Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Manajemen Laba

Manajemen Laba

Ratings: (0)|Views: 100 |Likes:
Published by Sang Ayu Piastini

More info:

Published by: Sang Ayu Piastini on Jul 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/03/2012

pdf

text

original

 
Manajemen LabaPengertian Manajemen LabaMenurut Healy dan Wahlen (1999), manajemen laba terjadi ketika manajer menggunakan pertimbangan dalam pelaporan keuangan dan penyusunan transaksi untuk merubah laporankeuangan dengan tujuan untuk memanipulasi laba kepada stakeholder tentang kinerja perusahaan.Sedangkan menurut Fischer dan Rosenzweig (1995) mendefinisikan manajemen labasebagai tindakan seseorang manajer dengan menyajikan laporan yang menaikkan ataumenurunkan laba pada suatu periode yang sudah menjadi tanggung jawabnya.Manajemen laba adalah pemilihan kebijakan akuntansi oleh manajemen untumeningkatkan atau mengurangi laba pada periode tertentu yang menjadi tanggung jawabmanajer.Timbulnya manajemen laba :1.BonusManajer yang memiliki informasi atas laba bersih perusahaan akan bertindak secaraOpportunistic untuk mengatur laba bersih tersebut sehinggadapat memaksimalkan bonus mereka berdasarkan compensation plans perusahaan.2. Political MotivationsManajemen laba digunakan untuk mengurangi laba yang dilaporkan pada perusahaan publik. Perusahaan cenderung mengurangi laba yangdilaporkankarena adanya tekanan publik yang mengakibatkan pemerintahmenetapkanaturan yang lebih ketat.3. Taxation MotivationMotivasi penghematan pajak menjadi motivasi manajemen laba yang paling nyata.Berbagai metode akuntansi digunakan dengan tujuan penghematan paja pendapatan. 4. Pergantian CEO
 
CEO yang mendekati masa pensiun cenderung akan menaikkan labauntuk meningkatkan bonus mereka. Demikian juga dengan CEO yang kurang berhasilmemperbaiki kinerja perusahaan, mereka akan memaksimalkan laba agar tidak diberhentikan.5. Initial Public Offering (IPO)Perusahaan yang akan go public belum memiliki harga pasar sehingga perlumenetapkan nilai saham yang akan ditawarkan. Hal ini menyebabkan manaje perusahaan yang going public melakukan manajemen laba untuk memperoleh hargayang lebih tinggi atas sahamnya.6. Pentingnya Memberi Informasi Kepada Investor Informasi mengenai kinerja perusahaan harus disampaikan kepadainvestor sehingga pelaporan laba perlu disajikan agar investor dapat menilai bahwa perusahaan tersebut dalam kinerja yang baik.Pola Manajemen LabaPola manajemen laba menurut Scoot (2000) dalam Rahmawati (2000) dapatdilakukandengan cara: 1.
Taking a BathTaking a bath
terjadi pada saat reorganisasi seperti pengangkatan CEO baru. Teknik ini mengakui adanya biaya-biaya pada periode yang akan datang dan kerugian periode berjalan sehingga mengharuskan manajemen membebankan perkiraan- perkiraan biaya mendatang akibatnya laba periode berikutnya akan lebih tinggi.2. Meminimalkan LabaDilakukan pada saat perusahaan pada saat perusahaan mengalamitingkat profitabilitas yang tinggi sehingga jika laba periode mendatangdiperkirakanturun drastis dapat diatasi dengan mengambil laba periode sebelumnya.3. Memaksimalkan LabaDilakukan pada saat laba menurun. Tindakan atas income maximization bertujuanuntuk melaporkan net income yang tinggi untuk tujuan bonus yang lebih besar.
 
Pola ini dilakukan oleh perusahaan untuk menghindari pelanggaranatas kontrak hutang jangka panjang.4. Pemerataan LabaDilakukan perusahaan dengan cara meratakan laba yang dilaporkansehingga dapatmengurangi fluktuasi laba yang terlalu besar karena padaumumnya investomenyukai laba yang relatif stabil.5. Offsetting extraordinary/unusual gainsTeknik ini dilakukan dengan memindahkan efek-efek laba yang yang tidak biasaatau temporal yang berlawanan dengan trend laba6. Aggresive accounting applicationsTeknik yang diartikan sebagai salah saji (misstatement) dan dipakai untuk membagilaba antar periode.7. Timing Revenue dan Expense RecognitionTeknik ini dilakukan dengan membuat kebijakan tertentu yang berkaitan dengantiming suatu transaksi. Misalnya pengakuan prematur atas pendapatan.Contohnya :Kasus PT. Kimia Farma Tbk.Mantan direksi PT Kimia Farma Tbk. Telah terbukti melakukan pelanggaran dalam kasusdugaan penggelembungan (
mark up
) laba bersih di laporan keuangan perusahaan milik negara untuk tahun buku 2001. Kantor Menteri BUMN meminta agar kantor akuntan itumenyatakan kembali (
restated 
) hasil sesungguhnya dari laporan keuangan Kimia Farmatahun buku 2001. Sementara itu, direksi lama yang terlibat akan diminta pertanggungjawabannya. Seperti diketahui, perusahaan farmasi terbesar di Indonesia itutelah mencatatkan laba bersih 2001 sebesar Rp 132,3 miliar. Namun kemudian BadanPengawas Pasar Modal (Bapepam) menilai pencatatan tersebut mengandung unsur rekayasa dan telah terjadi penggelembungan. Terbukti setelah dilakukan audit ulang, laba bersih 2001 seharusnya hanya sekitar Rp 100 miliar. Sehingga diperlukan lagi audit ulanglaporan keuangan per 31 Desember 2001 dan laporan keuangan per 30 Juni 2002 yangnantinya akan dipublikasikan kepada publik.Kasus PT. Indofarma Tbk.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->