter diambil, dipisahkan dan ditambahkan 5 ml air kemudian dikocok sampaitimbul busa yang stabil.d.
 
Identifikasi Steroid-TriterpenoidFraksi yang larut dalam dietil eter pada uji saponin dipisahkan dalamcampuran tersebut ditambahkan anhidrida, asam asetat dan asam sulfat pekat (3:1).

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Okta Gedaw liked this
Yuli Jepang liked this
Lilik Rani liked this
Vhee Shofia liked this
Broy Mansyah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->