• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
 
Komisi Pemilihan Umum Daerah
5
 jelangperubahan
K
omisi Pemilihan Umum(KPU) Kulonprogotelah menetapkanDaftar Calon LegislatifTetap (DCT). Ada 379calon legislatif yang telah diumum-kan di berbagai media. Di antaranya,kantor-kantor kecamatan se Kabu-paten Kulonprogo, Kantor HumasKulonprogo dan tempat-tempatstrategis lain-lainnya.Pengumuman DCT ini sangatpenting, karena masyarakat bisamelihat dan mencermati siapa sajayang telah ditetapkan sebagai calonlegislatif di Kulonprogo. Setelahmelihat di papan pengumuman,calon pemilih bisa merenungkansiapa saja calon-calon legislatif yangdianggap berkualitas. Kemudiandibuat skala prioritas yang selanjut-nya bisa menentukan siapa yangpaling mantap untuk dipilih.‘’Pencermatan DCT ini penting,sebab bisa menjadi dasar nantiuntuk menentukan pilihan di PemiluLegislatif, 9 April 2009 mendatang.Sehingga jangan sampai masyarakatibarat membeli kucing dalam ka-rung,’‘ tegas Marwanto SSos, ang-gota KPU Kulonprogo pada
Sosiali-sasi Pemilu 2009
di Dusun Tonogoro,Desa Banjaroyo, KecamatanKalibawang, 26 Oktober 2008.Marwanto menambahkan, KPUKulonprogo telah melaksanakansejumlah tahapan Pemilu 2009. Diantaranya, pemutakhiran daftarpemilih hingga penetapan daftarpemilih tetap (DPT). Selain itu, jugatelah dibentuk panitia penyeleng-gara di tingkat kecamatan (PPK)maupun tingkat desa (PPS). Karenaitu, Marwanto mengharapkan agarpara pemilih yang sudah masukdalam DPT bisa menggunakan haksuara dengan sebaik-baiknya. Jangansampai hak yang telah dimilikipemilih hilang percuma.Sedangkan R Panggih WidodoS.Si, Divisi Rumah Tangga, Umum,Pengembangan SDM dan OrganisasiKPU Kabupaten Kulonprogo dalamacara
Sosialisasi Pemilu 2009
diDusun Semawung Banjaroyo awalNovember 2008 mengingatkan kepa-da para pemilih bahwa dalam pelak-sanaan Pemilu 2009 nanti tidak lagimencoblos. Namun pemilih dalammemberikan suaranya dengan caramemberi tanda centang (
) satu kalipada nomor atau nama calon legis-latif dan partai yang dipilihnya.Pemilu, kata Panggih, sebagaisarana legitimasi politik untuk me-milih wakil rakyat. Pemilu juga se- bagai sarana penggantian elit politikdan sarana pendidikan politik bagirakyat Indonesia. ‘’Dengan ikut Pe-milu, maka berkesempatan untukmerubah keadaan melalui wakil-wakil rakyat yang kita pilih. Karenaitu, mari kita sukseskan Pemilu danmari bersama menjelang perubahandi Tanah Air,’‘ tegas Panggih.Panggih mengharapkan bila ca-lon legislatif yang dipilih berkualitastentu akan bisa mengemban amanahrakyat yang diwakilinya. Sehinggadiharapkan perubahan yang dilaku-kan wakil rakyat tersebut bisa mem- bawa kepada perubahan yang lebih baik yaitu pening-katan kesejahtera-an. Ia melanjutkan agar pemilihtidak terpengaruh terhadap iklan-iklan partai politik. Namun pemilihdiharapkan bisa memilih calon legis-latif yang benar-benar sesuai denganhati nuraninya.Sosialisasi di Dusun Tonogorodan Semawung tersebut terselengga-ra berkat kerjasama KPU KabupatenKulonprogo dengan mahasiswa KKNdari STPDM “APMD” Yogyakarta.
G
Mari Jelang
 
Perubahan
Sosialisasi Pemilu di Tonogoro.
 
6
Komisi Pemilihan Umum Daerah
partisipasipemilu
K
omisi Pemilihan Umum(KPU) Kulonprogo sa-ngat mengharapkanagar masyarakat tidakhanya sebagai partisi-pan minimalis. Artinya, pemilih ja-ngan hanya datang ke tempat pemu-ngutan suara (TPS) kemudian mem- bubuhkan tanda centang pada pi-lihannya lalu tidak mencermati hasilpemilihan di daerahnya.Namun masyarakat diharapkan berpartisipasi dalam Pemilu 2009secara maksimal. Artinya,masyarakat diharapkan mengkutiseluruh tahapan Pemilu termasukpasca hari pemungutan suara. Se-hingga mengetahui secara keselu-ruhan hasil pemilihan umum, mini-mal di wilayahnya sendiri.Ketua KPU Kulonprogo, SitiGhoniyatun SH dan Marwanto SSos(Divisi Sosialisasi, PendidikanPemilih, Humas dan Data Informasi)mengungkapkan hal tersebut padaSosialisasi Tahapan Pemilu 2009 diRadio Rosala, 15 November 2008.Acara yang terselenggara atas ker- jasama Kantor Humas Kulonprogodengan KPU Kabupaten Kulonprogoini dimoderatori Wibisono, penyiarradio Rosala Wates, Kulonprogo.Siti Ghoniyatun menjelaskan bah-wa sejumlah tahapan Pemilu telahdilaksanakan. Yaitu pemutakhirandata pemilih, pembentukan panitiapemilihan kecamatan (PPK), panitiapemungutan suara (PPS), dan PPDP,panitia pengawas (Panwas) kabupa-ten.Selain itu, juga telah dilakukanverifikasi faktual kantor dan pengu-rus serta keanggotaan partai politik,verifikasi dukungan Dewan Perwa-kilan Daerah (DPD), kampanye nonrapat umum, penetapan daftarpemilih tetap (DPT). Juga penetapandan pengumuman daftar calon legis-latif tetap (DCT). ‘’Adanya tahapanini diharapkan agar masyarakatmenjadi pemilih yang rasional dancerdas. Memilih calon legislatif ber-dasarkan visi misi dan program yangditawarkan,’‘ kata Siti Ghoniyatun.Dijelaskan Siti Ghoniyatun, dalampemilihan anggota Dewan Perwakil-an Rakyat Daerah (DPRD), Kabu-paten Kulonprogo dibagi dalam limadaerah pemilihan (Dapil). Daerahpemilihan satu, meliputi kecamatanGirimulyo, Samigaluh, Kalibawangdengan jumlah penduduk 87.262 jiwadan mendapat jatah delapan kursi.Daerah pemilihan dua, meliputikecamatan Nanggulan dan Sentolodengan jumlah penduduk sebanyak85.860 jiwa dan mendapat jatah tujuhkursi. Daerah pemilihan tiga, meli-puti kecamatan Kokap dan Pengasihdengan jumlah penduduk 86.753orang dan memperoleh delapan kursi.Daerah pemilihan empat, keca-matan Wates, Panjatan, dan Temondengan jumlah penduduk 122.899orang, dan mendapat jatah 10 kursi.Sedangkan daerah pemilihan limameliputi kecamatan Lendah danGalur dengan jumlah penduduk74.324 orang, mendapat tujuh kursi.‘’Secara keseluruhan KabupatenKulonprogo dengan jumlah pen-duduk 458.298 orang akan diwakili40 orang anggota DPRD,’‘ kata SitiGhoniyatun.Saat ini tercatat dalam daftarcalon legislatif (DCT) di KabupatenKulonprogo sebanyak 379 orang.Dari calon sejumlah itu, nantinyahanya akan terpilih 40 orang yangakan duduk sebagai anggota DPRDKabupaten Kulonprogo.Untuk bisa memilih yang terbaik,masyarakat diharapkan tidak bolehterbujuk rayu politik uang (
money politic
). Sehingga para wakil rakyattersebut benar-benar bisa menyerapdan menyuarakan aspirasi rakyatyang diwakilinya. Selanjutnya, mere-ka bisa menghasilkan kebijakan yangsesuai dengan kepentingan dankebutuhan rakyat.
G
 
Hindari PartisipasiMinimalis
DAERAH PEMILIHAN DAN ALOKASI KURSIDEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD)
KABUPATEN KULONPROGO PEMILU 2009
DAERAHKECAMATANJUMLAH JUMLAH KURSIPEMILIHANPENDUDUKPEMILIH DPRD 2009
DAPIL 1 GIRIMULYO 26.177 22.830
8
SAMIGALUH 30.151 37.053KALIBAWANG 31.934 31.783DAPIL 2 NAGGULAN 31.298 25.682
7
SENTOLO 54.662 30.997DAPIL 3 KOKAP 38.776 36.835
8
PENGASIH 48.077 37.169DAPIL 4 WATES 51.179 30.219
10
PANJATAN 41.609 20.589 TEMON 30.111 24.187DAPIL 5 LENDAH 40.716 22.981
7
GALUR 33.608 24.570
JUMLAH458.298344.895
40
 
Komisi Pemilihan Umum Daerah
7
sosialisasipemilu
’P
emuatan DCSdan DCT dimedia massamemungkinanmasyarakat luasdapat leluasa membaca danmenyeleksi secara seksama siapa-siapa saja yang pantas dipilih menja-di legislatif. Termasuk ditetapkansebagai calon terpilih dengan suaraterbanyak,’‘ kata Siti GhoniyatunSH, Ketua KPU Kulonprogo pada
Saresehan Sosialisasi Pemilu 2009
diRumah Makan Bu Hartin, 24November 2008 lalu dengan pesertapara camat se KabupatenKulonprogo, perwakilan lurah dandukuh, tokoh masyarakat serta insanpers.Dijelaskan Siti Ghoniyatun,Pemilu 2009 merupakan masa tran-sisi tata cara pemungutan suara.Sebab Pemilu kali ini tidak lagimenggunakan cara mencoblos suratsuara, tetapi dengan memberikantanda centang (
) sekali pada suratsuara. Pemberian tanda ini sesuaidengan peraturan KPU Nomor 35Tahun 2008 tentang Pedoman TeknisPelaksanaan Pemungutan danPerhitungan Suara di TempatPemungutan Suara (TPS) dalamPemilu anggota DPR, DPD, DPRDProvinsi dan DPRDKabupaten/Kota Tahun 2009.‘’Namun jika nanti ada petugasKPPS menemui surat suara dengantanda centang yang tidak sempurnaatau bahkan tanda coblos sekalipun(tapi syaratnya hanya satu kali),surat suara tersebut dianggap sah,’‘kata Siti Ghoniyatun.Drs R Agus Santosa selaku mo-derator mengatakan saresehan ini bertujuan untuk mensosialisasikanperaturan tentang Pemilu 2009.Selain itu, juga untuk mengenali per-masalahan-permasalahan Pemilu baik ketika sudah berlangsungmaupun yang akan dilaksanakan.‘’Diharapkan dari sejumlah problemyang ditemui di lapangan bisa digu-nakan sebagai bahan masukan kepa-da penyelenggaran Pemilu,’‘ kataAgus Santosa. Karena itu, ia meng-harapkan peserta sarasehan dapatmenyerap dan menguasai peraturanPemilu 2009.Selain itu, dengan menguasai danmemahami peraturan Pemilu, paratokoh masyarakat ini diharapkan bisa mengatasi permasalahan-per-masalahan yang muncul di wilayahmasing-masing. Bahkan para tokohmasyarakat bisa menjamin penye-lenggaraan Pemilu di wilayahnya benar-benar berkualitas baikSementara narasumber lain,Marwanto S.Sos (Divisi Sosialisasi,Pendidikan Pemilih, Humas danData Informasi KPU KabupatenKulonprogo) mengemukakan per-aturan penyelenggaraan Pemilu dariwaktu ke waktu terus mengalamiperbaikan. Diantaranya, peraturantentang penyelenggara Pemilu (UUNo 22 Tahun 2007) dipisahkan dariperaturan tentang Pemilu (UU No 10Tahun 2008). Hal lain, diumumkan-nya daftar calon legislatif sementaradan daftar calon legislatif tetap (DCSdan DCT) melalui media massa.Semua itu untuk mewujudkanPemilu berkualitas, yang ditandaiadanya kebebasan wargamasyarakat menentukan pilihannya.Meski bebas menentukan pilihan,namun masyarakat diharapkan men- jadi pemilih yang cerdas: yaknimemilih calon wakil rakyat yang berkualitas.Dengan terpilihnya wakil rakyatyang berkualitas, niscaya prinsip
re- presentative
(keterwakilan) dapatdipertanggungjawabkan. Wakilrakyat yang dihasilkan pun dapatmenyerap dan menyuarakan aspirasiwarga negara secara baik. Atas dasaritulah, maka pada Pemilu 2009 men-datang tak ada alasan bagi warganegara untuk Golput. Pilihan rakyatakan menentukan masa depan bangsa ini, lima tahun ke depan
G
Tak Ada Alas
 
an untuk Golput
Sosialisasi Pemilu 2009 di RM Bu Hartin.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...