• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
 
Komisi Pemilihan Umum Daerah
9
fokus groupdiscussion
P
erubahan tatacara pem- berian suara yang diber-lakukan pada Pemilu2009 tentu saja mengun-dang banyak hal dan per-tanyaan untuk didiskusikan. Atasdasar itulah maka Komisi PemilihanUmum (KPU) Kulonprogo menye-lenggarakan
Focus Group Discussion
(FGD). FGD dilangsungkan duaputaran, 25 November 2008 (yangdiikuti pengurus partai politik) dan3 Desember 2008 (yang diikuti olehtokoh masyarakat). Dalam FGDtersebut, Siti Ghoniyatun SH selakuKetua KPU Kabupaten Kulonprogo bertindak sebagai pemandu.''
Focus Group Discussion
diadakanuntuk menjawab berbagai pertanya-an yang muncul dari masyarakatdan partai politik. Sehingga diharap-kan pelaksanaan Pemilu 2009 sesuaidengan peraturan yang berlaku,''kata Siti Ghoniyatun SH.Dalam FDG dengan penguruspartai politik, Siti Ghoniyatun meng-ingatkan agar partai politik segeramelaporkan rekening dan kampa-nyenya. Paling lambat satu minggusebelum memasuki masa kampanyerapat umum. ''Parpol juga perlumelaporkan tentang pelaksanaankampanye dan para juru kampa-nyenya,'' kata Siti Ghoniyatun.Problem yang paling hangat di-diskusikan adalah tentang kriteriasahnya surat suara. Sejumlah peng-urus parpol mengkawatirkan masya-rakat awam belum terbiasa dengancara mencentang sehingga nantinya banyak surat suara yang gugur aliastidak sah. Atas dasar inilah, merekamemberi masukan agar KPU Kabu-paten membuat rekomendasi padaKPU Pusat tentang tanda lain (misalcoret) agar diakomodir dalam per-aturan.Menjawab pertanyaan tesebut,Marwanto (Divisi Sosialisasi,Pendidikan Pemilih, Humas danData Informasi KPU Kulonprogo)mengatakan akan menampung seti-ap kritik dan masukan dari berbagaipihak terkait dengan isi peraturanKPU No. 35 tahun 2008. Ia menam- bahkan, berdasarkan peraturan KPUnomor 35 tata cara pemberian suarayang benar adalah memberi tandacentang satu kali. ''Sepanjang tidakada perubahan atas peraturan KPUNomor 35, tanda centang satu kaliinilah yang akan terus kita sosiali-sasikan'' kata Marwanto.Selain mendiskusikan tentangtata cara pemberian suara, dalamFGD ini juga terungkap berbagaipertanyaan yang terkait denganlarangan pemasangan alat peragakampanye. Dijelaskan Intan Widias-tuti (Divisi Hukum, Pengawasandan Hubungan Antar Lembaga KPUKulonprogo), berdasarkan peraturanBupati Kulonprogo, telah ditetapkan beberapa tempat yang dilaranguntuk memasang alat peraga kam-panye seperti bendera dan sejenis-nya. Tempat terlarang tersebutadalah Jl P Diponegoro, Jl BrigjenKatamso, lingkungan pemerintahdaerah, tempat ibadah, pasar, rumahsakit, terminal dan stasiun.Namun kemudian muncul per-tanyaan: bagaimana jika di tempat-tempat terlarang tersebut ada kantorpartai politik atau rumah calon legis-latif. Menurut peraturan tersebut, jika ada kantor partai politik yang berada di lokasi tersebut, tetapdiperbolehkan memasang alat pera-ga kampanye. Namun untuk rumahcaleg yang berada di kawasan terse- but tetap tidak dibolehkan mema-sang alat peraga kampanye.
G
FGD Mencari Format Sosialisasi Tatacara Pemberian Suara.
 Focus Group
 
 Discussion
KPU
 
10
Komisi Pemilihan Umum Daerah
distribusilogistik
A
da sejumlah kendalayang bakal dihadapidalam pendistribusianlogistik Pemilu 2009mendatang. Di antara-nya, penghantaran logistik ke wila-yah-wilayah yang relatif terpencil,keamanan logistik yang dikirim dariKPU ke PPS yang minimal 10 harisebelum hari H dan jika perhitungansuara melewati pukul 24.00 padahari H.Itulah kendala yang terungkapdalam
Focus Group Discussion
(FGD)yang digelar KPU Kulonprogo de-ngan tema Distribusi Logistik Pemilu2009, di Wates, Selasa (18/12/2008).Peserta diskusi seluruh Panitia Pemi-lihan Kecamatan (PPK). ‘’DipilihPPK karena mereka lebih mengeta-hui kondisi geografis di masing-ma-sing wilayah kerjanya,’‘ kata R Pang-gih Widodo SSi, Divisi Rumah Tang-ga, Umum, Pengembangan SDM danOrganisasi, awal Januari lalu.Sesuai UU Nomor 10 Tahun 2008pasal 141 ayat 1 bahwa KPU bertang-gungjawab dalam merencanakan danmenetapkan standar kebutuhan pe-ngadaan dan pendistribusian per-lengkapan pemungutan suara. Ayat 2Sekretaris Jenderal KPU, SekretarisKPU Provinsi dan Sekretaris KPUKabupaten/Kota bertanggung jawabdalam pelaksanaan pengadaan danpendistribusian perlengkapan pemu-ngutan suara sebagaimana ayat 1.Berdasarkan undang-undang diatas maka KPU Kabupaten Kulon-progo telah menggelar
Focus GroupDiscussion
(FGD) ini. Materi yangdibahas mengenai jarak dan waktutempuh dari KPU ke PPS, PPS keTPS, TPS ke PPK dan PPK ke KPU.Selain itu, kondisi geografis jalan,sarana angkutan dan beaya angkutlogistik menjadi bahan pembahasan.Muh Isnaini STP (DivisiPerencanaan Program, Keuangandan Logistik KPU Kulonprogo) men- jelaskan, secara geografis, KabupatenKulonprogo mempunyai duawilayah yang berbeda yaitu bagianutara, tengah dan selatan. BagiKecamatan Temon, Wates, Panjatan,Lendah, Galur, Sentolo, Nanggulandan Pengasih (wilayah tengah danselatan) baik dari jarak, kondisigeografis dan waktu tempuh diperki-rakan tidak mengalami hambatan.Ia menambahkan, kecamatanyang perlu mendapat perhatian se-rius adalah kecamatan di wilayahutara yang mempunyai wilayah ber- bukit-bukit dan jalan terjal. Ada em-pat kecamatan yaitu Kokap, Kaliba-wang, Samigaluh dan Girimulyo.‘’Dari ke empat kecamatan terse- but ada beberapa TPS yang saranapengangkutan logistik tidak dapatmenggunakan kendaraan mobil. Te-tapi harus ditempuh menggunakansepeda motor dengan waktu tempuhsekitar satu jam dari PPK ke TPS.Lokasi tersebut adalah TPS di DesaPurwosari, Kecamatan Giri-mulyo;Desa Kebonharjo, Kecamatan Sami-galuh; dan TPS di Desa Hargo-wilisKecamatan Kokap,’‘ kata Isnaini.Mengingat peraturan KPUNomor 35 Tahun 2008 pasal 48 ayat 5 bahwa KPPS wajib menyerahkankotak suara tersegel yang berisi suratsuara, berita acara pemungutansuara serta sertifikat hasil penghitun-gan suara kepada PPK melalui PPSpada hari dan tanggal yang sama.Untuk melaksanakan peraturan inipun ada kendala.Seperti diungkapkan Ketua PPKKecamatan Kokap, SuharyantoAma.Pd bahwa penghitungan suarakemungkinan melebih pukul 24.00.Sehingga tidak bisa menyerahkanhasil Pemilu 2009 pada hari yangsama. ‘’Kalau kotak suara harus di-sampaikan pada hari dan tanggalyang sama, bagaimana kalau penghi-tungan suara melebihi jam 12 malam.Belum lagi pengerjaan berita acaradan pengiriman kotak yang rawankarena malam hari dengan jarak tem-puh lebih dari satu jam hanya meng-gunakan sepeda motor. Apakah halini tidak menyalahi peraturan?’‘tanya Suharyanto.Berdasarkan hasil FGD,direkomendasikan untuk diadakanperubahan peraturan KPU terkaitpendistribusian logistik dengan per-timbangan kondisi di lapangan.
G
Mencari FormatPendistribusian Logistik 
FGD Pemetaan Distribusi Logistik.
 
Komisi Pemilihan Umum Daerah
11
memilihanggota
M
elakukan seleksicalon anggotaKomisi PemilihanUmum (KPU)Kabupaten Kulon-progo periode 2008-2013 memangtidak mudah. Namun begitu TimSeleksi (Timsel) calon anggota KPUKabupaten Kulonprogo telah melak-sanakan dengan obyektif berdasar-kan kriteria yang ada di peraturan.Selain tidak mudah, Timsel harus berani menanggung segala resiko un-tuk menunjukkan bahwa pilihannyamemang orang-orang yang terbaik.Ini dibuktikan dengan ada seorangcalon anggota KPU yang rumahnya bersebelahan atau berhimpitan de-ngan Ketua Timsel namun calontersebut tidak lolos menjadi 10 besar.‘’Cukup berat juga untukmengambil keputusan itu. Tetapi kitatelah mempunyai komitmen untukmenerapkan penilaian yang obyektif.Karena Timsel mempunyai tanggung jawab moral atas pilihannya,’‘ kataDrs HM Jumarin MPd, Ketua Timsel,awal Agustus 2008 lalu.Pendaftar calon anggota KPU Ku-lonprogo ada 50 orang, namun sete-lah dilakukan seleksi administrasiyang lolos sebanyak 49 orang. Mere-ka kemudian mengikuti ujian tertulisyang diselenggarakan di Aula IKIPPGRI Wates, Kulonprogo, Senin(25/8/2008). Dari 49 peserta tertulis,20 orang yang dinyatakan lolos.Mereka sesuai urut abjad sebagai berikut: Biasmara SE, DedyKristiyanto SE, Endah Subekti SPtMP, Faisal SP, Ibah Muthiah SH MSi,Intan Widiastuti SH MKn, KelikSumantoro SP, Lestari Budiasih STp,Marwanto SSos, Muh Isnaini, MAfnan Zamhari BA, M Umar Mak-sum SH, R Panggih Widodo SSi, IrSapardiyono MH, Siti GhoniyatunSH, Toto Hadiyanto SE, Tukadi, War-sono SH, Wahyu Kurniawati AsihSPsi, Wiwit Triraharjo SSi. Namundalam tahap Tes Asesmen Psikologi,hanya diikuti 19 peserta. Seorangmengundurkan diri yaitu Ibah Mu-thiah SH MSi karena memilih melan- jutkan tes di KPU Provinsi DIY.Tahap selanjutnya, mereka meng-ikuti tes wawancara untuk diambil10 besar. Mereka yang lolos 10 besarsesuai dengan abjad adalah: FaisalSP, Intan Widiastuti SH MKn, Mar-wanto SSos, Muh Isnaini, M UmarMaksum SH, R Panggih Widodo SSi,Ir Sapardiyono MH, Siti GhoniyatunSH, Toto Hadiyanto SE, Warsono SH.Dari 10 besar tersebut, satu orangmengundurkan diri (yakni Ir Sapar-diyono MH ) karena diterima sebagaianggota KPU Provinsi DIY. Jadi ting-gal Sembilan orang. Kesembilan ca-lon anggota KPU Kabupaten Kulon-progo mengikuti
 fit and proper test
yang dilaksakan oleh KPU ProvinsiDIY. Tes ini digelar di Kantor KPUKabupaten Kulonprogo, Rabu (15/10/2008). Akhirnya diperoleh lima orangyang oleh KPU Provinsi DIY ditetap-kan sebagai anggota KPU KabupatenKulonprogo Periode 2008-2013.Kelima orang yang dinyatakanlolos
 fit and proper test
tersebut berdasarkan abjad adalah: IntanWidiastuti SH MKn, Marwanto SSos,Muh Isnaini, R Panggih Widodo SSi,dan Siti Ghoniyatun SH. Merekadilantik bersama calon anggota KPUkabupaten/kota lain se-DIY diKantor KPU Provinsi DIY, JumatKliwon, 24/10/2008.Sebetulnya pergantian anggotaKPU Kabupaten Kulonprogo yang berlangsung bulan Oktober 2008dapat disebut sebagai pergantian‘ditengah jalan.’ Sebab, tahapanPemilu 2009 sudah dilaksanakansejak bulan April 2008. Sejumlahtahapan Pemilu 2009 sudah dilak-sanakan oleh komisioner KPU kabu-paten terdahulu. Di antaranya,pemutakhiran data pemilih dan veri-fikasi peserta Pemilu (partai politikdan calon anggota DPD).Keanggotaan KPU KabupatenKulonprogo periode 2003-2008 sebe-tulnya berakhir bulan Juni 2008. Na-mun untuk mengantisipasi pemili-han gubernur Provinsi DIY, masatugasnya diperpanjang. Seleksi calonanggota KPU Kabupaten dilakukanAgustus-Oktober 2008.Berdasarkan keputusan KPU No13 tahun 2008 perlu dibentuk Tim Se-leksi Calon anggota KPU Kabupaten.Berikut anggota tim seleksi Drs HM Jumarin MPd (diajukan bupati), JujurSantosa SPd (diajukan DPRD), Drs HHeri Purwata (diajukan DPRD), drSunarto (diajukan KPU Provinsi DIY)dan Eny Nurbaningsih SH MH (dia- jukan KPU Provinsi DIY).
G
Susahnya Memilih yang Terbaik 
 
 Tes tertulis KPU.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...