Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
tinjauan pustaka

tinjauan pustaka

Ratings: (0)|Views: 46 |Likes:
Published by Silvy Amalia

More info:

Published by: Silvy Amalia on Jul 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/09/2012

pdf

text

original

 
20
BAB IITINJAUAN PUSTAKA
 
A.
 
KEJANG DEMAM
1.
 
DEFINISIKejang Demam adalah kejang yang terjadi pada anak usia 3 bulan sampaidengan 5 tahun yang berhubungan dengan demam serta tidak didapatkan adanyainfeksi ataupun kelainan lain yang jelas di intrakranial.Kejang Demam dibagi menjadi dua kelompok yaitu Kejang DemamSederhana (KDS) dan Kejang Demam Kompleks (KDK). Kejang DemamSederhana adalah kejang demam dengan frekuensi kejang tidak lebih dari 1 kalidalam 24 jam, kejang bersifat umum, lama kejang <15 menit dan tidak adakelainan neurologis sebelum dan sesudah kejang. Kejang Demam Kompleksadalah kejang demam dengan lama kejang >15 menit, kejang fokal atau kejangumum dengan frekuensi > 1 kali dalam 24 jam.Perbedaan KDS dan KDK adalah :Sebagian besar (65%) kejang demam merupakan kejang demam sederhanadan 35% berupa kejang demam kompleks.2.
 
PATOFISIOLOGIKejang merupakan manifestasi klinis akibat terjadinya pelepasan muatanlistrik yang berlebihan di sel neuron otak karena gangguan fungsi pada neurontersebut baik berupa fisiologi, biokimiawi maupun anatomi.Sel saraf seperti halnya sel hidup umumnya, mempunyai potensial mmebran.Potensial membran yaitu selisih potensial antara intrasel dan ekstrasel. Potensialintrasel lebih negatif dibandingkan ekstrasel. Dalam keadaan istirahat potensial
 
21membran berkisar antara 30-100 mV. Selisih potensial membran ini akan tetapsama selama sel tidak mendapatkan rangsangan. Potensial membran ini terjadiakibat perbedaan letak dan jumlah ion-ion terutama ion Na
+
K
+
dan Ca
++
. Bila selsaraf mengalami stimulasi, misalnya stimulasi listrik maka akan menyebabkanpenurunan potensial membran.Mekanisme terjadinya kejang ada beberapa teori :a.
 
Gangguan pembentukan ATP dengan akibat kegagalan pompa Na-K, misalnyapada iskemia, hipoksemia dan hipoglikemia. Sedangkan pada kejang sendiridapat terjadi pengurangan ATP dan terjadi hipoksemia.b.
 
Perubahan permeabilitas membran sel saraf, misalnya hipokalsemia danhipomagnesemia.c.
 
Perubahan relatif neurotransmitter yang bersifat eksitasi dibandingkanneurotransmitter inhibisi dapat menyebabkan deporalisasi yang berlebihan,misalnya ketidak seimbangan antara GABA atau glutamat akan menyebabkankejang.Patofisiologi kejang demam secara pasti belum diketahui, diperkirakan bahwapada keadaan demam terjadi peningkatan reaksi kimia tubuh. Dengan demikianreaksi-reaksi oksidasi terjadi lebih cepat dan akibatnya oksigen akan lebih cepathabis, terjadilah keadaan hipoksia.Demam dapat menimbulkan kejang melalui mekanisme sebagai berikut:a.
 
Demam dapat menurunkan nilai ambang kejang pada sel-sel yang belummatang/immatur.b.
 
Timbul dehidrasi sehingga terjadi gangguan elektrolit yang menyebabkangangguan permeabilitas membran sel.c.
 
Metabolisme basam meningkat sehingga menyebabkan peningkatan asamlaktat dan CO
2
yang akan merusak neuron.d.
 
Demam meningkatkan
Cerebral Blood Flow
(CBF) serta meningkatkankebutuhan oksigen dan glukosa, sehingga menyebabkan gangguan pengaliranion-ion keluar masuk sel.
 
22Faktor resiko berulangnya Kejang Demam adalah :a.
 
Riwayat kejang demam dalam keluargab.
 
Usia kurang dari 12 bulanc.
 
Temperatur yang rendah saat kejangd.
 
Cepatnya kejang saat demam.3.
 
PENATALAKSANAAa.
 
Kejang Demam Sederhana-
 
Diazepam secara rectal-
 
Pemberian antipiretik (paracetamol atau ibuprofen)-
 
KIE
bila kejang berulang kembali ke Rumah Sakit.b.
 
Kejang Demam Kompleks-
 
Antipiretik bila panas ( parasetamol/ibuprofen )
o
 
Parasetamol : 10
 – 
15 mg/kgBB/kali (4 kali pemberian)
o
 
Ibuprofen : 10 mg/kgBB/kali (3 kali pemberian)-
 
Obat terusan fenobarbital (3
 – 
5 mg/kgBB/hari) atau asam valproat (10
 – 
 40 mg/kgBB/hari) diberikan bila terdapat faktor resiko dibawah ini :
o
 
Terdapat riwayat kejang tanpa demam pada orang tua atau saudarakandung
o
 
Terdapat defisit neurologis sebelum dan sesudah kejang yangbersifat sementara atau menetap (palsi serebralis, retardasi mental,dan mikrosefali)
o
 
Terdapat kejang fokal
o
 
Lama kejang lebih dari 15 menit
o
 
Kejang Berulang-
 
Obat Intermiten :
o
 
Diazepam oral : 0,3
 – 
0,5 mg/kgBB/hari setiap 8 jam pada saatdemam.
o
 
Diazepam rectal : 0,5 mg/kgBB/kali (3 kali pemberian).

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->