Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ISMAH

ISMAH

Ratings: (0)|Views: 347|Likes:
Published by Isma Shena

More info:

Published by: Isma Shena on Jul 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/30/2012

pdf

text

original

 
PENDAHULUAN
Teori
maslahah-mursalah/maslahatul mursalah
atau
istislah
sebagaimana disebutkandi atas, pertama kali diperkenalkan oleh Imam Malik (W. 97 H.), pendiri mazhab Malik. Namun karena pengikutnya yang lebih akhir mengingkari hal tersebut, maka setelah abadketiga hijriyah tidak ada lagi ahli usul fiqih yang menisbatkan
maslahahmursalah
kepadaImam Malik, sehingga tidak berlebihan jika ada pendapat yang menyatakan bahwa teori
maslahah-mursalah
ditemukan dan dipopulerkan oleh ulama-ulama usul fiqih dari kalanganasy-Syafi’iyah yaitu Imam al-Haramain al-Juwaini (w. 478 H.), guru Imam al-Ghazali. Danmenurut beberapa hasil penelitian ahli usul fiqih yang paling banyak membahas dan mengkaji
maslahah-mursalah
adalah Imam al-Ghazali yang dikenal dengan sebutan
hujjatul 
Islam.
POKOK PEMBAHASAN
Pengertian maslahah mursalahSyarat-syarat maslahah mursalahMacam-macam maslahah mursalahKehujjahan maslahah mursalahAlasan ulama menjadikan sebagai hujjah
PEMBAHASANPengertian Maslahah Mursalah
Maslahatul mursalah menurut lughat terdiri dari dua kata, yaitu maslahah danmursalah. Kata
maslahah
berasal dari kata kerja bahasa arab yaitu:
 shalaha-yasluhu- salhan-maslahatan.
Yang berarti sesuatu yang mendatangkan kebaikan.
1
Sedangkan kata
mursalah
berasal dari kata kerja yang ditafsirkan sehinggamenjadi
isim maf’ul 
, yaitu :
arsala-yursilu-irsalan.
Menjadi yang berarti diutus, dikirimatau dipakai (dipergunakan). Perpaduan dua kata menjadi “maslahah mursalah” yang berarti prinsip kemaslahan (kebaikan) yang dipergunakan menetapka suatu hukum islam.Suatu perbuatan yang mengandung nilai baik (bermanfaat).Menurut istilah ulama usul ada bermacam-macam ta’rif yang diberikandiantaranya:
2
1 Ahmad Munif Suratmaputra,
 Filsafat Hukum Islam Al-Gazali Maslahah Mursalah dan Relevansinya dengan Pembaruan Hukum Islam
, (Jakarta: Pustaka Firdaus,2002), hlm. 982 Ahmad Munif Suratmaputra,
 Filsafat Hukum Islam Al-Gazali Maslahah Mursalah dan Relevansinya dengan Pembaruan Hukum Islam
....,hlm.105
 
Imam Ar-Razi mena’rifkan sebagai berikut:“Maslahah ialah perbuatan yang bermanfaat yang telah diperintahkan olehmusyarri’(Allah) kepada Hamba-Nya tentang pemeliharaan agamanya, jiwanya,akalnya, keturunan, dan harta bendanya.Imam Al-Ghazali mena’rifkan sebagai berikut :“Maslahah pada dasarnya ialah meraih manfaat dan menolak madarat”.Menurut Muhammad Hasbi As-Siddiqi, maslahah ialah:
 Memelihara tujuh syara’ dengan jalan menolak segala Sesutu yang merusakkan makhluk 
”.Jadi kesimpulannya, maslaha mursalah adalah kebaikan (maslahah) yang tidak disinggung syara’ untuk mengenakannya atau meninggalkannya, jika dikerjakan akanmembawa manfaat atau menghindari keburukan.
Syarat-Syarat Maslahah Mursalah
Golongan yang mengakui kehujjahan maslahah mursalah daam pembentukkanhukum (Islam) telah mensyaratkan sejumlah syarat tertentu yang dipenuhi, sehinggamaslahah tidak bercampur dengan hawa nafsu, tujuan, dan keinginan yang merusakkanmanusia dan agama. Sehingga seseorang tidak menjadikan keinginannya sebagai ilhamnyadan menjadikan syahwatnya sebagai syari`atnya.Syarat-syarat itu adalah sebagai berikut :
3
Hanya berlaku dalam muamalah, karena soal-soal ibadat tetap tidak berubah-berubah.Tidak berlawanan dengan maksud syariat atau salah satu dalil yang dikenal.3. Maka maslahah-maslahah yang bersifat dugaan, sebagaimana yang dipandang sebagianorang dalam sebagian syari`at, tidaklah diperlukan, seperti dalih malsalah yangdikatakan dalam soal larangan bagi suami untuk menalak isterinya, dan memberikanhak talak tersebut kepada hakim saja dalam semua keadaan. Sesungguhnya pembentukan hukum semacam ini menurut pandangan kami tidak mengandungterdapat maslahah. Bahkan hal itu dapat mengakibatkan rusaknya rumah tangga danmasyarakat, hubungan suami dengan isterinya ditegakkan di atas suatu dasar paksaanundang-undang, tetapi bukan atas dasar keikhlasan, kasih sayang, dan cinta-mencintai.4. Maslahah harus bersifat umum dan menyeluruh, tidak khusus untuk orang tertentu dantidak khusus untuk beberapa orang dalam jumlah sedikit. Imam-Ghazali membericontoh tentang maslahah yang bersifat menyeluruh ini dengan suatu contoh: orang kafir 
3 Asywadie Syukur,
 Pengantar Ilmu fiqih dan Usul Fiqih ,
(Surabaya: PT. Bina Amin, 1990), hlm. 97
 
telah membentengi diri dengan sejumlah orang dari kaum muslimin. Apabila kaummuslimin dilarang membunuh mereka demi memelihara kehidupan orang Islam yangmembentengi mereka, maka orang kafir akan menang, dan mereka akan memusnahkankaum muslimin seluruhnya. Dan apabila kaum muslimin memerangi orang islam yangmembentengi orang kafir maka tertolaklah bahaya ini dari seluruh orang Islam yangmembentengi orang kafir tersebut. Demi memlihara kemaslahatan kaum musliminseluruhnya dengan cara melawan atau memusnahkan musuh-musuh mereka.5. Maslahah itu harus sejalan dengan tujuan hukum-hukum yang dituju olehsyari`.Maslahah tersebut harus dari jenis maslahah yang telah didatangkan olehSyari`.Seandainya tidak ada dalil tertentu yang mengakuinya, maka maslahah tersebuttidak sejalan dengan apa yang telah dituju oleh Islam. Bahkan tidak dapat disebutmaslahah.6. Maslahah itu bukan maslahah yang tidak benar, di mana nash yang sudah ada tidak membenarkannya, dan tidak menganggap salah.
Macam-Macam maslahah
Ulama ushul membagi maslahah kepada tiga tingkat, yaitu:
4
1. Maslahah dharuriyahTingkat pertama yang harus ada. Maslahah dharuriyah adalah perkara-perkarayang menjadi tempat tegaknya kehidupan manusia, yang bila ditinggalkan, makarusaklah kehidupan manusia, yang bila ditinggalkan, maka rusaklah kehidupan,merajalelalah kerusakan, timbullah fitnah, dan kehancuran yang hebat.Di antara syri`at yang diwajibkan untuk memelihara agama adalah kewajiban jihad (berperang membela agama) untuk mempertahankan akidah Islmiyah. Begitu juga menghancurkan orang-orang yang suka memfitnah kaum muslimin dariagamanya. Begitu juga menyiksa orang yang keluar dari agama IslamDi antara syari`at yang diwajibkan untuk memelihara jiwa adalah kewajibanuntuk berusaha memperoleh makanan, minuman, dan pakaian untuk mempertahankanhidupnya. Begitu juga kewajiban mengqshas atau mendiat orang yang berbuat pidana.Di antara syari`at yang diwajibkan untuk memelihara akal adalah kewajibanuntuk meninggalkan minum khamar dan segala sesuatu yang memabukkan. Begitu juga menyiksa orang yang meminumnya.Di antara syari`at yang diwajibkan untuk memelihara keturunan adalah4
Muin Umar, Asmuni A Rahman, dkk,
Usul Fiqh I,
(Jakarta: Direktorat Jendral Pembinaan KelembagaanAgama Islam Depag, 1986). Hlm. 67

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->