Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Grebeg Besar Demak

Grebeg Besar Demak

Ratings: (0)|Views: 55 |Likes:
Published by Ally Emtado

More info:

Published by: Ally Emtado on Jul 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/03/2012

pdf

text

original

 
Grebeg Besar Demak
Ditulis Oleh Dwi Cahyo Purno Utomo05-11-2009,Setiap tahun, Kabupaten Demak menyelenggarakan kegiatan Grebeg Besar yang rutin dilakukandalam rangka memelihara kebudayaan leluhur. Kegiatan tersebut mampu membangkitkansemangat dan kebanggaan warga Kabupaten Demak, karena pada saat itu, terpancar kejayaanKerajaan Demak pada masa lalu.Catatan sejarah Kabupaten Demak memang tidak bisa lepas dari perjuangan para Wali Sangasebagai penyebar agama Islam di pulau Jawa yang melakukan aktivitasnya pada abad XV. Figurutamanya adalah Sultan Fatah dan Sunan Kalijaga yang diakui merupakan tokoh besar danberpengaruh dalam lintas sejarah Kabupaten Demak. Sehingga tidak mengherankan jikakemudian ada beragam acara dan kegiatan ritual yang diperkenalkan oleh kedua tokoh itu masihberlangsung sampai saat ini dan menjadi semacam ritual yang selalu di nantikan orang, tidak hanya oleh warga Kota Wali sendiri tetapi juga oleh masyarakat luar daerah.Menurut data sejarah, tradisi grebeg besar sebenarnya pada awalnya tidak hanya sekali setahunpada saat Idul Adha. Semula ada empat Grebeg Besar, yaitu Grebeg Maulid, Grebeg Dal, GrebegSyawal, dan Grebeg Besar. Kegiatan yang masih berlangsung adalah Grebeg Besar yang sampaisekarang masih menjadi bagian tradisi bernilai jual.Sementara itu, di luar Kabupaten Demak juga dikenal perayaan sejenis. Solo, Yokyakarta, danCirebon, dengan latar belakang sejarah masing-masing daerah yang berbeda, tetapi pada intinyaadalah bentuk penghargaan terhadap para pendahulu yang telah berjasa kepada daerah ini.Ritual acara Grebeg Besar diawali dengan saling silaturahmi antara pihak Kasepuhan Kadilangudan Bupati Demak. Didahului kunjungan Bupati ke Sasono Rengga Kadilangu, selanjutnyasesepuh Kadilangu dan keluarga kasepuhan bersilaturahmi menghadap Bupati dan biasanyamereka diterima di ruang tamu Bupati. Usai bersilaturahmi tersebut, Bupati dan Wakil Bupatibersama Ketua DPRD, Muspida Demak, dan jajaran pemerintah kabupaten Demak berziarah kemakam-makam leluhur Sultan Bintoro di kompleks Masjid Agung Demak. Hal ini dilanjutkanziarah ke makam Sunan Kalijaga di desa Kadilangu. Setelah itu rombongan meresmikanpembukaan keramaian Grebeg Besar di lapangan Tembiring.Usai acara silaturahmi berakhir, dimulailah semua kegiatan keramaian di seantero Demak Kota.Kemudian, pada malam menjelang Idul Adha diadakan acara Tumpeng Sembilan yangmenggambarkan jumlah 9 wali (Wali Sanga) diserahkan oleh Bupati kepada Takmir MasjidAgung Demak untuk dibagikan kepada para pengunjung. Dalam acara Tumpeng Sembilan selaludi penuhi oleh warga masyarakat yang ingin ngalap berkah dengan mengharap mendapat bagiandari tumpeng yang dibagikan tersebut.Tepat pada tanggal 10 Dzulhijjah diadakan acara penjamasan Kutang Ontokusuma yang di mulaisetelah selesai Shalat Idul Adha. Khusus untuk acara penjamasan Kutang Ontokusuma melaluiprosesi arak-arakan Prajurit Patang Puluhan yang berjalan dari Pendopo Kabupaten Demak menuju Kadilangu sejauh 2,5 km. Ini merupakan hiburan yang paling menyedot perhatianmasyarakat karena sepanjang perjalanan yang dilalui Prajurit Patang Puluhan itu selalu penuholeh masyarakat yang ingin melihat dari dekat.Sebuah fenomena yang sangat menarik karena merupakan suatu gambaran yang nyata peristiwamenyatunya pejabat dengan rakyat dalam satu tempat sehingga tampak sebuah kerukunan dankebersamaan langkah untuk menggapai cita- cita.Bila zaman dahulu diadakan ritual mampu menghilangkan marabahaya, maka untuk saat ini kitaperlu mengubah pandangan tersebut menjadi sebuah konsep yang modern, yaitu mencarialternatif penyelesaian masalah dengan cara koordinasi dan konsolidasi pemerintah dengan
 
masyarakat. Ini bisa menjadi lebih baik dan membawa kemajuan Kota Wali. Betapa besar artiGrebeg Besar bagi Kabupaten ini.Watak Religius Inilah watak religius masyarakat Kabupaten Demak yang selalu menghormatiajaran dan tradisi leluhur, khususnya para Wali tentang keimanan dan ketaqwaan. Bukan hanyasekadar menjalankan ajaran wajib dalam agama tetapi juga tradisi dan budaya Islami yang dikembangkan para Wali untuk menarik perhatian dan membawa masyarakat waktu itu untuk mengikuti ajaran yang mereka sebarkan. Seandainya pelaksanaannya tidak bersamaan denganIdul Adha mungkin tidak seramai sekarang.Ada kepercayaan pameo yang mengatakan, barang siapa menghadiri Grebeg Besar Demak tujuhkali berturut-turut, sama nilainya dengan telah melaksanakan Ibadah Haji.Grebeg Besar bagi pemerintah Kabupaten Demak juga memiliki arti penting, yakni sebagai salahsatu sumber PAD (Pendapatan Asli Daerah), melalui biaya sewa kapling-kapling tanah yangdisewakan selama perayaan Grebeg. Hal ini ditambah pemasukan dari hasil penjualan tiketmasuk ke area keramaian Grebeg Besar.Sementara itu, bagi warga Kota Wali, Grebeg Besar merupakan kesempatan yang luas untuk mendapatkan tambahan penghasilan dengan keterlibatannya dalam kegiatan, sepertimempromosikan aneka hasil pertanian, kerajinan serta industri kecil lainnya. Demikian besar artiGrebeg Besar bagi Kabupaten Demak sehingga kita perlu membuat inovasi-inovasi kreatif agarmampu meningkatkan kualitasnya. Perubahan- perubahan untuk perbaikan perlu dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah bagi peningkatan pendapatan Kabupaten Demak. Perlu daya tarik agar mampu membangkitkan kebanggaan setiap warga.
Masjid Agung Demak
dikenal dengan gelombang peziarah yang akan melakukan ritual doa danzikir untuk Sultan Demak. Tidak setiap saat mereka akan datang, waktu-waktu yang ramaidipadati oleh peziarah adalah bulan Muharam, Bulan Haji dan Bulan Suro. Tanggal 12 RabbiulAwal, hari kelahiran nabi, 27 Rajab atau Isra Miraj.Ziarah kubur ke makam Sultan Demak dan keluarganya itu dilakukan untuk berdoa dan berzikir,yang dalam bahasa Jawa sering disebut dengan ngalap berkah atau memohon berkat. Doaditujukan kepada Tuhan supaya diberikan berkah, rezeki, kesehatan, ketenangan dan dihapuskandosa-dosanya.Makam yang dikunjungi adalah makan
Kesultanan Bintoro Demak
, di mana terdapat SultanDemak yang pertama, Raden Patah. Raden Patah berkuasa dari 1478 hingga 1518. Ada jugamakam Raden Patiunus yang berkuasa tahun 1518 hingga 1521. Raden Trenggono berkuasa dari1521 hingga 1546, dan juga makam Putri Campa ibunda Raden Patah.Masjid Demak, diyakini didirikan oleh Wali Songo dalam waktu hanya satu malam. BabadDemak menyebutkan tahun pembuatan adalah 1399 Saka atau 1477 masehi. Tetapi ada jugayang menyebutkan tahun 1401 Saka atau 1479, dilihat dari gambar bulus (kura-kura) di mihrabMasjid.Ukuran Masjid Demak adalah 31×31 meter. Terbuat dari kayu jati kualitas unggul. SerambiMasjid berukuran 31×15 meter. Memiliki empat tiang kayu raksasa sebagai saka guru. Masjidmemiliki 50 buah tiang penyangga, diantaranya 28 buah terdapat di serambinya.Soko sebelah tenggara adalah buatan
Sunan Ampel
, sebelah barat daya buatan
Sunan GunungJati
, sebelah barat laut buatan
Sunan Bonang
, sedang sebelah timur laut yang tidak terbuat darisatu buah kayu utuh melainkan disusun dari beberapa potong balok yang diikat menjadi satu

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->