Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
kppu

kppu

Ratings: (0)|Views: 81 |Likes:
Published by Marfuatul Latifa

More info:

Published by: Marfuatul Latifa on Jul 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/25/2012

pdf

text

original

 
Tinjauan Yuridis Terhadap Kewenangan Luar BiasaKomisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)Dalam Memberikan Putusan
Oleh : SIGIT HANDOYO SUBAGIONO, S.H., M.H.*
A. LATARBELAKANG
Cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia sudah jelas tercantum dalamPembukaan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945), yaitu “Kesejahteraan UmumSeluruh Rakyat”. Masalah yang kita hadapi adalah bagaimana menerjemahkanpengertian kesejahteraan atau lebih tepat “kesejahteraan sosial” bagi rakyat danmasyarakat Indonesia.
1
 Penataan kembali kegiatan usaha di Indonesia akhirnya ditandai dengandiundangkannya Undang-undang No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, yang berasaskan kepada demokrasiekonomi dengan memerhatikan keseimbangan antara kepentingan pelaku usaha dankepentingan umum dengan tujuan untuk menjaga kepentingan umum danmelindungi konsumen, menumbuhkan iklim usaha yang kondusif melalui
*Penulis adalah Advokat pada
Warens & Partners Law Firm dan Alumni Program Magister IlmuHukum di Fakultas Hukum - Universitas Pancasila
.
1
Apa yang tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 itulah yang secara luhur dan abadimenjadi pedoman perjuangan bangsa dan pemerintah negara Indonesia yang dibentuk selalu bertugasmelindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, serta untuk kesejahteraanumum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkankemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Mubyarto,
Sistem Dan Moral Ekonomi Indonesia
,cet.1, (Jakarta: LP3ES, 1998), hal.227. Lihat juga Jimly Asshiddiqie,
Konsolidasi Naskah UUD 1945Setelah Perubahan Keempat 
, (Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UniversitasIndonesia, 2002), pada Pembukaan UUD 1945.
 
2terciptanya persaingan usaha yang sehat dan menjamin kepastian kesempatanberusaha yang sama bagi setiap orang, mencegah praktek-praktek monopoli sertamenciptakan efektifitas dan efisiensi dalam rangka meningkatkan ekonominasional.
2
 Dari segi penegakkan hukum, Undang-undang (UU) ini memiliki ciri khasyaitu dengan adanya keberadaan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yangmemiliki tugas dan wewenang untuk melakukan Penyidikan, Penuntutan dan jugasekaligus sebagai Pengadilan sebagaimana diatur dalam Pasal 35 dan Pasal 46,
3
 selain daripada itu dalam UU ini juga diatur adanya larangan terhadap praktek monopoli dan monopsoni serta persaingan usaha tidak sehat melarang pelaku usahamelakukan kegiatan yang menimbulkan terjadinya penguasaan atau pemusatanproduksi dan atau pemasaran.
2
J.Soedrajad Djiwandono berpendapat bahwa pembangunan di Indonesia banyak terdapat kelemahandi bidang ekonomi, yang menyangkut 3 (tiga) hal, yakni: (1)
Pertama
, besarnya pinjaman korporasi,terutama pinjaman jangka pendek dalam mata uang asing (Dollar) tanpa lindung nilai/ 
hedging
. Padaumumnya, praktek pembiayaan usaha di Indonesia sangat mengandalkan pinjaman, sehingga
debt toequility ratio
perusahaan terlalu tinggi; (2)
Kedua
, lemahnya sistim perbankan seperti nampak daribanyaknya bank yang lemah modal, besarnya kredit macet dan lemahnya kepatuhan terhadap peraturanprudensial. Ini bersamaan dengan pengawasan yang lemah. Pada umumnya “
goevernance
” dantransparansi yang lemah pada industri perbankan maupun otoritanya; (3)
Ketiga
, lemahnya sektor riil;kegiatan investasi, produksi dan perdagangan sebagai akibat dari masalah kapitalisme kroni denganpraktek monopoli dan oligopoli yang menimbulkan rendahnya efisiensi serta besarnya kebocoran karenakorupsi dan pemborosan. J. Soedrajad Djiwandono, “Prospek Pemulihan Dan Pembangunan EkonomiIndonesia,” (Makalah disampaikan pada Pokok-pokok Dalam Sarasehan Nasib Reformasi di Indonesia,Kedubes Republik Indonesia di Singapura, 19 Agustuts 2001), hal.3.
3
Untuk melihat kewenangan KPPU untuk memutus dan menetapkan ada atau tidaknya kerugian dapatdilihat pada Huruf j Pasal 36 UU No. 5 Tahun 1999. Indonesia (a),
Undang-undang Tentang LaranganPraktek Monopoli Dan Persaingan Tidak Sehat,
UU No. 5 Tahun 1999, LN No. 33 Tahun 1999,TLN. No. 3817, Pasal 35 dan Pasal 36.
 
3Hal tersebut di atas menjadi menarik untuk dibahas, karena Undang-undangNo. 5 tahun 1999 juga memiliki kekurangan. Kekurangan yang sangat nyata yaknidalam hal pengaturan hukum acaranya walaupun dalam teknis substansial sudahcukup mendapat penjelasan. Sehingga apabila kita ingin mengetahui bagaimanaproses pemeriksaan oleh KPPU, proses pemeriksaan upaya hukum keberatandi Pengadilan dan proses pemeriksaan upaya hukum Kasasi di Mahkamah Agungtidak dapat ditemukan dalam Undang-undang tersebut. Untuk mengisi kekosonganhukum itulah pada tahun 2003 dikeluarkan Peraturan Mahkamah Agung (Perma)No. 1 tahun 2003 Tentang Tata Cara Pengajuan Upaya Hukum Keberatan TerhadapPutusan KPPU, akan tetapi seiring dengan perkembangan yang terjadi di Indonesia,Perma tersebut telah diubah dengan dikeluarkannya Perma No. 3 tahun 2005
4
.Pasal 35 dan Pasal 36 Undang-undang No. 5 tahun 1999, memberikan KPPUtugas dan wewenang untuk melakukan penyidikan, penuntutan dan sekaligus sebagaipengadilan yang dapat memutuskan dan menetapkan ada atau tidaknya kerugianbaik itu di pihak pelaku usaha lain atau masyarakat. Kewenangan luar biasa inilahyang menjadi masalah pokok dalam penelitian tesis ini. Pada waktu awal-awalKPPU mengeluarkan putusan, mulai muncul masalah mengenai bagaimana carapengadilan memeriksa upaya hukum keberatan atas Putusan KPPU tersebut karenadi dalam Undang-undang No. 5 tahun 1999 hanya disebutkan bahwa keberatan
4
Lihat dalam BAB VI tentang Ketentuan Penutup Pasal 9 Perma No. 3 tahun 2005, ditegaskan bahwadengan diberlakukannya peraturan Mahkamah Agung ini, maka Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1Tahun 2003 tidak berlaku lagi. Mahkamah Agung,
Peraturan Mahkamah Agung Tentang Tata CaraPengajuan Upaya Hukum Keberatan Terhadap Putusan KPPU,
Perma No. 3, tahun 2005, Pasal 9.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->