Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Materi Kelas x Semester 2

Materi Kelas x Semester 2

Ratings: (0)|Views: 139 |Likes:
Published by askiravistara2

More info:

Published by: askiravistara2 on Jul 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/09/2013

pdf

text

original

 
By : guns.herry@yahoo.co.id
1
BAB VILITOSFER DAN PEDOSFER
Bencana seperti gempa menjadi hal yang tidak mengejutkan lagi jika kita tahu bahwa kemungkinan ituselalu ada di negeri yang dilalui tiga lempeng tektonik yang selalu bergerak. Bukti nyata dapat dicermati ketikadahulu di Bumi hanya ada satu benua besar Pangaea, tetapi pada saat ini benua itu telah terpencar menjadidaratan-daratan tersendiri. Itulah dinamika yang terjadi akibat tenaga dalam Bumi menggerakkan lempengnya.Tenaga ini membentuk permukaan Bumi dari dalam (tenaga endogen), lebih lanjut muka Bumi yang telahterbentuk mengalami perkembangan karena pengaruh tenaga dari luar (tenaga eksogen). Kedua tenaga inimemberikan dampak bagi kehidupan manusia.
A. Litosfer
Bumi mempunyai struktur lapisan miriptelur. Cangkang atau kulit telur mewakililapisan kulit atau kerak Bumi (
crust 
), inilahbagian dari litosfer. Putih telur mewakililapisan selubung Bumi (
mantle
), bagian inisering disebut astenosfer. Paling dalam yaitukuning telur yang mewakili inti Bumi (
core
),bagian ini disebut barisfer.Bagian paling dalam dari Bumi yang disebutinti Bumi (
core
) ini mempunyai suhu lebihdari 3.000°C, tersusun oleh material nikelbesi. Inti bumi dibagi menjadi dua lapisan.Lapisan bagian inti luar bersifat cair danlapisan inti bagian dalam bersifat lebih padatdibanding lapisan luar.Ketebalan lapisan selubung Bumi yang berada di bawah lapisan kerak Bumi mencapai kedalaman sampai2.900 km. Lapisan selubung dibagi menjadi lapisan atas dan lapisan bawah. Lapisan atas bersifat lembek,bersuhu sangat panas lebih dari 2.000°C, dan dapat mengalir pelan-pelan seperti aspal jalan yang melelehpada saat terik matahari di siang hari. Lapisan selubung bagian bawah bersifat lebih padat dan tegar akibattekanan yang besar dari dalam Bumi. Batas antara lapisan kerak Bumi dan lapisan selubung Bumi (
mantle
)berhasil ditemukan oleh ilmuwan Kroasia, Andrija Mohorovicic pada tahun 1909.Ketebalan lapisan kerak Bumi sangat tipis bila dibandingkan dengan ukuran Bumi sebenarnya. Ketebalanlapisan ini 5–7 km di dasar samudra dan 30–80 km di bawah daratan benua. Begitu pula dengan batuanpenyusunnya. Lapisan yang tersusun atas logam silisium dan aluminium dikenal dengan lapisan
sial
denganketebalan rata-rata 35 km, bersifat padat. Sementara itu, ada juga lapisan yang mengandung silisium danmagnesium, dikenal dengan lapisan
sima
. Ketebalan rata-rata lapisan ini berkisar 65 km.
1. Material Pembentuk Kerak Bumi
Kerak Bumi dapat dibedakan atas kerak benua dan kerak samudra. Material pembentuk kerak benuapada lapisan atas berupa batuan granit ringan, sedangkan lapisan bawah terbentuk dari material batuanbasal yang lebih rapat.Lapisan kerak samudra paling atas tersusun atas material sediment yang tebalnya mencapai 800 meter.Kerak samudra mengalami pembaruan terus-menerus oleh kegiatan gunung api di sepanjang celah-celahdasar laut. Celah-celah dasar laut yang memanjang ini biasa disebut dengan pematang tengah samudra.
2. Manfaat Kerak Bumi
Kerak Bumi, lapisan terluar Bumi ini ternyata terdiri atas sekitar 3.000 mineral. Mineral-mineral tersebutditemukan dalam tiga jenis batuan, yaitu batuan beku, endapan, dan malihan, atau terkadang berupalonggokan mineral. Jenis-jenis batuan yang ada di lapisan kerak bumi antara lain : batuan beku, batuanendapan, dan batuan metamorf (malihan). Dengan adanya berbagai proses pembentukan jenis-jenisbatuan di atas, akan menghasilkan material-material yang bernilai ekonomis tinggi.
B. Bentuk Muka Bumi Akibat Tenaga Endogen
Aktivitas endogen meliputi vulkanisme, tektonisme, dan seisme. Pada subbab berikut kamu akan diajak mengenali berbagai dinamika kulit Bumi yang diakibatkan adanya aktivitas endogen.
 
By : guns.herry@yahoo.co.id
2
 
1.
 
Tektonisme dan Dampaknya
Tektonisme akan mengubah bentuk muka Bumi menjadi naik atau turun. Adanya patahan, lipatan, danretakan pada kulit Bumi menjadi bukti adanya gerakan tektonisme. Pegunungan merupakan salah satubentang alam yang dibentuk oleh aktivitas ini.Lipatan dan patahan merupakan gerak orogenesa yang termasuk dalam jenis proses diastropisme. Masihingat bukan, apa yang dimaksud proses diastropisme? Gerakan diastropisme menyebabkan kerak Bumiretak, terlipat, bahkan patah. Gerakan ini dibedakan menjadi dua, yaitu gerak epirogenetik danorogenetik.
a. Gerak Epirogenetik
Gerakan ini akan mengubah bentuk muka Bumi dalam waktu yang sangat lambat hinggamembutuhkan waktu lama. Efek gerakan ini meliputi wilayah yang sangat luas. Gerakan ini masihdibedakan lagi menjadi gerak epirogenetik positif dan epirogenetik negatif.Epirogenesis positif Epirogeneisi negative
b.
 
Gerak Orogenetik
 Gerak orogenetik berlangsung singkat dan meliputi wilayah yang sempit. Gerak ini berpengaruhbesar terhadap terbentuknya pegunungan, patahan, retakan, dan lipatan.
1) Lipatan
Terjadinya lipatan disebabkan oleh gerakan dari dalam Bumi akibat tekanan yang besar dantemperatur yang tinggi, sehingga menjadikan sifat batuan menjadi cair liat atau plastis.Keplastisannya ini membuat batuan tersebut akan terlipatapabila ada dorongan tenaga tektonik.Lipatan lapisan Bumi ini akan membentuk pegunungan, yangpunggungnya disebut antiklinal dan wilayah lembahnya disebutsinklinal. Perbedaan tingkat keplastisan dan kekuatan tenagatektonik menjadikan batuan terlipat dengan berbagai bentuk.
AntiklinalSinklinal
 
By : guns.herry@yahoo.co.id
3
Dalam perkembangannya, wilayah sinklinal maupun antiklinal mengalami proses perombakanoleh tenaga yang berasal dari luar Bumi. Contohnya, wilayah sinklinal mengalami perombakansampai membentuk rangkaian pegunungan dan lembah berselang-seling yang selanjutnyadisebut
sinklinorium
. Begitu pula dengan antiklinal yang terombak hingga terbentuk rangkaianpegunungan dan lembah yang selanjutnya disebut
antiklinorium
.
Sinklinorium Antiklinorium
2) Patahan
Patahan terjadi ketika kulit Bumi yang bersifat padat dan keras mengalami retak atau patah padasaat terjadi gerakan orogenesa. Pada patahan, massa batuan mengalami pergeseran titik atautempat yang semula bertampalan (kontak) kemudian berpindah lokasi (
dislocated/displaced 
).Gerakan ini menimbulkan terjadinya patahan dengan gaya tekan (
compression
) dan gayaregangan (
tension)
.
c.
 
Dampak Tektonisme
Dinamika Bumi oleh tenaga tektonisme akan memberi dampak pada banyak hal. Dampak nyatadapat langsung dilihat pada muka Bumi yang terpengaruh secara langsung. Pergeseran kerak Bumimendorong terbentuknya berbagai jenis pegunungan dan cekungan sedimen. Lebih lanjut terjadinyatekanan, regangan, dan deformasi pada kerak Bumi (pengangkatan, amblesan, retakan, patahan, sertalipatan) didukung dengan adanya gaya gravitasi Bumi akan menimbulkan terjadinya erosi,longsoran, dan sedimentasi. Dari proses yang terjadi ini dapat menimbulkan bencana alam yangmengakibatkan kerugian materiil, harta benda, dan nyawa.
2.
 
Vulkanisme dan Dampaknya
Aktivitas vulkanisme berkaitan dengan keberadaan magma di dalam Bumi. Isi Bumi yang berbentuk cairini mengandung batuan dan gas dengan suhu yang sangat tinggi. Oleh karena suhu yang sangat panasmembuat magma bergejolak hingga mampu meretakkan, menggeser, dan menyusup ke lapisan Bumidiatasnya. Nah,
gejala vulkanisme terjadi karena penyusupan magma
. Aktivitas magma tersebut mampumengukir wajah muka Bumi menjadi berbagai bentuk, sekaligus memengaruhi kehidupan manusia.
 a. Aktivitas Magma
Gunung api terbentuk oleh proses intrusi dan ekstrusi magma dari lapisan dalam kulit Bumi.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->