• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Jumat, 10 Juli 2009
REPUBLIKA
15
kabarkota
Yogyakarta I Semarang I Solo I Purwokerto I Magelang I Pekalongan
kilas
Pemenuhan Giizi JadiPrioritas Pemerintah
YOGYAKARTA — Faktor kesehatan teruta-ma pemenuhan gizi bagi masyarakat hendak-nya menjadi salah satu prioritas bagi Peme -rintah Provinsi DIY dalam rangka pemenuhankesejahteraan masyarakat. Walaupun angga-ran pendidikan sudah dinaikkan menjadi 20persen, namun apabila tidak diikuti oleh pen-ingkatan kualitas gizi bagi peserta didik tentusaja hal tersebut menjadi sia-sia, kata Guber-nur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X saatmenerima bantuan secara simbolis dari Yaya-san Kasih Peduli Masyarakat Indonesia (YKPMI) di Gedhong Wilis, Kepatihan Yogyakarta,Kamis (9/7).Karena itu Sultan mempunyai keinginanuntuk menurunkan angka gizi buruk yang ter- jadi di DIY. ‘’Jangan sampai ada lagi kasusgizi buruk di Yogyakarta. Pemerintah ProvinsiDIY yang dalam hal ini diwakili Gubernur DIYmenerima bantuan secara simbolis dari YKPMI senilai 250 juta rupiah dalam bentuksepatu, beras
high-nutrition
dan vitamin.Menurut Ketua YKPMI Sudjono Halim, lem-baga YKPMI di Yogyakarta telah berdiri sejaktahun 2006 ini. Secara rutin memberikanbantuannyakepada pemerintah DIY maupundi daerah lain yang ada di seluruh Indonesia.‘’Gempa bumi yang terjadi pada tahun 2006lalu juga menjadimomentum yang tepat da -lam memberikan bantuan. Untuk masalahpenyaluran bantuan, kami menyerahkan se-penuhnya kepada Sultan selaku kepala dae-rah di DIY,’‘kata dia.Berkaitan dengan bantuan dari YKPMI,Sultan mengatakan akan memprioritaskanbantuan ini terutama kepada balita dan anak-anak di daerah. Pada kesempatan ini Guber-nur DIY memaparkan beberapa programnyayang berkaitan dengan peningkatan gizi ma-syarakat serta pemulihan pasca-gempa.
nri
Lima Persen SuratSuara di Yogya tak Sah
YOGYAKARTA — Panitia Pengawas Pemilu(panwaslu) Kota Yogyakarta menemukan 5persen surat suara tidak sah di 180 tempatpemungutan suara (TPS) di seluruh Yogyakarta.Dalam pemantauan pelaksanaan Pilpres ituPanwaslu Yogyakarta menerjunkan 90 relawanyang disebar ke seluruh TPS di Yogyakarta.‘’Memang ada penurunan dibandingkanpada pemilihan legislatif. Pada Pileg lalu jumlahsurat suara tidak sah ada 10 persen, tetapisaat Pilpres jumlah surat suara tidak sah turunmenjadi 5 persen,’‘ papar Ketua Panwaslu KotaYogyakarta Anik Pujiastuti, Kamis (9/7).Menurutnya, para relawan yang diterjun-kan Panwaslu tersebut ditugasi untuk menga-wasi 2 TPS sehingga di dapatkan 180 TPSyang bisa diawasi oleh seluruh relawan pe-ngawas atau 20 persen dari TPS yang ada diKota Yogyakarta yang sebanyak 866 TPS.Surat suara tidak sah tersebut antara lainberupa tanda 2 kali penyotrengan, ada tuli-san-tulisan yang berada di surat suara.
yli
SBY-Boediono Raih 62Persen Suara di DIY
YOGYAKARTA — Pasangan Capres dan ca-wapres SBY-Boediono menang mutlak di se-luruh wilayah di DI Yogyakarta. Berdasarkanhasil perhitungan cepat yang dilakukan pani-tia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DIY, pasan-gan yang diusung Partai Demokrat ini berha-sil memperoleh 62,9 persen suara di DIYmengalahkan dua pesaingnya yaitu pasanganMegawati-Prabowo dan JK-Wiranto.Megawati-Prabowo hanya memperoleh26,8 persen suara dan JK-Wiranto 10,2 per-sen suara. ‘’Hingga pukul 11.45, baru datadari 1.456 TPS yang masuk ke kita atau210.649 suara,’‘ papar Ketua Panwaslu DIYAgus Triyatno, Kamis (9/7).Menurutnya dari data tersebut pasanganSBY-Boediono memperoleh 132.575 suara,disusul pasangan Mega-Prabowo 56.476 su-ara dan pasangan JK-Wiranto 21.598 suara.Berdasarkan data itu, kemenangan pasanganSBY-Boediono mutlak terjadi di seluruh kabu-paten/kota di DIY. Bahkan di basis PDIP ya-itu di Kabupaten Sleman,Kulonprogo danBantul pasangan itu juga menang telak me-ngalahkan pasangan Mega-Prabowo.
yli
Seminar Internasionaldi UIN Suka
YOGYAKARTA — Fakultas Sain dan Tekno-logi Universitas Islam Negeri Sunan KalijagaYogyakarta akan menggelar seminar interna-sional
The 1st International Industrial Infor matics.
Seminar ini digelar bersama FakultasTeknologi Maklumat dan Multimedia Univer-siti Tun Hussein Onn Malaysia.Menurut ketua pelaksana, Agus Mulyanto,seminar ini akan digelar di Gedung Multi Purpo-se Kampus UIN Suka, Rabu (15/7) mendatang.‘’Forum ini merupakan pertukaran pengetahuandan pengalaman teknologi komunikasi dan info-rmasi untuk industri,’‘ kata Agus , Kamis (9/7).Lebih lanjut Agus mengatakan seminar ini juga untuk membangun jejaring antara kalan-gan profesional, peneliti, pendidik dan pem-buat kebijakan bidang teknologi informasi,memfasilitasi pertukaran pengetahuan antarberbagai pihak.
hep
Berlangganan
R E P U B L I K A
Hubungi (0274) 541582
YOGYAKARTA — Sehari pascapemilu presiden (Pilpres), PanitianPengawas Pemilu (Panwaslu) Pro-vinsi DIY telah menemukan 14 in-dikasi pelanggaran yang terjadi di22 TPS di wilayah Provinsi DIY.Dari 14 pelanggaran tersebut, di-tengarai 3 kasus masuk dalam pe-langgaran pidana, sedang sisanyaadalah pelanggaran administrasi.Selain 14 pelanggaran hasil te-muan Panwaslu tersebut, Panwas-lu juga telah menerima 2 laporandari masyarakat terkait pelang-garan seputar pemilu. Kedua lapo-ran tersebut ditujukan kepada pa-sangan nomor urut dua dalam Pil-pres, SBY-Boediono.Ketua Panwaslu Provinsi DIY,Agus Triyatno mengatakan dari 3kasus pidana temuan panwaslu,kemungkinan kasus yang bisa di-kenai sanksi adalah kasus denganpelaku pelanggaran Rusmidi. Me-nurut Agus, Rusmidi telah mela-kukan pelanggaran pemilu denganmelakukan pencontrengan duakali di tempat terpisah, yakni diTPS 26 Kadibeso Argodadi Sedayudan TPS 17 Jaten Argosari Sedayudi Kabupaten Bantul.“Rusmidi akan di jerat denganpasal 236 undang-undang No 42tentang pemilu presiden dan wakilpresiden, dengan ancaman pidanapenjara paling singkat 6 bulan danpaling lama 18 bulan atau dengandenda minimal Rp 6 juta dan mak-simal Rp 18 juta,” katanya, Kamis(9/7).Sementara menyangkut pelang-garan Administratif, Agus menga-takan akan segera merekomenda-sikannya kepada KPU ProvinsiDIY. Hal itu dilakukan karena da-lam undang-undang Pilpres diaturbahwa yang memiliki kewenanganuntuk menyelesaikan pelanggaranadministratif pemilu adalah KPU.Menanggapi temuan Panwaslu,Ketua Dewan Pimpinan Daerah(DPD DIY) Partai Golkar, Gan-dung Pardiman saat di temui dikantornya mengatakan, hasil pe-milu ini memang merupakan ke-hendak rakyat. Meskipun tidakmau mengakui kekecewaan atashasil pemilu ini Gandung meny-atakan bahwa pemilu kali ini tidakberjalan dengan jujur, adil, dantransparan.
Langkah hukum
Dari Semarang dilaporkan,DPP PDIP tengah menyiapkanlangkah hukum atas sejumlah pe-langgaran yang ditemukan padapelaksanaan pilpres 2009, Rabu(8/7) lalu. Ketua DPP PDIP, TjahyoKumolo dalam siaran persnya me-ngatakan, mensikapi kemenanganpasangan SBY- Boediono, pihak-nya masih menunggu hasil finalpenghitungan suara oleh KPU.Namun, tim hukum tengahnyamenyiapkan langkah-langkahpasca pemungutan suara. Yaknimenginventarisasi indikasi pe-langgaran yang ada diberbagaidaerah, sambil mencermati gelagatdan perkembangan politik yangterjadi. “Pada dasarnya, kita be-lum berfikir kemana strategi kedepan. Namun kita ingin menyele-saikan dulu secara tuntas berbagaipersoalan yang muncul dalam pe-laksanaan pilpres 2009,î ujarnya,Kamis (9/7).PDIP telah menginstruksikankepada struktur partai dan timsukses di daerah untuk melaksa-nakan apa yang menjadi instruksiDPP PDIP dan Tim Sukses Mega-Pro. Antara lain, meminta semuakader dan struktural PDIP men-ginstruksikan kepada setiap saksipilpres tidak menandatangani be-rita acara rekapitulasi suara, jikamenemukan adanya kecurangan.Bagaimana dengan di Jateng?Pelanggaran administratif ataspersyaratan penggunaan hak suarasesuai putusan Mahkamah Kons-titusi (MK) ternyata mendominasitemuan pelanggaran.Ketua Panitia Pengawas Pemilu(Panwaslu) Jateng, Abhan Mis-bach dalam keterangannya meng-atakan, di luar pelanggaran ini,indikasi politik uang juga mewar-nai jelang pelaksanaan pilpres.Namun dalam pelaksanaanpemungutan suara kemarin dite-mukan adanya pemilih dari luarkota yang hanya menggunakanKTP untuk menggunakan hak su-ara di sejumlah TPS di KotaSemarang dan Banjarnegara.Sebanyak 11 warga asal Medanyang sedang bebergian di Sema-rang bisa memilih di TPS 22, Kelu-rahan Genuksari. Demikian pulaseorang warga Tangerang yangmemilih di TPS 2, KelurahanKranggan, Kota Semarang.“Panwas menemukan empatwarga Jabar yang memilih di TPSdi Banjarnegara.’‘
owo/mg1
Panwaslu TemukanPelanggaran Pemilu di DIY
YOGYAKARTA — Ratusan mantankaryawan PT Hotel Inna Nataour (HIN)yang di putus hubungan kerja (PHK) sejaklima tahun lalu menggerudug Hotel InnaGaruda di Jalan Malioboro Yogyakarta,Kamis (8/7). Ratusan mantan karyawanitu bahkan memblokir tiga pintu masukke hotel tersebut dari samping depan dansamping kiri hotel.Para mantan karyawan yang tergabungdalam Himpunan Mantan Karyawan Ho-tel Indonesia dan Inna Wisata (HIMKHI)serta Himpunan Mantan Karyawan HotelAmbarukmo (HIMKHA) merupakanmantan karyawan PT HIN di tiga hotelyaitu Hotel Indonesia (HI) dan Inna Wi-sata Jakarta serta Hotel Ambarukmo Yog-yakarta.Para mantan karyawan PT HIN terse-but bermaksud meminta uang Jamsostekmereka yang belum dibayarkan oleh PTHIN walaupun mereka telah di PHK sejaklima tahun lalu. Sedikitnya ada 1.200 kar-yawan PT HIN yang tergabung dalamHIMKHI dan 300 karyawan yang terga-bung dalam HIMKHA. ‘’Kita kesini kare-na ini satu satunya hotel milik PT HINyang terdekat,’‘ kata Joko Sujono SE, ke-tua HIMKHI.Menurutnya, saat menjadi karyawan PTHIN seluruh karyawan dipotong gajinyauntuk pembayaran Jaminan Sosial TenagaKerja (Jamsostek) rata-rata sebesar Rp 55ribu/karyawan. Dana itu dipotong dari gajikaryawan sejak tahun 1992 hingga 2003.Namun ironisnya uang sebesar itu tak di-berikan sepenuhnya oleh PT HIN ke PTJamsostek. Karenanya para karyawan itumenangih janji PT HIN untuk memenuhitanggungjawabnya tersebut.Tuntutan itu menurut Joko sudah dila-kukan puluhan kali ke PT HIN. Bahkanmelalui mediasi Dinas tenaga Kerja DKIJakarta dan DIY, PT HIN akhirnya diwa-jibkan membayar Jamsostek tersebut ke-pada 900 mantan karyawan Hotel Indone-sia dan Inna Wisata sebanyak Rp 1,7 mil-iar dan 250 orang mantan karyawan HotelAmbarukmo sebesar Rp 620 juta.‘’Masing-maisng dari kita akan mem-peroleh jamsostek Rp 2 - 7 juta tergantungmasa kerjanya,’‘ kata Ketua HIMKHAWayan Patra SE.Walaupun keputusan Disnakrestranstersebut telah dikeluarkan sejak tiga ta-hun lalu namun hingga saat ini keputusanitu belum terealisir. ‘’Karenanya kita me-nagih hak kami ke PT HIN,’‘ terangnya.Kuasa Hukum PT HIN, Tony menga-takan pihaknya akan mempelajari terle-bih keputusan Disnakrestrans DKI danDIY tersebut. ‘’Kita akan melakukan pe-nelusuran dan penyelidikan terlebihdahulu,’‘ paparnya.Dikatakan Joko, jika tuntutan paramantan karyawan tersebut tak dipenuhimaka pihaknya akan terus mendatangihotel milik PT HIN setiap hari.
yli
Mantan Karyawan Hotel GarudaTanyakan Jamsostek
YOGYAKARTA — Memasuki tahunajaran baru 2008/2009, beberapa pega-daian di Yogyakarta mulai di banjiri na-sabah yang ingin menggadaikan barang-nya. Bahkan akibat tingginya animo ma-syarakat, jumlah nasabah di kantor pe-gadaian cabang Kota Yogyakarta danKabupaten Bantul, mengalami pening-katan sampai 25 persen.Pimpinan Pegadaian Kantor CabangYogyakarta, Widjatmo mengatakan da-lam sepekan ini pegadaian tempatnyabekerja mengalami peningkatan jumlahnasabah yang cukup signifikan. jikapada hari-hari biasa jumlah nasabah dipegadaian tersebut hanya berkisarantara 55 hingga 65 orang, maka dalamsepekan ini rata-rata nasabah yang da-tang ke pegadaian meningkat menjadi 80hingga 95 orang atau meningkat sebesar25 persen.Dari besarnya jumlah nasbah terse-but, lebih dari 90 persen barang yang di-jadikan sebagai agunan untuk memin-jam uang adalah perhiasan emas. sedangsisanya berupa kendaraan bermotor rodadua, dan barang-barang elektronik. Wi-djatmo mengatakan banjirnya nasabahdi bulan Juli yang bertepatan denganmasa dimulainya tahun ajaran baru me-rupakan masalah klasik di pegadaian.“kisaran uang yang mereka pinjam kepegadaian berkisar antara Rp 3 - 5 jutarupiah. Jumlah itu hanya rata-ratanyasaja, sebab ada yang meminjam lebih ba-nyak dan lebih sedikit dari itu,” ujarnya.Seperti di Kantor Pegadaian CabangKota, Pegadaian Cabang Bantul jugamengalami peningkatan jumlah nasabahcukup signifikan dibanding hari biasa.Pimpinan Pegadaian Kantor CabangBantul, Sukirno mengatakan peningka-tan jumlah nasabah di Kantor pegadaiancabang Bantul telah mengalami pening-katan sejak pertengahan bulan Juni2008. Akan tetapi peningkatan itu barumencapai 10 persen dibanding hari bi-asa. Memasuki bulan Juli, nasabah terusbertambah hingga mencapai 25 persen.Menurut Sukirno peningkatan palingtinggi terjadi pada hari Kamis dan Jumat(9-10/7), yang bertepatan dengan hari-hari terakhir pendaftaran ulang di seko-lah. “Sebagian besar alasan orang yangmenggadaikan barangnya ke sini adalahuntuk membayar biaya masuk sekolahanak-anaknya,” katanya.Bonijo, salah seorang warga Bantulmengaku terpaksa menggadaikan BPKBsepeda motornya karena membutuhkanuang yang besar untuk melunasi biayapendaftaran ulang anaknya di salah satuSekolah Menengah Kejuruan (SMK)Swasta di Bantul. “kemarin pihak seko-lah meminta Rp 1,7 juta. Kalau saya ti-dak menggadaikan BPKB motor, darimana buruh tani seperti saya bisa men-dapatkan uang,” katanya.
mg1
Tahun Ajaran Baru, PegadaianDiserbu Masyarakat
PDIP akan mengam-bil langkah hukumterkait pelanggaranpemilu
A
da banyak alasan mengapa kita memulai sebuah bisnis, na-mun dari banyak alasan tersebut setidaknya ada tiga alasanutama yang membuat kita memulai bisnis, tiga alasan ituadalah
Financial Freedom, Passive Income 
, dan
More Time 
.
Financial Freedom
, kita memulai bisnis karena keinginan kitauntuk terbebas dari masalah ñ masalah keuangan dan juga terbebasdari batasan kemampuan keuangan. Kita ingin mampu memilikisegala sesuatu sesuai dengan keinginan kita, ingin membeli rumahyang bagus, kendaraan yang bagus, membeli baju bagus tanpa harus menunggu saat - saat diskon, ingin makan di restaurant favorit ber- sama keluarga dan bebas memilih makanan kesukaan tanpa harusmelihat angka yang ada di sebelah kanan menu yang kita inginkan.
Passive Income 
, dengan memilili bisnis kita membayangkan akanmemiliki penghasilan tanpa harus selalu bekerja untuk mendapatkan-nya, kita ingin bisnis yang kita miliki mengirimkan secara terus mene-rus , ingin memiliki pendapatan yang terus mengalir selagi kita berli-bur, selagi kita bepergian, kalau perlu selagi kita tidur.
More Time 
, hampir sebagian besar orang yang memulai bisnismembayangkan akan memiliki waktu yang lebih fleksible, tidak se-perti ketika menjadi pekerja yang sangat terikat dengan aturan dandisiplin, harus masuk sesuai jam kerja lima hari dalam seminggu,bahkan kadang - kadang harus masuk di hari libur.Dengan memiliki bisnis sendiri kita berharap bisa berlibur kapansaja, mengantar dan menjemput anak ke sekolah, pulang kampung(buat saya sesuatu yang istimewa), atau mau melakukan apapunkapan saja tanpa harus izin sakit, izin ke ini, izin ke itu yang tidakmenyenangkan sama sekali.Setelah kita memulai berbisnis, hampir semua
Entrepre neurs
yangsaya jumpai dan termasuk saya, tentunya pada awal - awal saya ber-bisnis, bukannya mendapatkan tiga hal di atas malah justru semakin jauh dari yang kita harapkan. Bukan
Financial Free dom
yang kita dapat-kan malah semakin hari semakin banyak hutang yang kita gali, bisnisseolah - olah tak pernah henti membutuhkan tambahan modal.Bulan lalu kita menyuntik dana, bulan ini tak terhindarkan lagi kitaharus mencari hutang kesana kemari untuk menutupi
cash flow 
,kalau tidak kita tutupi maka karyawan tidak gajian, maka
sup plier 
tidak akan mengirimkan lagi barangnya kepada kita, dan begitulahterus tanpa ada hentinya sehingga hutang semakin dalam.Kita jadi frustasi karena team kita sangat tergantung dengan kita,tidak bisa memutuskan sendiri, tidak ada inisiatif, harus selalu kitakejar kejar, bahkan banyak perintah - perintah kita yang tidak berjalanatau tidak dijalankan. Bukannya
passive income 
yang kita dapattetapi
very very very active income 
yang ada.Banyak
Entrepreneur 
yang kehilangan orientasi dalam berbisniskarena semakin peliknya situasi, semakin dalamnya permasalahandan semakin kompleksnya proses bisnis yang dihadapi seiring den-gan bertumbuhnya bisnis yang dimiliki. Umumnya
Entrepreneur 
mem-ulai bisnis dengan bekal semangat dan mimpi besar, dan terusdemikian semakin lama bisnisnya bertumbuh tanpa mengimbangidirinya dengan bekal pengetahuan dan ketrampilan dalam berbisnissecara memadai.Kalau kita lihat berbagai profesi yang ada dalam kehidupan sehari-hari, hampir semua membutuhkan pengetahuan dan ketrampilan, apaitu menjadi dokter, pengacara, dosen, guru, bahkan tukang kayu,tukang las, ataupun pengemudi, semuanya memerlukan bekal penge-tahuan dan ketrampilan. Pengemudi perlu pengetahuan tentang jalan - jalan, pengetahuan tentang kendaraan yang dibawanya, dan juga perluketrampilan dalam mengemudi, menghadapi kemacetan, melewati jalan menanjak, dan memberhentikan kendaraannya dengan aman.Demikian juga dengan
Entrepreneur 
, kita tidak dapat membangunbisnis sesuai dengan keinginan kita tanpa pengetahuan dan ketrampi-lan, membangun bisnis yang menjadi mesin pencetak uang bagi kita,bisnis yang jalan tanpa setiap saat mengharuskan kehadiran kita.Pengetahuan dan Ketrampilan, itulah kuncinya menjadi Entre-preneurs dituntut untuk selalu menuntut ilmu dan belajar, tidakhanya belajar dari pengalaman kita sendiri tetapi juga harus bela- jar dari pengalaman orang lain, dengan membaca buku, majalah,atau mencari mentor dari
Entrepreneur 
yang sudah berhasil mem-bangun bisnis. Dengan pengetahuan dan ketrampilan yang kitamiliki sebagai
Entreprenuer 
kita akan terhindar dari berbagai per-soalan yang sebenarnya tidak perlu terjadi.
Pengetahuan danKetrampilan Berbisnis (1)
KOLOM ENTREPRENEUR
Oleh:
Heppy Trenggono
Presdir UnitedBalimuda
Tuntut Jamsostek:
Ratusan mantan karyawan PT Hotel Inna Nataour (HIN) yang PHK lima tahun lalu, Kamis (9/7)mendemo Hotel Inna Garuda di Jalan Malioboro Yogyakarta. Para karyawan ini memblokir tiga pintu masuk ke hoteltersebut guna menuntut pembayaran uang Jamsostek yang sampai saat ini belum dibayarkan.
YULIANINGSIH/REPUBLIKA
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...