Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
10Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Masa Pemerintahan Habibie Edited

Masa Pemerintahan Habibie Edited

Ratings: (0)|Views: 1,614|Likes:
Published by Ricky_Terluxa__2519

More info:

Published by: Ricky_Terluxa__2519 on Jul 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/23/2012

pdf

text

original

 
Masa Pemerintahan B.JHabibie
Kelompok:
 Alfian E.P.P
Deki Mulyana
Deni Permana
Dwi Jammiat DJ
Kusman Gunawan
Muhammad Arif RS
Muhammad Ikbal
Nuary Baehaki
Rabani Ahmed
Ricky Rianto
Ronny Setiawan
 
MASA PEMERINTAHAN HABIBIEBAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang
Turunnya Soeharto dari kursi kepresidenan pada tanggal 21 Mei 1998. Sebagaisalah satu penguasa terlama di dunia, dia cukup yakin ketika ditetapkan kembali oleh MPR untuk masa jabatan yang ketujuh pada tanggal 11 Maret 1998, segala sesuatu akan beradadi bawah kontrolnya. Tetapi dua bulan sesudah Soeharto mengambil sumpah, Rezim OrdeBaru runtuh. Ketika mahasiswa menduduki gedung DPR/MPR pada tanggal 19 Mei 1998,presiden yang sudah berumur 75 tahun ini menyaksikan legitimasinya berkurang dengancepat dan ia ditinggalkan seorang diri.Soeharto yang selama 32 tahun memanipulasi eksistensi DPR/MPR untumengokohkan kekuasaan, akhirnya didepak oleh lembaga yang sama, lewat pernyataanpers tanggal 18 Mei 1998 (pukul 15.30), oleh Ketua DPR Harmoko yang didampingi olehIsmail Hasan Meutareum, Fatimah Achmad, Syarwan Hamid dan utusan daerah di depanwartawan dan mahasiswa menyampaikan pernyataan sebagai berikut: “
Pimpinan Dewan baik ketua maupun wakil-wakil ketua mengharapkan demi persatuan dan kesatuan bangsa agar presiden secara arif dan bijaksana sebaiknya mengundurkan diri 
”. Keterangan persKetua DPR itu disambut gembira oleh ribuan mahasiswa yang mendatangi GedungDPR/MPR. Bahkan, DPR/MPR sempat pula mengeluarkan ultimatum bahwa kalau sampaiJumat (22 Mei 1998) presiden tidak mundur, MPR akan melakukan rapat dengan fraksi padahari Senin (25 Mei 1998). Usaha terakhir Soeharto untuk mempengaruhi rakyat denganmenyampaikan pernyataan dihadapan pers pada tanggal 19 Mei 1998 bahwa selakumandataris MPR, presiden akan
mereshuffle 
Kabinet Pembangunan VII dengan membentuk Komite Reformasi, untuk lebih meyakinkan rakyat diprogramkan bahwa tugas komite iniakan segera menyelesaikan UU Pemilu; UU Kepartaian; UU Susunan dan Kedudukan MPR,DPR, DPRD; UU Anti Monopoli; UU Anti Korupsi dan hal lainnya yang sesuai dengantuntutan rakyat. Akan tetapi Soeharto mulai terpojok secara politik karena 14 Menterisepakat tidak bersedia duduk dalam Komite Reformasi tersebut. Ke-14 Menteri tersebutadalah Akbar Tanjung, A.M. Hendropriyono, Ginandjar Kartasasmita, Giri SusenoHadihardjono, Haryanto Dhanutirto, Ny. Justika S. Baharsjah, Kuntoro Mangkusubroto,Rachmadi Bambang Sumadhijo, Rahardi Ramelan, Subiakto Tjakrawerdaya, SanyotoSastrowardoyo, Sumahadi, Theo Sambuaga, dan Tanri Abeng.Penolakan ini melemahkan posisi Soeharto sebagai presiden karena dukunganuntuk membentuk Komite Reformasi gagal ditambah lagi banyak desakan yang
 
menganjurkan presiden untuk mundur. Perasaan ditinggalkan, terpukul telah membuatSoeharto tidak punya pilihan lain kecuali memutuskan untuk berhenti.Pada pagi harinya, tanggal 21 Mei 1998, pukul 09.05, di Istana Merdeka yangdihadiri Menhankam atau Pangab Wiranto, Mensesneg Saadilah Mursjid, MenteriPenerangan Alwi Dahlan, Menteri Kehakiman Muladi dan Wapres B.J. Habibie, besertaPimpinan Mahkamah Agung, Ketua DPR, Sekjen DPR, dihadapan wartawan dalam dan luarnegeri Presiden Soeharto menyampaikan pidato pengunduran dirinya sebagai presiden.Usai Presiden Soeharto mengucapkan pidatonya Wakil Presiden B.J. Habibielangsung diangkat sumpahnya menjadi Presiden RI ketiga dihadapan pimpinan Mahkamah Agung, peristiwa bersejarah ini disambut dengan haru biru oleh masyarakat terutama paramahasiswa yang berada di Gedung DPR/MPR, akhirnya Rezim Orde Baru di bawahkekuasaan Soeharto berakhir dan Era Reformasi dimulai di bawah pemerintahan B.J. Habibie
BAB IIPEMBAHASAN2.1 Proses Pengalihan Kepala Pemerintahan dari Soeharto ke B.J. Habibie
Berawal dari dampak krisis ekonomi di tahun 1997 yang melanda Kawasan Asiadan berdampak sangat luas bagi perekonomian di Indonesia. Nilai tukar rupiah yangmerosot tajam pada bulan Juli 1997, membuat rupiah semakin terpuruk. Sebagaidampaknya hampir semua perusahaan modern di Indonesia bangkrut, yang diikuti PHK pekerja-pekerjanya, sehingga angka pengangguran menjadi meningkat.Krisis ini juga berimbas langsung pada sektor moneter, terutama melaluipenutupan beberapa bank yang mengalami kredit bermasalah dan krisis likuiditas, sehinggaperbankan nasional menjadi berantakan. Hal inilah yang memunculkan krisis kepercayaandari investor, serta pelarian modal ke luar negeri.Kenaikan angka kemiskinan yang melonjak pesat, merupakan dampak krisisekonomi di Indonesia, daya beli masyarakat desa maupun kota semakin menurun, sehinggamemicu rawan pangan dan kekurangan gizi. Di sektor kesehatan, melemahnya nilai tukarrupiah menyebabkan kenaikan biaya medis, baik harga obat-obatan, vaksin, fasilitaskesehatan yang berakibat keadaan masyarakat semakin terjepit.Didorong oleh kondisi yang makin parah, pada bulan Oktober 1997 pemerintahmeminta bantuan
IMF (International Monetary Fund) 
untuk memperkuat sektor finansial,pengetatan kebijakan viskal dan penyesuaian struktural perbankan. Akan tetapi, pengaruhbantuan IMF sangatlah kecil dalam membantu krisis di Indonesia. Beberapa kebijakanseperti kebijakan fiskal dan kebijakan likuidasi. Dimana kebijakan fiskal bertujuan untuk mempertahankan nilai tukar sedangkan kebijakan likuidasi bertujuan untuk membantu bank-bank yang bemasalah. Kebijakan ini menerapkan standar kecukupan modal denganmengusahakan rekapitulasi perbankan. Namun pada kenyataannya kebijakan-kebijakan inidilakukan tanpa hasil yang berarti, malah IMF-lah yang disalahkan karena justru membuatpekonomian Indonesia lebih parah selama krisis.Kebijakan-kebijakan yang dibuat untuk mengatasi krisis yang dilakukan olehpemerintah ternyata tidak mampu memulihkan perekonomian, dimana harga-harga bahankebutuhan pokok tetap mengalami peningkatan. Karena itulah masyarakat menilaipemerintah tidak berhasil dalam melaksanakan kebijakan-kebijakan yang dibuat. Hal inilahyang membuat melemahnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Rasaketidakpercayaan ini berakibat pada aksi demo mahasiswa di awal Maret 1998 yangmenuntut pemerintah menurunkan harga-harga barang dan menindaklanjuti pelaku-pelakuyang menimbun sembako.

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Harty Faisal liked this
Helos Permata liked this
Seperayo Aja liked this
Ganda Nugraha liked this
Giovanni André liked this
Mirna Omi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->