/  5
 
SIARAN PERSUNTUK DISIARKAN SEGERA
 
Politikana, Situs Politik 2.0 Pertama
JAKARTA, 27 April 2009 – Politik bukan hanya soal pemilu, partai, danpemerintah. Tapi hal-hal kecil, yang dekat dengan kehidupan sehari-hari,tanggung jawab dan hak warga negara, kontrak sosial antara masyarakatdan pemerintah, serta antaranggota masyarakat itu sendiri juga bagian daripolitik. Sayangnya, belum semua orang paham mengenai hak dan kewajibanpolitiknya. Pendidikan politik dalam arti luas pun merupakan sesuatu yanglangka di Republik ini.Itulah yang melatarbelakangi kemunculan situs Politikana yang secara resmidiperkenalkan hari ini. Politikana (
http://www.politikana.com
) adalah situspolitik pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mengimplementasikankonsep Web 2.0. Situs ini ibarat sebuah wadah gagasan, tempat parapengguna beropini, berdiskusi, dan berinteraksi tentang politik dalam artiluas. Politikana bertujuan memberikan pendidikan dan pengalaman politiksecara langsung kepada warga daring (
online
) Indonesia.Politikana bukan saja sebuah situs, melainkan juga sebuah web aplikasi dimana pengguna dapat menggunakannya untuk menerbitkan tulisan,pendapat, opini, analisa, beritanya masing-masing secara langsung, bebas,dan gratis. Situs dan aplikasi seperti ini sering disebut sebagai situs yangbersifat
user generated content 
(UGC), di mana konten pada web aplikasisemacam ini dibuat oleh para penggunanya.Di Politikana, semua artikel ditulis oleh pengguna dan dimoderasi olehanggota situs sehingga melahirkan ruang yang dinamis dan demokratis. Arti"penting" dan "peringkat" sebuah tulisan betul-betul ada di tangan parapembaca dan penulis itu sendiri. Setiap konten dapat diberi rating olehsemua pengguna. Rating tersebut yang secara otomatis menentukan posisiartikel di kolom utama di halaman home (artikel utama). Artinya wargaPolitikana terlibat sepenuhnya dalam memoderasi konten. Inilah yangmembedakan Politikana dari situs web berkonsep Web 2.0 pada umumnyakarena Politikana juga sekaligus mengimplementasikan konsep
user moderated content 
(UMC). “Dengan mekanisme seperti itu, tidak ada otoritas editor di Politikana.
Headlines
dan berita populer yang muncul di bagian teratas halaman depanmerupakan hasil voting para pengguna.
Vox populi vox dei 
,” kata EndaNasution,
 publisher 
Politikana.
 
Untuk mengimbangi suara populer yang muncul di kolom utama, pengelolaPolitikana menghadirkan penulis tamu yang terdiri atas para praktisi,akademisi, dan figur publik lain yang ahli di masing-masing bidang yangakan bertindak sebagai narasumber. Pengelola juga menampilkan artikel-artikel pilihan yang dianggap penting tapi tidak populer untukmenyeimbangkan pandangan di Politikana lewat fitur “Pilihan Moderator”. “Dengan cara ini kami mengharapkan akan terjadi keseimbanganpandangan, aliran dan pemikiran yang cukup untuk memberi Politikanaberagam sudut pandang,” kata Yusro M. Santoso, editor Politikana.Demi mencapai keseimbangan itu pula, Politikana bekerja sama denganlembaga lain, yakni PT Tempo Intimedia Tbk, penerbit
Majalah Tempo, KoranTempo
, dan
Tempo Interaktif 
, sebagai mitra strategis. “Kami sepakat mendukung Politikana karena kesamaan visi dan tujuan.Seperti halnya
Tempo
, Politikana sama-sama mengedepankan prinsipindependen dan non partisan demi Indonesia yang lebih baik,” kata SriMalela Mahargasarie, Pemimpin Redaksi
Koran Tempo
dan
Tempo Interaktif 
.Selain dengan
Tempo
, Politikana juga tetap membuka uluran kerja samadengan badan dan lembaga lain yang peduli dengan masalah demokrasi danpolitik. Dalam waktu dekat ini akan lebih banyak lembaga politik dan nonpolitik yang akan menjadi mitra kerja Politikana.***
Pengelola Politikana
Publisher
Enda Nasution
 Semasa mahasiswa di ITB dia adalah seorang aktivis. Praktisikomunikasi digital
lulusan ogilvy 
ini tak pernah bosan menyebarkanvisrus bloging. Dia giat mengajak dan mengajari semua orangmembuat konten lokal di internet. Puluhan arena diskusi dan seminartentang blog dan jejaring sosial mengundang pemilikgoblogmedia.com ini sebagai pembicara. Inisiatif membentuk jaringansosial “Indonesia for Obama” adalah salah satu sepak terjangnya.Chairman Pesta Blogger 2007, yang juga sering dijuluki PresidenBlogger Indonesia ini adalah inisiator dan pemangku ide-ide kreatif dipolitikana.com.
 
Editor:
Yusro M. Santoso
Menjadi jurnalis sejak mahasiswa, lama sekolah di majalah Tempo.Ikut eksodus lalu mendirikan Editor, berikutnya Tiras. Posisi yangpernah disandangnya adalah Kepala Biro Jawa Tengah, RedakturPelaksana Politik dan Kepala Divisi Peliputan. Dia juga menggelutikomunikasi pemasaran. Salah satu pendiri dagdigdug.com ini dipolitikana menjadi pemangku konten.
 Antyo Rentjoko
Blog adalah bagian dari hidupnya. Jika Muri sudi memberipenghargaan kepada orang yang memiliki blog terbanyak di negeri ini,maka dia adalah salah satu kandidatnya. Blogger dengan sejumlahblog, salah satu pendiridagdigdug.comdan pernah menjadi pemimpinredaksi media cetak
Komputer Aktif 
. Isi sebagian blognya bisa diintipdiantyo.rentjoko.net,BlogombaldanPaman Tyo di dagdigdug. Di politikana, dia menjadi pemangku konten.Bisnis :
Didi Nugrahadi 
DN begitu dia disebut, memulai karir di dunia usaha pada 1995dengan mendirikan Agranet Multicitra Siberkom, dikenal dengan
detik.com
--situs berita terbesar saat ini-- bersama BudionoDarsono, Abdul Rahman dan Yayan Sopyan. Ia juga salah satu pendiriAgrakom Para Relatika –perusahaan PR yang masih eksis sampaisekarang. Bersama beberapa teman mendirikan PT Inti MarketingKomunika, sebagai CEO. Dia juga dikenal sebagai penggerak markaslangsat –markas dagdigdug.com, politikana.com dan wetiga.com. Dipolitikana.com, DN adalah pemangku bisnis.
Happy Hananto Putro
 Mantan jurnalis yang menjadi Online Marketer. Pernah menjadiMarketing Manager PT Indo Internet Subnetwork Solo, Sebagai OnlineMarketing Manager detik.com, serta Online Marketing Consultant,Creative Director untuk aktifitas komunikasi pemasaran melalui mediaonline (
online campaign
,
online advertisement 
) . Di politikana.com,Happy adalah pemangku digital marketing.

Share & Embed

More from this user

Add a Comment

Characters: ...