Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pio

Pio

Ratings: (0)|Views: 107 |Likes:
Published by Evi Rosyida Sari

More info:

Published by: Evi Rosyida Sari on Jul 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/16/2013

pdf

text

original

 
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALANTERHADAP KUALITAS PELAYANAN INFORMASI OBATAPOTEK INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUMDAERAH Dr. MOEWARDI SURAKARTASKRIPSI
Oleh :
NITYA AJENG NARAYANTY PRASETYAK 100050069FAKULTAS FARMASIUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTASURAKARTA2009
 
BAB IPENDAHULUAN
A.
 
Latar Belakang Masalah
Menghadapi era persaingan yang ketat hal utama yang perlu diperhatikanoleh Rumah Sakit adalah kepuasan pelanggan agar dapat bertahan, bersaing,mempertahankan pasar yang sudah ada. Untuk itu Rumah Sakit harus mampumempertahankan kualitasnya dengan memberikan pelayanan yang sesuai denganharapan pasien sehingga konsumen merasa puas.Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor1197/Menkes/SK/X/2004 tentang Standar Pelayanan Farmasi Rumah Sakitmenyebutkan bahwa pelayanan farmasi rumah sakit adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan rumah sakit yang berorientasi kepadapelayanan pasien, penyediaan obat yang bermutu, termasuk pelayanan farmasiklinik yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. Tuntutan pasien danmasyarakat akan mutu pelayanan farmasi, mengharuskan adanya perubahanpelayanan dari paradigma lama (
drug oriented 
) ke paradigma baru (
 patient oriented 
) dengan filosofi
Pharmaceutical Care
(pelayanan kefarmasian). Praktek pelayanan kefarmasian merupakan kegiatan yang terpadu dengan tujuanmengidentifikasi, mencegah dan menyelesaikan masalah yang berhubungandengan kesehatan (Anonim, 2004).Ketidakpatuhan
(non compliance)
dan ketidaksepahaman
(noncorcondance)
pasien dalam menjalankan terapi merupakan salah satu penyebab
 
kegagalan terapi. Hal ini sering disebabkan karena kurangnya pengetahuan danpemahaman pasien tentang obat dan segala sesuatu yang berhubungan denganpenggunaan obat untuk terapinya. Mencegah penggunaan obat yang salah
(drugmisuse)
dan memberikan pengetahuan serta pemahaman pasien dalampenggunaan obat yang akan berdampak pada kepatuhan pengobatan dankeberhasilan dalam proses penyembuhan maka sangat diperlukan pelayananinformasi obat untuk pasien dan keluarga. Apoteker bertanggung jawab untuk memberikan informasi yang tepat tentang terapi obat kepada pasien (Anonim
a
,2006).Pasien khususnya rawat jalan sangat membutuhkan informasi yang lengkaptentang obatnya, karena informasi tersebut menentukan keberhasilan terapi yangdilakukanya sendiri di rumah. Pasien akan merasa puas apabila ada persamaanantara harapan dan kenyataan pelayanan kesehatan yang diperoleh. Kepuasanpengguna pelayanan kesehatan mempunyai kaitan yang penting dengan hasilpelayanan kesehatan, baik secara medis maupun non medis seperti: kepatuhanterhadap pengobatan, pemahaman terhadap informasi medis dan kelangsunganperawatan. Pelayanan yang baik, perlakuan yang baik dan mendapatkankemudahan dalam pelayanan juga menentukan kepuasan pasien (Supranto, 1997).Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakartamerupakan rumah sakit pemerintah dan sebagai Badan Layanan Umum dituntutuntuk memberikan pelayanan yang maksimal dengan biaya minimal. BersertifikatISO 9001:2008 yang berarti telah ada penjaminan mutu pelayanan dengan taraf internasional. Visi yaitu menjadi pusat rujukan pelayanan farmasi Rumah Sakit di

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->