Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
P. 1
Bab 1_Kajian Parameter Dalam Beberapa Prosedur Desain Metoda Displasemen - Yoppy Soleman

Bab 1_Kajian Parameter Dalam Beberapa Prosedur Desain Metoda Displasemen - Yoppy Soleman

Ratings: (0)|Views: 5|Likes:
Published by Yoppy Soleman

Chapter one of master theses

Chapter one of master theses

More info:

Published by: Yoppy Soleman on Jul 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/17/2013

pdf

text

original

 
Kajian Parameter dalam Beberapa Prosedur Desain Metoda Perpindahan
Civil Structure Engineering Postgraduate_Hasanuddin University
Master Thesis
© Yoppy Soleman, 2006
 1
Bab IPENDAHULUAN
A. Latar Belakang
A.1. Umum
Statistik bangunan-bangunan yang mengalami kerusakan dan yang tidak mengalamikerusakan dibawah pengaruh beban gempa merupakan masukan penting untukpenilaian dan pengembangan prosedur desain tahan gempa
(seismic/earthquake resistant design)
. Fokus pemikirannya terletak pada jawaban terhadap pertanyaan ini:“Apakah standar peraturan bangunan yang diterapkan (di banyak negara) dapatmengakomodasi kebutuhan mitigasi bencana gempa?”. Beberapa pemeriksaan
(reconnaisance report)
akan diberikan disini. Berdasar observasi yang termuat dalam jurnal elektronik JSCE
(Japan Society for Civil Engineers),
urnal EERI
(Earthquake Engineering Research Institute),
dan beberapa laporan
(36, 19, 13, 22)
:1. Gempa Northridge, California, 17 Januari 1994
(Jangkauan PGA
(30
 )
: 0.34g – 1.78g)
. Struktur beton bertulang yang didirikan setelah 1976, yang didesainmenggunakan metoda analisis gaya
(Force-Based Design)
mampu mencegahterjadinya kerusakan berat (heavy damage) dan keruntuhan (collapse), akan tetapitidak adekuat dalam pencegahan bahaya kerusakan potensial akibat deformasilateral.2. Gempa Kobe, 17 Januari 1995
(Jangkauan PGA
(30)
: 0.63g – 1.09g 
 
 ).
Struktur Jembatan, struktur bawah tanah, pier dan konstruksi beton bertulang yangdidirikan setelah pemberlakuan standar 1980-an dengan konsep kekuatan
(Ultimate Strength-Based Design)
mengalami tingkat kerusakan yang kurang parahdibanding struktur-struktur yang dibangun pada era sebelumnya. Observasi yangmemeriksa sampel 3900 (bangunan) tersebut menemukan bahwa sementarakerusakan struktur atas bangunan
(above/upper-structures)
didominasi oleh efekakselerasi gempa bumi atau gaya inersia, kerusakan struktur bawah tanah
(below/under-ground structures)
benar-benar merupakan akibat langsungpergeseran tanah
(ground-displacement)
. Konsep yang kelihatannya terpisah ini
 
Kajian Parameter dalam Beberapa Prosedur Desain Metoda Perpindahan
Civil Structure Engineering Postgraduate_Hasanuddin University
Master Thesis
© Yoppy Soleman, 2006
2
memiliki satu persamaan yaitu hakekat kerusakan struktural yang terjadidisebabkan deformasi. Dan, dalam hal suatu struktur bangunan bawah tanahberdiri di atas fondasi dangkal (shallow underground structures), perilaku strukturalbangunan mungkin merespons secara berbeda dari lingkungannya danmenyerupai struktur di atas permukaan.Laporan-laporan observasi pasca gempa menegaskan kekurangmampuan metoda-metoda tradisional, yaitu metoda gaya-kekuatan (Force/Strength-Based Design) dalamefektivitas struktur tahan gempa, khususnya pada wilayah dengan percepatanmaksimum tanah dasar yang tinggi (PGA > 0.30g). Bercermin pada statistik dampakgempa-gempa besar yang terkenal
(Tabel 1.1.) 
untuk membuktikan kebenaran pernyataandiatas.
Tabel 1.1. Korban jiwa dan statistik kerusakan struktur
(moderate-severe-collapse)
akibat gempa Loma Prieta, Northridge dan Kobe [
DIS. Earthquake Facts andStatistics
]
Even GempaKorbanJIwaStrukturBangunanGedung/ Kantor/ RS/PusatBisnisBangunanrumahtinggalbiasa
(ord.people buildings)
InfrastrukturTransportasi(Jalan/Jembatan/ Pelabuhan)Est. BiayaKerusakanLangsung
(Direct Damage Cost)
Loma Prieta, 17-10-89 62 100 5183 jembatan, 2ruas jalan8.3 milyar US$Northridge,17-1-94 58 18 290009 jembatan, 11ruas jalan44 milyar US$Kobe, 17-1-95 5502 3700 1678332 pelabuhan, … jembatan200 milyar US$
Fakta-fakta yang telah dikemukakan diatas mendasari suatu arah baru dalam penelitianteoretik dan eksperimental rekayasa struktur tahan gempa. Sehingga, dalam dekadeterakhir konsep desain tahan gempa telah bergeser dari konsep desain berdasarkankekuatan struktural (force-strength-based design) menjadi konsep desain yangditentukan berdasarkan keadaan batas (limit states design), yang disebut Performance-Based Engineering (PBE). Perubahan filosofi desain dalam standar/kode bangunan inipertama kali dimuat dalam tinjauan
Structural Engineering Association of Californi(SEAOC Bluebook)
dan
Applied Technology Council (ATC-4 )
1996. Kemudian konsepbaru tersebut didokumentasikan dalam NEHRP 1997, FEMA 302
dan UBC 1997 
. Dan,yang terakhir dimuat dalam SEAOC Vision 2000.
 
Kajian Parameter dalam Beberapa Prosedur Desain Metoda Perpindahan
Civil Structure Engineering Postgraduate_Hasanuddin University
Master Thesis
© Yoppy Soleman, 2006
 3
Desain berdasarkan kinerja (Performance-Based Design, atau DBK=DesainBerdasarkan Kinerja) didefinisikan sebagai
(1,31)
proses desain struktur/jaringaninfrastruktur untuk menjamin terpenuhinya kriteria perilaku tertentu dari komponen-komponen struktural/non-struktural dibawah skenario pembebanan simultan denganprobabilitas yang berbeda-beda. Dalam
Vision 2000 
[
Vision 2000 Report, SEAOC 
],
telahdidiskusikan sejumlah 6 pendekatan untuk pengembangan desain berdasarkan kinerja,namun demikian hanya 3 pendekatan yang dianggap telah mencapai tahapan yangmatang untuk implementasi PBD
(31)
, yaitu: (1) metoda spektra kapasitas
(capacity spectrum method, CSM),
(2) metoda N2, dan, (3) metoda deformasi langsung
(direct- displacement-based method, DDBD).
Semua teknik yang disebutkan ini mengandungsatu hal mendasar yang sama, yaitu menggunakan perpindahan (
displacement 
)maksimum sebagai parameter kunci, dan oleh sebab itu kesemuanya digolongkansebagai Metoda Perpindahan (Displacement-Based Design Method). Dengan demikian,di
splacement-based design,
didefinisikan sebagai prosedur desain yang menggunakan(estimasi) displasemen lateral struktur tertentu sebagai parameter kunci responsstruktur sehubungan terjadinya gempa bumi atau getaran tanah dasar.
A.2. Spesifik
Dampak kegagalan desain dalam peristiwa gempa Northridge dan Kobe segera menarikminat banyak peneliti untuk mengembangkan prosedur baru analisis dan desain tahangempa. Sedikitnya ada 8 prosedur/metoda yang sudah diusulkan oleh beberapa penelitidalam beberapa tahun belakangan ini
(Timothy Sullivan, The Current Limitations of Displacement Based Design, 2003).
Implementasi metoda-metoda perpindahan yangberbeda pada suatu kasus tertentu segera menggambarkan bahwa metoda inidikembangkan secara terpisah oleh para peneliti, dan karena itu menghasilkanperbedaan yang signifikan dalam hasil-hasil desain. Pada
(Gambar 1.1) 
diberikan modelsuatu portal simetrik beton bertulang bertingkat tujuh (7 storeys) yang hasil desainnyadiberikan dalam
(Tabel 1.2).
Adalah suatu hal yang menarik untuk mengetahui mengapametoda-metoda itu memberikan hasil-hasil yang berbeda cukup signifikan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->