Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengobatan

Pengobatan

Ratings: (0)|Views: 29 |Likes:
Published by irmuditaari

More info:

Published by: irmuditaari on Jul 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2012

pdf

text

original

 
Pengobatan
Secara garis besar penatalaksanaan dapat dibagi 2 golongan, yaitu pengobatan konservatif danpengobatan pengganti. Di negara yang telah maju penanganan konservatif pasien GGK hanyamerupakan masa antara sebelum dilakukan dialisis atau transplantasi, sehingga tanggung jawabdokter di sini adalah untuk menjaga pasien agar jangan mati mendadak dan agar pembuluhdarah, otot jantung, retina, dan tulang harus dipertahankan seutuhnya. Sebaliknya di negaraberkembang penanganan konservatif masih merupakan titik akhir dan tanggung jawab dokter disini menjaga kualitas hidup pasien selama beberapa bulan sebelum ajalnya. Pada umumnyapengobatan konservatif masih mungkin dilakukan bila klirens kreatinin > 10 ml/menit/1,75 m
2
,tapi bila sudah < 10 ml/menit pasien tersebut harus diberikan pengobatan pengganti.
1.
 
Pengobatan konservatif 
Tujuan pengobatan konservatif adalah memanfaatkan faal ginjal yang masih ada, menghilangkanberbagai faktor pemberat, dan bila mungkin memperlambat progresivitas gagal ginjal.Pengobatan konservatif terdiri dari mengatur masukan cairan yang adekuat, mengendalikanhipertensi, mengobati anemia, gangguan keseimbangan elektrolit, asidosis, osteodistrofi ginjal,gagal jantung, gangguan saraf dan otot, hiperurikemia, dan menghindarkan pemakaian kontrasradiologi yang tidak perlu dan zat-zat toksin lainnya.
 Dietetik
Prinsip pengobatan dietetik pada pasien GGK adalah:
 
Mencukupi semua nutrien esensial yang adekuat termasuk vitamin
 
Mencukupi kalori yang adekuat dalam bentuk karbohidrat dan lemak 
 
Mencukupi protein berkualitas tinggi untuk mempertahankan keseimbangan nitrogenpositif dan mendorong kecepatan pertumbuhan
 
Mengurangi terjadinya akumulasi nitrogen sampai seminimal mungkin untuk menghindarkan akibat uremia, misalnya kelainan hematologis dan neurologis sertamencegah terjadinya osteodistrofi.
 
Mengurangi beban asam yang harus diekskresi oleh ginjal
 
Menghindarkan masukan elektrolit yang berlebihan.
 
Secara klinis pembatasan masukan protein harus dimulai bila LFG sekitar 15-20ml/menit/1,73 m
2
. Jumlah kalori yang diberikan harus cukup untuk anabolisme danpertumbuhan, jadi harus disesuaikan dengan kebutuhan menurut umur. Biasanya sebagian besarkalori berasal dan lemak dan karbohidrat. Untuk bayi diberikan 100 kkal/kgbb/hari, sedangkan jumlah protein diberikan sesuai dengan umur dan tingkat penurunan dari LFG. Restriksi proteindilakukan bila kadar ureum darah >30 mmol/L atau adanya gejala uremia. Umumnya diberikan1,4 g/kgbb/hari untuk bayi dan 0,8-1,1 g/kgbb/hari untuk anak yang terdiri dari protein dengannilai biologis tinggi (paling sedikit mengandung 70% asam amino esensial). Bila restriksi proteinterlalu ketat dapat mengakibatkan terjadi malnutrisi, sehingga jumlah protein yang harusdiberikan paling sedikit 4% dari jumlah total kalori atau 1 g/kgbb/hari. Pada bayi sebaiknyaprotein didapat dari ASI (mengandung
+
2 g/kgbb). Maksud pembatasan protein adalahmencegah katabolisme protein endogen, mengurangi akumulasi sisasisa nitrogen, sertamembatasi timbulnya toksisitas sistemik.
 Natrium
Pada pasien GGK akibat kelainan anatomi ginjal biasanya terjadi pengeluaran natrium yangbanyak sehingga terjadi hiponatremia dan dehidrasi berat. Pada keadaan ini pasien membutuhkansuplementasi natrium dalam makanannya. Sebaliknnya pada pasien yang disertai hipertensi,edema, atau gagal jantung bendungan, harus dilakukan restriksi natrium dan pemberian diuretik seperti furosemid (1-4 mg/kg/hari). Umumnya diet rendah garam pada pasien gagal ginjal kronik tanpa hipertensi dan atau sembab adalah 2 g/hari (80 mEq/kgbb/hari). Bila disertai sembab,dikurangi menjadi 1 mEq/kgbb/hari dan bila ditemukan oliguria atau anuria harus diperketat lagimenjadi 0,2 mEq/kgbb/hari. Perlu dicatat, 1 g garam dapur sebanding dengan 400 mg natriumatau 17 mFq natrium.
 A i r
 Bila tidak ada edema dan atau oliguria/anuria, pasien GGK boleh minum tanpa dibatasi. Kalauditemukan oliguria/anuria maka jumlah air yang diperkenankan adalah jumlah
insensible water loss
(400 ml/m
2
 /hari)
+
 jumlah cairan yang keluar (diuresis
+
muntah).
 
 Kalium
 Tindakan utama untuk mencegah terjadinya hiperkalemia adalah membatasi pemasukan kaliumdalam makanan dan berkonsultasi kepada ahli gizi. Bila kadar kalium >6 mEq/1 tanpa gejalaklinis, biasanya cukup dengan koreksi makanan dan atau pemberian Kayexalate 1 g/kgbb atauKalitake diberikan 1-2 kali/hari sampai kadar kalium <6 mEq/1. Bila kadar kalium >7 mEq/1 dandisertai kelainan EKG (gelombang T meninggi dan QRS kompleks melebar) harus diberikankalsium glukonas dan atau natrium bikarbonas. Bila cara ini tidak efektif, diberikan insulin danlarutan glukosa.
Osteodistrofi ginjal 
Terjadinya osteodistrofi ginjal dapat dicegah dengan pemberian kalsium, pengikat fosfat, danvitamin D. Jumlah suplementasi kalsium dan vitamin D sebaiknya disesuaikan dengan kadarkalsium serum dan derajat kerusakan ginjal. Biasanya suplementasi kalsium diberikan dengandosis 100-300 mg/m
2
 /hari, sedangkan vitamin D yang paling sering digunakan adalah 1,25(OH)D3 (Rocaltrol) dengan dosis 0,25 mg/hari (15-40 ng/kgbb/hari), dan dihydrotachysterol(Roxane) 0,125 mg/hari (15-45
g/kgbb/hari). Bila dipakai vitamin D3 dosis yang digunakanadalah 5000
-
10.000 i.u
/
hari.
 Asidosis
 Pasien GGK sering mengalami asidosis kronis yang mengakibatkan kerusakan tulang dan gagaltumbuh. Setiap keadaan asidosis harus diatasi secepat mungkin. NaHCO
3
dapat digunakandengan aman dengan dosis antara 1-5 mEq/kg/hari disesuaikan dengan beratnya asidosis. Untuk mempertahankan pertumbuhan anak secara adekuat maka kadar bikarbonat plasma harusdipertahankan antara 23-25 mEq/l.
 
Pada asidosis berat (HCO
3-
< 8 mEq/l) dikoreksi dengan dosis0,3 kgbb x (12
-
HCO
3
 – 
serum) mEq/l i.v. 1 tablet NaHCO
3
500 mg
=
6 mEq HCO
3
.
 Hipertensi
 Langkah pertama untuk mengendalikan hipertensi adalah dengan tindakan nonfarmakologi, yaitudiet rendah garam, menurunkan berat badan dan berolahraga. Bila dengan cara. ini tidak berhasil,baru memulai tindakan farmakologi. Kadang-kadang tindakan farmakologi langsung kita berikan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->