Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah+Lengkap+Proses+Deingking+Rev

Makalah+Lengkap+Proses+Deingking+Rev

Ratings: (0)|Views: 34 |Likes:
Published by Ocu Awe

More info:

Published by: Ocu Awe on Jul 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/05/2012

pdf

text

original

 
PROSES DEINKING KERTAS SALUT BEKAS SECARA ENZIMATIS
MENGGUNAKAN α
-AMILASE, SELULASE DAN LIPASE
SALUT DEINKING PAPER PROCESS USED TO USE ENZYMATIC α
-AMYLASE,CELLULASE AND LIPASE
Lilis Siti Aisyah
(1)
, Jenni Rismijana
(2)
, Sony Kurnia Wirawan
(2)
 
(1)
Jurusan Kimia FMIPA
 – 
UNJANIJln. Ters. Jend. Soedirman PO BOX 148 - Cimahie-mail: lies.syarifudin@gmail.com 
(2)
 Balai Besar Pulp dan Kertas Bandunge-mail Jenni R :jennirismijana@bdg.centrin.net.
id
 e-mail Sonny : sonny_bbpk@yahoo.com
 ABSTRAK
Salah satu kesulitan dalam pengolahan kertas bekas sebagai sumber serat sekunder adalah prosespenghilangan kontaminan tinta. Keterbatasan sumber bahan baku serat primer pada industri pulpdan kertas, serta upaya penghematan bahan kimia yang lebih ramah lingkungan, menjadikanproses biodeinking menjadi salah satu pilihan alternatif dalam hal penghilangan kontaminantinta. Potensi kertas salut bekas di Indonesia yang cukup melimpah menjadikannya sebagaisumber bahan baku serat sekunder yang diminati karena mengandung pulp kimia putih dan seratpanjang yang akan meningkatkan sifat optik dan fisik lembaran. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk menget
ahui efektifitas dari aplikasi α
-amilase, lipase dan selulase pada proses deinkingkertas salut bekas, serta dosis pemakaian yang optimum dari pemakaian ketiga jenis enzimtersebut dengan menggunakan metode deinking konvensional pada kertas salut bekas dan
 biodeinking menggunakan enzim α
-amilase
 – 
lipase dan lipase
 – 
selulase pada berbagaikonsentrasi enzim. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa p
enggunaan enzim α
-amilase-lipaseakan menaikan nilai derajat putih, dan sifat fisik lembaran serta menurunkan nilai opasitas danERIC dibandingkan dengan metode deinking konvensional. Pemakaian enzim lipase-selulasemengakibatkan penurunan sifat optis, sifat fisik dan meningkatkan porositas dan kekasaranlembaran, jika dibandingkan dengan metode deinking konvensional, dan secara keseluruhan
 proses biodeinking dengan penggunaan α
-amilase 0,5% - Lipase 0,25% memberikan hasilterbaik untuk proses biodeinking kertas salut bekas.
Kata kunci : Biodeinking, Deinking Konvensional, enzim, kontaminan
.
 
ABSTRACT
Of the difficulties in the processing of waste paper as a source of secondary fiber is acontaminant removal process ink. Limitations of primary source materials of fiber in the pulpand paper industry, as well as saving efforts chemicals more environmentally friendly, makingthe process biodeinking become one of alternative options in terms of contaminant removal of ink. Potential ex-coated paper which is relatively abundant in Indonesia make it as a source of secondary fiber raw material of interest because it contains white chemical pulp and long fiberthat will improve the optical and physical properties sheet. The purpose of this study was todetermine the effectiveness of the application
α
-amylase, lipase and cellulase on coated paperdeinking process used, and the optimum dose usage of the three types of usage of this enzymeusing conventional deinking methods on coated paper used and biodeinking using enzyme
α
-amylase - lipase and lipase - cellulase enzymes at various concentrations. From the resultsshowed that the use of the enzyme
α
-amylase-lipase will raise the value of whiteness, andphysical properties of the sheet and the lower value of opacity and ERIC compared withconventional deinking methods. The use of lipase-cellulase resulted in a decrease of opticalproperties, physical properties and increase the porosity and roughness of the sheet, whencompared with conventional deinking methods, and overall biodeinking process with the use of 
α
-amylase 0.5% - 0.25% Lipase give the best results for biodeinking process ex-coated paper.
Keywords: Biodeinking, Conventional deinking, enzymes, contaminants
PENDAHULUANSalah satu kesulitan dalam pengolahan kertas bekas sebagai sumber serat sekunder,adalah proses penghilangan kontaminan, terutama tinta. Tingkat kesulitan penghilangan tintaatau deinking ini tergantung pada jenis tinta, proses cetak dan jenis serat yang digunakan.Beberapa jenis kertas seperti kertas koran yang menggunakan tinta berbahan dasar minyak dapatdi deinking dengan relatif mudah oleh proses deinking konvensional . Sedangkan kertas yangdicetak dengan teknik non-impact dan kertas yang dicetak warna akan lebih sulit untuk dideinking dengan proses konvensional
(Prasad, 1993)
.Biodeinking sebagai salah satu alternatif dalam proses penghilangan tinta, mempunyaiberbagai kelebihan dibandingkan dengan proses deinking dengan menggunakan bahan kimiakonvensional, seperti peningkatan kekuatan
deinked pulp
yang dihasilkan, penghematan bahankimia, serta lebih ramah lingkungan. Penggunaan enzim dalam proses deinking (biodeinking)dapat mengurangi pemakaian natrium hidroksida sebanyak 8,56 kg/ton pulp, natrium hidrogensulfat 2,6 kg/ton pulp, hidrogen peroksida 3,7 kg/ton pulp, urea 0,54 kg/ton pulp, talk 5,8 kg/tonpulp serta bahan peretensi 1,1 kg/ton pulp. Selain itu penggunaan enzim pada biodeinking jugamenghemat pemakaian energi fosil sekitar 320 MegaJoule/ton pulp dan mengurangi emisi gasCO
2
sebanyak 6,4 kg CO
2
/ ton pulp
(Prasad, 1993)
.Kertas bekas yang umum digunakan untuk membuat kertas daur ulang berkualitas baik saat ini berasal dari majalah bekas atau
old magazine paper 
(OMP), kertas bekas campuran atau
mixed office waste
(MOW) dan kertas koran bekas atau
old newspaper 
(ONP) . PenggunaanOMG dan MOW sangat cocok untuk produksi kertas koran dan kertas berkualitas baik, karenamemiliki serat lebih panjang dan warna yang lebih putih dibandingkan dengan ONP. Akan tetapidengan adanya bahan-bahan salut dan lem perekat dalam OMP, serta tinta termoplastik kopolimer dalam MOW membuat proses deinking kimia secara konvensional menjadi lebih
 
mahal dan berpotensi besar merusak lingkungan
(Pathak, 2010)
, karena itu proses deinking denganenzim (bio-deinking) menjadi alternatif pilihan untuk menggantikan proses deinkingkonvensional. Biodeinking menghasilkan efluen dengan kandungan COD yang lebih rendah 20-30% dibandingkan dengan deinking konvensional
(Altieri, 1969)
 Penggunaan enzim pada proses deinking telah diteliti sebelumnya, namun dengan jeniskertas bekas serta komposisi enzim yang berbeda. Penggunaan
 xylanase
pada proses deinkingMOW dilaporkan telah meningkatkan derajat putih 1 hingga 3 poin, dan menurunkan jumlahnoda sebanyak 65-81% serta meningkatkan sifat fisik lembaran
(Bierman, 1996)
. Hal yang serupa juga dijumpai pada penggunaan
α 
-amilase
dan selulase untuk proses deinking MOW dan sortwhite ledger (SWL) , yang menghasilkan peningkatan derajat putih, penurunan jumlah noda danpeningkatan kekuatan lembaran yang dihasilkan
(pratima, 1998)
 Pada penelitian ini digunakan kertas bekas salut yang dapat berasal dari OMP, dan kertas
salut lainnya seperti kalender bekas, art board, dll. Enzim α
- amilase yang digunakan diharapkanbertindak sebagai pendegradasi lapisan pati yang banyak terdapat pada kertas-kertas yangmengalami proses
surface sizing
. Sedangkan lipase diharapkan bertindak untuk mendegradasilem binder yang terdapat pada kertas salut dan selulase diharapkan mempermudah prosespelepasan partikel tinta dari permukaan serat. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat lebihmeningkatkan efektifitas deinking yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadaplingkungan dan sumber daya energi.I.
 
TINJAUAN PUSTAKAKertas menurut ISO 4046 didefinisikan sebagai suatu lembaran yang terbuat dari bahanutama serat yang berasal dari tanaman serta bahan pengisi lainnya dengan berbagai komposisi.
(Robert, 1996)
 Komponen utama kertas adalah serat selulosa, yang merupakan komponen utama dari dindingsel tumbuhan yang telah mengalami proses penghilangan lignin dan ekstraktif lainnya melaluiproses pemasakan.
Selulosa merupakan polisakarida linear dari ikatan β
-1,4 d-glukopiranosa. berbentuk mikrofibril kristalin. Derajat polimerisasi glukosa berkisar antar 10.000
 – 
15.000 residu glukosa,tergantung pada sumbernya.
Gambar 2.1 Struktur molekul selulosa.
Sumber J.C Roberts (1996)
 Jenis Kertas
(Holik, 2006)
 
Dewasa ini terdapat sekitar 3000 jenis produk kertas dan karton, dimana produk dengangramatur di bawah 225 g/m
2
dikategorikan sebagai kertas, dan produk dengan gramatur di atas

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->