Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
20Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kabinet Indonesia Masa Demokrasi Liberal

Kabinet Indonesia Masa Demokrasi Liberal

Ratings: (0)|Views: 2,203 |Likes:
Published by Billie
Kabinet Indonesia Tahun 1950-1959
Kabinet Indonesia Tahun 1950-1959

More info:

Published by: Billie on Jul 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/22/2013

pdf

text

original

 
Kabinet IndonesiaEra Demokrasi Liberal ( 1950 - 1959 )
Pada masa demokrasi liberal, terjadi banyak pergantian kabinet diakibatkansituasi politik yang tidak stabil. Tercatat ada 7 kabinet pada masa ini.1.
 
1950-1951 - Kabinet Natsir2.
 
1951-1952 - Kabinet Sukiman-Suwirjo3.
 
1952-1953 - Kabinet Wilopo4.
 
1953-1955 - Kabinet Ali Sastroamidjojo I5.
 
1955-1956 - Kabinet Burhanuddin Harahap6.
 
1956-1957 - Kabinet Ali Sastroamidjojo II7.
 
1957-1959 - Kabinet Djuanda
I. Kabinet Natsir
Kabinet Natsir memerintah antara tanggal 6 September 1950
 – 
20 Maret1951. Setelah bentuk negara RIS dibubarkan, kabinet pertama yang membentuk NKRI adalah kabinet Natsir yang merupakan kabinet koalisi yang dipimpin olehMasyumi dan PNI sebagai partai kedua terbesar menjadi oposisi. PNI menolak ikut serta dalam komite karena merasa tidak diberi kedudukan yang tepat sesuaidengan kekuatannya. Tokoh-tokoh terkenal yang mendukung kabinet ini adalahSri Sultan HB IX, Mr. Asaat, Mr. Moh Roem, Ir Djuanda dan Dr. SumitroDjojohadikusuma. Program pokoknya adalah :1.
 
Menggiatkan usaha keamanan dan ketenteraman2.
 
Konsolidasi dan menyempurnakan pemerintahan3.
 
Menyempurnakan organisasi angkatan perang4.
 
Mengembangkan dan memperkuat ekonomi kerakyatan5.
 
Memperjuangkan penyelesaian masalah Irian BaratPada masa kabinet ini, terjadi pemberontakan hampir di seluruh wilayahIndonesia, masalah dalam keamanan negeri, seperti gerakan DI/TII, GerakanAndi Azis, Gerakan APRA, Gerakan RMS. Perundingan masalah Irian Barat juga mulai dirintis, tetapi mengalami jalan buntu. Pada tanggal 22 Januari 1951,parlemen menyampaikan mosi tidak percaya dan mendapat kemenangansehingga pada tanggal 21 Maret 1951, Perdana Menteri Natsir mengembalikanmandatnya kepada Presiden.
 
Penyebab lainnya adalah seringnya mengeluarkanUndang Undang Darurat yang mendapat kritikan dari partai oposisi.
 
II. Kabinet Sukiman-Suwirjo
Kabinet Sukiman-Suwirjo merupakan kabinet kedua setelah pembubaranRIS. Bertugas pada periode 27 April 1951 - 3 April 1952, kabinet inisebenarnya telah didemosioner sejak 23 Februari 1952.
 
Kabinet Sukimanmerupakan koalisi antara Masyumi dengan PNI. Pada masa Kabinet Sukimanmuncul berbagai gangguan keamanan, misalnya DI/TII semakin meluas danRepublik Maluku Selatan. Kabinet ini jatuh karena kebijakan politik luarnegerinya diangap condong ke Serikat. Pada tanggal 15 Januari 1952 diadakanpenandatanganan Mutual Security Act (MSA). Perjanjian ini berisi kerja samakeamananan dan Serikat akan memberikan bantuan ekonomi dan militer.
III. Kabinet Wilopo
Kabinet Wilopo bertugas pada periode 3 April 1952 - 30 Juli 1953.
 
Kabinet Wilopo didukung oleh PNI, Masyumi, dan PSI. Prioritas utamaprogram kerjanya adalah peningkatan kesejahteraan umum.
 
Kabinet inibertugas mengadakan persiapan pemilihan umum dan pembentukan dewankonstituante. Namun sebelum tugas ini dapat diselesaikan, kabinet ini pun harusmeletakkan jabatan. Hal ini disebabkan karena daerah-daerah makin tidak percaya kepada pemerintah pusat. Peristiwa penting yang terjadi semasapemerintahannya adalah peristiwa 17 Oktober 1952 dan peristiwa TanjungMorawa. Peristiwa 17 Oktober 1952, yaitu tuntutan rakyat yang didukung olehAngkatan Darat yang dipimpin Nasution, agar DPR Sementara dibubarkandiganti dengan parlemen baru. Sedang Peristiwa Tanjung Morawa (SumatraTimur) mencakup persoalan perkebunan asing di Tanjung Morawa yangdiperebutkan dengan rakyat yang mengakibatkan beberapa petani tewas.
IV.
 
Kabinet Ali Sastroamijoyo I
Kabinet Ali Sastroamidjojo I, sering disebut Kabinet Ali-Wongso atauKabinet Ali-Wongso-Arifin, memerintah pada periode 30 Juli 1953 - 12Agustus 1955. Prestasi yang dicapai adalah terlaksananya Konferensi AsiaAfrika di Bandung 18-24 April 1955. Meskipun Kabinet Ali Sastroamidjojoberhasil dalam politik luar negeri yaitu, dengan menyelenggarakan KonferensiAsia Afrika di Bandung pada bulan April 1955, namun Kabinet AliSastroamidjojo harus meletakkan jabatan sebelum dapat melaksanakan tugasutamanya yaitu pemilu, alasannya karena pimpinan TNI-AD menolak pimpinanbaru yang diangkat Menteri Pertahanan.
 
V. Kabinet Burhanuddin Harahap
Kabinet Burhanuddin Harahap bertugas pada periode 12 Agustus 1955 -24 Maret 1956. Kabinet ini demosioner pada 1 Maret 1956 seiringan dengandiumumkannya hasil pemilihan umum pertama Indonesia. Kabinet ini dipimpinoleh Burhanudin Harahap dengan inti Masyumi. Keberhasilan yang diraihadalah menyelenggarakan pemilu pertama tahun 1955. Usaha ini berhasilsekalipun mengalami kendala-kendala yang berat. Pada tanggal 29 September1955 pemilihan anggota-anggota parlemem dilakukan, dan pada tanggal 15Desember 1955 diadakan pemilihan umum untuk Konstituante. Setelah itukabinet Burhanudin meletakkan jabatan dan kemudian dibentuk kabinet baruyang sesuai dengan hasil pemilihan umum. Selain masalah pemilihan umumKabinet Burhanuddin juga berhasil menyelesaikan masalah TNI-AD dengandiangkatnya kembali Kol. A.H.Nasution sebagai KASAD pada bulan Oktober1955. Selain itu dalam politik luar negeri kabinet ini condong ke barat danberusaha mengadakan perundingan dengan Belanda mengenai soal Irian Barat.
VI. Kabinet Ali Sastroamidjojo II
Kabinet Ali Sastroamidjojo II, sering pula disebut Kabinet Ali-Roem-Idham, bertugas pada periode 24 Maret 1956 - 14 Maret 1957. Kabinet Alikembali diserahi mandat pada tanggal 20 Maret 1956 yang merupakan koalisiantara PNI, Masyumi, dan NU. Program pokok kabinet ini :1.
 
Pembatalan KMB pada tanggal 3 Mei 1956 untuk memperbaiki masalahekonomi yang mengalami kesulitan, disusul oleh munculnya gerakanseparatisme yang dikenal dengan PRRI/Permesta.2.
 
Perjuangan mengembalikan Irian Barat ke pangkuan RI.3.
 
Pemulihan keamanan dan ketertiban, pembangunan ekonomi, keuangan,industri, perhubungan, pendidikan dan pertanian.4.
 
Melaksanakan keputusan Konferensi Asia Afrika.Sementara program berjalan timbul masalah-masalah baru. Pertama kegagalandalam memaksa pihak Belanda agar menyerahkan Irian Barat dan pembatalanperjanjian KMB. Kedua, berkembangnya masalah anti Cina di kalangan rakyatyang tidak senang melihat kedudukan istimewa golongan ini dalamperdagangan. Sehingga perkelahian dan pengrusakan terjadi di beberapa kota.Ketiga di beberapa daerah timbul perasaan tidak puas terhadap pemerintahpusat. Hal ini menimbulkan terjadinya pergolakan di beberapa daerah.Pergolakan daerah itu mendapat dukungan dari beberapa panglima TNI-AD,

Activity (20)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
ismailpakaya liked this
Jessica Adrya liked this
yayansupyan liked this
UlLy Ayya liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->