Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Eksplorasi Etnomatematika Masyarakat Sidoarjo (Journal)

Eksplorasi Etnomatematika Masyarakat Sidoarjo (Journal)

Ratings: (0)|Views: 223 |Likes:
Tiada gading yang tak retak, begitu pula tulisan ini. Penulis hanyalah orang awam yang masih lemah ilmu pengetahuan dan masih belajar menulis jalan pikirannya sesuai pemahaman pengetahuannya dan beberapa tambahan teori hasil kutipan dari penulis lain yang lebih senior. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik, saran, dan diskusi yang membangun, guna penyempurnaan di masa yang akan datang..
bismillah, semoga bermanfaat.. ^_^
Tiada gading yang tak retak, begitu pula tulisan ini. Penulis hanyalah orang awam yang masih lemah ilmu pengetahuan dan masih belajar menulis jalan pikirannya sesuai pemahaman pengetahuannya dan beberapa tambahan teori hasil kutipan dari penulis lain yang lebih senior. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik, saran, dan diskusi yang membangun, guna penyempurnaan di masa yang akan datang..
bismillah, semoga bermanfaat.. ^_^

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: インダ ラハマワティ on Jul 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2012

pdf

text

original

 
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA MASYARAKAT SIDOARJO
Inda RachmawatiProgram Studi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri SurabayaJalan Raya Rejeni RT 02 RW 01 No.18, Rejeni, Krembung, Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesiaemail : si_inda_rachmawati@yahoo.com
ABSTRAK
Budaya adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan sehari-hari, karena budayamerupakan kesatuan utuh dan menyeluruh yang berlaku dalam suatu komunitas, termasuk Sidoarjo. Inimemungkinkan adanya konsep-konsep matematika yang tertanam dalam praktek-praktek budaya dan mengakuibahwa semua orang mengembangkan cara khusus dalam melakukan aktivitas matematika disebutetnomatematika.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hasil eksplorasi etnomatematika masyarakat Sidoarjo dengan jenis penelitian eksplorasi serta pendekatan etnografi. Data penelitian diperoleh dari studi kepustakaan,pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Informan terdiri dari 8 juru kunci candi dan prasasti, 2 penjualgerabah dan peralatan tradisional, 1 penjual buah-buahan, 2 penjual ikan, 1 pengepul ikan, 1 pejabat DinasPertanian, seorang penyuluh pertanian, 2 pengusaha batik tulis, 1 pengusaha kain bordir, serta 3 anak yangsedang memainkan permainan tradisional.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanpa mempelajari konsep matematika, masyarakat Sidoarjo telahmenerapkan konsep-konsep tersebut dalam kehidupan sehari-harinya menggunakan etnomatematika. Terbuktiadanya konsep-konsep matematika yang terkandung dalam bangunan candi dan prasasti, satuan lokal masyarakatSidoarjo, bentuk geometri gerabah tradisional, motif kain batik dan bordir, serta permainan tradisionalmasyarakat Sidoarjo.Peneliti menyarankan hasil penelitian ini untuk: (a) dijadikan ide alternatif pembelajaran matematika diluar kelas, (b) dikenalkan pada pembelajaran matematika formal sebagai modal awal mengajarkan konsepmatematika kepada siswa, (c) dijadikan bahan rujukan untuk menyusun soal pemecahan masalah matematikakontekstual.
Keywords
: Etnomatematika, budaya, pembelajaran matematika, kontekstual.
1.
 
LATAR BELAKANG
Hasil studi TIMSS dan PISA menempatkanIndonesia pada peringkat yang rendah (dibawah rata-rata). Hal ini disebabkan karena kurangnyakemampuan matematika siswa dalam menyelesaikansoal penalaran & pemecahan masalah akibatkurangnya pemberian porsi menalar dan memecahkanmasalah pada materi ajar dan soal-soal latihan kepadasiswa. Selain itu fakta di masyarakat menunjukkanbahwa banyak siswa yang gagal memperoleh nilaimatematika yang sebenarnya, karena hanya terpacuuntuk memenuhi target nilai ujian saja. Hal inimengakibatkan kehawatiran akan kurang mampunyasiswa dalam menerapkan matematika untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.Adanya permasalahan tersebut dan tambahanteori bahwa pengetahuan matematika juga dapatdiperoleh di luar sistem terstruktur pembelajaranmatematika seperti sekolah. (Shirley:1995)memberikan benang merah bahwa kita sudahsemestinya mengupayakan berbagai alternatif daninovasi dalam rangka meningkatkan kemampuanmatematika siswa kita. Salah satu kuncinya adalahperbaikan proses pembelajaran di sekolah, khususnyadengan meningkatan porsi menalar, memecahkanmasalah, berargumentasi dan berkomunikasi melaluimateri ajar yang lebih kontekstual. Oleh karenapeneliti memandang perlu untuk menulis tentang
Eksplorasi Etnomatematika MasyarakatSidoarjo
”, sebagai suatu kajian khusus tentang
matematika yang dimiliki dan dipraktikkan olehmasyarakat Sidoarjo secara turun temurun, yangdiharapkan dapat menjadi bahan rujukanpembelajaran matematika kontekstual.Berdasarkan latar belakang yang telahdiuraikan sebelumnya, maka dapat dirumuskanpertanyaan penelitian adalah bagaimana bentuk etnomatematika masyarakat Sidoarjo.Berdasarkan pertanyaan penelitian yang telahdirumuskan, maka tujuan dari peneliti yaitumendeskripsikan hasil eksplorasi bentuk etnomatematika masyarakat Sidoarjo danmendokumentasikan budaya masyarakat Sidoarjoberkaitan dengan matematika agar tidak hilang.Etnomatematika didefinisikan sebagai cara-cara khusus yang dipakai oleh suatu kelompok budayaatau masyarakat tertentu dalam aktivitas matematika.Di mana aktivitas matematika adalah aktivitas yang didalamnya terjadi proses pengabstraksian daripengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari kedalam matematika atau sebaliknya, meliputi aktivitasmengelompokkan, berhitung, mengukur, merancangbangunan atau alat, membuat pola, membilang,menentukan lokasi, bermain, menjelaskan, dansebagainya. Sedangkan bentuk etnomatematika adalahberbagai hasil aktivitas matematika yang dimiliki atau
 
 berkembang di masyarakat Sidoarjo, meliputi konsep-konsep matematika pada peninggalan budaya berupacandi dan prasasti, gerabah dan peralatan tradisional,satuan lokal, motif kain batik dan bordir, sertapermainan tradisional.
2.
 
KAJIAN PUSTAKA2.1
 
Budaya
E.B.Tylor mendefinisikan budaya sebagaikeseluruhan aktivitas manusia, termasuk pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum,adat-istiadat, dan kebiasaan-kebiasaan lain(Ratna, 2005). Sedangkan menurut ilmuantropologi, budaya merupakan keseluruhansistem gagasan, tindakan, dan hasil karyamanusia dalam rangka kehidupan masyarakatyang dijadikan milik diri manusia denganbelajar. (Koentjaraningrat, 1985). Hal tersebutmengartikan bahwa hampir seluruh aktivitasmanusia merupakan budaya atau kebudayaankarena hanya sedikit sekali tindakan manusiadalam rangka kehidupan masyarakat yang tidak memerlukan belajar dalam membiasakannya.Sedangkan ahli sejarah budaya mengartikanbudaya sebagai warisan atau tradisi suatumasyarakat.Untuk memudahkan pembahasan,kebudayaan dibagi menjadi tujuh unsur yangdapat ditemukan pada semua bangsa di dunia,meliputi:1. Bahasa, dengan wujud ilmu komunikasi dankesusteraan mencakup bahasa daerah, pantun,syair, novel-novel, dan lain sebagainya.2. Sistem pengetahuan, meliputi science (ilmu-ilmu eksak) dan humanities (sastra, filsafat,sejarah, dsb).3. Organisasi sosial, seperti upacara-upacara(kelahiran, pernikahan, kematian).4. Sistem peralatan hidup dan teknologi,meliputi pakaian, makanan, alat-alat upacara,dan kemajuan teknologi lainnya.5. Sistem mata pencaharian hidup.6. Sistem religi, baik sistem keyakinan, dangagasan tentang Tuhan, dewa-dewa, roh,neraka, surga, maupun berupa upacara adatmaupun benda-benda suci dan benda-bendareligius (candi dan patung nenek moyang)dan lainnya.7. Kesenian, dapat berupa seni rupa (lukisan),seni pertunjukan (tari, musik,) seni teater(wayang), seni arsitektur (rumah, bangunan,perahu, candi, dsb), berupa benda-bendaindah, atau kerajinan.
2.2
 
Matematika sebagai Produk Budaya
Matematika tumbuh dan berkembang diberbagai belahan bumi ini, tidak hanya di satulokasi atau wilayah saja. Ada yang tumbuh danberkembang di wilayah India, Amerika, Arab,Cina, Eropa, bahkan Indonesia dan juga daerahyang lain. Pertumbuhan dan perkembanganmatematika terjadi karena adanya tantanganhidup yang dihadapi manusia di berbagaiwilayah dengan berbagai latar belakang budayayang berbeda. Setiap budaya dan subbudayamengembangkan matematika dengan caramereka sendiri. Sehingga matematika dipandangsebagai hasil akal budi (pikiran) manusia dalamaktivitas masyarakat sehari-hari. Hal inimeyimpulkan bahwa matematika merupakanproduk budaya yang merupakan hasil abstraksipikiran manusia, serta alat pemecahan masalah.Sebagaimana diungkapkan oleh Sembiring dalamPrabowo (2010) bahwa matematika adalahkonstruksi budaya manusia.
2.3
 
Nilai Matematika bagi Masyarakat
Selama ini pemahaman tentang nilai-nilaidalam pembelajaran matematika yangdisampaikan para guru belum menyentuh keseluruh aspek yang mungkin. Matematikadipandang sebagai alat untuk memecahkanmasalah-masalah praktis dalam dunia sains saja,sehingga mengabaikan pandangan matematikasebagai kegiatan manusia (Soedjadi, 2007)Kedua pandangan itu sama sekali tidaklah salah,keduanya benar dan sesuai dengan pertumbuhanmatematika itu sendiri. Namun akibat ataudampak dari rutinitas pengajaran matematikaselama ini, maka pandangan yang menyatakanmatematika semata-mata sebagai alat menjaditidak tepat dalam proses pendidikan anak bangsa.Banyak terjadi guru lebih menekankan mengajaralat, guru memberitahu atau menunjukkan alatitu, bagaimana alat itu dipakai, bagaimana anak belajar menggunakannya, tanpa tahu bagaimanaalat itu dibuat ataupun tanpa mengkritisimengapa alat itu dipakai. Bahkan, tidak sedikitguru yang terpancing untuk memenuhi targetnilai ujian yang tinggi sehingga banyak nilai-nilai lain yang jauh lebih penting bagi siswaterlupakan. Proses pendidikan matematikaseperti itu sangat memungkinkan anak hanyamengahafal tanpa mengerti, padahal semestinyaboleh menghafal hanya setelah mengerti.Sebenarnya ada tujuh nilai yang dapatsecara bertahap kita sampaikan kepada siswaatau mereka yang sedang belajar matematika,diantaranya:
1. Nilai Praktis dan Nilai Guna
Nilai praktis meliputi kegunaan matematikadalam kehidupan sehari-hari dan kegunaanmatematika untuk mempelajari cabang ilmuyang lain. Sedangkan untuk nilai guna,seseorang yang menganggap matematikaberguna baginya akan berusaha mempelajaridan melaksanakannya walaupun ia tidak 
 
 
tertarik. Dalam kondisi ini tampak bahwamotivasi yang terjadi merupakan motivasiekstrinsik, namun pada akhirnya pemahamanyang terbentuk dari pembelajaran matematikayang tidak diminati tersebut akan membawaseseorang cenderung mengembangkan ilmumatematika dan penerapan ilmu tersebutdalam kehidupan sehari-harinya.
2. Nilai Kedisiplinan
Nilai disiplin matematika tumbuh akibatpenerapan aturan berupa aksioma, rumus,atau dalil secara ketat dalam belajarmatematika, sehingga membentuk pola pikiryang disiplin, sistematis dan teratur.Kebiasaan siswa menganalisis dengan telitisuatu situasi sebelum pengambilan keputusansangat membantu dalam situasi hidup yangkompleks, di mana pengambilan keputusanmenjadi makin sulit..
3. Nilai Budaya
Nilai budaya matematika terpancar dari peranmatematika dalam dunia seni, sertapenampakan matematika dalam menunjukkantingkat peradaban manusia. Mode hidupanggota masyarakat sangat besar ditentukanoleh kemajuan teknologi dan sains, yang padagilirannya tergantung pada kemajuan danperkembangan matematika. Oleh karena itu,perubahan gaya hidup dan begitu pula budayasecara kontinyu terpengaruhi oleh kemajuanmatematika. Selain itu, matematika jugamembantu dalam pemeliharaan danpenerusan tradisi budaya kita.
4. Nilai Sosial
Matematika membantu menyesuaikanorganisasi dan memelihara suatu struktursosial yang berhasil. Matematika berperanpenting dalam menyusun institusi sosialseperti bank, koperasi, rel kereta, kantor pos,perusahaan asuransi, industri, pengangkutan,navigasi dan lain sebagainya. Transaksibisnis yang efektif, ekspor dan impor,perdagangan dan komunikasi kini tak dapatberlangsung tanpa matematika. Kesuksesanseseorang dalam sebuah masyarakattergantung sebaik apa dia dapat menjadibagian masyarakat, kontribusi apa yang dapatdia berikan bagi kemajuan masyarakat, dansebagus apa dia dapat diuntungkan olehmasyarakat.
5. Nilai Moral
Studi matematika menolong siswa dalampembentukan karakternya lewat berbagaicara. Matematika membentuknya ke sikapyang sesuai, seperti tidak ada ruang untuk perasaan yang merugikan, pandangan yangmenyimpang, diskriminasi, dan berpikir tak masuk akal. Matematika membantunya dalamanalisis obyektif, memberikan alasan yangbenar, kesimpulan yang valid (sah) danpertimbangan yang tak berat sebelah. Nilai-nilai moral ini tertanam dalam pikiran karenaperulangan dan membantunya menjadianggota masyarakat yang berhasil.
6. Nilai Estetika (Seni/Keindahan)
Matematika makin kaya dengan daya tarik keindahannya. Kerapian dan kecantikanhubungan matematis menyentuh emosi kita,lebih seperti musik dan seni yang dapatmencapai kedalaman jiwa dan membuat kitamerasa benar-benar hidup. Kehalusannya,keharmonisannya, kesimetrian segalasesuatunya menambah kecantikannya. Musik atau seni adalah keluaran sederhana darikecantikan abadi ini.
7. Nilai Rekreasi (Hiburan)
Matematika memberikan suatu ragampeluang hiburan untuk mendewasakan orangsebagaimana anak-anak. Matematikamenghibur orang lewat aneka puzzle,permainan, teka-teki, dan lain-lain.Permainan video komputer modern jugadibangun melalui penggunaan matematikayang semestinya. Arti penting dari jenisrekreasi matematis adalah ia memampukanseseorang membangun imajinasinya,menajamkan intelektualitasnya dan mengukirrasa puas pada pikirannya. Untuk beberapapraktisi matematik, kesenangan harianmenguraikan hubungan matematis yang anehselalu menjadi hal yang menghibur.Dalam dunia yang sudah melek teknologi ini, kita tidak dapat memikirkansuatu masyarakat yang bebas matematika.Masyarakat harus membuka mata danmengakui kebaikan dan manfaat matematika.Harus ada pergeseran dari matematika yangcuma digeluti guru dan akademisi menuju kematematika yang memasyarakat, yaitumatematika yang tidak hanya diajarkan tetapi juga dibelajarkan, khususnya dalam hal nilaisosial-budayanya.
2.4
 
Riwayat dan Peta MasyarakatSidoarjo
Sidoarjo adalah sebuah kabupaten diProvinsi Jawa Timur yang berbatasan denganKabupaten Surabaya dan Gresik di utara, SelatMadura di timur, Kabupaten Pasuruan di selatan,serta Kabupaten Mojokerto di barat.Sidoarjo disebut Kota Delta, karena beradadi antara dua sungai besar pecahan SungaiBrantas, yaitu Sungai Mas dan Sungai Porong.Kabupaten Sidoarjo terdiri atas 18 kecamatan,meliputi Kecamatan Krembung, Porong, Jabon,Tulangan, Prambon, Tarik, Balong Bendo, Krian,Wonoayu, Sukodono, Taman, Waru, Sedati,Gedangan, Buduran, Sidoarjo, Candi, danTanggulangin.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->