Kamis, 9 Juli 2009
REPUBLIKA
15
kabarkota
Yogyakarta I Semarang I Solo I Purwokerto I Magelang I Pekalongan
S
ebelum pemilihan Presiden dan WakilPresiden kemarin kita diberi sajian“debat” antar kandidat. Setelah mem-perhatikan debat calon Presiden sebanyaktiga kali dan debat calon Wakil Presidensebanyak dua kali beragam komentar punbermunculan. Dari beragam komentar,yang paling menarik adanya anggapan bah-wa debat yang dimotori KPU Pusat terse-but ditengarai sebagai ëpertujukkan kome-di politikí di Indonesia. Hal ini menarik ka-rena sebuah perhelatan besar yang amatserius disepadankan dengan penampilandrama yang penuh canda.Kita menganal komedi sebagai istilahyang digunakan untuk membedakan ben-tuk drama berdasarkan isi, di samping isti-lah tragedi. Drama komedi secara seder-hana dipahami sebagai drama yang berisicerita tentang persoalan-persoalan yangditampilkan secara lucu, sedangkan trage-di merupakan drama yang berisi cerita ten-tang persoalan-persoalan yang dihadirkandengan penuh keharuan.Istilah komedi sendiri berasal dari katacomos yang berarti ‘gembira, khususnyakegembiraan yang disajikan sebagai per-sembahan bagi Dewa Apollo di zaman Yu-nani Kuno. Dalam perkembangannnya ko-medi tidak hanya tampil dengan nuansacanda, tetapi pula canda yang bermuatankritik. Dengan komedi, kritikan dapat tam-pli secara halus dan segar. Pemahamanyang terakhir kita mengenalnya denganistilah “komedi satir”.Satir, dalam Kamus besar Bahasa Indo-nesia (1990), diartikan sebagai (1) gayabahasa yang dipakai dalam kesusastraanuntuk menyatakan sindiran terhadap sesu-atu keadaan atau seseorang; (2) sindiranatau ejekan. Asrul Sani berpendapat perludibedakan antara ‘banyolan’ dan satir.Meskipun keduanya merupakan sindiranatau ejekan terhadap seseorang atau ter-hadap suatu keadaan yang sarat nuansahumor, banyolan lebih menekankan padasegi yang bersifat ‘menghibur’, tetapi jugaterdapat upaya membangkitkan perenun-gan kemanusiaan yang dalam. Barangkalipembedaan tersebut dapat dicontohkanantara penampilan “Srimulat” dan “Jende-ral Nagabonar”.Contoh pertama Srimulat cenderung me-nampilkan humor yang bertujuan untuk men-ciptakan kelucuan dan memperguna kan se-gala cara untuk menghasilkan kelucuan ter-sebut. Adapun contoh kedua “Jenderal Naga -bonar”, humor yang ditampilkan bukan seke-dar lelucon, tetapi juga kondisi ironik yangada di masyarakat, untuk menciptakan pere-nungan bagi masyarakat menuju kehidupanyang lebih sempurna. Pada contoh pertamadisebut sebagai “banyolan”, dan contoh ke-dua disebut satir atau komedi satir.
Komedi satir Nagabonar
Ketika film dan buku skenario “JenderalNagabonar” karya Asrul Sani hadir di teng-ah kejayaan masa orde baru banyak orangyang menyambutnya. Film produksi PTDewi Film tersebut yang menyabet 3 pialacitra pada Festival Film Indonesia tahun1986 (FFI ‘86) itu tidak pernah dipikirkanorang sebagai sebuah komedi satir tenta-ng kondisi kepemimpinan bangsa kita.Tampaknya kita patut mencoba mengung-kap kembali komedi satir dalam film terse-but sebagai sebuah upaya perenungan.Komedi yang paling kuat muncul adalahkomedi satir tentang cinta. Komedi ini ber-pusat pada karakter sang pemimpin yakniJenderal Nagabonar. Komedi cinta seoranganak kepada ibunya tampak saat sangJenderal Nagabonar diminta membelahkayu dengan parang komandannya, meng-gendong ibunya di hadapan pasukan, dandisuruh mencarikan sirih saat akan be-rangkat berunding dengan Belanda.Selanjutnya komedi cinta sang Jenderalkepada seorang gadis dengan menyuruhBujang (sahabatnya dekatnya) sebagai‘mak comblang’ bagi dirinya karena mera-sa malu dan takut. Yang paling tragis ada-lah komedi cinta kepada sahabat sampai-sampai sang Jenderal menangis tersedu-sedu atas kematian Bujang.Komedi cinta seperti dicontohkan di atasmenjadi satir karena sikap dan pikiran sangJenderal hadir dalam suasana penuh kelu-guan yang cenderung dungu. Sikapnya seba-gai seorang pemimpin memperturutkan si-kapnya sebagai seorang pribadi. Komedi sa-tir berikutnya adalah tentang ketidakmampu-an pemimpin secara intelektual dan sangatmempercayai bawahan.Ketidakmampuan ini mengakibatkanmunculnya ‘distribusi pangkat’, yang dilaku-kan oleh “orang sekolahan” yang dianggappaling cerdas (Mayor Lukman) serta penen-tuan nama pangkat dipilih karena ‘enak dide-ngar’. Ketidakmampuan sang Jenderal meng-hadirkan pejuang yang berperang hanya den-gan bermodalkan kenekadan. Satir ini hadirmelalui tokoh Bujang, Sang Kopral pada Pa-sukan Nagabonar yang menyerang tangsi Be-landa dengan tanpa strategi militer, sehinggaia mati konyol.Kepercayaan penuh sang Jenderal kepadabawahan menciptakan pejuang oportunis.Satir ini hadir melalui tokoh Mayor Lukman,Juru Bicara Pasukan Nagabonar, yang jugaberposisi sebagai pedagang beras yang me-manfaatkan perjuangan untuk kepentingandiri sendiri. Akhirnya pada film dan buku ske-nario Jenderal Nagabonar kita disodori “pe- juang” yang merangkap sebagai “penjahat”.Satir ini hadir melalui tokoh Jenderal Mariam,Kepala Pasukan yang juga gemar merampokdan memperkosa.Komedi satir di atas menjadi bentuk sin-diran kita kini. Pemimpin bangsa yang telahkita pilih kemarin akankah bergaya sepertiNagabonar, Lukman, Bujang atau Mariam?Wallahuaílam bissawab.
Drs Dedi Pramono MHumDosen Universitas Ahmad DahlanYogyakarta.
Komedi Satir Sang Pemimpin
Forum akademia
DOKUMEN
YOGYAKARTA — Pelaksanaanpemilihan presiden (Pilpres) di Pro-vinsi Daerah Istimewa Yogyakarta(DIY) dan Jawa Tengah, Rabu (8/7)secara umum berlangsung aman danlancar. Tidak ada gejolak maupunanarkisme sebagaimana digambar-
kan dalam simulasi pengamananyang dilakukan aparat kepolisian.Peristiwa menonjol yang terjadi ha-nya kasus tewasnya dua pemilihakibat suatu penyakit serta para pe-milih di rumah sakit yang tidak da-pat menyalurkan hak pilihnya.Di Yogyakarta, calon Wakil Pre-siden (cawapres) Boediono meme-nuhi hak politiknya memberikan su-ara di Tampat Pemungutan Suara(TPS) 96 Kompleks Perumahan Sa-witsari, Condongcatur, Depok, Sle-man, Yogyakarta didampingi istri-nya Ny Herawati. Mantan GubernurBI itu datang tepat pukul 09.30.Mengenakan kemeja lengan pen-dek warna putih, Boediono tak hen-ti-hentinya tersenyum dan menya-pa masyarakat yang berjubel inginmelihatnya. Ny Herawati yang me-ngenakan baju bunga-bunga merahjuga melakukan hal serupa. Dengannomor urut pendaftaran 101 untukBoediono dan 102 untuk Ny Hera-wati, cawapres dari Partai Demo-krat tersebut menggunakan hak pi-lihnya selama lebih kurang limamenit di TPS tersebut karena tidakada antrian pendaftaran sehinggamantan Gubernur BI tersebut bisalangsung menggunakan haknya.Sedang Gubernur Jateng, H Bi -bit Waluyo melakukan pencontre-ngan di TPS No 2 Kelurahan Ga -jahmungkur Kabupaten Semarang.Berbicara kepada wartawan usaimencontreng, Bibit meminta wargaJateng menghormati hasil pemiludengan mendukung siapapun pres-iden dan wakil presiden terpilih.Karena siapapun yang akan ter-pilih menjadi presiden dan wakilpresiden merupakan pemimpinyang akan membawa bangsa Indo-nesia pada kondisi yang lebih baik.“Saya mengharapkan warga Ja -teng mendukung siapapun yangnantinya terpilih menjadi pemim-pin Indonesia yang lebih sejahterapada masa mendatang,î ujar Gu -bernur.Sedang peristiwa meninggalnyadua orang pemilih di TPS terjadi diBuluspesantren Kabupaten Kebu -men dan Temanggung. Kedua kor-ban ini meninggal saat sedang antredi TPS dan seorang lagi wafat seu-sai mencontreng. Kedua korbantersebut adalah Sudarno (55) wargaKabupaten Kebumen dan Suroso(58) warga Desa Waludono Keca-matan Bulu Temanggung.Sudarno (55) meninggal duniasaat antre di tempat pemungutansuara (TPS). “Memang sejak lamasuami saya menderita penyakit jan-tung, tadi sebelum ke TPS sudahminum obat,” kata Sirus (35), isteriSudarno.Sudarno meninggal dunia seki-tar pukul 09.30 setelah terjatuh darikursi tempatnya duduk untuk antrememberikan suara di TPS 01 DesaSangubanyu, Kecamatan Buluspe-santren, Kabupaten Kebumen.Sementara kejadian yang me-nimpa Suroso menurut SekretarisKPU Kabupaten Temanggung, Wi-tarso Saptono Putro terjadi setelahkorban memberikan suara di TPS02 di desa itu sekitar pukul 09.00.
Tak bisa memilih
Tidak semua warga kemarin da-pat menggunakan hak pilihnya de-ngan baik. Di RS Elisabeth Sema-rang, ratusan Pegawai dan Pasienrumah sakit tersebut tidak dapatmenggunakan hak pilihnya. Hal initerjadi karena akibatnya, pelak-sanaan pemungutan suara di TPS20 di rumah sakit ini sempat diwar-nai sedikit kericuhan saat 165pegawai dan 150 pasien inginmenggunkan hak pilihnya.Hal yang sama juga terjadi diRSU Muntilan Kabupaten Mage-lang. Sebanyak 110 pasien rawatinap di rumah sakit tersebut tidakbisa menggunakan hak pilihnya.Sedang di Sardjito Yogyakarta,Empat orang menggunakan hakpilih di tempat pemungutan suara(TPS) keliling di Rumah Sakit (RS)Dr Sardjito Yogyakarta dalampelaksanaan pemungutan suaraPemilu Presiden (Pilpres) 2009.Di Pulau penjara Nusakam-bangan, pemungutan suara jugaberlangsung lancar. Sebanyak 1.340narapidana menyalurkan hak pilih-nya dengan baik.
■
yli/owo/wid/eds/ant
Gubernur : DukungSiapapun yang Menang
Kartu Suara :
Calon Wakil Presiden Boediono memperlihatkan kartu suaranya usai
nyontreng
di TPS 96 kepadawartawan, Rabu (8/7). TPS 96 berada di Kompleks Perumahan Sawitsari, Condongcatur, Depok, Sleman, sekitar 300meter dari rumah Boediono. Boediono bersama istrinya Ny Herawati berada di urutan pendaftaran nomor 101 dan istrinyaNy Herawati nomor 102 di TPS itu.
YULIANINGSIH/REPUBLIKA
YOGYAKARTA — WaliKota Yogyakarta Herry Zu-dianto menyatakan, bahwapengembangan
Jogja FishMarket
(JFM) merupakantanggungjawab murni pihakpengelola. Pasalnya kataHerry, pihak pengelola dalamhal ini PT Bumi HarapanUmat merupakan pemenangtender yang wajib mengeloladan mengembangkan JFMtersebut.Pernyataan Herry itu di-sampaikan menyusul sepinyapengunjung JFM walaupunkompleks yang diharapkanmenjadi sentra wiosata barudi Yogyakarta tersebut telahdidirikan sejak tahun 2007lalu.‘’Kalau sekarang sepi yajangan salahkan Pemkot. Inikan kerjasama, mereka (PTBumi Harapan umat) dongyang bertanggungjawabmempromosikan. Kita (pem-kot) kan hanya membantu),’‘kata Herry Zudianto usaimemberikan hak suaranya diTPS 02 Kampung Golo Kelu-rahan Pandean KecamatanUmbulharjo Kota Yogyakar-ta, Rabu (8/7).Herry sendiri datang keTPS tersebut bersama istri-nya Dyah Suminar sekitarpukul 09.15. Jarak TPS de-ngan kediaman orang nomorsatu di Yogyakarta inipuntak terlalu jauh sekitar 300meter. Keduanya berjalankaki menuju TPS itu.Diakui Herry, pihaknyasudah berusaha untuk mem-bantu mempromosikan pasarikan higienis tersebut. Halitu dilakukan dengan meng-himbau dinas/instansi peme-rintahan menggelar kegiatanpertemuan di JFM. Karenaselain pasar ikan, tempat itudilengkapi dengan resto, ge-dung pertemuan, ruang ra-pat, tempat pemancingan,tempat bermain anak, kolamrenang anak, dan panggungpertunjukan.Langkah tersebut menu-rut Herry sudah lebih daricukup karena hubungan an-tara Pemkot dengan penge-lola JFM sifatnya adalahkerjasama. PT Bumi Hara-pan Umat sendiri kata Herry,merupakan pemenang tenderyang berani mengelola JFMdengan target pemasukandan bagi hasil dari Pemkot.Dikatakan Herry, keber-adaan JFM sebenarnya jugaberhubungan dengan peng-embangan Yogyakarta bagi-an selatan. Untuk itu, pem-kot saat ini sedang merenca-nakan pembangunan
sporttraining centre
(pusat pelati-han olahraga) di depan JFM.Di atas lahan seluas 1,5-2hektar itu, rencananya akandipergunakan sebagai tem-pat latihan seluruh cabangolahraga.‘’
Sport training center
akan dilengkapi dengan fasi-litas penunjang dan kantordari masing-masing cabangolahraga yang ada.’‘Pembangunan
sport train-ing center
ini merupakan sa-lah satu upaya pemkot untukmemberikan
greget
padadunia olahraga di Yogyakar-ta. Karena harus diakui hing-ga saat ini masih mengalamikekurangan fasilitas olah-raga. Rencananya pemban-gunan akan mulai dilakukantahun depan, dengan pen-danaan murni dari APBD.Seperti diketahui JFMmulai dibangun pada 2004-2005. Biaya pembangunanberasal dari APBN sebesarRp 6 miliar dan APBD KotaYogyakarta sebesar Rp 620juta. Pasar ikan yang diba-ngun di atas lahan seluas8.460 meter persegi ini secararesmi diserahkan kepadaPemerintah Kota Yogyakartajuta/tahun.
■
yli
Pengembangan JFMTugas Pengelola
kilas
Demi Keamanan, TPSdi LP WirogunanDipindah
YOGYAKARTA — TPS XI Lembaga Pema-syarakatan (LP) Wirogunan Yogyakarta di-ungsikan ke Rumah Tahanan (Rutan) yangberada di sebelah selatan LP tersebut. Pe-mindahan TPS yang akan digunakan untukpencontrengan para penghuni LP tersebutdilakukan sekitar pukul 11.00.Menurut Kepala LP Wirogunan Yogyakar-ta Santoso Heru Irianto, pemindahan terse-but dilakukan karena alasan keamananpada pelaksanaan pemilu presiden tahun2009 ini. ‘’Kita tidak mau ambil resiko, se-hingga kita pindahkan ke Rutan agar penga-manannya bisa maksimal,’‘ terangnya,Rabu (8/7).Menurutnya, di LP tersebut menampung267 warga binaan. Dari jumlah tersebut se-banyak 264 tercatat sebagai daftar pemilihtetap (DPT), yakni 232 narapidana laki-lakidan 24 narapidana perempuan. Adapun 8orang tercatat sebagai pemilih tambahanyang memiliki formulir A-7. Sedang tiga na-rapidana tidak bisa nyontreng karena masihdi banwah umur, warga binaan pindahandari luar daerah dan seorang narapidanadari luar negeri. ‘’Kami juga memberi ke-sempatan bagi keluarga yang ingin menjen-guk ke LP,’‘ terangnya.Menurut pengakuan Suprihatin (31), war-ga binaan yang tersangkut kasus penjam-bretan, dirinya cukup paham dengan sosial-isasi pilpres yang dilakukan KPU Kota be-berapa waktu lalu. ‘’Kita sudah faham kare-na sebelumnya telah ada sosialisasi danprosesnya juga tidak rumit,’‘ terangnya.Menurutnya, seluruh warga binaan di LPtersebut diharuskan menyontreng oleh pe-tugas LP walaupun para petugas tidak men-garahkan untuk mencontreng salah satu ca-lon.
■
yli
Lewat Lagu, BangunRasa Cinta Pariwisata
YOGYAKARTA — Membangun rasa cintaterhadap pariwisata di kalangan generasimuda bisa melalui pemasyarakatan lagu-lagu bertema pariwisata, terutama dituju-kan kepada siswa sekolah dasar, kata Ke-tua Yayasan Widya Budaya Yogyakarta WidiUtaminingsih.Ia di Yogyakarta, Rabu mengatakan me-masyarakatkan lagu pariwisata sejak dinidiyakini akan menumbuhkan kecintaan ti-dak saja kepada bangsa dan negara, na-mun juga pada perkembangan pariwisata dinegeri ini.“Untuk itu, perlu mensosialisasikan lagu-lagu bertema pariwisata di kalangan siswaSD, karena mereka lebih mudah menyerapmeteri lagu dan mengingatnya terus hinggadewasa,” katan Widi yang yayasannya me-miliki perhatian terhadap bidang pendidi-kan, studi pengembangan budaya dan pari-wisata berbasis potensi lokal ini.Menurut pencipta mars “Pariwisata Indo-nesia (MPI)“ dan lagu “Menjadi Tuan di Ne-geri Sendiri’ itu, untuk menyosialisasikanlagu bertema pariwisata memang perlu ker- ja sama dengan instansi terkait dan parapemangku kepentingan di bidang pariwisa-ta. Bahkan, bisa melalui sekolah-sekolahdengan mengajak mereka menyertakan sis-wa untuk mengikuti lomba paduan suaradengan lagu bertema pariwisata.“Rencananya, mars Pariwisata Indonesiaakan menjadi lagu wajib pada lomba padu-an suara lagu pariwisata tingkat nasionalpada November mendatang,” katanya.
■
ant
●
Drs Dedi Pramono MHum
Dua pemilih wafatsaat antre di TPS danusai mencontreng.
JUAL
Tanggal : 07 Juli 2009
Catatan : kurs sewaktu-waktu dapat berubah
”
MULIA
”
AUTHORIZED MONEY CHANGER
Inna Garuda Hotel Jl. Malioboro 60 Yogyakarta(Depan Tiket Counter Garuda Indonesia)
Senin - Jumat : 07.00 - 19.00 WIBSabtu - Minggu : 08.00 - 15.00 WIB
Telp. 0274-563314 (Hunting), 566353 Ext. 8901 Fax.(0274) 549777
BELIBN TC
USD
10,225 10,025 10,350
EURO
14,200 13,900 14,400
AUD
8,100 7,850 8,250
CAD
8,825 8,225 8,975
GBP
16,550 16,300 16,900
CHF
9,325 8,925 9,475
SGD
7,000 7,125
HKD
1.300 1.400
JPY 105
,50 100,50 109,50
RM
2,850 2,975
KWD
33,250 36,250
KPW
7/7.5 9.00
NT
285/295 340
BND
6,950 7,100
NZD
6,400 6,550
PHP
210 250
THB
295 345
YUAN
1,475 1,575
SAR 2,675
2,800
CURRENCY
Leave a Comment