Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Keluarga Sebagai Lembaga Pendidikan

Keluarga Sebagai Lembaga Pendidikan

Ratings: (0)|Views: 113 |Likes:
Published by Nanda Dinanti

More info:

Published by: Nanda Dinanti on Jul 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/30/2012

pdf

text

original

 
KELUARGA SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKANDiajukan untuk memenuhi Tugas MandiriMata Kuliah : Tafsir Hadist TarbawiDosen : Dr. Attabiq Luthfi, M.AgDisusun oleh :ENOK SUGIHARTI NIM : 505920006KONSENTRASI : PSIKOLOGI PENDIDIKAN ISLAMSEMESTER : 1PROGRAM PASCASARJANAINSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)SYEKH NURJATI CIREBON2009KELUARGA SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKANA. PendahuluanKeluarga sebagai institusi atau lembaga pendidikan (nonformal) ditunjukkan oleh hadistnabi yang menyatakan bahwa keluarga merupakan tempat pendidikan anak paling awal danyang memberikan warna domina bagi anak. Sejak anak dilahirkan, ia menerima bimbingankebaikan dari keluarga yang memungkinkannya berjalan di jalan keutamaan sekaligus bisa berperilaku di jalan kejelekan sebagai akibat dari pendidikan keluarga yang salah. Keduaorang tuanyalah yang memiliki peran besar untuk mendidiknya agar tetap dalam jalan yangsehat dan benar.Pendidikan dalam keluarga merupakan pendidikan yang amat efektif dan aman. Anak kecildapat melakukan proses pendidikan dalam keluarga dengan aman dan nyaman. Bagi anak  perempuan, pendidikan di dalam rumah lebih mungkin dilakukan dalam situasi yangkurang kondusif. Pendidikan di dalam rumah juga lebih terhormat dan beribawa. Akan
 
tetapi, jika kondisi telah memungkinkan maka anak-anak dan perempuan juga dapat belajar di luar rumah.Berbicara tentang pendidikan keluarga berarti berbicara tentang perempuan sebagai ibu.Perempuan (ibu) adalah pendidik bangsa, sebagaimana dinyatakan oleh Hafedz ibrahim.“Ibu adalah sekolah bila kau persiapkanEngkau telah mempersiapkan rakyat yang baik lagi kuat”Sebagaimana diuraikan di depan bawha pendidikan adalah unutk semua (education for all)dan berlangsung selama hayat di kandung badan. Peran ibu sebagai pendidik tetap akanrelevan, efektif, efisien, dan merata pada setiap individu bangsa. Sebab, setiap anak tidak terlepas dari peran ibunya.Untuk mengembalikan nilai kerakyatan dan kemanusiaan, proses pendidikan tidak bisadilepaskan dari peran ibu. Apabila perempuan terdidik dengan baik niscaya pemerataan pendidikan telah mencapai sasaran, sebab ibu adalah pendidik pertama dan utama dalamkeluarga. Minim sekali orang yang terlepas dari jangkauan ibunya. Ibu adalah pendidik dansekaligus sekolah bagi rakyat yang mau mengajar dan mendidik tanpa lelah. Diamencurahkan semuanya : waktu, tenaga, emosi dan ekonomi untuk mendidik anak-anaknyadengan penuh kasih dan sayang.Presiden Tazania Nyerere, pernah mengatakan. “Jika Anda memdidik seorang laki-laki, berarti Anda mendidik seoran person, namun jika Anda mendidik seorang perempuan makaAnda telah mendidik seluruh anggota keluarga”.Ibu yang baik akan memberikan satu tradisi yang baik dan berguna bagi anak-anaknya.Dan, tradisi yang baik di antaranya adalah melekatkan hati sang anak denganmasyarakatnya lewat berbagai aktivitas yang berguna.B. Pembahasan1. Kewajiban Belajar Mengajar Kewajiban belajar mengajar atau mencari ilmu pengetahuan merupakan tugas dankewajiban setiap muslim baik bagi laki-laki maupun wanita, karena kalau kita berbicaramasalah ilmu pengetahuan Islam adalah agama yang sangat cinta dan sangat menjungjungtinggi akan ilmu pengetahuan, karena Islam sangat benci kebodohan karena kebodohandekat dengan kemiskinan dan kemiskinan sangat akan kekufuran, maka dari itu Allah SWTmewajibkan umatnya menuntut ilmu mulai dari ayunan ibunya sampai kita ke liang lahat.Sesuai dengan firman Allah dalam Surat Al-Alaq 1 s.d 5 yang berbunyai :Artinya : “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan (1). Dia telahmenciptakan manusia dari sugumpal darah (2). Bacalah, dan Tuhanmulah yang MahaPemurah (3). Yang mengajar (manusia_ dengan perantara kalam (4). Dia mengajar kepadamanusia apa yang tidak diketahuinya (5)”. (Q.S. Al-Alaq 1-5).Al-Qur’an merupakan wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW danmerupakan klamullah yang mutlak keberadaanya, berlaku sepanjang zaman danmengandung ajaran dan petunjuk tentang berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupanmanusia di dunia dan akhirat kelak. Ajaran dan petunjuk tersebut amat dibutuhkan olehmanusia dalam mengarungi kehidupannya. Namun demikian Al-Qur’an bukanlah kita suci yang siap pakai dalam arti berbagai konsepyang dikemukakan Al-Qur’an tersebut, tidak langsung dapat dihubungkan dengan berbagaimasalah yang dihadapai manusia. Ajaran Al-Qur’an tampil dalam sifatnya yang global,
 
ringkas dan general sehingga untuk dapat memahami ajaran Al-Qur’an tentang berbagaimaslaah tersebut, mau tidak mau seseorang harus melalui jalur tafsir sebagaiman ayangdilakukan oleh ulama.Salah satu pokok ajaran yang terkandung dalam Al-Qur’an adalah tentang kewajiban belajar mengajar yang terdapat dalam Surat An-Nahl Ayat 78 :Artinya : “Dan mengeluarkan kamu dari perut bumi dalam keadaan tidak mengetahuisesuatupun dan dia memberikan pendengaran, penglihatan dan hati nurani, agar kami bersyukur. (Q.S. An-Nahl 78).2. Dalil-dalil yang Mewajibankan Menuntut IlmuSelain dalil-dalil yang telah dibahas di atas tentang kewajiban menuntut ilmu tercantum pula dalam beberapa surat diantaranya :Al-Baqarah ayat 78 s.d 79Artinya : “Dan diantara mereka anda yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat),kecuali dongengan bohong belaka dan mereka Hanya menduga (78). Maka Kecalakaanyang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, laludikatakannya; “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yangsedikit dengan perbutan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yangditulis oleh tangan mereka sendiri dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apayang mereka kerjakan (79)”. (Q.S. Al-Baraqarah : 78-79)Al-Imran ayat 79, 190 s.d 191Artinya : Tidak mungkin bagi seseorang yang telah diberi kitab oleh Allah, serta hikmahdan kenabian, kemudian dia berkata kepada manusia, “Jadilah kamu Penyebahku bukan penyembah Allah”, tetapi (dia berkata) “Jadilah pengabdi-pengabdi Allah, karena kamumengajarkan kitab dan karena kamu mempelajarinya (79). Sesungguhnya dalam penciptaanlangit dan bumi dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kebebasan Allah) bagi orang yang berakal (190). (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri,duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau memciptakan semua ini sia-sia :Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.3. Orang Tua sebagai Pendidik dalam KeluargaOrang tua adalah manusia yang paling berjasa pada setiap anak. Semenjak awalkelahirannya di muka bumi, setiap anak melibatkan peran penting orang tuanya, sperti peran pendidikan. Peran-peran pendidikan seperti ini tidak hanya menjadi kewajiban bagiorang tua, tetapi juga menjadi kebutuhan orang tua untuk menemukan eksistensi dirinyasebagai makhluk yang sehat secara jasmani dan rohani di hadapan Allah dan juga dihadapan sesama makhluk, terutama umat manusia.Oleh karena jasa-jasanya yang begitu banyak dan bernilai maka orang tua di dalam Islamdiposisikan amat terhormat di hadapan anak-anaknya. Ayah dan ibu memiliki hak untuk dihormati oleh anak-anaknya, terlebih lagi ibu yang telah mencurahkan segalanya bagi

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->