Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pendidikan Islam Berwawasan Pluralis

Pendidikan Islam Berwawasan Pluralis

Ratings: (0)|Views: 934|Likes:
Published by Arif Rahman
Membangun pendidikan Islam berwawasan pluralisme, merupakan awal dari praktik pendidikan Islam yang carut marut di negeri ini. Pendidikan agama Islam belum mampu memberikan solusi terbaik bagi anak didik untuk hidup ditengahtengah keberagaman untuk dapat saling toleransi. Konflik sosial, kekerasan, bahkan teror merupakan tindakan yang lahir dari kurangnya sikap menghargai dan mencintai orang lain.
Membangun pendidikan Islam berwawasan pluralisme, merupakan awal dari praktik pendidikan Islam yang carut marut di negeri ini. Pendidikan agama Islam belum mampu memberikan solusi terbaik bagi anak didik untuk hidup ditengahtengah keberagaman untuk dapat saling toleransi. Konflik sosial, kekerasan, bahkan teror merupakan tindakan yang lahir dari kurangnya sikap menghargai dan mencintai orang lain.

More info:

Published by: Arif Rahman on Jul 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/24/2012

pdf

text

original

 
1
PENDIDIKAN ISLAM BERWAWASAN PLURALIS
Oleh. Arif RahmanAbstrak 
 Membangun pendidikan Islam berwawasan pluralisme, merupakan awal dari praktik pendidikan Islam yang carut marut di negeri ini. Pendidikan agama Islambelum mampu memberikan solusi terbaik bagi anak didik untuk hidup ditengah-tengah keberagaman untuk dapat saling toleransi. Konflik sosial, kekerasan, bahkanteror merupakan tindakan yang lahir dari kurangnya sikap menghargai danmencintai orang lain. Dimensi kebersamaan dalam membangun harmoni sesama penganut agama yang berlainan adalah proyek besar yang harus mulai dipikirkanoleh kita semua. Nilai-nilai yang diterima dalam pendidikan agama seolahmenyuguhkan doktrin-doktrin dan cenderung anti dialog menjadikan keyakinan yangeksklusif dan fundamentalis. Dan metodologi pendidikan agama yang dilakukanbelum terlalu banyak beranjak jauh dari metodologi pra modernitas.Setidaknya kegagalan pendidikan agama selama ini disebabkan oleh tiga faktor. Pertama, pola pengajaran yang lebih disebabkan pada transfer of knowledgedari pada transfer of values. Kedua, pendidikan agama tidak lebih hanya sebagaihiasan kurikulum dan kurang bermakna keberadaannya. Ketiga, kurangnya penekanan pengajaran agama pada dimensi kesalehan sosial dan penanaman nilaicinta kasih, persahabatan, suka menolong, cinta damai dan toleransi.Untuk mencermati realitas kemajemukan di Indonesia adalah pentingmempertimbangkan perancangan pola dan metodologi pengajaran agama Islam yang menyentuh dimensi-dimensi kemanusiaan, terutama persoalan hak asazimanusia dan akhlak. Indonesia harus dibangun sebagai negara pluralis dimanasemua pemeluk agama dapat saling menghargai dan hidup berdampingan tanpa
kecurigaan. Ajaran untuk semua (rahmatan lil ‘alamin) harus menunjukkan
komitmen menuju tujuan dan cita-cita mulia tersebut.
Kata kunci: Pluralisme, Pendidikan, Islam
 
2
A.
 
Pendahuluan
Pluralisme agama dinegeri ini merupakan realitas empirik yang tidak bisadipungkiri. Pluralisme sejak dulu telah dikenal sebagai potensi berbangsa danbernegara, menetapkan negara ini bukan menjadi negara agama atau negara sekuler.Pilihannya berada tepat ditengah
 – 
tengah antara kedunya. Persoalannya adalah, siapayang memperkenalkan, dan memaknai selanjutnya sehingga kenyataan pluralismemenjadi ruwet bak memendam demdam kesumat yang tidak ada hentinya. Daripergulatan yang amat menyesakkan itu, wajar bila dalam masyarakat kita tumbuhsubur,antar sesama penganut agama nyaris setiap hari muncul pertikaian,permusuhan, bahkan pembunuhan.Dan ironisnya agama senantiasa dibawa-bawa sebagai pembenarnya.Akhirnya agama tidak pernah imun dari konflik yang berkepanjangan demikepentingan masing-masing penganutnya. Oleh sebab itu bolehlah dikatakan bahwarezim orde baru memang berhasil menjadikan agama sebagai idiologi masa bukansebagai agen transformasi masyarakat.Konsep pendidikan Islam pluralisme berorientasi pada realitas persoalan yangdi hadapi bangsa dan umat manusia secara keseluruhan. Konsep pendidikanpluralisme itu di gagas dengan semangat besar untuk memberikan sebuah modelpendidikan yang mampu menjawab tantangan masyarakat pasca moderenisme.Mencermati hal itu, salah satu yang perlu dan penting untuk di jadikan bahan diskusidan dialog antara umat muslim dan non muslim secara keseluruhan perlu adanyakonsep pluralisme.Pluralisme merupakan konsep yang berasal dari barat yang bertujuan untuk menciptakan harmonisasi di antara agama-agama dunia. Pengakuan terhadappluralisme agama dalam suatu komunitas umat beragama menjadikan di kedepannyaprinsip inklusivitas yang bermuara pada tumbuhnya kepekaan terhadap berbagaikemungkinan. Lebih-lebih kita semua sudah di hadapkan pada kenyataan adanyamasyarakat multikultuiralisma dan pluralisme, dimana dalam pandangan masyarakatseperti ini, seluruh masyarakat dengan segala unsurnya di tutup untuk saling
 
3tergaantung dan menanggung nasib secara bersama-sama demi terciptanyaperdamaian abadi.Salah satu bagian penting dari konsekuensi tata kehidupan global yang ditandai kemajemukan etnis, budaya, dan agama tersebut, adalah membangun danmenumbuhkan kembali teologi pluralisme dalam masyarakat. Maksud dan tujuanpendidikan Islam pluralisme, dengan begitu akan di jadikan sebagai jawaban atausolusi alternatif bagi keinginan untuk merespon persoalan-persoalan di atas. Sebabdalam pendidikannya, pemahaman Islam yang hendak di kembangkan olehpendidikan berbasis pluralisme adalah pemahaman dan pemikiran yang bersifatinklusif. Melalui sistem pendidikannya, sebuah pendidikan Islam yang berbasispluralisme akan selalu berusaha memelihara dan berupaya menumbuh kembangkanpemahaman yang inklusif pada peserta didik. Dengan suatu orientasi untuk memberikan penyadaran terhadap para peserta didik akan pentingnya salingmenghargai, menghormati dan bekerjasama dengan agama-agama lain.
B.
 
Pluralisme dan Toleransi
Dalam membangun pengertian sebuah istilah, umumnya dimulai dari artisecara bahasa. Sebab, pengertian secara bahasa umumnya menjadi landasan ataupijakan untuk membangun pengertian secara istilah.Istilah pluralisme agama masih sering disalahfahami atau mengandungpengertian yang kabur, meskipun terminologi ini begitu populer dan tampak disambutbegitu hangat secara universal, sungguh sangat mengejutkan, ternyata tidak banyak,bahkan langka, yang mencoba mendefinisikan pluralisme agama itu. Karenapengaruhnya yang luas, istilah ini perlu pendefinisian yang jelas dan tegas baik darisegi konteks di mana ia banyak digunakanSecara bahasa, kata pluralis berasal dari bahasa Inggris
 plural
yang berarti jamak, dalam arti keanekaragaman dalam masyarakat, atau ada banyak hal lain di luarkeanekaragaman dalam masyarakat, atau ada banyak hal lain di luar kelompok kitayang harus diakui. Secara istilah, pluralisme bukan sekedar keadaan atau fakta yang

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->