~ Neil Z. Miller, peneliti vaksin internasional
“Vaksin bertanggung jawab terhadap peningkatan jumlah anak
-anak dan orang dewasa yangmengalami gangguan sistem imun dan syarat, hiperaktif, kelemahan daya ingat, asma, sindromkeletihan kronis, lupus, artritis reumatiod, sklerosis multiple, dan bahkan epilepsi. Bahkan AIDS yang
tidak pernah dikenal dua dekade lalu, menjadi wabah di seluruh dunia saat ini.”
~ Barbara Loe Fisher, Presiden Pusat Informasi Vaksin Nasional Amerika
“Tak masuk akal memikirkan bahwa Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan
dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatan. Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yangtergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi,dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugarantubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apapun juga ke dal
amnya.”
~ Dr. William Hay, dalam buku “Immunisation: The Reality behind the Myth”
Dan masih banyak lagi pendapat ilmuwan yang lainnya.
Dan ternyata faktanya di Jerman para praktisi medis, mulai dokter hingga perawat, menolak adanyaimunisasi campak. Peno
lakan itu diterbitkan dalam “Journal of the American Medical Association” (20Februari 1981) yang berisi sebuah artikel dengan judul “Rubella Vaccine in Suspectible HospitalEmployees, Poor Physician Participation”. Dalam artikel itu disebutkan bahwa jumla
h partisipanterendah dalam imunisasi campak terjadi di kalangan praktisi medis di Jerman. Hal ini terjadi pada parapakar obstetrik, dan kadar terendah lain terjadi pada para pakar pediatrik. Kurang lebih 90% pakarobstetrik dan 66% parak pediatrik menolak suntikan vaksin rubella.
Lalu mengapa bisa hal itu terjadi? Apa rahasia di balik vaksin dan imunisasi?
Menurut penelitian saya tentang imunisasi yang telah saya lakukan sejak beberapa tahun lalu. Sayaberusaha mengaitkannya dengan metode ilmu genetik dalam Islam yang sedikit telah saya pahami.Vaksin yang telah diproduksi dan dikirim ke berbagai tempat di belahan bumi ini (terutama negaramuslim, negara dunia ketiga, dan negara berkembang), adalah sebuah proyek untuk mengacaukan sifatdan watak generasi penerus di negara-negara tersebut.Vaksin tersebut dibiakkan di dalam tubuh manusia yang bahkan kita tidak ketahui sifat dan asalmuasalnya. Kita tau bahwa vaksin didapat dari darah sang penderita penyakit yang telah berhasilmelawan penyakit tersebut. Itu artinya dalam vaksin tersebut terdapat DNA sang inang dari tempatvirus dibiakkan tersebut.
Pernahkah anda berpikir apabila DNA orang asing ini tercampur dengan bayi yang masihdalam keadaan suci?
DNA adalah berisi cetak biru atau rangkuman genetik leluhur-leluhur kita yang akan kita warisi.Termasuk sifat, watak, dan sejarah penyakitnya.Lalu apa jadinya apabila DNA orang yang tidak kita tau asal usul dan wataknya bila tercampur denganbayi yang masih suci? Tentunya bayi tersebut akan mewarisi genetik DNA sang inang vaksin tersebut.Pernahkan anda terpikir apabila sang inang vaksin tersebut dipilih dari orang-orang yang terbuang,kriminal, pembunuh, pemerkosa, peminum alkohol, dan sebagainya?Dari banyak sumber yang saya dengar selama ini, penelitian tentang virus dilakukan kepada paranarapidana untuk menghemat biaya penelitian, atau malah mungkin hal itu disengaja?
Zat-zat kimia berbahaya dalam vaksin.
Vaksin mengandung substansi berbahaya yang diperlukan untuk mencegah infeksi dan meningkatkanperforma vaksin. Seperti merkuri, formaldehyde, dan aluminium, yang dapat membawa efek jangkapanjang seperti keterbelakangan mental, autisme, hiperaktif. alzheimer, kemandulan, dll. Dalam 10tahun terakhir, jumlah anak autis meningkat dari antara 200
–
500 % di setiap negara bagian di