Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
18Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Analisa Pengembangan Terminal Peti Kemas Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar

Analisa Pengembangan Terminal Peti Kemas Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar

Ratings: (0)|Views: 2,355|Likes:

More info:

Published by: Tania Edna Bhakty Soetjipto on Jul 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/17/2013

pdf

text

original

 
Seminar akademik FT-UJB, 12 Juli 2007
Tania Edna Bhakty 
1
ANALISA PENGEMBANGAN TERMINALPETI KEMAS PELABUHAN SOEKARNO HATTAMAKASSAR
Oleh : Tania Edna BhaktyNuzla NuraniaJurusan SipilFakultas Teknik Universitas JanabadraJuli 2007
INTISARI
Teknologi transportasi laut berkembang cukup signifikan. PelabuhanSoekarno Hatta Makassar sebagai salah satu
gate way port 
saat ini jugamengalami perkembangan sangat pesat. Penelitian ini bermaksud untuk mengkajikinerja terminal peti kemas Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar.Analisa pengembangan terminal peti kemas Pelabuhan Soekarno HattaMakassar menggunakan metode
regresi linear 
dengan menggunakan aruskunjungan kapal dan arus peti kemas dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2004.Berdasarkan hasil proyeksi maka dapat diketahui kapasitas terpasang dankebutuhan fasilitas Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar untuk tahun 2009 dantahun 2014.Fasilitas di terminal PK Pelabuhan Soekarno adalah panjang dermagasebesar 490 m, luas lapangan penumpukan sebesar 7,5 Ha dan luas CFS sebesar4.000 m
2
. Fasilitas peralatan diantaranya
gantry crane
sebanyak 2 unit,
transtainer 
sebanyak 5 unit,
reach stacker 
sebanyak 2 unit. Berdasarkan analisa
regresi
diperoleh hasil yaitu arus kunjungan kapal pada tahun 2009 sebesar 720unit sedangkan tahun 2014 sebesar 805 unit. Arus peti kemas pada tahun 2009sebesar 372.714 TEU’s dan pada tahun 2014 sebesar 492.234 TEU’s. Prediksipanjang dermaga pada tahun 2009 adalah sama dengan prediksi pada tahun 2014yaitu sebesar 700 m, begitu pula dengan prediksi jumlah dermaga pada tahun2009 dan tahun 2014 adalah sebanyak 4 dermaga. Kebutuhan lapanganpenumpukan masih cukup sampai tahun 2012, tetapi pada tahun 2014 kapasitaslapangan penumpukan yang dibutuhkan adalah sebesar 8,15 Ha. Luas CFS dankapasitas peralatan diprediksi masih mampu menangani arus peti kemas hinggatahun 2014.Kata kunci : terminal, peti kemas, pelabuhan.
1.
 
PENDAHULUAN1.1.
 
Latar Belakang
Pelabuhan Soekarno Hatta yang teletak di Makassar merupakan pelabuhaninternasional, dan berfungsi sebagai pintu gerbang di Kawasan Timur Indonesia(KTI). Perkembangan ekonomi dunia yang cepat telah membawa dampak salahsatunya adalah penggunaan peti kemas (
container 
). Untuk melayani berbagai jeniskapal dan segala kegiatan yang berhubungan dengan pengiriman maupun
 
Seminar akademik FT-UJB, 12 Juli 2007
Tania Edna Bhakty 
2penerimaan barang melalui
container 
diperlukan terminal peti kemas. PelabuhanSoekarno Hatta Makassar, Sulawesi Selatan akan diperluas pada tahun mendatangguna mengantisipasi tuntutan pengguna jasa kepelabuhanan yang makinmeningkat dewasa ini.Gambar 1. Lokasi Pelabuhan Soekarno Hatta
1.2.
 
Tujuan Penelitian
Mengetahui kinerja terminal peti kemas Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar sertamengetahui prediksi kemampuan pelayanan kegiatan bongkar muat peti kemasuntuk tahun 2009 dan tahun 2014.
2.
 
LANDASAN TEORI2.1.
 
Kapasitas Infrastruktur Pelabuhan
 A.
 
Kapasitas dermagaKapasitas dimaksudkan sebagai kemampuan dermaga untuk dapatmenerima arus bongkar muat peti kemas, yang dirumuskan sebagai berikut (Delvi,2003) :
 
KD = L × BTP × N ...................................................................................... (1)dengan: KD = Kapasitas dermaga (TEU, ton, m, box)L = Panjang dermaga (m)BTP =
 Berth Throughput 
( TEU, ton, m
3
, box/m/thn )N = Faktor konversi (kalau diperlukan)B.
 
Panjang dermagaTerdapat dua metode untuk menghitung kebutuhan panjang dermaga,yaitu berdasarkan arus kunjungan kapal peti kemas dan berdasarkan arus petikemas.
Cara 1
Untuk menghitung kebutuhan panjang dermaga, dapat dipakai rumus IMO(
 Internasional Maritime OrganizationI 
).Lp = n L
1
+ 10 % .................................................................................... (2)L
1
= Loa + 10 % Loa .............................................................................. (3)= n ( Loa + 10 % Loa ) + 10 % Loa= n . Loa + n . 10 % LoaJadi Lp = n×Loa + (n + 1) 10 % Loa ............................................................. (4)
 
Seminar akademik FT-UJB, 12 Juli 2007
Tania Edna Bhakty 
3
LoaLp = n L1 + 10% Loa10 % LoaL1L1
dengan: Lp = Panjang dermaga (m)n = Jumlah dermagaLoa = Panjang kapal (m)Gambar 2. Ukuran Panjang DermagaUntuk menghitung jumlah dermaga, rumus yang digunakan adalah :n =
 BORSt Vs
××
365
............................................................................................ (5)dengan : n = jumlah dermaga (unit)St = waktu pelayanan (hari)Vs = kunjungan kapal (unit)BOR =
berth occupancy ratio
(%)Untuk nilai BOR, UNCTAD memberikan rekomendasi seperti terlihat dalamTabel 1.Tabel 1. Rekomendasi nilai BOR
No. Number of berth on thegroupRecommended berth occupancy (%)123456
123456-9405055606570
Sumber :
UNCTAD
(dalam Delvi, 2003)
 BTP ABM 
Cara 2
Untuk menghitung kebutuhan panjang dermaga, rumus yang digunakan adalah :Lp = .................................................................................................. (6)dengan : Lp = panjang dermaga (m)ABM = arus bongkar muat peti kemasBTP =
berth throughput 
(TEU)
 
C.
 
Kebutuhan lapangan penumpukanKebutuhan luas untuk tiap TEU tergantung dari tipe peralatan yang dipakai untuk menangani peti kemas dan kebutuhan akan akses sesuai dengan peralatan tersebutserta tinggi penumpukan. Kebutuhan tersebut terlihat seperti dalam tabel 2.Tabel 2. Luas area berdasarkan peralatan
PeralatanKetinggian tumpukan(jumlah peti kemas)m
2
/TEU’sPK 20
PK 40
 
Trailer 
1 45 90
Forklift 
1 60 802 30 403 20 27
Gantry Crane 
2 153 104 7,5
Sumber :
UNCTAD
(dalam Delvi, 2003)

Activity (18)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Maharyasa Ardi liked this
'Muhamad Iqsan' liked this
Su Darto liked this
Mawanz Hermawan liked this
Prasetia Ikhwan liked this
Is Paputungan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->