KLINIK KESEHATAN
Redaksi:
Rubrik “ Klinik Kesehatan ”menerima pertanyaan seputarmasalah kesehatan dari pembaca.Kirimkan pertanyaan Anda melalui email:yogyarepublika@gmail.com atau faks0274-541582.
Jl. Kapten Mulyadi 249 telp 0271 - 643013Fax 0271 - 634823 Surakarta
Jembatan Bambu:
Dua orang pengendara sepeda melintasi Sungai Bengawan Solo dengan melintasi jembatanbambu di Kampung Beton, Solo, Senin (13/7). Menyusutnya sungai Bengawan Solo di musim kemarau dimanfaatkanwarga sekitar untuk membuat jembatan bambu guna menghubungkan jalur transportasi dan memasang tarif Rp 1.000untuk pengendara motor, Rp 800 untuk sepeda beronjong, Rp 600 untuk sepeda biasa serta Rp 500 untuk pejalankaki.
YOGYAKARTA — PemerintahProvinsi (Pemprov) Yogyakarta ti-dak akan gegabah menerapkanstandar kejadian luar biasa (KL)pada kasus flu babi di wilayah ini,walaupun saat sekarang ada empatorang yang terduga terkena penya-kit tersebut. Selain jumlah pende-rita belum banyak menurutGubernur DIY Sri Sultan Ha-mengku Buwono X, asal penyakittersebut bukan berasal dari wila-yah Yogyakarta.‘’Mereka yang dirawat semua-nya mengaku habis dari bepergianke luar negeri. Jadi indikator pene-rapan KLB masih belum mendesakdilakukan saat ini,’‘ terang Sultankepada wartawan di Kepatihan,Senin (13/7).Ia mengatakan, penetapan sta-tus KLB justru akan membuatmasyarakat panik banyak pihak,terutama yang paling terasa dalamsektor pariwisata. Sultan lebih se-pakat jika ada pengetatan/
screeni-ng
di bandara maupun pintu kelu-ar /masuk Yogyakarta untuk mem-inimalkan penyebaran flu babi.‘’Bandara sebaiknya diperketatlagi agar penyebarannya tidak ma-kin menjalar,’‘ tegasnya.Di Jateng, virus flu babi jugamulai menyebar. Sebanyak limapeserta pertukaran pelajaranIndonesia - Amerika Serika ter-paksa harus mondok di RumahSakit Dr Kariadi (RSK) karenadiduga terpapar flu babi.Wakil Ketua
Emerging Infecti-ous Disease
(EID) RSK, Agus Sur-yanto menyatakan, kelima pelajaryang sudah tinggal di Amerika se-lama setahun itu pulang sejakKamis lalu. Pelajar pertama yangdirawat adalah SAS (17) asal JatiKudus yang mengeluh demam,batuk dan pilek.Setelah SAS, berturut-turut em-pat temannya yaitu IR (17), RH (18),DAP (17) semuanya wargaSemarang dan AD (17) SragiJepara. ‘’Untuk SAS kondisinyasudah membaik dan telah diijinkanpulang, sedang empat lainnyamasih dirawat namun kondisinyaberangsur bagus.’‘
Positif flu babi
Dari lima terduga flu babi diRSUP Sardjito menurut KepalaDinas Kesehatan Provinsi DIY, drBondan Agus Suryanto, sampaisaat ini baru satu orang yang posi-tif terkena virus H1N1. Pasientersebut merupakan yang pertamakali dirawat di RSUP Dr Sardjitodan sekarang sudah pulang karenapanasnya sudah menurun. Hal inimenunjukkan gejala yang sudahstabil dan ada tanda-tanda kesem-buhan.Masih terkait masalah tersebut,Pemkot Yogyakarta akan mener-junkan tim gerak cepat atau biasadisebut
district survilance officer
(DSO) untuk mengantisipasi ada-nya kasus
suspect
flu babi diwilayah tersebut. Tim itu telah di-latih secara khusus untuk me-lakukan penanganan dini terhadappasien HINI di wilayah KotaYogyakarta. Ada dua orang dariDinas Kesehatan Kota Yogyakartayang ditunjuk menjadi koordinatorDSO.DSO ini membina 18
survilance
yang ditempatkan di 18 Puskesmasdi Kota Yogyakarta dan 56
survi-lance
yang disebar di 45 kelurahandi Kota Yogyakarta. ‘’Mereka telahkita latih secara khusus dan siapsewaktu-waktu menangani masya-rakat yang terindikasi flu,’‘ paparRubangi SKM, koordinator DSOKota Yogyakarta.
■
nri/yli/owo
Sultan : Yogya BelumKLB Flu Babi
JUAL
Tanggal : 13 Juli 2009
Catatan : kurs sewaktu-waktu dapat berubah
”
MULIA
”
AUTHORIZED MONEY CHANGER
Inna Garuda Hotel Jl. Malioboro 60 Yogyakarta(Depan Tiket Counter Garuda Indonesia)
Senin - Jumat : 07.00 - 19.00 WIBSabtu - Minggu : 08.00 - 15.00 WIB
Telp. 0274-563314 (Hunting), 566353 Ext. 8901 Fax.(0274) 549777
BELIBN TC
USD
10,200 10,000 10,325
EURO
14,175 13,875 14,325
AUD
7,850 7,600 8,000
CAD
8,650 8,050 8,775
GBP
16,350 16,100 16,650
CHF
9,275 8,875 9,400
SGD
6,950 7,075
HKD
1.285 1.360
JPY 1
10,25 104,25 113,25
RM
2,800 2,925
KWD
33,500 36.500
KPW
7/7.5 8.75
NT
285/295 335
BND
6,925 7,075
NZD
6,300 6,450
PHP
210 250
THB
290 330
YUAN
1,485 1,560
SAR 2,700
2,825
CURRENCY
YOGYAKARTA — Sedikitnya12 persen dari Rp 1,048 miliar atausekitar Rp 120 juta dana pember-dayaan ekonomi kewilayahan(PEW) di Kota Yogyakarta tahun2006 hingga saat ini macet. Danatersebut berasal dari APBD Pro-vinsi tahun 2006 yang disalurkanmelalui Kota Yogyakarta. Sedikit-nya 28 kelompok usaha masyara-kat di lima kecamatan di KotaYogyakarta yang menyerap danatersebut. Namun hingga batas ak-hir pengembalian Desember 2008lalu masih 25 persen dana belumdikembalikan.‘’Kita memberikan tenggangwaktu hingga semester pertamatahun 2009 ini. Dan hingga Febru-ari 2009 sudah mulai diangsurhingga akhir Juni kurang 12 per--sen yang belum dikembalikan.Kita kasih waktu lagi hingga akhirtahun 2009,’‘ papar Kepala DinasPerdagangan, Perindustrian, Ko-perasi dan Pertanian (Disperin-dagkoptan) Kota Yogyakarat, HeruPriya Warjaka, Senin (13/7).Diakuinya, program tersebuttahun 2006 lalu memang diperun-tukan bagi kelompok usaha di ke -lurahan yang menjadi korbangempa. Agar dana itu tidak macetpengembaliannya, pihaknya saatini intensif melakukan pembinaanterhadap kelompok usaha yangmacet pengembalian dananya.‘’Sanksinya belum ada paling-paling sanksi moral dan merekatidak bisa mengikuti program yangsama di tahun berikutnya,’‘ paparBambang, kasie Perdagangan Dis-perindagkoptan Kota Yogyakarta.Diakuinya, tahun 2007 dari APBD Provinsi Pemkot Yogyakartakembali memperoleh dana Rp 912juta untuk PEW tersebut. Danatersebut berhasil diserap 23 ke-lompok usaha di 14 kecamatan diKota Yogyakarta. Masing-masingkelompok memperoleh dana mini-mal Rp 10 juta. Pengambalian mo-dal bergulir dari APBD DIY ini be-rakhir tenggang waktunya padaakhir tahun 2010 mendatang.Tahun 2008 Pemkot kembalimemperoleh dana Rp 4,5 miliaruntuk program serupa. Namundana tersebut hingga akhir tahunbaru terserap Rp 2,25 miliar untuk225 kelompok di 45 kelurahan diKota Yogyakarta. ‘’Sisanya Rp 2,25miliar kita salurkan tahun 2009 iniditambah dari APBD Provinsi ta-hun 2009 sebanyak Rp 2,25 miliarsehingga total dana PEW tahun iniRp 4,5 miliar,’‘ terang Heru.Dana sebesar itu ditargetkanbisa diserap oleh 450 kelompokusaha di 45 kelurahan di KotaYogyakarta. Pihaknya menarget-kan setiap kelurahan ada 10 ke-lompok usaha yang mendaftar.‘’Bagi kelompok yang masih
nung-gak
belum boleh mengajukan.’‘
■
yli
12 Persen Dana Pemberdayaan Wilayah Macet
Tips Mengatasi Keputihan
SEMARANG — Aset BankMuamalat Indonesia (BMI)Regional Jateng-DIY menga-lami peningkatan sebesar 52persen dan telah menembusangka Rp 1 triliun per Juni2009. Berdasarkan laporankinerja semester pertama ta-hun 2009, posisi aset BMI Re-gional Jateng-DIY per Juni2009 berada pada angka 1,035Triliun atau mengalami pe-ningkatan 52 persen dari po-sisi asset Juni 2008.“Fakta ini, kembali mem-buktikan performa perban-kan syariah tetap mantap ditengah pesimisme dampakkrisis keuangan global,” ung-kap
Regional Manager
BMICabang Semarang, Donny MIskandar, Senin (13/7).Secara umum, jelas Don-ny yang didampingi
Commu-nication Manager and PuBlic Affairs
, Muslih Lutfi posisidana pihak ketiga (tabungan)terjadi peningkatan 53 per-sen dari angka Rp 655 MSemester I 2008 menjadi Rp 1Triliun.Peningkatan dana secarasignifikan pada semester Itahun 2009 ini didukung olehsemakin kuatnya kepercaya-an masyarakat dalam me-nempatkan dananya di BankMuamalat. “Ketahanan BankMuamalat melewati krisis1998 dan semakin kuatnyakepercayan pada sistemekonomi yang anti MaghribMaisyir (judi), Gharar (unsurpenipuan), Riba, dan Bathil(rusak akadnya) menjadipenentu masyarakat dalammempercayai pada BankMuamalat,” jelasnya.Menyinggung antisipasidampak krisis global dan pe -nerapan sistem pembiayaanyang prudent (aman) padaranah bisnis yang ada, Mu-slih Lutfi menyampaikanada sedikit penurunan pem-biayaan.Apabila pada semester I2008 pembiayaan menembusangka Rp 567 miliar makapada semester II tahun 2009pembiayaan mengalami pe-nurunan pada kisaran 0,2persen menjadi Rp 566 miliar.Optimalisasi kinerja PadaBank Muamalat RegionalJateng-DIY ini dikuatkanpula dengan pencapaian labayang mampu dicetak padaSemester pertama tahun2009. “Di mana dengan labaRp 25,65 miliar meningkat 72persen dari laba tahun se-belumnya yang baru menca-pai Rp 14,88 miliar,” jelasnya.Untuk NPF (
Non Perfor-ming Financing
) atau kreditmacet di BMI Regional Ja -teng - DIY berada pada po-sisi 2.9 persen menunjukkanbahwa Bank Muamalat da -lam kondisi Stabil dan Sehat.Untuk mendukung per -forma dan layanan Syariah,Bank Muamalat akan me-realisasikan pembukaan 18Kantor Unit Pelayanan Sya-riah dan kantor Kas diRegional Jateng DIY.
■
owo
Aset BMI Jateng - DIYTembus Rp 1 Triliun
Leave a Comment