Rabu, 14 Oktober 2009
REPUBLIKA
15
kabarkota
Yogyakarta I Semarang I Solo I Purwokerto I Magelang I Pekalongan
kilas
Ketiga KalinyaIbnu Sakit Lagi
YOGYAKARTA - Bupati Sleman non aktif Ibnu Subiyanto dirawat lagi di IRD (InstalasiRawat Darurat) RSUP Dr Sardjito untuk yangketiga kalinya sekitar pukul 12.00 lebih.Menurut Kepala Bagian Hukum dan HumasTrisno Heru Nugroho, masuknya Ibnu ke IRDbukan karena kasusnya gawat. Tetapi bagi pa-sien yang masuk sesudah pukul 12:00 harusmelalui IRS meski penyakitnya ringan, jelasHeru pada
Republika
di ruang kerjanya, Sela-sa (13/10).‘’Dia mengeluh hematori (kencing darah)dan sudah diperiksa dokter di IGD untuk dilacakapakah benar-benar ada darah,’‘jelas dia.Masuknya Ibnu mulai dikeluhkan Jaksa.Pasalnya sidang pemeriksaan terdakwa ituakhirnya ditunda karena yang bersangkutansakit. Ketika ditanya Hakim KetuaHery Supriyono, terdakwa Ibnu mengakusakitnya kambuh lagi. Hakim sempat meng-ingatkan jika sidang terus ditunda maka yangrugi terdakwa sendiri. Ketika sidang terdakwamemang harus dipapah oleh petugas. JaksaYusrin Nico Riawan sudah mengirim surat keRS Sardjito untuk membuat tim dokter inde-penden, namun sampai kini pihak rumahsakit belum memberikan balasan.
■
nri/yoe
Masyarakat DimintaWaspadai DBD
YOGYAKARTA — Dinas Kesehatan KotaYogyakarta mengimbau masyarakat untukmewaspadai meningkatnya potensi penyakitdemam berdarah dengue (DBD) dan influenzapada awal musim hujan. “Biasanya DBD daninfluenza menjadi penyakit yang kerap datang diawal musim hujan,” kata Kepala Seksi Pengen-dalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Yogyakar -ta Citraningsih di Yogyakarta, Selasa (13/10).Influenza, lanjut dia, terjadi karena peruba-han cuaca dari panas ke hujan, sedangkanDBD terjadi karena kelalaian masyarakat.Menurut dia, setelah musim kemaraubiasanya masyarakat lalai dengan barang-barang yang dapat menampung air hujan, iniyang meningkatkan potensi penyakit DBD.Ia mengatakan telur nyamuk memerlukanwaktu satu pekan untuk menetas menjadi jentikdan 10 hari untuk menjadi nyamuk dewasa yangsiap menjadi pembawa virus DBD. “Yang pentingpola hidup bersih dan sehat (PHBS) ditunjangdengan pembersihan sarang nyamuk (PSN).”Ia mengatakan, masyarakat juga haruscepat pergi ke pusat pelayanan kesehatan,rumah sakit atau klinik apabila ada anggotakeluarganya yang demam. “Tidak perlu me-nunggu bintik-bintik merah yang menjadi cirikhas penderita DBD muncul,” pintanya.
■
ant
Pemkab BantulKekurangan 1.264 PNS
BANTUL — Pemerintah Kabupaten Bantul,Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sampaisaat ini kekurangan 1.264 pegawai negerisipil (PNS). Hal ini terjadi karena selama tigatahun terakhir tidak menerima pegawai baru.“Padahal setiap tahun rata-rata 400 pegawaipemkab pensiun, sehingga dalam jangka wak-tu empat tahun itu jumlah pegawai yang pen-siun 1.200 orang lebih,” kata Kepala BadanKepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten BantulMaman Permana di Bantul, Selasa (12/10).Ia mengatakan Pemkab Bantul membukalowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS)terakhir pada 2005, dan baru pada 2009kembali membuka pendaftaran penerimaanCPNS. “Kekurangan PNS sebanyak itu belumakan terpenuhi pada 2010, karena peneri-maan CPNS tahun ini hanya 519 orang,”ungkapnya.
■
ant
YOGYAKARTA — Menteri Perta-nian Anton Apriyantono mengatakanmaraknya pemakaian pupuk kimiayang diperparah dengan penggunaanair tercemar untuk mengairi sawah-sawah telah menyebabkan 70 persenlahan pertanian di Indonesia kan-dungan bahan organik berkurang.Katanya, lahan pertanian di Indonesiasaat ini kandungan organiknya ting-gal dua 2 persen.‘’Bila kondisi ini terus dibiarkan,maka dikhawatirkan lahan pertaniankita akan rusak. Yang dirugikan pastipetani. Untuk itu, penggunaan pupukorganik sangat penting dilakukan, di-galakkan kembali,’‘ kata Anton Ap-riyantono, pada peserta Seminar Na-sional ‘’Go Organik’‘ di Hotel Shera-
ton Mustika Yogyakarta, Selasa (13/10).Menteri mengatakan seminar me-ngangkat topik pertanian organiksebenarnya telah sering diseleng-garakan. Tapi melihat kondisi yangsemakin memburuk akibat pemakai-an pupuk nonorganik, maka substan-si penggalakan kembali pemakaianpupun organik tetap relevan untukdidiskusikan.Ia mengatakan pertanian organikseharusnya menjadi sosok di perta-nian di negeri ini pada masa depan.Oleh karenanya, pemakaian kembalipupuk organik harus dapat diwujud-kan kembali dalam konteks pemba-ngunan nasional, khususnya pemba-ngunan di bidang pertanian. Menurutdia, pupuk yang merupakan kebutu-han pokok petani, yang keberadaandan ketersediaannya mutlak harusada dalam proses produksi pertanian.Seminar terselenggara atas ker-jasama Universitas Kristen Duta Wa-cana (UKDW) Yogyakarta, Universi-tas Gadjah Mada (UGM) dan Univer-sitas Pembangunan (UPN) tersebut.Selain Menteri Pertanian, pembicaralainnya adalah Brent Escobar dari
Custom Biological Incorporated
,Amerika Serikat.Pada kesempatan itu, Anton meng-ungkapkan selama ini pupuk kimiamenjadi andalan dan pilihan pertamapetani. Dan ini mengakibatkan hargapupuk kimia semakin naik, dan selan-jutnya petani dihadapkan kepadapersoalan yang dilematis — yaitu ha-sil pertanian yang diperoleh tidaksebanding dengan biaya produksiyang harus dikeluarkan.
Kearifan lokal
Melihat permasalahan yang diha-dapi petani maka perlu disiasati diantaranya mengajak kembali para pe-tani pada ‘’kearifan lokal’‘. Kata dia,semua usaha itu dilakukan untuk me-nekan biaya produksi serta menjagadan memelihara produktivitas lahan.‘’Petani harus bersedia kembalimenggunakan pupuk organik yangdiproduksi secara swadaya petani,sehingga petani tidak mempunyaiketergantungan sama sekali daripihak luar,’‘ tuturnya.Menurut dia, sebenarnya teknologiuntuk membuat pupuk organik (kom-pos atau pupuk kandang) sudah di-kuasai petani, sebelum mereka ter-biasa memakai pupuk anorganik.‘’Saya memiliki pemikiran yang perludiwujudkan ke depan, yaitu untukmembangun pabrik-pabrik pupukorganik di desa-desa. Pabrik itu bisadikelola oleh para kolompok tani,’‘katanya.Ia mengatakan pabrik semacam itudiintegrasikan dengan program peter-nakan sapi. Masalah pertanian bela-kangan memang menjadi sorotan se-jumlah pakar. Pasalnya mereka meli-hat pemerintah tak punya komitmenyang jelas. Seperti diungkapkan De-kan Fakultas Pertanian UGM, ProfTriwibowo Yuwono yang menilai per-hatian pemerintah terhadap pengem-bangan bidang pertanian masih mi-nim.Indikasi ini, terlihat dari anggaranAPBN yang dialokasikan di sektorpertanian tak sebanding dengan alo-kasi anggaran lain, semisal sektorpendidikan.‘’Politik anggaran untuk sektorpertanian harus diperbesar, sepertihalnya sektor pendidikan dan di-tuangkan dalam amandemen UUD1945,’‘ kata Triwibowo Yuwono akhirpekan lalu.
■
yoe
Mentan:Pupuk AnorganikMerusak
SLEMAN — KabupatenSleman menerima penghar-gaan di bidang koperasi daripemerintah Pusat. Penghar-gaan tersebut diberikan pe-merintah atas prestasi Ka-bupaten Sleman sebagai ka-bupaten/kota PenggerakKoperasi Tahun 2009. Ren-canannya, penghargaanakan diserahkan oleh Men-teri Negara Koperasi danUKM (ad interim), MariePangestu, pada hari Rabu(14/10) ini kepada Wakil Bu-pati Sleman, Sri Purnomo,pada acara di Hotel BumiKarsa Bidakara, Jakarta.Kepala Humas PemkabSleman, Endah WP menga-takan pemberian penghar-gaan juga berkaitan denganpembukaan pameran SMESCO (
Small and MediumEnter prises and Cooperatif
)yang diselenggarakan olehKementrian Negara Kopera-si dan UKM di JakartaMenurut Endah, setiaptahun Kementrian Koperasimemberikan penghargaankepada kabupaten/kota danprovinsi yang dinilai berha-sil dalam menggerakkan ko-perasi.Kata dia, dua kabupaten(Sleman dan Bantul) di DIYogyakarta tahun 2009 inimendapat penghargaan ter-sebut. Indikator penilaian-nya adalah komitmen Pem-da terhadap pengembangankoperasi, jumlah koperasiberkualitas, jumlah koperasiaktif, anggaran yang disedi-akan dalam rangka pembi-naan dan pengembangankoperasi.‘’Penghargaan ini meru-pakan cerminan dari kinerjamasyarakat Sleman yangtelah bekerja keras me-ngembangkan koperasi diKabupaten Sleman,’‘ kata-nya.Ia mengatakan denganpartisipasi dan peran sertamasyarakat tersebut, per-kembangan koperasi di Sle-man dapat ditingkatkan.Katanya, berdasarkan datadi Kabupaten Sleman sam-pai saat ini terdapat 587 ko-perasi. Menurut Endah, un-tuk meningkatkan eksistensikoperasi, Pemkab senantiasamendorong aktivitas kop-erasi untuk menyangga ke-giatan ekonomi masyarakat.Sampai akhir tahun 2008,jumlah koperasi di Slemanmengalami peningkatan se-besar 4,4 perse dibandingtahun 2007, dari 561 kopera-si menjadi 587 koperasi.Jumlah anggota koperasimeningkat 2,66 persen di-banding tahun 2007 yaitumenjadi 208.159 anggota.Katanya, peningkatan jugaterjadi pada volume usahayang mencapai Rp 768 mil-iar tahun 2008 dari Rp 656,43 miliar tahun 2007 (me-ningkat 16,99 persen)Ia mengatakan koperasitersebut terdiri dari 290 unitkoperasi aktif (49,4 persen),206 unit koperasi pasif(35,09 persen) dan 91 kop-erasi beku (1.615,50 persen).Dibandingkan tahun2007, jumlah koperasi aktifmengalami kenaikan 15,5persen pada tahun 2008.Jumlah koperasi pasif turun8,25 persen dan jumlah ko-perasi beku menurun sebe-sar 2,19 persen.
■
yoe
Sleman Sabet Penghargaan Koperasi
SEMARANG — Lonjakanpenggunaan Elpiji 3 kilogram(kg) pasca kenaikan harga elpiji12 kg harus diantisipasi oleh pe-merintah. Antisipasi ini bisa be-rupa pengawasan dan pengatu-ran distribusi tertutup. ApalagiElpiji ukuran 3 kg ini sebenar-nya diperuntukkan bagi masya-rakat yang kurang mampu.“Dengan sistim distribusiyang masih terbuka, Elpiji un-tuk warga kurang mampu ini te-tap rentan persoalan,” ujar Wa-kil Ketua Komisi B DPRD JawaTengah, Muhammad Haris, diSemarang, Selasa (13/10).Menurut Haris, konsumsi El-piji ukuran 3 kg ini diperkirakanakan melonjak seiring diber-lakukannya harga baru Elpiji 12kg. Hal ini diakibatkan oleh per-alihan penggunaan Elpiji 3 kgyang semakin banyak. Bahkanmasyarakat mampu sekalipunakan bisa beralih ke Elpiji uku-ran ini. Sehingga, hal ini akanbisa memberikan dampak ter-hadap masyarakat kurangmampu.“Kalau warga mampu beralihke Elpiji bersubsidi ini, bagai-mana nanti warga yang seharus-nya menerima,” tegasnya.Karena itu, Haris berharapPertamina dapat mengubah poladistribusi Elppiji tiga kg denganmekanisme tertutup, seperti hal-nya pola distribusi pupuk danraskin. Hal ini untuk melindun-gi kepentingan warga miskin se-kaligus memastikan komoditassubsidi pemerintah ini akan te-pat sasaran. Untuk melaksana-kannya, seluruh pemerintah ka-bupaten/ kota diminta berkordi-nasi dengan Pertamina untukmengatasi masalah ini.Dewan, masih ungkap Haris,juga akan meminta keteranganlangsung dari Dinas Perdagang-
an dan Pertamina terkait lang-kah-langkah yang dilakukanuntuk melindungi penerima hakini. “Jangan sampai, kebijakanpenyesuaian harga komoditaskebutuhan masyarakat ini ma-lah mendatangkan permasala-han baru bagi warga yang se-mestinya berhak,” tegasnya.Ide untuk mengendalikan pe-nyerobotan pengguna Elpiji ke-las menengah yang membeli 3 kgjuga dilontarkan Direktur Lem-baga Konsumen Yogyakarta Wi-dijantoro (
Republika
,13/10). Iamengatakan semestinya peme-rintah melakukan pemetaan ter-hadap pengguna gas Elpiji 3 kg.Selain itu perlu dilakukan anti-sipsi kuota gas Elpiji 3 kg yangdisubsidi, agar tidak diambiloleh kalangan menengah keatas.Menurut dia, karena gas tigakilogram yang disubsidi peme-rintah termasuk kebutuhan da-sar energi, maka harus diupa-yakan agar tidak terjadi kelang-kaan. Sejauh ini dari pantauanRepublika diberbagai daerahDIY - Jateng belum terjadi ke-langkaan Elpiji 3 kg. Namun di-akui ada peningkatan penjualan.Dampak dari peningkatan pen-jualan memengaruhi harga jualElpiji 3 kg yang sebetulnya tidakmengalami kenaikan.Di kawasan Sekaran, Keca-matan Gunungpati, Kota Sema-rang harga Elpiji 3 kg mengala-mi kenaikan dari Rp 13.500menjadi Rp 14.500 per tabung.Sejumlah pengecer beralasan,hal ini dipengaruhi oleh kenai-kan permintaan. Padahal peme-rintah pekan lalu hanya mena-
ikkan Elpiji ukuran 12 kg sebe-sar Rp 1.200 per tabung.
■
owo/nri
SEMARANG — KepalaBadan Geologi, R Sukyar me-ngatakan, kesiapan mengha-dapi bencana harus dimasuk-kan ke dalam kurikulum pen-didikan di sekolah-sekolahmengingat Indonesia meru-pakan daerah rawan bencana.“Secara geologi, Indonesiamerupakan daerah yang ra-wan mengalami bencana, mi-salnya gempa bumi dan gu-nung meletus,” katanya di se-la-sela pertemuan Ikatan AhliGeologi Indonesia (IAGI) diHotel Gumaya Semarang,Selasa (13/10).Karena itu, kata dia, kesia-pan masyarakat untuk meng-hadapi bencana harus diberi-kan sejak dini, dengan mem-berikan pemahaman dan pe-
ngertian kepada masyarakatbahwa mereka hidup di dae-rah yang rawan mengalamibencana. “Waktu terjadinyabencana alam tidak dapatdiprediksi secara tepat, kare-na itu yang dapat dilakukanadalah meningkatkan kesia-pan masyarakat untuk meng-hadapi bencana,” jelasnya.Ia mengatakan, bentukpeningkatan kesiapan untukmenghadapi bencana tersebutdapat dilakukan dengan ber -bagai cara, misalnya pelati-han-pelatihan penanggula -ngan bencana (simulasi, red)agar masyarakat selalu was-pada. Dengan pelatihan-pela -tihan semacam itu, lanjutnya,maka saat bencana benar-be-nar terjadi masyarakat sudahmemiliki bekal untuk melaku-kan penanggulangan terhadapterjadinya bencana alam.Kemudian, kata dia, kesia-pan dalam menghadapi ben-cana itu juga harus dimasuk-kan kurikulum pendidikan,misalnya dengan memberikanpelatihan bagi anak-anak se-kolah untuk menghadapi ben-cana alam.“Pelatihan-pelatihanseperti itu (bagi anak sekolah,red.) sudah dilakukan di ne-gara-negara lain, misalnyaAmerika Serikat (AS) dan Je-pang dan untuk melakukanpelatihan itu tidak membu-tuhkan dana mahal,” katanya.Selain itu, kata dia, karenaterjadinya bencana tidak da-pat diprediksi, maka bentukkesiapan lain yang harus dila-kukan adalah berkaitan de-ngan konstruksi bangunan,terutama di daerah-daerahyang dipetakan rawan ben-cana. Ia mengatakan, pemer-intah dan pemerintah daerahharus menyiapkan peta daer-ah-daerah mana saja yangrawan mengalami bencanadan peta itu digunakan seba-gai basis untuk mengaturperencanaan dan penataanruang, terutama berkaitandengan konstruksi.“Pemerintah melalui DinasPekerjaan Umum dapat me-nerapkan standar-standarkonstruksi bangunan yangharus dipenuhi untuk daerah-daerah yang dipetakan rawan
mengalami bencana alam, mi-salnya dari segi kerapatan ba-ngunan,” kata Sukyar.
■
ant
Kesiapan Bencana Mestinya MasukKurikulum Pendidikan
SOLO — Pengusaha ba-tik dilanda dilema. Merekadihadang persoalan keter-batasan sumber daya ma-nusia pembatik. Sementara,order kian mengalir paskadikukuhkan batik Indonesiasebagai warisan budaya du-nia oleh badan dunia PBB,Unesco. Selain penetapantadi, seruan Presiden agarmasyarakat menggunakanbusana batik juga ikut men-dongkrak permintaan.Meski ada peningkatanyang luar biasa, kondisi ter-sebut justru disikapi rasacemas oleh kalangan pe-ngusaha batik. Sebab mere-ka sendiri dihantui olehmasalah kekurangan tenagapembatik. Saat ini proseskaderisasi di lingkunganpembatik tidak berjalannormal. ‘’Akibatnya peng-usaha batik tak mampu me-menuhi permintaan pembelikarena kesulitan mencaritenaga pembatik,’‘ kata Ke-tua Forum PengembanganKampoeng Batik Laweyan,Alpha Febela kepada war-tawan, Selasa (13/10).Ia mengakui sekarang inipengusaha batik sangat mi-nim tenaga pembatik. Khu-susnya, pembatik motif pa-kem, kontemporer, maupunbatik cap. Tenaga kerjayang menguasai batik saatini cukup langka. Orangyang dulu bekerja di sektorpembatikan kemudian alihprofesi ketika dunia batikmengalami kelesuan.Koordinator Forum Pe-ngembangan KampoengBatik Laweyan, Widiarso,memandang minimnya te-naga kerja sektor pemba-tikan lantaran masih ren-dahnya penghargaan ter-
hadap mereka. Jadi, tenagapembatik masih dianggapburuh kasar. Bukan pekerjaprofesional yang dihargaisebagaimana mestinya. Se-hingga tidak menarik lagibagi orang lain menekunisektor pekerjaan ini.Hari Wahyudi, pengusa-ha Batik Mahkota Solo, me-ngakui tingkat kesulitanmembatik. Jadi, seorangpembatik pekerjaan tak se-kadar
mbatik
, tapi harusmampu menghidupkanimajinasi yang dituangkandi atas kain. Apalagi kalaumembatik gambar abstraktingkat kerumitan lebihtinggi katimbang membatikrealis.Saat sekarang, kata Haritidak ada regenerasi tenagapembatik. Dan, generasi se-karang kurang tertarik pe-kerja sebagai pembatik.Mereka lebih suka bekerjasebagai karyawan pabrikatau toko/mall. ‘’Inilah yangmembuat pengusaha kesuli-tan mencari tenaga pemba-tik,’‘ tambahnya.Menurut Hari, tidaik ha-nya pelaku usaha batikkontempor atau motif ab-strak saja yang dilanda mi-nimnya tenaga pembatik.Pelaku usaha batik tulis ha-lus, juga menghadapi ma-salah serupa. ‘’Kalau batiktulis halus bermotif tradi-sional atau motif pakem inilebih rumit. Membutuhkanketelitian, kesabaran, kelu-wesan lebih tinggi jika di-banding motif batik lain.Salah sedikit saja sudahkeluar dari pakem. Dan, ka-in harganya jadi jatuh. Ma-kanya, oranhg jarang maumembatik tulis halus’‘.Sekadar diketahui, aja-kan Presiden SBY ini sete-lah badan dunia PBB,UNESCO, memberi penga-kuan batik Indonesia seba-gai warisan budaya dunia(
world heritage
), berdam-pak positif terhadap kehi-dupan industri perbatikan.‘’Momen ini menjadikansektor dunia industri perba-tikan bangkit kembali,’‘ ka-ta pengusaha batik, Bam-bang Slameto.Berkah Unesco diakuikalangan pengusaha Batikdi Solo, Pekalongan danBanyumas cukup memban-tu kebangkitan usaha batik.Karena sejalan dengan itukemudian muncul seruandari pemerintah agar parapegawai mengenakan bajubatik sebagai pakaian dinaspada hari tertentu.‘’Sejak awal puasa lalusudah terasa adanya lon-jakan permintaan,’‘ kataBambang lagi.
■
eds
Pengusaha Batik Terkendala Tenaga Pembatik
Diusulkan Distribusi Tertutup Elpiji 3 Kg
ANIS EFIZUDIN/ANTARA
Ke depan perlu di-bangun pabrik pupukorganik di pedesaan.
Plastik Mulsa:
Seorang petani melubangi plastik mulsa menggunakan corong (kaleng yang diisiarang menyala) untuk persiapan menanam cabe merah di perladangan lereng gunung Merbabudesa Petung, Pakis, Magelang , Senin (12/10). Penanaman cabe menggunakan penutup plastikMulsa bertujuan mengurangi tumbuhnya rumput yang bisa mengganggu pertumbuhan tanamansekaligus mengurangi biaya tenaga untuk menyiangi rumput.
Leave a Comment