Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kumpulan Cerpen Kehidupan Remaja

Kumpulan Cerpen Kehidupan Remaja

Ratings: (0)|Views: 153 |Likes:
Published by Nandya Guvita

More info:

Published by: Nandya Guvita on Jul 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/07/2013

pdf

text

original

 
Bukan Bronis
Oleh Novalina Gresy“Hai!!” sapa Feby begitu masuk kelas pagi itu.“Eh! Pagi Feb!” sambut Tia kepada sahabatnya.“Tia dapat salam lagi tuh dari Aris,” ujar Feby. Tia langsung manyun,”Uh, aku sebel deh lihat tuh anak. Nyebelinbanget tahu nggak?”Feby tertawa terpingkal-pingkal, ”Masa sih? Tapi sebenarnya kamusuka kan sama dia?” ledek Feby sehingga membuat Tia semakin manyun.“Aku heran deh sama Aris, kok bisa-bisanya ya dia tuh suka macewek kayak kamu?” Feby mengamati dandanan sahabatnya yang nyarisseperti anak laki-laki.“Ti, kamu itu sebenarnya cantik. Tapi coba deh kamu lebih femininedikit,pasti…”“Pasti banyak cowok yang naksir sama aku. Kamu mau ngomonggitu kan? Itu untuk yang ke-seribu satu kalinya, Feb!” tandas Tia.“Aku kayak gini aja udah banyak yang naksir, gimana ya kalau ntaraku jadi feminin?”“Yee…narsis banget sih lo,” celetuk Feby.“Tapi, apa si Aris ga malu ya udah aku tolak beberapa kali tapimasih aja terus kirimin salam. Kayak nggak ada cewek lain aja. Lagiannggak mungkinkan seorang Tia jadian sama adik kelas?” ujar Tia.Feby hanya mengangkat bahunya saja tanda tak tahu.* * * Tiiiin……..Tiiin….. Aris menghidupkan klakson motornya beberapakali.“Eh, berisik banget sih! Kalau mau lewat, ya lewat aja!” bentak Tiageram.“Pagi Tia…,” sapa Aris merasa tidak bersalah.“Eh, kamu kan adik kelas aku! Kalau manggil pake kakak dong!Nggak sopan banget tahu!”
30
 
“Iya deh kak Tia! Kak Tia lagi nungguin angkot ya? Bareng aku aja,ntar lagi udah mau bel nih,” Aris menawarkan jasa ojek gratisnya.“Maaf banget ya, aku nggak biasa nebeng sama orang,”ujar Tiaketus.“Yakin? Aku hitung sampai tiga ya, kalau kamu nggak naik akutinggalin sendirian. Aku nggak peduli entar kamu telat ke sekolah. Satu…Dua …Ti…ga! Ya udah aku pergi,” Aris menyalakan mesin motirnya.Namun…“Eh, tunggu! Iya deh aku ikut,” Tia langsung duduk dan kereta Arismelaju dengan kencang.“Tia?? Kamu… barengan sama Aris?” Feby terkejut melihatkejadian aneh bin ajaib yang barusan ia lihat.“Iya,” jawab Tia ketus.“Udah ah, kita ke kelas aja..!”“Eh, kamu nggak naksir kan sama Aris?” tanya Feby dengan nadacuriga.“Bodoh amat!” Tia cuek aja sambil menarik tangan Feby menujukelas.Hari itu, acara HUT SMA Harapan bangsa sudah dimulai beberapahari yang lalu dan mengundang partisipasi sekolah lain. Ada
event 
pertandingan antar sekolah. Hari ini adalah final futsal, dan yangmembuat murid-murid heboh, sekolah ini maju menuju final.SMA Imanuel akan menjadi lawan yang tanguh. Setelahpertandingan berlangsung selama 20 menit, Riko
keeper 
andalan SMAHarapan Bangsa mengalami cedera. Semua pendukung tidak setuju kalauRiko harus digantikan oleh Aris, anak kelas X.“Aris? Dia kan masih kelas X, mana bisa ngalahin SMA Imanuel.”“Anak ingusan kayak dia jadi keeper? Bisa kebobolan deh kita.”“Mampus deh SMA kita kalau gini…” Tia dan Feby ikutan nimbrung,”Nggak salah,Pak Ivan menggantiKak Riko dengan memilih Aris?”“Tahu nih Pak Ivan,”Feby ikutan menyalahkan Pak Ivan.“Tapi aku rasa Pak Ivan nggak salah pilih deh!’ ujar sebuah suara.
30
 
“Sasa?” Feby kaget. “Maksudmu apa?”“Asal kalian tahu ya, Aris itu keeper terbaik tingkat SMP se-ibukota. Jadi, nggak perlu diragukan lagi.”“Iya, tapi yang bisa jadi pemain inti kan hanya kelas XI dan kelasXII. Nah, si Aris?” Feby masih bingung.“Kalian nggak tahu sih, sebenarnya Aris itu sebaya kita. Dia jugaseharusnya kelas XI juga seperti kita. Tapi, waktu SD dia pernah nggaknaik kelas setahun karena sakit.”“Yang bener? Kamu tahu darimana?” Tia benar-benar surprisedwaktu itu.“Aku pernah sekelas dan dekat sama dia ketika SD dulu.” Tia nyaris pingsan ketika mendengar cerita Sasa. Jadi, selama iniAris bukanlah
bronis
yang selalu Tia benci, yang selalu ia tolak cintanyakarena statusnya sabagai adik kelas. Tia bingung. Ia hanya bisa menatapAris yang sedang konsentrasi dengan gerakan bola.Pertandingan pun usai. Dan ternyata Aris dapat menggagalkansemua bola yang masuk ke gawangnya. Dan mereka memenangkan finalfutsal hari itu. Aris menghampiri Tia yang sedang berdiri manis di pinggirlapangan. Dan kali ini, bukan wajah cemberut yang ia tunjukkan kepadaAris, namun wajah yang penuh senyum.SELESAI
30

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->