/  2
 
REPUBLIKA
15
kabarkota
kilas
Yogyakarta I Semarang I Solo I Purwokerto I Magelang I Pekalongan
YOGYAKARTA — Hingga tahun 2009ini jumlah perguruan tinggi (PT) di In-donesia yang mengajukan diri memilikiRumah Susun Sederhana Sewa (Rusuna- wa) untuk mahasiswa ke Kantor kemen- trian Perumahan Rakyat mencapai 100 perguruan tinggi (PT). Namun karena ke-terbatasan dana di kantor kementriantersebut maka pengajuan itu terpaksaharus antre.Mengapa harus antre? Menurut Men-teri Perumahan Rakyat (Menpera) Mu-hammad Yusuf Asy’ari penyebabnya ka-rena keterbatasan anggarann yang dimili-ki kementriannya. ‘’Anggaran yang kamimiliki hanya 0,35 persen dari APBN. Itusangat kecil sekali,’‘ kata Yusuf ketimameresmikan penanaman tiang pancangpertama pembangunan Rusunawa untukUniversitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogya-karta, Sabtu (27/6).Namun begitu guna memenuhi per-mintaan dari perguruan tinggi tersebut,Kementrian Perumahan Rakyat (Kemen-pera) akan mengajak departemen yanglain seperti Departemen Agama (Depag)dan Departemen Pendidikan Nasional(Depdiknas). Ia mengatakan, Depag akandiajak dalam pembangunan pondok pe-santren dan beberapa sekolah. SedangkanDiknas untuk perguruan tinggi.‘’Jika ada 0,5 persen saja dari anggaranDepdiknas yang 20 persen dari APBN di-gunakan untuk itu saya yakin antrean 100PT tersebut akan tertangani,’‘ tandas Yu-suf.Diakuinya, banyak rumah tangga diIndonesia hingga saat ini belum memilikirumah. Bahkan berdasarkan susenas ta-hun 2007, ada tujuh juta rumah tanggamiskin (RTM) di Indonesia tak memilikirumah. Kementriannya lanjut menteriberusaha untuk memenuhi kebutuhan da-sar bagi RTM. Namun sayangnya, saat inidana yang ada di kantor Kementrian Pe-rumahan Rakyat tidak mencukupi untukmemenuhi kebutuhan perumahan bagirakyat miskin tersebut.Padahal kata dia, setiap tahunnya se-dikitnta ada 8 ribu pasangan baru ataurumah tangga baru yang juga membutuh-kan rumah. ‘’Karenanya kita terus men-dorong dan mempermudah proses untukpendirian tempat tinggal baik berupa Ru-sunawa maupun Rusunami dan bangunantinggal lainnya,’‘ terangnya.Dengan mudahnya pemberian izin ter-sebut, secara otomatis akan mengorban-kan lahan-lahan produktif, lantaran la-han tersebut dijadikan tempat tinggal.Menyangkut persoalan tersebut, YusufAsyíari menyangkal jika pemenuhan pe-rumahan tersebut akan mengorbankanlahan produktif.‘’Saya kira tak mengganggu dan meru-sak lahan produktif, maupun lahan perta-nian yang ada. Ini tergantung kepada pi-hak provinsi maupun kabupaten dalampengelolaan tata ruangnya, saya kira itutak menjadi masalah,’‘ tambahnya.
Twin block
Untuk pemenuhan tempat tinggal, ta-hun 2009 ini, Kemenpera akan membang-un 55
twin block
Rusunawa. Pembangu-nan itu terdiri atas 40 ‘twin block’ rusu-nawa dari dana stimulus fiskal dan 15‘twin block’ rusunawa dari Daftar IsianPelaksanaan Anggaran (DIPA) 2009. De-ngan demikian, menurut dia, sampai saatini terdapat 152
twin block
rusunawa diseluruh Indonesia yang sudah dan akandibangun.‘’Berhubung dananya merupakan pro-gram stimulan, jumlah Rusunawa yangdibangun masih sedikit jika dibanding-kan kebutuhan. Oleh karena itu, pemerin-tah daerah dan perguruan tinggi diharap-kan dapat melanjutkan pembangunanRusunawa,” katanya.Diakuinya, pembangunan Rusunawamerupakan salah satu amanat rencanapembangunan jangka menengah yangbertujuan mendorong pemenuhan kebu-tuhan rumah yang layak, sehat, aman, danterjangkau dengan menitikberatkan padamasyarakat berpendapatan rendah.“Target yang harus dicapai pemerintahdalam jangka lima tahun, 2005-2009,adalah 60 ribu unit Rusunawa. Pemba-ngunan Rusunawa oleh Kemenpera ituterutama diperuntukkan bagi pekerja danmahasiswa,” imbuhnya.Sementara Rektor UAD YogyakartaKasiyarno mengatakan, Rusunawa maha-siswa yang akan dibangun itu terletak diKelurahan Tamanan, Kecamatan Ba-nguntapan, Kabupaten Bantul sebagaibagian dari pengembangan kampus. Ru-sunawa mahasiswa itu dibangun di ataslahan seluas 2,1 hektare, terdiri atas satu‘twin block’ bangunan dengan luas lantaitotal 2.568 meter persegi,” katanya.Menurut dia, bangunan Rusunawa ma-hasiswa itu terdiri atas empat lantai den-gan total tempat hunian 96 unit termasuksatu unit untuk difabel. Setiap unit tem-pat hunian berukuran 21 meter persegidan dapat menampung 3-4 mahasiswa.“Pembangunan Rusunawa mahasiswaitu menelan biaya sebesar Rp 9,7 miliardan waktu pelaksanaan direncanakanselesai dalam tempo enam bulan,” tegas-nya.
yli
100 PT Antre Minta Rusunawa
Senin, 29 Juni 2009
Berlangganan
R E P U B L I K A
Hubungi (0274) 541582
PurnawirawanDukung Netralitas
YOGYAKARTA — Purnawirawan TNI-Polri,Veteran dan keluarga di Daerah IstimewaYogyakarta (DIY) mendukung netralitas TNIdan Polri dalam kehidupan politik praktis.Hal ini dimaksudkan agar kedua institusitersebut dapat melaksanakan tugas pokoksecara profesional sesua dengan aturanperundang-undangan.Demikian salah satu Pernyataan SikapPurnawiran TNI-Polri dan Veteran DIY di hala-man Monumen Yogya Kembali, Ahad (28/6).Pernyataan sikap ini dibacakan SesepuhnyaMayjen TNI (Purn) H Sudiman Saleh. Acaraini dihadiri sebanyak 1.350 tamu undangandari Purnawirawan TNI-Polri dan keluarganyaDIY. Juga tampak hadir GBPH Prabuksumodalam acara ini.Selain itu, juga mengharapkan pelaksana-an pemilihan Presiden 2009 dapat berjalanaman, jujur, tertib dan lancar. ‘’Kami ber-sama segenap komponen masyarakat yanglain siap mengamankan dan mensukseskan-nya,’‘ kata Sudiman Saleh.
hep
Amway 
AjarkanKetrampilan Usaha
BANTUL — Sebanyak 178 anak SekolahDasar (SD) Kedung Miri dan Sompok diKecamatan Imogiri Kabupaten Bantul terlihatantusias mengikuti program keterampilanusaha yang diadakan PT
Amway 
Indonesia,Ahad (28/6). Selama sehari, para pelajar itudiajari bagaimana beternak lele dan pembu-atan perhiasan sederhana dari manik-manikdan layang-layang.
Corporate Affairs Senior Manager Amway 
,Rossy Waworuntu mengatakan, kegiatan iniadalah bagian dari program orang tua asuh
Amway 
, melalui kampanye
One by One 
yangdilaksanakan secara global dan didukungoleh Yayasan
Amway 
Indonesia.Pada kesempatan ini Amway juga mem-berikan sumbangan keperluan sekolahdalam bentuk seragam merah putih, ser-agam pramuka serta alat-alat tulis.Alissa Rahman,
Independent Bisnis Owner 
(IBO) PT Amway yang salah satu orang tuaasuh dari anak-anak tersebut mengatakan,program ini merupakan tindak lanjut dari pro-gram pemulihan pasca gempa 27 Mei 2006di Yogyakarta.Kepala Sekolah SD Sompok, Sumarnomengatakan sejak tahun 2006, Amway telahbanyak memberikan sumbangan bagi SDSompok dan SD Kedung Miri.
mg1
UII Batasi MahasiswaKedokteran
YOGYAKARTA — Universitas Islam Indonesia(UII) membatasi jumlah mahasiswa yang inginmasuk Fakultas Kedokteran. Kebijakan inidimaksudkan untuk menjaga kualitas UII dalammemasuki
World Class University 
(WCU).Rektor UII Yogyakarta, Prof Dr H Edy Su-andi Hamid mengemukakan hal tersebutpada seminar ‘Potensi UII Menuju WCU’ diYogyakarta, Jumat (26/6) lalu. Selain Edy, juga hadir sebagai pembicara Ir Hendarman(Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti Depdik-nas), Prof Shunitz Tanaka (Universitas Hok-kaido, Jepang), dan Dr Ichsan Setya Putra(Direktur Pendidikan ITB).Dijelaskan Edy, Fakultas Kedokteran UIImempunyai daya tampung 230 mahasiswasetiap tahunnya. Namun jumlah pendaftar,tahun akademik 2008/2009, mencapai3.500 orang. Sehingga banyak calon maha-siswa yang ditolak.‘’Banyak calon mahasiswa yang ingin ma-suk ke Fakultas Kedokteran UII dan sanggupmembayar tinggi. Bahkan ada yang berasaldari Malaysia yang ingin belajar di FK UII.Tetapi FK UII membatasi jumlah mahasiswayang diterima,’‘ kata Edy.Hal ini, kata Edy, dimaksudkan agar kuali-tas UII tetap terjaga.
hep
YOGYAKARTA —Setiap musim libu-ran seperti bulan Juni, Juli, Agustus, De-sember, Januari, Yogyakarta selalu keku-rangan pramuwisata untukbeberapa bahasa seperti bahasa Jer-man, Perancis, Belanda, Spanyol, Rusia.Italia.Hal itu dikemukakan Ketua HimpunanPramuwisata Indonesia (HPI) DIY, AndiMudhi’uddin pada
Republika
, Ahad (28/6)Apalagi akhir-akhir ini jumlah wisatawanasing meningkat. ‘’Musim liburan bulanJuni-Juli ini banyak wisatawan dari Jer-man dan Perancis dan sekarang baru ter-sedia ,’‘ungkap dia.Saat ini jumlah pramuwisata yang bisaberbahasa Jerman ada 20 orang, sedang -kan kebutuhannya sekitar 40 orang.Menurut Andi, sebetulnyajumlah pramuwisata yang tergabungdalam HPI (Himpunan Pramuwisata In-donesia) DIY ada sekitar 405 orang danmereka mampu menguasai 11 bahasa. Te-tapi tidak semuanya aktif.‘’Kalau pramuwisata yang menguasaibahasa seperti Jepang, Perancis, Jerman,Belanda, Spanyol, Inggris, dan lain-lainjumlahnya seimbang, tidak akan kekura-ngan. Sayangnya jumlah pramuwisatatersebut kebanyakan hanya menguasaibahasa Jepang sekitar 120 orang dan ba-hasa Inggris 100 orang, bahasa Jermanhanya 20 orang dan bahasa Perancis ha-nya 40 orang,’‘ungkap Andi.Kondisi ini pada akhirnya menjadikendala di lapangan dalam proses pem-berian pelayanan informasi kepada parawisatawan baik dalam negeri maupunmancanegara. Lebih lanjut ia mengatakanYogyakarta merupakan destinasi yangterus berkembang. Dari data terakhir sajatercatat 400.000 wisatawan akan datangke Yogyakarta, sehingga pasti membutuh-kan tenaga profesional guna memandudan melayani mereka untuk memberikananeka informasi terkait pariwisata.Persyaratan pramuwisata yang harusdipenuhi, yakni mempunyai wawasanyang baik, memahami para tamu, watak,maupun sejarah tempat wisata yang ada.Termasuk pendidikan dan kode etik yangharus di junjung tinggi serta berlisensi.‘’Dalam mengantisipasi kekuranganpramuwisata secara internal kami sudahmeningkatkan kompetensi. Kami jugamenawarkan kepada masyarakat untukmenjadi
guide
,’‘kata dia.Diakui Andi, tidak semua
guide
mem-punyai lisensi, tetapi kalau anggota HPIsudah berlisensi dan setiap tiga tahun di-perpanjang. Karena itu untuk mening-katkan pelayanan kepada wisatawan iaberharap pemerintah melakukan pembi-naan kepada
guide
yang tidak berlisensijuga para tukang becak untuk mening-katkan pelayanan kepada wisatawan.Sementara itu Kepala Dinas Pariwisa- ta dan Kebudayan Kota Yogyakarta, HadiMuhtar membenarkan kondisi kurangnyapramuwisata pada musim liburan sepertiini, khususnya pramuwisata dengan spe-sifikasi bahasa tertentu.
nri
Setiap Musim Liburan DIY Kekurangan Pramuwisata
B
encana ternyata bisa juga mendatang-kan anugerah. Bahkan menggeluti du-nia kebencanaan justru bisa menghasi-lakn sebuah
award 
bergengsi dari organisasidunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).Adalah Dr Eko Teguh Paripurna, dosen Juru-san Tehnik Geologi Fakultas Tehnologi Mine-ral (FTM) Universitas Pembangunan Nasional(UPN) Veteran Yogyakarta.Dosen muda ini belum lama menerimapenghargaan berupa
United Nations
(UN)
Sasakawa Award Disaster Reduction
.Penghargaan tersebut diberikan pada sidang
Global Platform or Disaster Risk Reduction
ke 2 di Jenewa Selasa (16/6) lalu. Penghar-gaan tersebut merupakan penghargaan per-tama bagi dosen di Indonesia untuk kategoritersebut.‘’Saya tidak menyangka bahkan memikir-kannya saja tidak pernah. Aktivitas yangsaya tekuni dan geluti karena kecintaan sayasaja bukan karena berharap memperoleh
award 
tersebut,’‘ papar Teguh saat ditemuiakhir pekan lalu.Menurutnya, kecintaannya terhadap duniabencana dan mencari solusi untuk meringan -kan beban para penderitanya dilakukan sejaktahun 1994 lalu. Sebagai ilmuwan dan pene-liti ia bekerja pada lebih dari 24 provinsi,dan ratusan kabupaten yang ada di Indone-sia. Perhatian yang menjadi fokusnya adalahmengurangi adanya resiko terhadap warga-warga yang berada di lokasi yang rawan ter-kena bencana, baik banjir, longsor, gunungapi, dan sebaginya.‘’Mungkin karena komitmen yang saya jaga inilah, PBB memberikan penghargaantersebut,î ujar Teguh yang juga direktur PusatPenelitian Penanggulangan Bencana LPPMUPN Veteran Yogyakarta ini.Diakuinya, dalam penelitian penguranganresiko bencana tersebut, pada awal-awalyang ia temukan adalah adanya kesenjanganantara komunitas dan perlengkapan yangada, khususnya pada saat terjadi bencana.Dengan demikian, hal yang diperlukan ada-lah memperkecil adanya kesenjangan karek-teristik keterancaman bencana tersebut.Menurutnya bencana itu tak bisa dihin-dari, namun bisa dikenali ancaman-ancaman-nya, sehingga dengan adanya hal tersebutbisa dicari jalan keluar agar selamat daribencana. Dosen yang dulunya aktif di sebu-ah LSM ini juga mengatakan bahwa kesulitanyang dihadapi masyarakat yang tinggal didaerah rawan bencana adalah respon yangharus diberikan saat ada ancaman.“Masyarakat di Indonesia pada umumnyasudah paham akan karakteristik kebencana-an, termasuk ancamannya. Tetapi yang jadimasalah adalah sering salah dalam mere-sponnya, sehingga terjadilah bencana. Se-perti yang terjadi di Merapi ketika terjadi ben-cana lahar ternyata responnya justru masukbunker, ini namanya salah merespon,” jelas-nya.
Dana abadi
Sementara, selain mendapatkan penghar-gaan, ia juga berhak atas hadiah uang tunaiUS$ 50.000 atau sekitar Rp 500 juta. Meskidemikian, ia mengaku tak mau mengguna-kan dana tersebut untuk memperkaya diri.Uang penghargaan tersebut ia jadikan tabun-gan abadi, dimana bunganya tiap bulan akania gunakan untuk pengembangan keilmuanpengetahuan kebencanaan di sejumlah dae-rah, termasuk Gunung Merapi, Kelud danGunung Egon.‘’Saya merasa duit itu
kok 
bukan haksaya, apa yang saya dapatkan itu berkat ko-munitas-komunitas yang bekerjasama deng-an saya. Sehingga pantasnya dana tersebutmenjadi dana abadi, tiap tiga bulan sekalibisa dimanfaatkan bagi pengembangan spo-ra pengetahuan,î terang ayah dari Galih Pra-baswara dan Gandar Mahojwala.Sementara selain menjadi akadaemisidan
voluenteer 
 juga sedang membuat petabencana di wilayah Jawa Tengah. Dari kegia-tan yang selama ini ia lakukan, ada hal yangmenarik, yaitu menggunakan budaya dankearifan lokal untuk memberikan pengetahu-an tentang kebencanaan tersebut.Menurutnya sisipan pengetahuan pengena-lan ancaman bencana ia masukkan dalamtembang daerah, maupun kesenian daerahlainnya seperti
 jathilan
maupun seni pertun- jukkan ketoprak.Sementara itu menurut Dekan FTM UPNVeteran Prof Sari Bahigarti Kusumayudha,penghargaan tersebut merupakan bagianpengakuan dunia internasional atas keber-hasilan dan kemajuan Indonesia dalam pem-bangunan bencana dan pengurangan resikobencana.
yli
Dr Eko Teguh Paripurna
Raih Penghargaan PBB Karena Peduli Bencana
 
Pemerintah me-nargetkan pembangunan60 ribu unit Rusunawa.
YOGYAKARTA — Tenaga kerjadari DIY yang dikirim ke luar negeripaling tidak tenaga kerja terdidikyang menempati kedudukan di sek-tor formal, sehingga perlindunganmereka lebih baik. Hal ini sesuaikeinginanyang Gubernur DIY SriSultan Hamengku Buwono X.Karena itu
moratorium
atau jedapengiriman tenaga kerja Indonesia(TKI) ke Malaysia, tidak menggang-gu program penempatan tenagakerja asal DIY ke luar negeri, kataKepala Dinas Tenaga Kerja danTransmigrasi Hendarto Boediono dihadapan peserta Rapat Kerja Aosi-asi Bursa Kerja Indonesia (ABKI) diYogyakarta, Ahad (28/6).‘’Dengan dikirimnya tenaga ker-ja terdidik, maka upah yang diteri-ma jauh lebih besar ketimbangyang bekerja sebagai pramuwisma.Dan, perlindungannya pun juga le-bih baik dari pada menjadi pra-muwisma,’‘kata dia.Lebih lanjut Hendarto menam-bahkan, hingga saat ini jumlah te-naga kerja Indonesia asal DIY yangbekerja di luar negeri sebenarnyarelatif sedikit, yakni sekitar 1.600-an orang saja. ‘’Kalau kemudianada yang bekerja sebagai pemban-tu rumah tangga (PRT) atau pra-muwisma, dipastikan tidak melaluipintu DIY. Bisa jadi mereka lewatdaerah lain,’‘ jelas dia.Sementara Kepala Badan Nasi-onal Penempatan dan Perlindung-an Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Jumhur Hidayat pada ke-sempatan ini mengatakan langkahpemerintah melakukan moratori-um itu sudah tepat.Sebab, kata dia, berdasarkandari hasil survei yang dikeluarkanAmerika Serikat, menempatkanMalaysia sebagai salah satu negarayang masuk dalam daftar hitam,karena membiarkan terjadinyaperdagangan orang. Perlu diketa-hui korban
trafficking
atau perda-gangan orang di Malaysia, jumlah-nya hampir 95 persen di antara me-reka itu adalah orang Indonesia.Menurut Jumhur, pada 15 Julimendatang, Indonesia dan Malay-sia akan menggelar perundinganmembicarakan masalah ini.Jumhur mengakui kebutuhan tena-ga kerja di Malaysia terutamapembantu rumah tangga dari Indo-nesia cukup besar.Namun dengan maraknya ber-bagai kasus yang merugikanTKI/TKW di Malaysia, maka secaraperlahan jumlah TKI yang pergi keMalaysia kian menurun. Justru ba-nyak TKI yang pergi ke negara lainyang lebih baik perlindunganhukum dan kesejahteraannya, mis-alnya ke Timur Tengah, Singapura,Hongkong maupun Taiwan.
nri
DIY Hanya Kirim Tenaga Terdidik ke Luar Negeri
Pencet Tombol:
Menteri Perumahan Rakyat Muhammad Yusuf Asy’ari didampingi RektorUniversitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta Drs Kasiyarno M Hum tengah memencet tomboltanda dimulainya penanaman tiang pancang pembangunan Rusunawa.
YULIANINGSING/REPUBBLIKAYULIANINGSIH/REPUBLIKA

Share & Embed

More from this user

Add a Comment

Characters: ...