Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ROEM, Rehal Supersize Me

ROEM, Rehal Supersize Me

Ratings: (0)|Views: 189 |Likes:
Published by sabarud

More info:

Categories:Types, Research
Published by: sabarud on Jan 09, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

02/26/2011

 
rehal
GLOBALISASI RASA
Morgan Spurlock (2004).
Super Size Me
. New York: The ConFilm; edisi layar-lebar, masa-tayang 99 menit.
Pemenang Festival Flm Sundance, 2004,untuk Sutradara Terbaik.Pemenang Festival Film InternasionalEdinburg, 2004, untuk AnugerahSutradara Baru.Pemenang Festival Film Full Frame, MTVNews, 2004, untuk kategori Dokumenter.
 Apakah yang akan terjadi jika di kota Anda terdapat banyak restoran atau geraimakanan cepat-saji (
 fast food 
) seperti McDonald, Burger King, Kentucky FriedChicken (KFC), atau California Fried Chicken (CFC), Pizza Hut, dan Dunkin’Donat? Anda senang? Mungkin, karena akan mempermudah Anda memperoleh makanankapan saja dengan cara yang cepat, harga nisbi murah, dan tidak jauh dari tempat Anda? Tetapi, pernahkah Anda membayangkan apa akibatnya jika menu harian Anda adalah hanya makanan cepat-saji semacam itu?Morgan Spurlock ingin membuktikannya tanpa tanggung-tanggung: dirinyasendiri sebagai kelinci percobaan! Maka, dia pun mempersiapkan segalasesuatunya untuk hidup selama sebulan penuh hanya dengan makan makanancepat-saji dari restoran dan gerai-gerai McDonald. Dan, dia merekam seluruh bagian penting dari percobaannya itu ke dalam pita seluloid sebagai suatu filmdokumenter.Spurlock mengawali filmnya dengan gambar jenaka sekumpulan anak-anak menyanyikan lagu tentang makanan saji-cepat kesukaan mereka, produk perusahaan berlogo huruf ‘M’ kuning emas berbentuk busur panah ganda (
the
1
 
golden arches
) atau –menurut anak tetangga saya yang doyan merengek kepadaorangtuanya agar setiap hari minggu makan di restoran McDonald terdekat— justru lebih mirip pelana kuda atau punuk onta itu. Tidak berlama-lama –dengangambar orang-orang tambun di Amerika Serikat, negeri yang dijulukinya sebagai‘negara tergemuk di dunia’, yang terseok-seok menyeret tubuh mereka, diiringihentakan lagu sohor ‘
 Fat Bottom Girl 
’ dari kelompok pemusik cadas, Queen--dialangsung mulai menteror penontonnya dengan serangkaian narasi, gambar-gambar, dan animasi infografis tentang masalah kegemukan tubuh berlebihan di Amerika Serikat. Kegemukan berlebihan yang tidak wajar (
obesity
–dari bahasaLatin:
obesus
; dari akar kata
edere
, artinya ‘makan’, dan
obedere
, artinya ‘makan banyak sampai kelebihan berat tubuh’) adalah memang salah satu dampak langsung dari makanan saji-cepat yang paling mudah dikenali, bahkan kinimenjadi salah satu isu hangat atau bahkan ‘masalah nasional’ di Amerika Serikat.Konon, banyak anak-anak Amerika—juga Jepang dan Singapura—yang menderitarasa rendah-diri berlebihan karena terlalu gemuk, bahkan ada banyak kasusmereka lantas bunuh diri akibat tak tahan lagi menjadi bahan olok-olok teman-teman sebayanya. Atau, para gadis remaja—sambil memimpikan dirinya bertubuhlangsing mirip boneka barbie atau para selebriti—yang menempuh caramenguruskan tubuh yang tragis: diet sangat ketat dengan bantuan obat-obatanpelangsing (tepatnya: penahan lapar) yang mengakibatkan gejala parah
bulemia
:cepat mual dengan makanan apa saja, jadi malas makan, dan akhirnya menderitakekurangan gizi!Itu hanya informasi latar belakang singkat dan alasan di balik gagasan pembuatanfilm dokumenter ini. Sesudah itu, Spurlock memulai inti ceritanya: ‘hari-hariMcDonald’-nya selama sebulan penuh. Beberapa hari sebelum dia memulaipercobaannya, dia memeriksakan diri ke beberapa dokter spesialis jantung danpenyakit dalam, pakar gizi, dan kesehatan jasmani. Semua hasil pengujian atasdirinya menunjukkan keadaan normal, bahkan beberapa hal sangat luar biasa bagus. Singkat kata, dia benar-benar sehat sebelum memulai ‘percobaan aneh’nya.Lalu, sepanjang 30 hari berikutnya sebagai pelahap makanan cepat-saji McDonald,secara berkala tetap, ia terus memeriksakan perkembangan kesehatan raganya danmulai menyaksikan perubahan-perubahan luar-biasa. Hanya beberapa hari saja,dia mulai merasa kegemukan, bahkan sempat muntah-muntah, sering pening, dancepat capek.Pemeriksaan terakhir—setelah merampungkan 30 hari suntuk hanya makan danminum semua menu cepat-saji McDonald, terutama yang berukuran ‘sangat besar’(
super size
)—menunjukkan apa yang terjadi pada tubuh dan kesehatannyasungguh mengagetkan: ukuran dan berat badan bertambah, tekanan dan guladarah melonjak, kolestoral dan lemak bertumpuk, gerak-kejut (refleks) melamban,kerja jantung dan hati kurang normal, bahkan gairah seksnya pun ikut-ikutananjlok! Para dokter dan pakar yang memantau perkembangan tubuh dankesehatannya, semuanya berkesimpulan bahwa Spurlock sudah berada di ambang batas ‘bahaya terserang penyakit serius’ jika tidak segera menghentikanpercobaannya hanya makan makanan cepat-saji, dan segera melakukan pemulihandengan kembali ke makanan segar buatan sendiri yang sehat dan bergizi, sertamelakukan latihan-latihan fisik secara teratur. Faktanya sesudah itu, Spurlock  butuh 8 minggu untuk memulihkan kadar kolesterol, fungsi jantung, dan hatinyake keadaan normal seperti sebelumnya, dan butuh 14 bulan untuk mengurangi
2
 
kelebihan 24,5 pound (atau sekitar 15 kg) berat tubuhnya akibat makanan saji-cepat McDonald hanya selama sebulan.Tetapi, bukan hanya soal dampak makanan saji-cepat terhadap kesehatan yangdisorot oleh Spurlock. Film pemenang tiga festival internasional bergengsi ini jugamenukik lebih dalam ke persoalan-persoalan yang lebih mendasar di sebaliknya.Dengan dukungan data dan hasil riset yang luar biasa bagus, Spurlock memperlihatkan bagaimana raksasa McDonald menjarah dan berkaitan eratdengan banyak sekali aspek kehidupan sehari-hari. Di pulau Manhattan, New  York, yang luasnya hanya 34 mil (atau 87 kilometer) persegi, pada setiap satu milkuadrannya terdapat rata-rata 3 restoran atau gerai McDonald, bahkan, di dalamkompleks rumah sakit sekalipun. Juga kantin-kantin sekolah. Orang-orang yangdiwawancarainya di jalan-jalan mengaku semua suka dan selalu makan jualanMcDonald. Dan, semua itu adalah berkat belanja ratusan juta dollar untuk membiayai iklan yang penuh pesona dan, tentu saja, tipu-daya. Pada tahun 2001saja, McDonald menghabiskan biaya iklan $1,4 milyar, Pepsi Cola $1 milyar,perusahaan-perusahaan permen $200 juta. Padahal, iklan layanan masyarakatuntuk menjelaskan pentingnya makanan sehat bergizi dan kesehatan hanyamenghabiskan $2 juta.Maka tak mengherankan jika beberapa murid taman kanak-kanak –sasaran empuk dan utama iklan McDonald yang restoran dan gerainya selalu dilengkapi arena bermain dan hadiah permen-- ternyata lebih mengenal gambar aikon RonaldMcDonald --si badut berbibir tebal merah yang terkenal itu-- tetapi kesulitan atau bahkan tidak mengenal gambar George Washington, George Bush, bahkan Yesus!Orang-orang yang diwawancarainya di jalan-jalan juga tak tahu apa kandungandari makanan saji-cepat kesukaan mereka, bahkan linglung ketika ditanya apa itukalori? Selain menjadi tambun dan lembam, para korban McDonald itu juganampak tolol luar biasa. Walhasil, di akhir film—yang dikemas dengan gaya penuturan serba cepat danperalihan-peralihan gambar ala MTV yang sangat digandrungi para remaja ‘ABG’;sesekali dengan birama mengejutkan (misalnya, iringan lagu klasik ‘
 Blue DanubeWaltz 
’ gubahan Johann Strauss, justru pada saat gambar memperlihatkan pisau- bedah elektronik para dokter memotong dan mengangkat isi perut Bruce Howlett,seorang penderita diabetes akibat kegemukan berlebihan)—Spurlock tetap tidak kehilangan selera humor getirnya dengan narasi mencabar: “...Jadi, terserah Anda,silahkan terus saja melahap makanan saji-cepat jika Anda memang mau berakhirdi sini (gambar ambulans dan rumah sakit), atau di sini... (gambar komplekspemakaman)”!***Sebagaimana umumnya film dokumenter, bukan unsur sinematografis dari karyaSpurlock ini yang istimewa. Secara artistik, film ini sebenarnya biasa-biasa saja,malah ada kesan terlalu panjang masa tayangnya. Tetapi, kekuatan utamanyaadalah pada gagasan dan wawasan, selain metodologi –dalam hal ini, Spurlock mempertontonkan satu contoh nyata penerapan metodologi
 Participatory Action Research
(PAR) dan teknik-teknik etnografi visual yang sangat kreatif. Hasilnya
3

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
rifanakan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->