Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sejarah Pembentukan Pancasila

Sejarah Pembentukan Pancasila

Ratings: (0)|Views: 248|Likes:
Published by Ryan Fajar Rinanto

More info:

Published by: Ryan Fajar Rinanto on Jul 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/04/2012

pdf

text

original

 
Sejarah Pancasila
 – 
 
Kata “Pancasila” terdiri atas dua kata dari bahasa sansekerta yaitu
palica yang artinya lima dan sila artinya asas atau prinsip. Jadi pancasila dalam artikeseluruhan adalah 5 prinsip atau asas, dan kelima prinsip tersebut telah menjadi rumusandan pedoman kehidupan dalam berbangsa dan bernegara bagi seluruh warga Indonesia. Makadari itu kita sebagai warga Negara Indonesia sangatlah penting mempelajari sejarahperumusan pancasila sebagai dasar ideology Negara Indonesia tercinta ini. Dalam perjalanansejarah, pancasila mempunyai sejarah yang sangat panjang tentang terbentuknya perumusan-perumusan pancasila dalam ketatanegaraan Indonesia. Menurut wikipedia, dalam upayamerumuskan pancaila sebagai dasar Negara yang resmi, terdapat usulan-usulan pribadi yangdikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yaitu :
Lima Dasar oleh Muhammad Yamin
, yang berpidato pada tanggal 29 Mei 1945. Yaminmerumuskan lima dasar sebagai berikut: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, PeriKetuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Dia menyatakan bahwa kelima silayang dirumuskan itu berakar pada sejarah, peradaban, agama, dan hidup ketatanegaraan yangtelah lama berkembang di Indonesia. Mohammad Hatta dalam memoarnya meragukan pidatoYamin tersebut.
Panca Sila oleh Soekarno
yang dikemukakan pada tanggal 1 Juni 1945. Sukarnomengemukakan dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan; Internasionalisme; Mufakat, dasarperwakilan, dasar permusyawaratan; Kesejahteraan; Ketuhanan. Nama Pancasila itudiucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni itu, katanya:
Pesan Sponsor 
 Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, danketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan inidengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa
 – 
namanya ialah Pancasila. Sila artinya azasatau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi beberapa dokumenpenetapannya ialah :
Rumusan Pertama
: Piagam Jakarta (Jakarta Charter)
 – 
tanggal 22 Juni 1945
Rumusan Kedua
: Pembukaan Undang-undang Dasar
 – 
tanggal 18 Agustus 1945
Rumusan Ketiga
: Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat
 – 
tanggal 27Desember 1949
Rumusan Keempat
: Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara
 – 
tanggal 15 Agustus1950
Rumusan Kelima
: Rumusan Kedua yang dijiwai oleh Rumusan Pertama (merujuk DekritPresiden 5 Juli 1959)
Hari Kesaksian Pancasila
 Pada tanggal 30 September 1965, adalah awal dari Gerakan 30 September (G30SPKI).Pemberontakan ini merupakan wujud usaha mengubah unsur Pancasila menjadi ideologikomunis. Hari itu, enam Jendral dan berberapa orang lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta.Namun berkat kesadaran untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalamikegagalan. Maka 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30
 
September[ [G30S-PKI] ] dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila,memperingati bahwa dasar Indonesia, Pancasila, adalah sakti, tak tergantikan.
Butir-Butir Pengamalan Pancasila
 Ketetapan MPR no. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa menjabarkan kelima asasdalam Pancasila menjadi 45 butir pengamalan sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaanPancasila. Tidak pernah dipublikasikan kajian mengenai apakah butir-butir ini benar-benardiamalkan dalam keseharian warga Indonesia.
Sila Pertama
 1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan YangMaha Esa.2. Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai denganagama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil danberadab.3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agamadengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadapTuhan Yang Maha Esa.5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yangmenyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai denganagama dan kepercayaannya masing-masing.7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepadaorang lain.
Sila kedua
 1. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagaimakhluk Tuhan Yang Maha Esa.2. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpamembeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial,warna kulit dan sebagainya.3. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.4. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.5. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.7. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.8. Berani membela kebenaran dan keadilan.9. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.10. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
Sila ketiga
 1. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dannegara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.2. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.3. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.5. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dankeadilan sosial.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->