Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
14Activity
×

Table Of Contents

0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
55536011-BAB-1-2-3-4-baru

55536011-BAB-1-2-3-4-baru

Ratings: (0)|Views: 4,273|Likes:
Published by Yasir Zulkifli

More info:

Published by: Yasir Zulkifli on Jul 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/16/2013

pdf

text

original

 
 
1
 
BAB IPENDAHULUAN1.1.
 
Latar Belakang Penelitian
Kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi terhadap pendidikan yangbermutu menunjukkan bahwa pendidikan telah menjadi satu pranata kehidupan sosialyang kuat dan berwibawa, serta memiliki peranan yang sangat strategis dalampembangunan peradaban bangsa Indonesia. Pendidikan telah memberikan kontribusiyang cukup signifikan dalam membangun peradaban bangsa Indonesia. Berbagaikajian dan pengalaman menunjukkan bahwa pendidikan memberi manfaat yang luasbagi kehidupan suatu bangsa.Pendidikan merupakan salah satu sektor pembangunan sumber dayamanusia yang harus ditingkatkan terus menerus untuk mencapai kesempurnaannya.Usaha yang dilakukan khususnya dalam sektor pendidikan telah banyak dilakukantetapi hasilnya belum cukup membesarkan hati. Di samping itu banyak pula masalahyang muncul baik yang telah diperkirakan sebelumnya maupun masalah yangmuncul akibat keberhasilan yang telah dicapai itu.Masalah yang terjadi dalam dunia pendidikan saat ini menyangkut masalahkualitas pendidikan yang masih rendah dan kurang relevannya antara mutu hasilpendidikan dengan tuntutan pembangunan akan tersedianya tenaga kerja yangterampil dalam jumlah memadai untuk mengisi kesempatan kerja yang terbukaataupun mampu membuka lapangan kerja baru. Melihat gejala semakin
 
 
2
 
meningkatnya jumlah lulusan sekolah menengah dan perguruan tinggi yangmenganggur atau setengah menganggur, sungguh sangat mengkhawatirkan.Engkoswara (1988 : 3-
4) mengemukakan bahwa “permasalahan pokok dalam
dunia pendidikan di Indonesia adalah produktivitas pendidikan yang masih harusditingkatkan, namun dari banyak indicator yang paling dirasakan adalah soal mutu
atau kualitas pendidikan.”
Gaffar (1987 : 116) mengemukakan beberapa permasalahan pokok pendidikan dari sudut perencanaan pendidikan. Permasalahan tersebut meliputi :kualitas pendidikan, pengelolaan proses belajar mengajar tingkat mikro, pengawasandalam usaha meningkatkan kualitas pendidikan pada tingkat mikro tersebut, danlembaga pendidikan guru yang mempersiapkan guru dan tenaga kependidikan.Permasalahan-permasalahan tersebut hamper terjadi pada setiap jenjang dan jenispendidikan. Khususnya untuk pendidikan kejuruan adalah bahwa lulusan SekolahMenengah Kejuruan belum dapat memenuhi persyaratan kerja. Salah satu kelemahanSekolah Menengah Kejuruan adalah kurang mampu dalam menghasilkan lulusanyang siap pakai oleh Dunia Usaha/Industri.Masalah kualitas atau mutu pendidikan telah lama menjadi bahanperbincangan bagi dunia industri, politisi, masyarakat, orang tua, dan pendidik.Kalangan dunia industri misalnya mengeluhkan tentang mutu tamatan sekolah yangtidak siap pakai (Munadir dalam Abdul Hadis : 2010:69).Lebih lanjut Joni dalam Abdul Hadis (2010:70) menjelaskan:Suatu pendidikan yang bermutu/ berkualitas dapat dilihat dalamhubungannya dengan dunia kerja, yaitu bagaimana kesesuaian antarakecakapan dan keterampilan dengan tuntutan dunia kerja, bagaimanakesesuaian tamatan sekolah dalam hal jumlah dan kualifikasinya dengankesempatan kerja, dan bagaimana keterserapan keluaran institusi pendidikanoleh dunia kerja. Dengan kata lain masalah efesiensi dan relevansi duniapendidikan dengan dunia kerja berdampak langsung pada kualitaspendidikan
 
 
3
 
Dengan demikian bahwa dapat disimpulkan bahwa keluaran lembagapendidikan berupa tamatan/ lulusan dengan kapabilitas yang dikuasai sebagai buahdari kegiatan belajar.Pemerintah menyadari pentingnya pendidikan yang bermutu bagi bangsaIndonesia. Oleh karenanya perhatian pemerintah tertuju kepada sekolah menengahkejuruan ( SMK ) yang seharusnya menghasilkan calon calon tenaga kerja yang siapdiserap Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/ DI).Sejalan dengan hal tersebut di atas, perubahan dari kurikulum 1994(pendidikan model lama) menjadi kurikulum 2004 yang kemudian mendapatpembaruan lagi yang disebut dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan(pendidikan model baru), ini menjadikan salah satu dasar bagi sekolah terutamaSMK sebagai salah satu lembaga pendidikan yang bertujuan untuk mempersiapkantenaga kerja tingkat menengah yang berpotensi untuk menghasilkan sumber dayamanusia yang berkualitas. Hal ini dilakukan untuk mengatasi kelemahan-kelemahanyang selama ini diterapkan dalam pendidikan model lama.Lebih lanjut Indra Djati Sidi mengatakan kelemahan pendidikan model lamaumumnya berkisar pada konsep maupun pelaksanaannya. Berikut ini kelemahanpendidikan kejuruan model lama:
 Pertama
, dilihat dari segi konsep, pendidikan kejuruan model konvensionalmemiliki kelemahan-kelemahan sebagai berikut:
1.
Penerapan pendekatan “
supply driven
 
“ dimana totalitas penyelenggaraan
pendidikan kejuruan dilakukan secara sepihak hanya oleh Depdiknas;

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->