Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bertanam Anggur Dalam Pot

Bertanam Anggur Dalam Pot

Ratings: (0)|Views: 247 |Likes:
Published by Fajar Wibowo

More info:

Published by: Fajar Wibowo on Jul 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/30/2014

pdf

text

original

 
1.Bertanam Anggur dalam Pot
Persiapan Menanam
Untuk menanam anggur, biasa bibit yang dijual di kios-kios tanaman berumursekitar 3-6 bulan. Biasa dijual dalam polybag berukuran sekitar 15 cm. Setelahbibit tersebut dibeli, periksa keadaan akarnya, keluarkan dari dalam pot/polybag,bila akar hampir atau sudah memenuhi wadah tersebut, pindahkan ke pot yanglebih besar, dengan diameter 20 – 30 cm sudah cukup. Gunakan media tanamyang biasa dijual di pasaran atau campuran tanah, pasir, pupuk organik 3:1:2atau 1:3:2.Biarkan di tempat yang setengah teduh selama 3 hari untuk adaptasi denganlingkungan baru, kemudian pindahkan ke tempat yang bersinar matahari penuh.Perakaran anggur tumbuh dengan cepat, dengan pot ukuran 20-30cm, dalamwaktu 1-2 bulan pasti sudah memenuhi pot tersebut.Sementara itu, kita persiapkan pot besar yang akan menjadi tempatpermanennya untuk beberapa tahun ke depan. Kita perlu waktu 6 minggu untukmempersiapkan media tanam.Persiapan Bahan:1. Wadah tanam, berupa pot, drum atau bak berdiameter sekitar 60 cm, tinggi45 - 75 cm dengan lubang pembuangan air yang cukup di bagian dasarnya.2. Kantung plastik atau lembaran plastik dengan lubang pembuangan airseukuran pot, drum atau bak untuk melapisinya. Lapisan plastik ini akan sangatmemudahkan penggantian pot di kemudian hari, karena media tanam tidakmelekat langsung ke wadah tanam.3. Tanah, pasir dan pupuk organik yang telah matang dengan perbandingan3:1:2 atau 1:3:2.4. NPK yang seimbang, misalnya 15-15-15 sebanyak 50 gram.5. Urea 25 gram.6. Air cucian ikan, daging atau semacamnya bila ada.7. Rambatan besi atau kayu. Bentuk rambatan bisa seperti tangga atau lingkaranbertingkat 2 atau 3. masing-masing tingkat berjarak 50-60 cm. Ukuran rambatanselebar diameter pot dan setinggi 1-2 meter totalnya.Cara pencampuran:1.Pot dilapisi plastic.2.Dalam keadaan kering, tanpa disiram air, campur dan aduk tanah, pasir, pupuk,npk dan urea sampai merata.3.
 
Isikan ke dalam pot sampai 5 atau 10 cm tingginya dari mulut pot.4.Siramkan air keran atau air cucian ikan, daging atau semacamnya pelan2,merata ke seluruh permukaan media tanam dalam pot.5.Biarkan selama 4-6 minggu agar proses penyuburan media tanam selesai. Untuksehari-harinya, media tersebut bisa disiram secukupnya agar tetap lembab, tidakperlu berlebihan sampai air terus mengalir keluar dari lubang pembuangan air.Penyiraman dilakukan pagi dan sore hari, secukupnya saja, diperkirakan seluruhbagian media dalam pot tetap terjaga kelembabannya. Malah bila hujan derasterus menerus, lebih baik media pot dinaungi plastic agar hara tidak terbuangkeluar percuma.6.Setelah 4-6 minggu, bibit yang ada sudah dapat dipindahkan ke pot besartersebut.7.Setelah bibit ditanam, rambatan besi/kayu bisa langsung dipasang untukmemberi tempat untuk perambatan.
Pelatihan Perambatan dan Pemangkasan
Pelatihan perambatan dan pemangkasan menjadi sangat penting untuk anggur.Sejak dini, anggur harus mulai diarahkan pertumbuhannya, memutuskanbagaimana bentuk pohonnya nanti, di mana ranting produktif akan tumbuh, dimana buah akan tumbuh, dan seberapa banyak ranting produktif dan buah dapattumbuh.Sebelumnya akan, kita bahas sedikit secara gamblangnya tentang bagian pohonanggur. Pohon anggur terdiri dari akar, batang utama, cabang primer, cabangsekunder, dan cabang tersier atau cabang produktif, daun dan buah.Untuk sampai mendapatkan buahnya, kita harus mulai dari yang paling dasardahulu, yaitu akarnya. Oleh karena itu kita perhatikan persiapan media tanamagar media tanam dapat menyediakan hara makro dan mikro yang di perlukanoleh tanaman pada tiap tahap pertumbuhannya.Kemudian pertumbuhan batang utama. Di negara-negara subtropis, anggurhanya aktif tumbuh pada musim – musim di mana matahari bersinar cerah,musimsemi, musim panas dan masuk musim gugur, anggur mulai masuk tahapdormansi atau berhenti tumbuh, melewati musim dingin bersalju sampai akhirnyabertunas lagi di musim semi. Jadi praktis hanya sekitar 6 bulan anggur tersebutaktif, mulai dari pemangkasan, bertunas, berdaun, berbunga, berbuah sampai
 
panen.Berbeda dengan negara - negara subtropis, di negara tropis, seperti Indonesia,matahari boleh dikatakan bersinar 365 hari dalam setahunnya, anggur selalumenerima sinar matahari, fotosintesa terus berjalan, anggur hampir tidakmengenal masa berhenti tumbuh. Namun masa berhenti tumbuh tersebut sangatsingkat, kecuali anggur mengalami kekurangan hara dan air dalam waktu yangcukup lama.Bila ditanam di pekarang atau kebun, ada beberapa model perambatan yangdapat dipilih, seperti para-para atau pergola, kniffin, bentuk T atau cordon, perduatau segitiga. Untuk tanaman dalam pot, penulis cenderung memakai modelbentuk T atau cordon, dengan satu batang utama dan 2 batang primer. Padamasing-masing batang primer terdapat 5-8 mata tunas yang akan mengeluarkancabang – cabang sekunder. Tiap cabang sekunder juga memiliki 2-8 mata tunastergantung dari varietasnya. Dari tiap cabang sekunder ini dibiarkan tumbuhbeberapa batang tersier yang nantinya dibatasi hanya menumbuhkan 1 atau 2tandan buah saja, karena kita menanam dalam pot yang terbatas haranya.Setelah bibit tersebut ditanam, pertumbuhan segera dimulai, pemilihan batangutama segera dimulai, biarkan bibit tersebut tumbuh sekehendaknya. Bila adabeberapa tunas yang muncul, biarkan saja bertumbuh sampai setinggi 2 – 3meter. Salah satu tunas pasti akan tumbuh lebih besar dan lebih cepat dan lebihbagus penampilannya.Dalam tahap pelatihan ini, cabang-cabang dibiarkan tumbuh sampai 2 – 3 meter,keluar dari tajuk potnya, membuatnya terlihat tidak menarik dan berantakan,tetapi ini dilakukan untuk memberi kesempatan pohon menumbuhkan batang –batang yang cukup besar untuk menyimpan hara yang nantinya berguna untukmenghasilkan buah yang banyak dan besar.Bila sudah setinggi 2-3 meter, pangkas tunas-tunas lain yang lebih kecil danlemah. Biarkan satu tunas yang terbaik saja yang tumbuh. Tunas yang dibiarkantumbuh ini juga dipangkas pada ketinggian sekitar 0,5 - 2 meter. Tinggi batangutama disesuaikan dengan rambatan, atau tinggi rambatan disesuaikan dengantinggi batang utama yang diinginkan. Salah satu faktor lainnya adalah banyaknyasinar matahari yang dapat diterima, bila kita tinggal di perumahan yangsekelilingnya membatasi sinar matahari, maka makin tinggi batang utama, makinbanyak matahari yang dapat diterima. Hanya penampilan secara keseluruhandengan pot menjadi kurang menarik.Pilih tunas yang berdekatan letaknya sebagai ujung teratas batang utama agarmudah menghasilkan bentuk T yang sempurna nantinya, atau bila beruntung,kita bisa mendapatkan tunas ganda yg dapat diarahkan ke kiri dan kanan dengansempurna. Kita dapat memangkas beberapa kali untuk menumbuhkan posisicabang primer agar sesuai dengan yang diharapkan, walau ini akan menundapertumbuhan ke tahap selanjutnya dan menunda waktu pembuahan, tetapibentuknya menjadi lebih menarik.Kemudian biarkan tunas ini menumbuhkan cabang – cabangnya yang mendatarsampai sepanjang sekitar 2-3 meter. Pilihlah 2 cabang terbaik dan tumbuhberdekatan, cabang-cabang lainnya bisa segera dibuang. Kedua cabang ininantinya akan menjadi cabang primer, yaitu 2 cabang yg masing - masingmendatar ke kiri dan kanan dari batang utama membentuk seperti huruf T.Setelah kedua cabang primer yang terpilih tumbuh sepanjang 2-3 meter,pangkas dengan menyisakan masing – masing 5 sampai 8 mata tunas.

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Nefi Jante liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->