Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
masailul fiqh

masailul fiqh

Ratings: (0)|Views: 248|Likes:
Published by Desi Mardiana

More info:

Published by: Desi Mardiana on Jul 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/02/2012

pdf

text

original

 
Asas-asas Kebebasan Berpendapat dan Pers
Bagaimana menurut pandangan Islam tentang dasar-dasar kebebasan berpendapat dan mediacetak?Pembahasan tentang kebebasan karya tulis dan media cetak merupakan salah satu pembahasanpenting yang berkaitan dengan hak-hak asasi manusia bagi individu yang hidup dizamansekarang ini. Dimana pada era perkembangan teknologi telekomunikasi memiliki peran yangsangat penting sehingga harus lebih diperhatikan. Sebagaimana yang telah disinggung padapembahasan yang lalu, kebebasan merupakan satu hal yang sakral dan didambakan oleh setiapindividu. Tentu, tidak seorangpun yang memiliki akal sehat yang menerima adanya kebebasanmutlak karena hal itu berkosekwensi munculnya berbagai kekacauan. Jelas, bahwa katakebebasan memiliki berbagai bentuk syarat dan batasan, oleh karenanya yang harus kita bahasadalah berdasarkan tumpuan apakah kebebasan harus berdiri? Jawaban singkat dari pertanyaantersebut adalah bahwa perundang-undangan harus kita perjelas terlebih dahulu. Setelah itumungkin akan dimunculkan pertanyaan lain yaitu; atas dasar apakah penentu undang-undangdalam membatasi kebebasan tersebut?Di sini secara singkat bisa dikatakan, undang-undang harus berdiri diatas batasan maslahatumum masyarakat. Ungkapan semacam itu merupakan jawaban yang sangat simple, sehinggaakan muncul pertanyaan lain yaitu; manakah dari maslahat umum masyarakat yang harusdijadikan pembatas atas kebebasan?Sewaktu kita perhatikan secara teliti atas segala perbedaan yang terdapat dalam masalah tersebutmaka, akan kita dapati bahwa penantian yang berbeda-beda oleh masyarakat akan kebebasan, itumenunjukkan bahwa segala batasan dan berbagai maslahat riil bagi setiap pribadi danmasyarakat. Perbedaan tersebut kembali pada dua hal prinsip:
1- Perbedaan pondasi bangunan
; dimana perbedaan tersebut bermula dari perbedaan budayadan pandangan dunia. Sebagian individu menyangka bahwa tujuan penciptaan manusia adalahuntuk mendapat banyak hal yang berhubungan dengan kenikmatan duniawi belaka. Mereka yangberanggapan bahwa setelah kehidupan duniawi tidak ada pertanggungjawaban akherat, makamereka tidak akan mengatakan tentang batasan kebebasan kecuali dengan batasan tidak mengganggu pencapaian kenikmatan individu atau masyarakat lain. Dengan kata lain batasankebebasan adalah mencegah kebebasan individu dan masyarakat lain.Adapun bagi orang-orang yang meyakini tentang adanya kiamat dan kenikmatan maknawi(spiritual) disamping kenikmatan duniawi, ada satu keyakinan transtendental yang mereka yakiniyaitu segala perbuatan manusia memberi kesan akan kebahagiaan atau kesengsaraan abadi. Darisitu merekapun akhirnya menerima bahwa hanya kebebasan legal (
 syar’i
) yang mampumenghantarkan pada kesenangan abadi yang bisa dan harus diraih.Selama segala perbedaan prinsip (pondasi) yang bermula dari masalah ketuhanan, kiamat dankesenangan riil manusia ataupun eksistensialis beberapa alam tidak terselesaikan maka tidak akan mungkin ada hasil atau didapat kata sepakat. Sedang cara yang kita tempuh dengan apayang ditempuh lawan bicara kita akan terus berbeda, sehingga terdapat dualisme pemikiran.
 
2- Perbedaan kerangka bangunan
; suatu perbedaan yang terletak setelah terdapatkesapakatan atas keberadaan Tuhan, kiamat, agama dan seterusnya. Perbedaan itu terletak padaapakah yang menjamin maslahat masyarakat? Dan apakah yang menjadi penyebab kemunculansegala
mafsadah
dikalangan masyarakat?Ada sebagian orang yang mengatakan bahwa kita telah meyakini atas segala keyakinan Islamyang telah jelas. Adapun pada zaman modernis dan post-modernis, jika kebebasan karya tulistidak didapat maka manusia tidak akan mampu berkembang. Segala masalah politik, sosialataupun keyakinan tanpa adanya kebebasan maka tidak akan dapat diteliti dengan baik. Segalatitik kelemahan ataupun kekuatan suatu pandangan tidak akan bisa nampak dengan jelas. Olehkarena itu, kebebasan berpendapat dan media cetak harus diperluas dan dikurangi berbagaibatasan yang mengikat sehingga manusia mampu sampai pada titik kemajuan yang lebih baik.Disisi lain, ada sebagian orang yang meyakini bahwa anggota masyarakat terbagi pada duagolongan; sebagian dari anggota masyarakat yang tidak mudah untuk terpengaruh dengan segalapermasalahan dan ajaran yang menyimpang dari agama dimana mereka itulah yang telah mampumenjaga maslahat sejati manusia. Bagi kalangan semacam ini, mendengar atau membaca segalaungkapan yang menyimpang merupakan hal yang tidak ada masalah. Bahkan bagi sebagianorang (khusus) melakukan hal tersebut merupakan keharusan.Kelompok lain yang masuk kategori mayoritas masyarakat, adalah orang-orang yang jikamendengar berbagai masalah menyimpang yang keluar dari lisan orang-orang khusus yang manaterkadang mengakibatkan kekafiran, mereka dengan mudah akan terpengaruh dengan ungkapantersebut. Terkhusus jika permasalahan tersebut dengan sangat mudah dicerna oleh mereka,sedang jawaban dari permasalahan yang terlontar lewat ceramah, artikel, buku atau medialainnya tidak mudah untuk didapat. Oleh karenanya, maslahat masyarakat mengharuskan untuk membatasi kebebasan berpendapat dan berbagai bentuk karya tulis sehingga dapat mencegahsegala bentuk penyimpangan pola pikir dan etika. Perbedaan yang ada tersebut terletak padabangunan, ekstensi dan penentuan masalah persyaratan suatu masyarakat dan individu.Segala perbedaan yang terletak pada pondasi bangunan berpikir tidak akan bisa dituntaskantanpa terlebih dahulu menyelesaikan segala yang berkaitan dengan masalah-masalah prinsippandangan dunia dan agama. Adapun perbedaan yang terletak pada kerangka bangunan denganbertumpu pada pembahasan, pemahaman dan ekstra teliti dalam menerapkan pondasi bangunanberpikir sebagai pijakan pasti akan terwujud dan terselesaikan dengan baik.Adapun yang pandangan yang benar berdasarkan pengalaman yang telah teruji adalah bahwamenyebutkan segala pandangan menyimpang, meragukan ataupun yang menyebabkan kekufurandengan berbagai bentuk dan pada komunitas manapun merupakan sesuatu yang tidak memilikimaslahat sama sekali. Kita dapat melihat dari dulu sampai kini adanya beberapa individu yangterseret kepada kemunkaran dan penyimpangan akibat hal semacam itu. Sebagian permasalahandan soalan yang dikemas sedemikian rupa secara rasional yang terkadang dibubuhi didalamnyasastra, syair dan kisah-kisah menarik sehingga lebih dapat berkesan dihati banyak orang. Al-
Qur’an dalam salah satu ayatnya telah menyinggung hal semacam ini dan mengistilahkan
individu-individu semacam itu sebagai setan berwujud manusia (
syaithon al-ins
):
 
“Dan demikianlah kami jadikan bagi tiap
-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis)manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-
indah untuk menipu manusia…”
 
(Qs al-
 An’aam:112)
 
oleh karena itu berdasarkan atas pengalaman para umat terdahulu dengan memperhatikan ataspotensi kejiwaan manusia juga psikologi sosial yang ada dimana jika itu semua didasarkan atasajaran-ajaran Islam maka bisa dikatakan bahwa setiap ucapan dan tulisan
 – 
lebih umum dariceramah, artikel, koran, buku, film..dst- yang membahayakan umat manusia sehingga merekabisa terjerumus kepada kesesatan, itu semua dalam pandangan Islam tidak memiliki kebebasan.Ada poin lain yang harus diisyaratkan dalam kesempatan ini yaitu dibalik hak yang dimiliki olehpara pemilik media massa dan para penulis, mereka memiliki
taklif 
berhubungan dengan
maslahat 
material dan spiritual masyarakat, yaitu segala topik yang diperlukan dan yangberhubungan dengan keyakinan, dimana segala jenis maslahat sosial bersandar atasnya makaharus diungkapkan dan dijelaskan dengan baik sehingga dapat meminimilir penyimpangan yangmungkin akan dihadapi atau bahkan bisa dihilangkan sama sekali. Usaha meningkatan kualitaspengetahuan masyarakat dan pengasuransian diri masyarakat atas setiap persoalan-persoalanagama yang disertai dengan kritik, gugatan serta jawaban yang diperlukan itu semua merupakantugas dari para penulis pada setiap zaman.Kesimpulan yang dapat kita ambil dalam kaitannya dengan pembahasan kebebasan berpendapatdan menulis adalah; segala yang dapat menjamin maslahat utama masyarakat baik berupaungkapan ataupun tulisan maka sudah menjadi keharusan. Sedang yang membahayakan danmerusak maslahat umum masyarakat maka dilarang. Selain dari dua kemungkinan diatas makahukumnya
mubah
(boleh) dan terdapat kebebasan dalam melaksanakannya.
Kebebasan Berpendapat
Apakah kebebasan berpendapat bersifat mutlak ataukah terbatas? Apakah diperbolehkanmemutus ucapan seseorang? Apakah boleh kita mendengar setiap ungkapan yang ada, membeliatau membaca setiap buku dan tulisan yang tersebar?Dari sejak dulu ungkapan tersebut telah dilontarkan oleh individu-individu yang hidup ditengah-tengah demokrasi hak dan kebebasan, dimana tiada satu undang-undang pun yang berhak untuk menghalangi kebebasan tersebut. Pandangan semacam inilah yang kemudian direkam dalamkonstitusi hak-hak asasi manusia (HAM). Kebebasan-kebebasan semacam inilah yang dianggapsebagai sesuatu yang terletak diatas perundang-undangan, dimana melanggarnya berarti samadengan melanggar HAM.Dari sisi lain, salah satu kekhususan negara-negara demokratik adalah negara yang memberikankebebasan berpendapat kepada setiap penduduknya. Setiap penduduk negara tersebut berhak untuk mengkritik pemerintah, partai yang berkuasa, eksekutif, legislatif atau siapapun. Apapunyang mereka setujui dan mereka anggap benar, mereka juga berhak untuk menampakkannyasecara terang-terangan. Sebagian masyarakat dinegeri kita memiliki anggapan semacam itu pula,

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->