Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Fakta Mengenai Cuci Tangan Pakai Sabun

Fakta Mengenai Cuci Tangan Pakai Sabun

Ratings: (0)|Views: 484|Likes:
Published by Maz Cipto

More info:

Published by: Maz Cipto on Jul 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/28/2013

pdf

text

original

 
 
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:Sekretariat Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (Sekretariat STBM)Direktorat Penyehatan Lingkungan, DitJen PP-PL, Kementerian kesehatan RIJl. Percetakan Negara 29, Jakarta Pusat 10560, Tel. 021-424-7608 ext 127, Fax. 021-422-7194, email: Sekretariat.stbm@gmail.com
   P  a  g  e
   1
FFaakkttaaMMeennggeennaaiiCCuucciiTTaannggaannPPaakkaaiissaabbuunn 
Tahukah Anda?
Setiap tahun lebih dari 100,000 anakusia di bawah 5 tahun meninggal diIndonesia karena diare. Sekitar 80%kasus tersebut terjadi di daerah yangmemiliki sanitasi yang buruk danperilkau sehari-hari yang tidak sehat.Di tahun 2007 saja sekitar 14% balitaIndonesia menderita diare, ISPA danPneumonia 20% (hasil RiskesdasIndonesia 2007).Diare yang terjadi pada usia 2 tahunpertama usia anak akanmempengaruhi perkembangan fisik dan mentalnya seperti hilangnya selera makan dan menurunnya daya serap tubuhterhadap gizi, akibatnya anak tumbuh lamban dan rentan terhadap serangan berbagai penyakit.
Mengapa Cuci tangan Pakai Sabun itu PENTING?
Banyak penelitian menemukan bahwa Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dapat menurunkan insiden diare sebanyak42-47%
1. 2
, pneumonia 50%
3
dan Flu burung 50%
4
.Penyakit lainnya yang dapat dicegah melalui CTPS:
-
 
Infeksi cacing
5
 
-
 
Infeksi Mata
6
 
-
 
Penyakit Kulit
7
 Cuci Tangan Pakai Sabun dapat mengurangi kematian bayi baru lahir.
50% kematian bayi baru lahir ini terjadi dirumah dimana ibunya kurang atau tidak mendapatkan informasi yang cukup mengenai perawatan bayibaru lahir.
(maternal and birth attendant hand washing and Neonatal Mortality in Southern Nepal, Victor Rhee, MHS, et all).
 
Cuci Tangan Pakai sabun (CTPS) merupakan cara sederhana untuk menurunkan penyebaran penyakit melaluitangan.
 
 
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:Sekretariat Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (Sekretariat STBM)Direktorat Penyehatan Lingkungan, DitJen PP-PL, Kementerian kesehatan RIJl. Percetakan Negara 29, Jakarta Pusat 10560, Tel. 021-424-7608 ext 127, Fax. 021-422-7194, email: Sekretariat.stbm@gmail.com
   P  a  g  e
   2
Mengapa Cuci Tangan harus memakai SABUN dan AIR MENGALIR?
Sabun terdiri dari rantai
karbon hidrofobik
yang melekat pada kuman di tangan yang disabuni dan membentukmolekul yang sangat halus.Ketika tangan dibilas air, sabun menggelontorkan molekul tersebut bersama kuman dan air bilasan.Dengan mekanisme inilah sabun mampu memutus rantai penyebaran kuman penyebab penyakit menular,pertimbangan lainnya adalah Sabun mudah diperoleh dan terjangkau dan Air mengalir dapat diupayakan hampir kesetiap rumah tangga
Apa yang terjadi jika saya mencuci tangan pakai sabun?
Tangan merupakan bagian tubuh yang paling aktif dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sering kali tidakdisadari betapa banyak benda yang disentuh selama kurun waktu 1 jam saja.Jika cuci tangan dengan sabun, digosok disela jemari dan permukaannya, kemudian dibilas dengan air mengalir ataudiruang, maka kotoran, minyak dan kuman akan terbuang dari permukaan tangan dan memutuskan rantaipenyebaran penyakit melalui tangan.
Kapan seharusnya tangan dicuci pakai sabun?
Kuman sangat kecil dan kasat mata maka perilaku CTPS sangat disarankan, Kementrian Kesehatan RI, yang tertuangdalam Petunjuk Teknis Pengelolaan Kegiatan CTPS (Juknis CTPS), Modul TOT CTPS 2011 menganjurkan Lima (5)Waktu terpenting untuk cuci tangan pakai sabun adalah:1.
 
sesudah ke WC atau Buang Air Besar2.
 
sebelum makan3.
 
sebelum menyusui bayi atau menyuapi bayi/anak4.
 
sesudah menceboki bayi/anak5.
 
sesudah memegang binatang/ternak, termasuk ayamTetapi waktu terpenting diatas CTPS dapat dianjurkan pada waktu lainnya, misalnya pada lingkungan sekolah:
-
 
Sebelum makan/ jajan di kantin
-
 
Setelah bermain di tanah/lumpur
-
 
Setelah bersin/batuk
-
 
Setelah mengeluarkan ingus
-
 
Setelah menggambar
-
 
Setelah menggunakan cat/crayon
-
 
Dan waktu lainnya saat tangan kita kotor dan bau.Lebih seringlah CTPS jika ada anggota keluarga yang sakit.
 
 
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:Sekretariat Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (Sekretariat STBM)Direktorat Penyehatan Lingkungan, DitJen PP-PL, Kementerian kesehatan RIJl. Percetakan Negara 29, Jakarta Pusat 10560, Tel. 021-424-7608 ext 127, Fax. 021-422-7194, email: Sekretariat.stbm@gmail.com
   P  a  g  e
   3
Bagaimana Langkah-langkan Cara CTPS yang benar?
Perilaku dibentuk dari Pola Asuh Orang tua, berilah tauladan dan contoh dalam membiasakan perilaku hidup bersihdan sehat dalam keseharian anak, termasuk membiasakan CTPS di rumah dan lingkungan sekitar, sehingga CTPSdapat tercipta dalam budaya keseharian anak agar anak terhindar dari berbagai penyakit menular
Bagaimana Sarana CTPS yang benar?
Untuk menunjang langkah-langkah CTPS yang benar, maka persyaratan utama sarana CTPS yang memenuhipersyaratan kesehatan adalah
-
 
Air bersih yang mengalir
-
 
Sabun
-
 
Penampungan atau saluran air limbah yang aman
Bagaimana Sarana CTPS yang TIDAK Benar?
Sarana yang tidak memenuhi syarat dalam kehidupan sehari-hari seperti:
Mangkok kecil (kobokan) berisikan air dan sepotong jeruk nipis yang biasa disediakan di rumah-makanuntuk cuci tangan sebelum makan.
Mengobok langsung ke ember/ baskom tanpa mengggunakan gayung, yang dipakai berulang kali olehbeberapa orang.
Mencuci tangan dengan air saja setelah makan menggunakan sepotong jeruk untuk memberikan bau segardan menghilangkan lemak.
Sarana tidak dilengkapi dengan saluran pembuangan air sehingga meninggalkan limbah yang becek danberlumpur di tanah.
Sarana jauh dari jamban, sehingga sering terlupakan untuk CTPS setelah ke jamban

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->