Rabu, 15 Juli 2009
REPUBLIKA
15
kabarkota
Yogyakarta I Semarang I Solo I Purwokerto I Magelang I Pekalongan
kilas
Inspiring
SeminarWisata Hati
YOGYAKARTA — Ustadz Yusuf Mansyur,pimpinan Ponpes Daarul Quran Nusantaraakan kembali hadir di Yogyakarta untuk mem-berikan tausiyahnya dalam acara
Inspiring
Wisata hari Menjemput Keberkahan Rama-dhan di Gedung
Multy Purpose
UIN SunanKalijaga, Ahad (19/7) mendatang.Menurut Ketua Wisata Hati
Community
Yogyakarta, Very Adi Setyawan, sedikitnyaakan ada 1.500 peserta yang ikut dalamseminar itu. ‘’Ini merupakan
event
keduatahun 2009 ini setelah
event
pertama lalucukup sukses,’‘ paparnya.Menurutnya, di Yogyakarta sendiri saat initelah terdapat 800 lebih anggota komunitaswisata hati tersebut. Untuk lebih memantap-kan dakwah melalui komunitas tersebut pi-haknya akan mendirikan Progarm pembibitanPenghafal Alquran (PPPA) dan
launching
Wisata Hati
Community
.Taufik Ridwan sebagai Organizer dari Dini Me-diapro mengatakan, melalui kegiatan ini pihak-nya ingin memberikan pencerahan dan wacanabaru bagi masyarakat menyambut datangnyabulan suci Romadhon tahun 2009 ini.
■
yli
Pengelolaan ZakatBelum Optimal
BANTUL — Jika dikelola dengan baik za-kat memiliki potensi untuk menggerakkanperekonomian negara seiring dengan mening-katnya kesejahteraan umat. Tetapi pada ke-nyataannya, saat ini baru terkumpul kuranglebih Rp 200 milyar pertahun, atau hanya3,1 persen dari besar yang seharusnya diba-yarkan masyarakat, yakni Rp 6,5 triliun.Demikian dikatakan Pengasuh Pondok Pe-santren (PP) Al-Muhsin Krapyak Wetan yang juga menjadi Staf Pengajar di Fakultas IlmuAgama Islam Universitas Islam Indonesia(UII), KH Muhadi Zainuddin dalam seminarpemberdayaan zakat KUA kecamatan Sewondengan tema membangun kesadaran zakatguna memajukan kualitas dan kemandirianumat di Era Globalisasi, di Instistut Seni In-donesia (ISI), Selasa, (14/7).Menurut Muhdi, ada empat hal yang men- jadi permasalahan zakat saat ini. Pertama,kesadaran masyarakat yang masih kurang.Kedua, kurang agresifnya Badan Amil Zakat(BAZ) dan Lembaga Amil Zakat(LAZ). Berikut-nya belum adanya kekuatan hukum yangmengatur wewenang BAZ dan LAZ. Dan tera-khir penyaluran zakat masih sebatas untukmemenuhi kebutuhan konsumtif bukan pro-duktif.
■
mg1
Undip MenujuUniversitas Dunia
SEMARANG — Undip secara terus mene-rus meningkatkan kualitas pengelolaan pen-didikan, administrasi, penelitian dan publi-kasi ilmiah dalam upaya untuk meningkatkanrangking universitas di kelas internasional.Rektor Undip, Prof Susilo Wibowo me-nyampaikan, pada tahun 2009 universitas-nya berada pada peringkat empat terbaiknasional serta masuk dalam 100 universitasterbaik tingkat Asia.Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan
world rank
dengan memperbanyak publikasiilmiah dari hasil penelitian yang dilakukan olehakademisi Undip di berbagai jurnal yang ter-akreditasi. ‘’Khususnya jurnal penelitian danpublikasi ilmiah internasional,’‘ ungkap Susilosaat menerima kunjungan studi bandingUniversitas Ibnu Kaldun, Bogor, Selasa (14/7).Undip yang saat ini memiliki 11 Fakultasdengan 40.000 mahasiswa terus mendorongpara akademisi untuk melakukan kegiatan pe-nelitian dan menerbitkannya dalam jurnal ataupublikasi ilmiah. Publikasi ilmiah hasil penelit-ian diharapkan secara variatif bisa muncul dariberbagai fakultas. Pasalnya selama ini publika-si ilmiah lebih banyak muncul dari akademisiFakultas Kedokteran Undip.
■
owo
YOGYAKARTA — Empat dok-ter residen dari Bagian PenyakitDalam RSUP Dr Sardjito/FK UGMyang mengikuti paduan suara ting-kat internasional (
World ChoirCham pionship
) di Korea Selatandinyatakan
Suspect
flu Babi (H1N1). Mereka kini menjalani rawatinap di ruang khusus RSUP DrSardjito.‘’Dengan demikian pasien
sus- pect
H1N1 yang masih dirawat diRSUP Dr Sardjito hingga sekarangada 12 orang,’‘kata Ketua Tim Pe-nanggulangan Flu Babi/Flu BurungRSUP Dr Sardjito dr Sumardi,SpPD-KP pada wartawan, di RSUPDr Sardjito, Selasa (14/7).Dari dua orang tersebut, limapasien di antaranya dirawat diruang isolasi Kartika yakni dua pe-lajar, satu perawat, satu mahasiswaasing dan satu petugas
cleaningservice
dan empat dokter yang di-rawat di ruang khusus. Selain me-reka, kata Kepala Bagian Hukumdan Humas, Trisno Heru Nugroho,rumah sakitnya juga kedatanganseorang mahasiswa asal DepokSleman yang terpapar flu babi se-telah mendampinggi kunjunganmahasiswa Korsel ke Gunungkidul.Selanjutnya dr Mardi (panggilanuntuk dr Sumardi) mengatakanrombongan paduan suara dokterdari RSUP Dr Sardjito/FK UGM(
Job’s Interna Voice
) pulang dariKorea Selatan ke Bali satu pesawatdengan pasien yang dipulangkandari Korea Selatan karena terkenaflu babi. Karena pesawat dari Balike Yogya penuh semua, akhirnyarombongan paduan suara dariRSUP Dr Sardjito (sebanyak 32orang) pulang menggunakan bus.Mereka baru sampai ke Yogya-karta Senin tengah malam (13/7).Karena mereka pernah satu pesa-wat dengan pasien yang positif flubabi langsung diperiksa semua diRSUP Dr Sardjito, termasuk sopirdan kernet bus. Mereka langsung di
swap
(diperiksa lendir hidung dantenggorokan) dan hasil dari
swap
dikirim ke Depkes Jakarta. ‘’Pagiini langsung kami kirim ke Jakartakemungkinan hasilnya baru empathari kemudian,’‘tutur dia.Menurut dr Mardi, pasien
sus- pect
flu babi yang pulang dari Ko-rea Selatan dipisahkan dalam ru-ang tersendiri karena rombongan-nya dalam jumlah banyak. ‘’Ada 16bed yang sudah tersedia dan ruan-gannya bisa menampung sampai 32bed,’‘jelas dia.Dikatakan dia, sebetulnya seca-ra epidemiologis dengan adanyasatu kasus flu babi yang ada di DIY,sudah bisa dinyatakan KLB (Keja-dian Luar Biasa). ‘’Tetapi GubernurDIY mempunyai kebijakan lain.Karena kasus flu babi yang ada diDIY tertular dari tempat lain (im-por), bukan muncul di Yogyakarta,maka Gubernur belum menyata-kan KLB,’‘kata dr Mardi.Selanjutnya Wakil Ketua TimPenanggulangan Flu Babi/Flu Bu-rung RSUP Dr Sardjito dr AmaliaSetyati mengatakan, lima pasienyang dirawat di bangsal Kartikadalam kondisi baik, tidak ada yangdemam. Untuk mengurangi keje-nuhannya mereka dibolehkan un-
tuk membaca buku/majalah. Jum-lah paramedis di RSUP Dr Sardjitoyang sudah dilatih untuk menan-gani pasien flu babi/flu burung ada32 orang.
Disinfektan
Maraknya Flu Babi di berbagaidaerah, membuat Pemerintah KotaMagelang terus waspada dan mela-kukan pencegahan dengan mela-kukan desinfektan ke berbagaitempat. Hal ini dilakukan karenawilayahnya merupakan jalur lalulintas unggas dan ternak lain dariberbagai daerah.Penyemprotan desinfektan dila-kukan di setiap kelurahan, sertadaerah perbatasan lalu lintas per-dagangan unggas, termasuk pasarunggas.’‘Penyemprotan desinfek-tan ke unggas sudah kami lakukansejak April lalu, saat memasukimusim kemarau, kami terus beru-paya mencegah masuknya virus AIdan H1N1,’‘ jelas Kabid Peter-nakan Dinas Pertanian Peternakandan Perikanan Kota Magelang,Ratna Mahendrati.Selain melakukan pencegahandengan melibatkan warga, kataRatna, pihaknya juga terus mela-kukan sosialisasi.
■
nri/asd/ant
Empat Dokter RSUPSardjito
Suspect
Flu Babi
R REKOTOMO/ANTARA
Satwa Batik :
Sejumlah pengunjung mengamati beberapa boneka satwa batik yang dipajang pada Pameran ProdukUnggulan dan Sosialisasi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), di Gedung Wanita, di Semarang, Selasa (14/7). Pameranberagam produk usaha kecil dan menengah (UKM) yang digelar dalam rangka Hari Koperasi ke-62 itu akan berlangsunghingga 17 Juli mendatang.
P
engasuh MES Menjawab.Sebulan yang lalu,
alhamdulil- lah
, saya diberi hadiah sebuahmobil dari sebuah penyelenggaratelekomunikasi. Caranya waktu itusaya menebak sebuah jawaban yangtersedia. Yang ingin saya tanyakan,apakah hadiah yang saya peroleh itumerupakan hasil dari sebuahkegiatan untung-untungan? Bolehkahmenzakati benda tersebut agar “ber-sih” dari hal-hal yang merugikan.
Nurul Qomari
Kasihan Bantul
Jawab:
Saudari Nurul Qomari yth, terkaitdengan undian berhadiah ini pernahdibahas edisi 11 Maret 2009 lalu.Islam melarang dilakukannya perjudi-an yang dalam bahasa Arab disebutdengan istilah maisir, qimaar atauazlam. Secara ringkas, judi adalahsuatu transaksi yang didasarkanpada kondisi bahwa keuntungansuatu pihak diperoleh bersamaandengan kerugian pihak lain.Pengertian kerugian ini bukanberarti selalu ada pemaksaan, bah-kan banyak perjudian dilakukan atasdasar sukarela. Dalam duniamasyarakat mayoritas Muslim,seperti Indonesia, tentu saja bentuk-bentuk perjudian akan dipraktikkandalam berbagai variasi bentuk dannama. Dalam budaya Arab sebelumRasulullah ada budaya judi yang dila-rang yang disebut dengan jual belimunaabazah, yaitu jual beli tanahdengan cara pembeli menentukanbatas tanah melalui melempar keri-kil dan batas ditentukan sejauh lem-paran tersebut. Demikian puladewasa ini, praktik judi bisa dijumpaidalam berbagai transaksi.Judi berbeda dengan hadiah, danhadiah dihalalkan oleh Islam. Hadiahmerupakan suatu bentuk pemberiansuatu pihak kepada pihak lain seba-gai ungkapan rasa senang, terimakasih dan tanpa ada kompensasibalik yang diharapkan. Dalam kon-teks sekarang makna hadiah sudahrancu dengan suap dan judi.Ada kalanya hadiah diberikandengan pengharapan imbal balikataupun dalam bentuk nama baik(prestise) atau kekuasaan. Dalamkaitannya dengan pemegang kekua-saan atau otoritas, Islam sangattegas melarang memberikan atau-pun menerima suap (yang seringdisebut dengan hadiah atau komisi)yang diharapkan akan mempen-garuhi pengambilan keputusan.Terkait dengan hadiah yang diteri-ma oleh saudari Nurul Qamari dariperusahaan telekomunikasi, bisadiindikasikan bahwa hadiah ini tidaktermasuk judi jika (1) hadiah tidakbersumber dari pembayaran yangdilakukan oleh konsumen, misalnyapulsa telepon, namun dari keuntunganperusahaan, (2) kualifikasi hadiahdiketahui secara jelas oleh konsumen,(3) tidak ada unsur penipuan atau pe-ngelabuhan konsumen.(4) tidak ada penambahan padaharga jual produk akibat adanyahadiah. Misalnya apakah biaya pulsaper unit ketika menelpon meningkatberlipat ketika hendak mengikutiundian ataukah dengan tarif pulsanormal?. (5) tidak bersifat memaksauntuk ikut berpartisipasi dalam hadi-ah (6) dalam hal dilakukan undian,proses untuk mendapatkan tidakmembawa potensi kegurian, misal-nya konsumen membeli hanya kare-na menginginkan hadiahnya.Jika dari keenam hal diatas tidakada pada transaksi hadiah, makainsya Allah kita terhindar dari perju-dian. Jika kita mendapatkan hadiahperlukah dikeluarkan zakatnya? Tidakada dalil
naqli
yang secara sharihmenerangkan tentang zakat hadiah.Dalam hal ini para ulama memilikipandangan yang bervariasi. Sebagianberpendapat bahwa hadiah yangdatangnya tidak diduga-duga maka per-lakuan zakatnya disetarakan denganharta temuan (rikaz) yaitu 20 persen.Nisab harta temuan adalah setaradengan nisab emas. Namun jika hadi-ahnya terkait dengan pekerjaan rutin(misalnya komisi atau fee) makazakatnya disetarakan dengan jenisprofesinya, misalnya 2,5 persen.Jika ada proses usaha yang minimmaka zakatnya berkisar 5 persen hing-ga 10 persen. Demikian pendapat se-bagian ulama yang didasarkan padaqiyas. Sedangkan pendapat lain meny-atakan bahwa zakat atas harta tidakdikenakan atas hadiah, karena mema-ng tidak diatur. Oleh karena itu menu-rut pandangan ini, yang diperlukanadalah sedekah atau infaq. Berapabesarnya tergantung seberapa besarpahala atau imbalan yang diharapkan.
Wallahu a’lam
Kirimkan Pertanyaan Anda Seputar SyariahKe Alamat e-mail: yogyarepublika@gmail.com
Diasuh Oleh Tim MES Yogyakarta
Menjawab
ES
MASYARAKATEKONOMISYARIAH
Leave a Comment