Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
35Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Percobaan Pesawat Atwood

Percobaan Pesawat Atwood

Ratings: (0)|Views: 1,601 |Likes:
Published by Komang Suardika
by komang suardika
by komang suardika

More info:

Published by: Komang Suardika on Jul 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/25/2013

pdf

text

original

 
Komang Suardika;0913021034;Undiksha; 2010
PERCOBAAN PESAWAT ATWOODI.Tujuan Percobaan
Tujuan dari dilakukannya percobaan ini adalah untuk memperlihatkan berlakunya hukum Newton dan menghitung momen inersia katrol.
II.Landasan Teori2.1 Hukum Newton tentang gerak 
Suatu benda dapat bergerak karena ada suatu gaya yang bekerja pada benda tersebut. gaya bekerja pada pada benda tersebut dapat berupa tarikan ataupun dorongan yang menyebabkan perubahan mekanika pada suatu sistem. Pada awalnya orang berpendapat bahwa sifat alami adalahdiam, salah satunnya adalah pendapat dari Aristoteles, yang menyatakan bahwa keadaan alamisebuah benda adalah diam. Menurut pandangan Aristoteles, ia menyatakan bahwa gaya sangatdiperlukan agar suatu benda tetap dalam keadaan bergerak sepanjang bidang horisontal. Ia jugamengemukakan hubungan antara gaya dengan laju benda, yaitu apabila gaya yang bekerja padasuatu benda makin besar, maka laju dari benda tersebut juga makin membesar. Namun berdasarkan percobaan yang dilakukan oleh Galileo, ia menemukan kesimpulanatau pandangan yang berbeda dari pandangan yang kemukakan oleh Aristoteles. Galileo adalahseorang ahli matematika dan astronomi yang banyak memberikan pendapat mengenai masalahgerak suatu benda. Galileo cenderung untuk mempertahankan bahwa sama alaminya bagi sebuah benda untuk bergerak horizontal dengan kecevatan tetap, seperti pada benda dalam keadaan diam.Galileo menyimpulkan bahwa sebuah benda akan tetap dalam keadaan bergerak dengan kecevatankonstan, jika tidak ada gaya yang bekerja untuk merubah gerak benda tersebut.Berdasarkan penemuan dari Galileo tersebut, maka Isaac Newton melakukan suatueksperimen mengenai gerak suatu benda, dan berhasil merumuskan tiga buah hukum dasar mengenai gerak suatu benda, yaitu hukum I Newton, hukum II Newton, dan hukum III Newton.
Hukum I Newton
Percobaan Pesawat Atwood
1
 
Komang Suardika;0913021034;Undiksha; 2010
Hukum I Newton, tidak lain adalah kesimpulan yang dikemukakan Galileo. Rumusanhukum I Newton adalah sebagai berikut.
 Dalam kerangka inersial, setiap benda akan tetap dalam keadaan diam atau bergerak lurus jika resultan gaya yang bekerja pada benda tersebut adalah nol. Secaramatematis pernyataan dari hukum I Newton dapat ditulis, yaitu :
∑ F = 0
……………………………………………………………………….(1)Yang dimaksud dengan kerangka inersial adalah kerangka yang berfungsi sebagai acuanyang tidak dapat dipercepat, yang berupa kerangka diam atau kerangka bergerak beraturan dengankecevatan konstan. Sehingga hukum I Newton akan tidak berlaku dalam kerangka yang tidak inersial, dan hanya berlaku jika kerangkanya adalah inersial. Inersia juga sering disebut dengankelembaman, sehingga hukum I Newton disebut juga hukum kelembaman, yaitu kecenderungansuatu benda untuk tidak mudah berubah, baik gerak maupun kecevatannya.
Hukum II Newton
Hukum ini adalah menjelaskan bagaimana hubungan antara gaya yang bekerja pada suatu benda dengan percepatan, serta bagaimana hubungan antara percepatan dengan massa benda. Newton menemukan hubungan tersebut berdasarkan eksperimen yang telah lakukan, yaitu percepatan suatu benda sebanding dengan gaya total yang diberikan, dan percepatan tersebut berbanding terbalik dengan massa benda. Hubungan tersebut kemudian dirumuskan dalam hukumII Newton, sebagai berikut.
 Percepatan yang ditimbulkan oleh gaya yang bekerja pada sebuah benda berbanding lurus dengan gaya tersebut, searah dengan gaya tersebut, dan berbanding terbalik dengan massanya
. Secara matematis dituliskan ;
ma F 
=
……………………………………………………………………………………..(2)Apabila gaya yang bekerja pada benda lebih dari , maka persamaan 1 akan menjadi ;
Percobaan Pesawat Atwood
2
 
Komang Suardika;0913021034;Undiksha; 2010
ma F 
=Σ
………………………………………………………………………………(3)Keterangan :m = massa benda (kg)
a
= percepatan yang dialami benda (m/s
2
)F= besarnya gaya yang bekerja pada benda (Newton)Hukum II Newton ini memberikan suatu kesimpulan, yaitu jika gaya yang bekerja pada benda adalah tetap, maka benda tersebut akan memiliki percepatan yang tetap pula. Sehingga kitadapat merumuskan persamaan gerak benda ke dalam bentuk lainnya. Kita mengetahui bahwa percepatan merupakan hasil differensial dari kecevatan terhadap waktu, yang ditulis :
dt dva
=
,sehingga diperoleh
dt adv
.
=
, kita integrasi terhadap v dan t dengan batas-batasv
0
- v dan 0 – t , menjadi :
at vvdt advdt adv
vv
===
∫ 
00
0
...Maka diperoleh : v = v
0
+at ……………………………………………………………….(4)Sedangkan dari hubungan v = dx dt diperoleh persamaan:dx = v dtdx = (v
0
+ a)dt
Percobaan Pesawat Atwood
3

Activity (35)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Mahmuda Haira liked this
Syabani Haris liked this
Syabani Haris liked this
Adee Nurhayati liked this
Adee Nurhayati liked this
Adee Nurhayati liked this
Adee Nurhayati liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->