Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi

Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi

Ratings: (0)|Views: 141 |Likes:
Published by barendyano

More info:

Published by: barendyano on Jul 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/29/2013

pdf

text

original

 
Tugas blok VII Imunologi dan Infeksi
|
1
 
PENYAKIT
 – 
PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGANIMUNISASIA.
 
POLIO
Poliomielitis atau polio, adalah penyakitparalisisatau lumpuh yangdisebabkan olehvirus.Agen pembawa penyakit ini, sebuahvirusyang dinamakan poliovirus (PV), masuk ketubuhmelaluimulut,mengifeksi saluranusus.Virus ini dapat memasuki alirandarahdan mengalir kesistem saraf pusatmenyebabkan melemahnyaototdan kadang kelumpuhan (paralisis).Gejala yang umum terjadi akibat serangan virus polio adalah anak mendadak lumpuh pada salah satu anggota geraknya setelah demam selama 2-5hari. Terdapat 2 jenis vaksin yang beredar, dan di Indonesia yang umum diberikanadalah vaksin Sabin (kuman yang dilemahkan). Cara pemberiannya melaluimulut. Di beberapa negara dikenal pula Tetravaccine, yaitu kombinasi DPT danpolio. Imunisasi dasar diberikan sejak anak baru lahir atau berumur beberapa haridan selanjutnya diberikan setiap 4-6 minggu. Pemberian vaksin polio dapatdilakukan bersamaan dengan BCG, vaksin hepatitis B, dan DPT. Imunisasiulangan diberikan bersamaan dengan imunisasi ulang DPT Pemberian imunisasipolio akan menimbulkan kekebalan aktif terhadap penyakit Poliomielitis.Imunisasi polio diberikan sebanyak empat kali dengan selang waktu tidak kurangdari satu bulan imunisasi ulangan dapat diberikan sebelum anak masuk sekolah (5
 – 
6 tahun) dan saat meninggalkan sekolah dasar (12 tahun).Cara memberikanimunisasi polio adalah dengan meneteskan vaksin polio sebanyak dua teteslangsung kedalam mulut anak atau dengan menggunakan sendok yang dicampurdengan gula manis. Imunisasi ini jangan diberikan pada anak yang lagi diareberat. Efek samping yang mungkin terjadi sangat minimal dapat berupa kejang-kejang.Vaksin dari virus polio (tipe 1,2 dan 3) yang dilemahkan, dibuat dlmbiakan sel-vero : asam amino, antibiotik, calf serum dalam magnesium kloridadan fenol merah. Vaksin berbentuk cairan dengan kemasan 1 cc atau 2 cc dalamflacon, pipet. Pemberian secara oral sebanyak 2 tetes (0,1 ml). Vaksin poliodiberikan 4 kali, interval 4 minggu. Imunisasi ulangan, 1 tahun berikutnya, SD
 
Tugas blok VII Imunologi dan Infeksi
|
2
 
kelas I, VI. Anak diare ® gangguan penyerapan vaksin. Ada 2 jenis vaksin: IPV / salk dan OPV /sabin / IgA lokal.Penyimpanan pada suhu 2-8°C. Virus vaksin bertendensi mutasi di kultur jaringan maupun tubuh penerima vaksin Beberap virus diekskresi mengalamimutasi balik menjadi virus polio ganas yang neurovirulen. Paralisis terjadi 1 per4,4 juta penerima vaksin dan 1 per 15,5 juta kontak dengan penerimavaksin. Kontra indikasi : defisiensi imunologik atau kontak dengannya
B.
 
HEPATITIS B
Penyakit hepatitis disebabkan oleh virus hepatitis tipe B yang menyerangkelompok resiko secara vertikal yaitu bayi dan ibu pengidap, sedangkan secarahorizontal tenaga medis dan para medis, pecandu narkoba, pasien yang menjalanihemodialisa, petugas laboratorium, pemakai jasa atau petugas akupunktur.Penyakit infeksi virus hepatotropiky yang bersifat sistemik dan akut.1.
 
EtiologiPaling sedikit ada 6jenis virus penyebab hepatitis yaitu, virus hepatitis A,B, C, D, E, G tapi pada anak umumnya menimbulakn masalah terutamaA,B dan C.2.
 
Manifes klinisUmumnya asimptomatik pada bayi. Pada anak dan remaja dapat terjadigejala prodormal infeksi viral sistemik seperti anoreksia, neusea, vomiting,fatigue, malaise, batuk dll. Dapat timbul mendahului ikterus selama 1-2minggu. Jika hepar sudah membesar, pasien dapat mengeluh begh padaperut kakan atas.. demam 38-39°C sering pada hepatitis A.kadangmencapai 40°C. urin berwarna gelap sepert the, feses berwarna tanah.Denagn timbul gejala kuning/ikterus maka biasanya gejala prodormalmenghilang. Hepatomegali dapat disertai nyeri tekan. Splenomegali dapatditemukan pada 10-20% pasien.3.
 
PenatalaksanaanPenatalaksanaan pada penyakit ini dilakukan berdasarkan tipe virusnya.4.
 
Pencegahan umuma.
 
Perbaikan higyen makanan
 
Tugas blok VII Imunologi dan Infeksi
|
3
 
b.
 
Perbaikan higyen sanitasi lingkungan dan pribadic.
 
Isolasi anak Vaksin berisi HBsAg murni. Diberikan sedini mungkin setelah lahir.Suntikan secara Intra Muskular di daerah deltoid, dosis 0,5 ml.Penyimpanan vaksin pada suhu 2-8°C. Bayi lahir dari ibu HBsAg (+)diberikan imunoglobulin hepatitis B 12 jam setelah lahir + imunisasiHepatitis B. Dosis kedua 1 bulan berikutnya. Dosis ketiga 5 bulanberikutnya (usia 6 bulan). Imunisasi ulangan 5 tahun kemudian. Kadarpencegahan anti HBsAg > 10mg/ml. Produksi vaksin Hepatitis B diIndonesia, mulai program imunisasi pada tahun 1997.5.
 
Efek sampingDemam ringan, Perasaan tidak enak pada pencernaan, Rekasi nyeri padatempat suntikan.
C.
 
TBC (TUBERCULOSIS)
TBC adalah penyakit infeksi kuman
 Mycobacterium tuberculosis
sistemissehingga dapat mengenai hampir semua organ tubuh. Dengan lokasi terbanyak diparu yang bisa merupakan lokasi infeksi primer.Penularan penyakit TBC terhadap seorang anak dapat terjadi karenaterhirupnya percikan udara yang mengandung kuman TBC. Kuman ini dapatmenyerang berbagai organ tubuh, seperti paru-paru (paling sering terjadi),kelenjar getah bening, tulang, sendi, ginjal, hati, atau selaput otak (yang terberat).Pemberian imunisasi BCG sebaiknya dilakukan pada bayi yang baru lahir sampaiusia 12 bulan, tetapi imunisasi ini sebaiknya dilakukan sebelum bayi berumur 2bulan. Imunisasi ini cukup diberikan satu kali saja. Bila pemberian imunisasi ini
“berhasil,” maka setelah beberapa minggu di tempat suntikan akan timbul
benjolan kecil. Karena luka suntikan meninggalkan bekas, maka pada bayiperempuan, suntikan sebaiknya dilakukan di paha kanan atas. Biasanya setelahsuntikan BCG diberikan, bayi tidak menderita demam.1.
 
Tanda gejalaa.
 
BB turun tanpa sebab yang jelasb.
 
Anoreksia dan gagal tumbuh, BB tidak naik secara adekuat

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->