Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Masalah Perilaku

Masalah Perilaku

Ratings: (0)|Views: 97 |Likes:
Published by Niviza Putri

More info:

Published by: Niviza Putri on Jul 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/02/2012

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUAN1.1
 
Latar Belakang
Derajat kesehatan seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu perilaku, lingkungan,pelayanan kesehatan dan keturunan. Di antara faktor
 – 
faktor tersebut pengaruh perilaku terhadapstatus kesehatan, baik kesehatan individu maupun kelompok sangatlah besar.Seiring dengan cepatnya perkembangan dalam era globalisasi, serta adanya transisidemografi dan epidemiologi penyakit, maka masalah penyakit akibat perilaku dan perubahangaya hidup yang berkaitan dengan perilaku dan sosial budaya cenderung akan semakinkompleks. Perbaikannya tidak hanya dilakukan pada aspek pelayanan kesehatan, perbaikan padalingkungan dan merekayasa kependudukan atau faktor keturunan, tetapi perlu memperhatikanfaktor perilaku yang secara teoritis memiliki andil 30 - 35 % terhadap derajat kesehatan.Rencana pembangunan jangka panjang bidang kesehatan RI tahun 2005
 – 
2025 atau
“Indonesia Sehat 2025” disebutkan bahwa perilaku masyarakat yang diharapkan dalam Indonesia
Sehat 2025 adalah perilaku yang bersifat proaktif untuk memelihara dan meningkatkankesehatan; mencegah risiko terjadinya penyakit; melindungi diri dari ancaman penyakit danmasalah kesehatan lainnya; sadar hukum; serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatanmasyarakat, termasuk menyelenggarakan masyarakat sehat dan aman (
safe community
).PHBS dapat diterjemahkan sebagai sekumpulan perilaku yang dipraktikan atas dasarkesadaran dari hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolongdiri sendiri di bidang kesehatan dan mampu berperan-aktif dalam mewujudkan kesehatanmasyarakat. Untuk melihat keberhasilan dalam pembudayaan PHBS diukur dengan pencapaianindikator rumah tangga sehat.Adapun indikator PHBS di Rumah Tangga adalah sebagai berikut: 1) Pertolonganpersalinan oleh tenaga kesehatan; 2) ASI eksklusif; 3) penimbangan bayi dan balita; 4)Menggunakan air bersih untuk keperluan sehari-hari; 5) mencuci tangan dengan air bersih dansabun; 6) menggunakan jamban sehat; 7) memberantas jentik nyamuk di rumah; 8) makan buahdan sayur tiap hari; 9) melakukan aktivitas fisik/ olahraga; 10) tidak merokok di dalam rumah.
 
2
Berdasarkan data diatas mengingat pentingnya masalah perilaku dalam mempengaruhikesehatan masyarakat, maka penulis tertarik untuk melakukan identifikasi masalah perilaku diwilayah kerja puskesmas Pauh.
1.2
 
Tujuan Penulisan
a.
 
Tujuan umumMemperoleh gambaran tentang masalah perilaku yang mempengaruhi kesehatan diwilayah kerja Puskesmas Pauh dan pengelolaannya.b.
 
Tujuan khusus
-
 
mengetahui masalah perilaku masyarakat dalam menerapkan prilaku hidup bersihdan sehat di wilayah kerja Puskesmas Pauh. 
-
 
sebagai salah satu syarat dalam menjalankan kepaniteraan klinik di bagian ilmukesehatan masyarakat
1.3
 
Batasan Masalah
Makalah ini membahas tentang hubungan masalah perilaku hidup bersih dan sehat di wilayahkerja Puskesmas Pauh.
1.4
 
Metode Penulisan
Metode penulisan makalah ini berupa tinjauan pustaka yang merujuk dari berbagai literatur.
 
3
BAB IITINJAUAN PUSTAKA3.1.Definisi Perilaku
Perilaku dari pandangan biologis merupakan suatu kegiatan atau aktivitas organismeyang bersangkutan. Perilaku manuasia pada hakekatnya adalah suatu tindakan atau aktivitasdari manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan yang sangat luas. Bahkan kegiatan internalseperti berpikir, persepsi dan emosi juga merupakan perilaku manusia. Sehingga dapatdisimpulkan bahwa prilaku pada manusia adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik yang dapat diamati langsung, maupun yang tidak dapat diamati langsung dari pihak luar.Perilaku dipengaruhi oleh genetik yang merupakan konsepsi dasar untuk perkembanganprilaku dan lingkungan yang merupakan kondisi untuk perkembangan prilaku tersebut.Mekanisme pertemuan keduanya dalam rangka terbentuknya prilaku disebut proses belajar(
learning process
).Skiner (1938) seorang ahli psikologi, merumuskan bahwa perilaku sebagai respon ataureaksi seseorang terhadap stimulus atau rangsangan tertentu dari luar subyek (teori S-O-R atauteori stimulus-organisme-respon) dan membedakannya:
1.
 
 Respondent response
atau
r
eflexife response
: Respon yang ditimbulkan oleh rangsangan tertentu. Perangsang semacam ini disebut
elicting stimuli
karena menimbulkan respon yang relatif tetap misalnya makanan lezatmenimbulkan keluarnya air liur, cahaya yang kuat menyebabkan mata tertutup ,menangis karena sedih, muka merah karena marah dan lain sebagainya.
2.
 
Operant response
atau
instrumental response
: respon yang timbul dan berkembangnya diikuti oleh perangsang tertentu . Perangsangsemacam ini disebut
reinforcing stimuli
atau
reinforcer 
karena perangsang tersebutmemperkuat respon yang telah dilakukan oleh organisme. Oleh sebab itu perangsang inimengikuti atau memperkuat perilaku yang sudah dilakukan. Sebagai contoh apabilaseorang anak belajar atau sudah melakukan suatu perbuatan kemudian dia memperolehhadiah maka dia akan lebih giat belajar atau lebih baik lagi melakukan perbuatantersebut. Dengan kata lain respon yang diberikannya akan lebih intensif dan kuat.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->