• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 1
    CommentGo Back
Download
 
Dalam persaingan global, agar perusahaan/organisasi dapat berkembang dan tentu saja utnuk  bertahan hidup, perusahaan harus mampu menghasilkan produk barangdan jasa dengan mutu yang lebih baik, harga yang bersaing dan pelayanan yang lebih baik puladibanding dengan pesaing-pesaingnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan perbaikan mutudalam semua aspek yang berkaitan dengan produk tersebut, yaitu material, tenaga kerja, promosiyang efektif dan layanan yang memuaskan pelanggan, sehinggamampu memikat konsumen yang akhirnya akan meningkatkan jumlah konsumendan menjadi pelanggan yang setia. Kondisi mutu yang seperti inilah yang disebut pengendalianmutu secara menyeluruh (Total Quality).Terdapat hubungan yang erat antara kualitas produk (barang/jasa), kepuasan pelanggan dan profit perusahaan, semakin tinggi kualitas suatu produk, makin tinggi pula kepuasan pelanggan dandengan waktu yang bersamaan akan mendukung harga yang tinggi dengan cost yang rendah. Olehkarena itu sistem perbaikan kualitas bertujuan untuk menaikkanlaba perusahaan. Sistem TQM merupakan dasar dari manajemen didalammenerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9000 series(1994) dan ISO 9001(2000) dan juga dasar  penerapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001(1996).Suatu perusahaan/organisasi yang sedang menerapkan sistem TQM bila ingin mendapat sertifikasiuntuk Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 atau ISO 14001 akan lebih mudah dalam prosessertifikasinya dibandingkan dengan perusahaan yang belum menerapkan sistem TQM, hal ini akanmenjadi nilai tambah yang positif karena terjadi penghematan biaya dalam pengelolaan administrasidan manajemennya.Sudah sangat pasti bahwa Teknologi Informasi tidak dapat berjalan sendiri, haruslahdigabungkan dengan aspek-aspek yang berkaitan. Adapun konsep dasar daritotal quality :1. Tujuan :Perbaikan proses secaraterus-menerus. Artinya kualitas selalu diperbaiki dan disesuaikandengan perubahan yang menyangkut kebutuhan dan keinginan para pelanggan.2. prinsip :Difokuskan pada pelanggan, perbaikan proses dan keterlibatan total.3. Elemen :Kepemimpinan, pendidikan dan pelatihan, struktur pendukung, Komunikasi, ganjaran dan pengakuan serta pengukuran.
Tiga prinsip mutu yaitu
:1. Fokus pada pelangganMutu berdasarkan pada konsep bahwa setiap orang mempunyai pelanggan dan bahwa kebutuhan dan harapan pelanggan harus dipenuhi setiap saat kalauorganisasi/perusahaan secara keseluruhan bermaksud memenuhi kebutuhan pelanggan eksternal (pembeli).2. Perbaikan prosesKonsep perbaikan terus menerus dibentuk berdasarkan pada premisi suatu seri(urutan) langkah-langkah kegiatan yang berkaitan dengan menghasilkanoutput seperti produk berupa barang dan jasa. Perhatian secara terus menerus bagi setiap langkahdalam proses kerja sangat penting untuk mengurangi keragaman dari output dan memperbaiki
 
keandalan. Tujuan pertama perbaikan secara terus menerus ialah proses yang handal, dalam arti bahwa dapat diproduksi yang diinginkan setiap saat tanpa variasiyang diminimumkan. Apabila keragaman telah dibuat minimum dan hasilnya belum dapat diterimamaka tujuan kedua dari perbaikan proses ialah merancang kembali proses tersebut untuk memproduksi output yang lebih dapat memenuhi kebutuhan pelanggan, agar pelanggan puas.3. Keterlibatan totalPendekatan ini dimulai dengan kepemimpinan manajemen senior yang aktif danmencakup usaha yang memanfaatkan bakat semua karyawan dalam suatu organisasi untuk mencapai suatu keunggulan kompetitif (competitive advantage) di pasar yang dimasuki. Karyawan pada semua tingkatan diberi wewenang/kuasa untuk memperbaiki output melalui kerjasama dalamstruktur kerja baru yang luwes (fleksibel) untuk memecahkan persoalan,memperbaiki proses dan memuaskan pelanggan. Pemasok juga dilibatkan dan dari waktu ke waktumenjadi mitra melalui kerjasama dengan para karyawan yang telah diberi wewenang/kuasa yangdapat menguntungkan organisasi/perusahaan. Pada waktu yang sama keterlibatan pimpinan bekerjasama dengan karyawan yang telah diberi kuasa tersebut.
Elemen pendukung dalam TQM
1. KepemimpinanManajer senior harus mengarahkan upaya pencapaian tujuan dengan memberikan,menggunakan alat dan bahan yang komunikatif, menggunakan data dan menggali siapa-siapa yang berhasil menerapkan konsep manajemen mutu terpadu. Ketika memutuskan untuk menggunakanTQM sebagai kunci proses manajemen, peranan manajer senior sebagai penasihat, guru dan pimpinan tidak bisa diremehkan.Pimpinan Senior suatu organisasi harus sepenuhnya menghayati implikasi manajemen di dalamsuatu ekonomi internasional di mana manajer yang paling berhasil, paling mampu dan paling hebat pendidikannya di dunia, harus diperebutkan melalui persaingan yang ketat. Kenyataanhidup yang berat ini akan menyadarkan manajer senior mengakui bahwa mereka harusmengembangkan secara partisipatif, baik misi dan visi mereka maupun proses manajemen, yangdapat mereka pergunakan untuk mencapai keduanya.Pimpinan bisnis harus mengerti bahwa TQM adalah suatu proses yang terdiri dari tiga prinsip dan elemen-elemen pendukung yang harus mereka kelola agar mencapai perbaikan mutuyang berkesinambungan sebagai kunci keunggulan bersaing.2. Pendidikan dan PelatihanMutu didasarkan pada ketrampilan setiap karyawan yang pengertiannya tentang apa yangdibutuhkan oleh pelanggan ini mencakup mendidik dan melatih semua karyawan, memberikan baik informasi yang mereka butuhkan untuk menjamin perbaikan mutu dan memecahkan persoalan.Pelatihan inti ini memastikan bahwa suatu bahasa dan suatu set alat yang sama akan diperbaiki diseluruh perusahaan. Pelatihan tambahan pada bench marking, statistik dan teknik lainnya jugadipergunakan dalam rangka mencapai kepuasan pelanggan yang paripurna.3. Struktur PendukungManajer senior mungkin memerlukan dukungan untuk melakukan perubahan yang dianggap perlu melaksanakan strategi pencapaian mutu. Dukungan semacam ini mungkin diperoleh dari luar melalui konsultan, akan tetapi lebih baik kalau diperoleh dari dalam organisasi itu sendiri. Suatu
 
staf pendukung yang kecil dapat membantu tim manajemen senior untuk mengartikan konsepmengenai mutu, membantu melalui "network" dengan manajer mutu di bagian lain dalam organisasidan membantu sebagai narasumber mengenaitopik-topik yang berhubungan dengan mutu bagi tim manajer senior.4. KomunikasiKomunikasi dalam suatu lingkungan mutu mungkin perlu ditempuh dengan cara berbeda-beda agar dapat berkomunimasi kepada seluruh karyawan mengenai suatu komitmen yangsungguh-sungguh untuk melakukan perubahan dalam usaha peningkatan mutu. Secara idealmanajer harus bertemu pribadi dengan para karyawan untuk menyampaikan informasi, memberikan pengarahan, dan menjawab pertanyaan dari setiap karyawan.5. Ganjaran dan PengakuanTim individu yang berhasil menerapkan proses mutu harus diakui dan mungkindiberi ganjaran, sehingga karyawan lainnya sebagai anggota organisasi akan mengetahui apa yangdiharapkan. Gagal mengenali seseorang mencapai sukses dengan menggunakan proses menejemenmutu terpadu akan memberikan kesan bahwa ini bukan arah menuju pekerjaan yang sukses, danmenungkinkan promosi atau sukses individu secara menyeluruh. Jadi pada dasarnya karyawan yang berhasil mencapai mutu tertentu harus diakui dandiberi ganjaran agar dapat menjadi panutan/contoh bagi karyawan lainnya.6. PengukuranPenggunaan data hasil pengukuran menjadi sangat penting di dalam menetapkan prosesmanajemen mutu. Jelaskan, pendapat harus diganti dengan data dan setiaporang harus diberitahu bahwa yang penting bukan yang dipikirkan akantetapi yang diketahuinya berdasarkan data. Di dalam menentukan penggunaan data, kepuasan pelanggan eksternal harus diukur untuk menentukan seberapa jauh pengetahuan pelanggan bahwakebutuhan mereka benar-benar dipenuhi. Pengumpulan data pelanggan memberikan suatu tujuandan penilaian kinerja yang realistis serta sangat berguna didalam memotivasi setiap orang/karyawan untuk mengetahui persoalan yang sebenarnya.Prinsip dari sistem TQM adalah melibatkan semua elemen karyawan mulai dari " TopManagement" sampai dengan pelaksana teknis " Button Up Management". Sistem TQM harusdimengerti, dipahami dan diterapkan dengan efisien dam efektif dalam semua aktifitas dilingkungan perusahaan untuk mencapai tujuan, sasaran dan target produktivitas sesuai dengankebijakan top management, yang dapat membantu perusahaan mewujudkan hasil yang berpotensidari teknologi informasi.Beberapa prinsip dalam penerapan TQM adalah sebagai berikut :1. Pertama adalah merupakan komitmen pucak (Top Management)2. Pengertian dari "Total" yaitu terpadu yang berarti manajemen yangditerapkan melibatkan seluruh aparat di lingkungan perusahaan.3. Merupakan factor penting, artinya apabila terjadi kekurangan ataukesalahan baik secara sengaja atau tidak sengaja yang sangat berdampak pada menurunnya efisiensi dan efektivitas produksi, secara seruis halini harus di cermati dan ditangani secara tuntas serta segera dicari titik  permasalahannya dan di lakukan tindakan perbaikan ( Continous Improvement) yang berkelanjutan, misalnya : meningkatkan kelompok diskusi tingkat supervisor untuk membahas dan menyelesaikan data-data statistik pada sore hari (statistical activities and
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...