Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
tatalaksana multi drug resisten salmonella thypi

tatalaksana multi drug resisten salmonella thypi

Ratings: (0)|Views: 232 |Likes:
Published by medishad

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: medishad on Jul 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/20/2014

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANPenyakit demam tifoid merupakan suatu penyakit sistemik akut yang disebabkanoleh infeksi kuman Salmonella typhi. Hingga saat ini penyakit demam tifoid masihmerupakan masalah kesehatan di negara-negara tropis termasuk di Indonesia. Kejadiandemam tifoid di dunia sekitar 16 juta kasus setiap tahunnya, 7 juta kasus terjadi di Asiatenggara dengan angka kematian 600.000 per tahun. Sedangkan di Indonesia ditemukansekitar 760-810 kasus per 100.000 penduduk pertahun dengan dengan angka kematian 3,1-10,4 %
(1)
Berbagai faktor ikut berpengaruh terhadap kejadian dan kematian penyakit demamtifoid, yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal antara lain adalahvirulensi kuman salmonella typhi, mutasi genetik sehingga salmonella thypi menjadi lebihvirulen, kesehatan lingkungan yang belum memenuhi syarat kesehatan, kebersihanindividu serta persediaan air bersih yang belum memadai. Faktor internal adalahmenurunnya sistem kekebalan tubuh penderita. Selain dari faktor tersebut masih ada satufaktor lagi yang perlu mendapat perhatian serius adalah mengenai meluasnya resistensiSalmonella thypi terhadap obat –obat yang diberikan (
Multi drug resistant 
Salmonellathypi/ MDRST ).
Multi drug resistant 
Salmonella thypi adalah Strain Salmonella typhiyang resisten terhadap 2 atau lebih jenis antibiotik yang lazim dipergunakan sepertiampisilin, kloramfenikol, dan kotrimoksazol. Dengan ditemukannya MDR Salmonellatyphi, maka pemilihan antibiotik yang tepat akan menjadi masalah, termasuk kendala biaya
(1,2)
.Gambaran meningkatnya resistensi suatu mikroba terhadap antibiotik adalahsejalan dengan usia penggunaan antibiotik. Peningkatan resistensi ini dipercepat akibat penggunaan antibiotik yang tidak tepat dalam hal indikasi, dosis, dan lama terapi.Oleh karena itu test sensitivitas organisme yang mempunyai kecenderungan untuk resistenseperti halnya
Salmonella
sangatlah penting
(3)
.Pola kuman dan sensitivitasnya Salmonella Typhi terhadap antibiotik berbeda–  beda tergantung pada tempat dan waktu dimana demam tifoid berjangkit. Insiden S.thypi1
 
yang resisten terhadap terhadap beberapa obat antibiotik adalah 67,65 di Bombay(India)tahun 1990. Pada awal 1990 di Calcutta 92,3 % dari salmonella typhi ditemukan resistenterhadap kloramfenikol, ampisilin, tetrasiklin, dan kotrimoksazol. Di Bangladesh padatahun 1990, 38 % dari S. typhi secara simultan resisten terhadap kloramfenikol, ampisilin,dan kotrimoksazol. Dikorea, hampir semua S. typhi sensitif secara in vitro terhadapkloramfenikol, ampisilin, dan kotrimoksazol
(4)
.Dengan adanya data-data tentang variasi pola kepekaan kuman S.typhi padawaktu dan tempat yang berbeda-beda maka perlu dilakukan surveilans resistensi secara berkala, baik dalam skala lokal, nasional maupun internasional. Hal ini dimaksudkanuntuk berbagai kepentingan, antara lain ialah untuk strategi pemilihan antibiotik sehinggadapat mempengaruhi kebijakan penggunaan antibiotik di Rumah Sakit, membantu pemerintah dan swasta untuk membuat kebijakan dalam suplai dan promosi antibiotik 
(3)
.Saat ini antibiotik golongan kuinolon dapat digunakan untuk pengobatan padakasus
 Multi drug resistant 
Salmonella thypi pada orang dewasa. Obat ini relatif murah,lebih toleran dan sangat aktif terhadap spesies Salmonella in vitro, penetrasinya sangat baik ke dalam makrofag, dan mencapai konsentrasi tinggi dalam rongga usus dan empedu.Obat anti mikroba ini dapat mengurangi carrier kronis dan angka kekambuhan.Sedangkan untuk pengobatan pada kasus
 Multi drug resistant 
Salmonella thypi pada anak-anak dan wanita hamil dapat digunakan sefalosforin generasi ketiga
(4,5)
.Reperat ini dibuat untuk lebih mengetahui tatalaksana multi drug resistenSalmonela thypi pada kasus demam tifoid.BAB II2
 
DEMAM TIFOIDPenyakit demam tifoid merupakan suatu penyakit sistemik akut yang disebabkanoleh infeksi kuman Salmonella typhi. Kuman Salmonella typhi termasuk kelompok  bakteri famili enterobacteriaceae dari genus Salmonella. Kuman berspora, motile, berflagela, berkapsul, tumbuh dengan baik pada suhu optimal 37ºC (15ºC-41ºC), bersifatfakultatif anaerob, dan hidup subur pada media yang mengandung empedu. Kuman inimati pada pemanasan suhu 54,4ºC selama satu jam, dan 60ºC selama 15 menit, serta tahan pada pembekuan dalam jangka lama
(6)
. Salmonella memunyai karakteristik fermentasiterhadap glukosa dan manosa, namun tidak terhadap laktosa dan sukrosa. Kuman inimempunyai 3 macam antigen
(1)
:1.Antigen O ( somatik ), terletak pada lapisan luar, yang mempunyai komponen protein, lipopolisakarida, dan lipid. Sering disebut endotoksin2.Antigen H ( flagella ), terdapat pada flaggela, fimbriae dan pili dari kuman, berstruktur kimia protein.3.antigen Vi ( antigen permukaan ), pada selaput dinding kuman untuk melindungifagositosis dan berstruktur kimia proteinGambar 1. salmonella sp
(7)
2.1 Patogenesis3

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
roy_gaul_1 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->