Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Risma Repaired

Risma Repaired

Ratings: (0)|Views: 58 |Likes:
Published by ajiedcuza

More info:

Published by: ajiedcuza on Jul 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/15/2013

pdf

text

original

 
1
I. PENDAHULUANLatar belakang
Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang peranannya cukuppenting bagi perekonomian nasional, khususnya sebagai penyedia lapangan kerja,sumber pendapatan, dan devisa negara.. Indonesia merupakan produsen kakaoterbesar ketiga di dunia setelah negara Pantai Gading (1.276.000 ton) dan Ghana(586.000 ton). Luas lahan tanaman kakao Indonesia ± 992.448 ha dengan produksibiji kakao sekitar 456.000 ton per tahun (Departemen Perindustrian, 2007; Suryanadkk, 2005).OPT utama yang menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan agribisniskakao adalah penggerek buah kakao (
Conopomorpha cramerella 
), penghisap buahkakao (
Helopeltis antonii 
), dan busuk buah kakao (
Phytophthora palmivora 
). OPTutama yang saat ini menjadi prioritas utama untuk dikendalikan adalah penggerekbuah kakao mengingat kecenderungan intensitas dan luas serangannya yangsemakin meningkat (Direktorat Jendral Perkebunan, 2008; Sulistyowati dkk. 2003).
Penggerek buah kakao (PBK)
C. cramerella 
merupakan hama utamakakao saat ini di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Serangan hama PBKmenyebabkan hancurnya budidaya tanaman kakao di Indonesia pada akhirtahun 1800-an. Pada tahun 1990-an hama PBK yang sebelumnya hanyaterdapat pada areal pertanaman kakao di Maluku bagian Utara dan di pulauSebatik Kalimantan Timur, mulai meluas ke bagian lain Kalimantan Timur,
 
2
Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara serta daerah-daerahpertanaman kakao lainnya ( Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, 2006;Direktorat Jenderal Perkebunan, 2008).Saat ini, penyebaran hama penggerek buah kakao hampir menyerangsemua wilayah perkebunan kakao di Indonesia khususnya di daerahSulawesi, Kalimantan dan sumatera, dan masi banyak lagi daerah-daerahyang terserang hama penggrek buah kakao (PBK). Hingga pada tahun 2004,luas serangan hama PBK di Indonesia mencapai 348.000. ha dengankerugian mencapai miliaran rupiah.Hama PBK dapat menyerang mulai buah muda sampai dengan buahmasak, akan tetapi lebih menyukai buah kakao yang panjangnya ± 9 cm.Serangan PBK yang terjadi pada saat buah masih muda akanmengakibatkan kerusakan yang cukup berat karena biji saling lengket danmelekat kuat pada kulit buah, sehingga akan berpengaruh terhadap kuantitasdan kualitas biji kakao (Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, 2008).Kehilangan hasil akibat serangan hama PBK dapat diperkecil. Salahsatunya adalah pengendalian hama dengan cara kultur teknis berupapemangkasan tanaman
 
kakao maupun tanaman penanung, pemupukan,sanitasi, panen sering, dan sarungisasi. Saat ini pengendalian yang palingsering dilakukan dan yang paling efektif adalah melakukan sarungisasiwalaupun membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak (Deptan, 2009;Daha, 2002).
 
3
Tujuan dan kegunaan
Kegiatan Praktek usaha mandiri bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk pengendalian yang efektif dan telah diterapkan oleh PT Mars MCDCuntuk menekan populasi hama PBK . Bentuk pengendalian yangdiaplikasikan dapat dijadikan sebagai bahan informasi dan panduan dalamrangka meningkatkan produktifitas tanaman kakao

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->