• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Kamis, 29 Oktober 2009
REPUBLIKA
15
kabarkota
Yogyakarta I Semarang I Solo I Purwokerto I Magelang I Pekalongan
kilas
Eksploitasi AnakKian Marak
SOLO — Praktik eksploitasi anak di Solo kianmarak. Dalam kurun waktu empat tahun terakhirini — sejak tahun 2005 hingga 2009 — tercatat111 kasus korban eksploitasi terhadap anak.Menurut catatan Yayasan Kakak, sekitar 75persen dari 111 kasus eksploitasi tersebutkebanyakan korban
trafficking 
, atau perkaratransaksi jual-beli anak. ‘’Minimal yang korbanbersangkutan pernah ditawari seputar perkara
trafficking 
,’‘ kata Shoim Sahriyati, ManagerDivisi Anak Yayasan Kakak, kemarin.Sekadar diketahui, Yayasan Kakak, sebuahlembaga swadaya masyarakat sosial berpusat diKota Solo yang intens bergerak dibidang duniaanak-anak. Terutama perlindungan hak dariperkara seputar eksploitasi terhadap anak-anak.Dari pelbagai kasus eksploitasi anak-anaktersebut mendapat pendampingan dari YayasanKakak. Dan, sebagaian besar diantara merekamerupakan korban eksploitasi. ‘’Sedang perkarakorban ekspoitasi yuang terjadi tahun ini — se-kitar 20 kasus — sebagian besar korban kasuspemerkosaan,’‘ tambah Shoim Sahriyati.
eds
Seniman dan PKLBanyumas TuntutBupati Mundur
PURWOKERTO — Aksi menuntut BupatiMardjoko mundur, mencuat lagi. Kali ini, aksidilakukan ratusan warga yang terdiri dari paraseniman, Pedagang Kaki Lima (PKL), sertakelompok masyarakat Aliansi Pecinta MerahPutih dan Masyarakat Miskin Banyumas. Aksidilakukukan di depan Setda Banyumas, Rabu(28/10), bertepatan dengan peringatan HariSumpah Pemuda.Dalam orasinya, para pengunjuk rasa menilaiselama menjabat sebagai Bupati Banyumassejak tahun 2008 lalu, Mardjoko, selalu menge-luarkan kebijakan-kebijakan yang tidak berpihakpada warga miskin. ‘’Untuk itu, kita menuntutMardjoko mundur bila tidak segera mencabutkebijakan-kebijakannya yang kontroversial,’‘ katakoordinator seniman, Bambang Set.Menanggapi keluhan tersebut, Ketua DPRD Ba-nyumas, Juli Krisdianto, menyatakan, pihaknya ti-dak bisa langsung memberikan keputusan. NamunJuli menjanjikan akan memfasilitasi pertemuanantara eksekutif dengan para seniman dan PKLuntuk mencari solusi bersama. ‘’Tetapi apa punhasil pertemuan tersebut, kita semua harus me-nerima dengan tangan terbuka,’‘ tegasnya.
wid
Peserta BintekKeluhkanPenyelenggaraan
SEMARANG — Setelah mendapatkan sorotandari sejumlah media massa terkait pelaksanaanbimbingan teknis (Bintek) di Solo, se jumlahanggota dewan Jawa tengah angkat bicara.Mereka bahkan ‘ikut- ikutan’ mengeluhkanpelaksana Bintek yang kurang profesional.Sehingga penyelenggaraannya juga tidak bisamaksimal. Baik secara materi, sarana danprasarana serta jalannya pembekalan terhadap100 anggota dewan yang baru.‘’Kesiapan penyelenggara dalam pembekalanini kurang,’‘ ungkap anggota Fraksi PartaiDemokrat, Bambang Eko Purnomo kepada war -tawan, Rabu (28/10).Kekurang siapan pihak penyelenggara, ujar-nya, juga di alaminya sendiri saat anggota Ko-misi C DPRD Jawa Tengah ini sempat tidak ke-bagian jatah kamar untuk menginap. Demikianpula pelaksanaan seminar yang diikuti para wa-kil rakyat ini, dinilai kurang, karena moderatoracara kurang dapat membawakannya secaramenarik.
owo
YOGYAKARTA — PeringatanHari Sumpah Pemuda di Yogya-karta, Rabu (28/10), diwarnai un-jukrasa yang digelar tiga elementmassa, yang kembali memperta-nyakan keberpihakan pemerintahPresiden SBY terhadap perbaikannasib rakyat kecil.Kelompok massa yang turun kejalan kemarin masing-masing dariKeluarga Besar Mahasiwa TamanSiswa, Universitas SarjanawiyataTamansiswa (UST) Yogyakarta,Liga Mahasiswa Nasional untukDemokrasi-Politik Rakyat Miskin(LMND-PRM) dan Aliansi Perju-angan Rakyat (APR —gabungandari Front Mahasiswa Nasional(FMN), Serikat Pemuda Yogya-karta (SPY) dan Keluarga Maha-siswa Adonara Yogyakarta).Aksi ini berjalan di bawah pe-ngawasan aparat kepolisian yangmenurunakan puluhan personil-nya, yang disebar mulai dari Ta-man Parkir Abu Bakar Ali, Ge-dung DPRD, dan di sekitar Ge-dung Agung.Isu yang diusung tiga kelompokini hampir serupa, yakni berupatuntutan untuk pencabutan UUBHP, Pelaksanaan UUPA 1960 se-cara konsisten, hentikan PHK mas-sal, realisasikan anggaran pendidi- kan 20 persen dari APBD dan APBN di luar gaji guru, dosen dan kar-yawan, dan naikkan upah buruh.Kelompok massa ini bergerakdari Taman Parkir Abu Bakar Alimenuju Jalan Malioboro dan ke-mudian ke Perempatan Kantor PosBesar. Kelompok UST dengan me-nurunkan sekitar 200 mahasiwa se-jak pukul 08.30 sudah berkumpuldi depan Gedung Agung dan ber-demo di Perempatan Kantor Pos.Mereka meminta semua pihakmewaspadai kebijakan-kebijakanPemerintah SBY ke depan, agarkebijakan itu bisa diarahkan untukmemecahkan persoalan-persoa- laan yang dihadapi rakyat kecil.Mereka juga menolak adanyaintervensi asing dalam kepenting-an nasional Indonesia, dan mem-inta pemerintah menasionaliasiaset-aset bangsa yang saat ini di-eksploatasi asing, dan juga me-minta pemerintah serius memba-wa para koruptor ke pengadilan.Isu serupa juga diusung olehAliansi Perjuangan Rakyat yangturun dengan sekitar 60 aktivis-nya. Mereka mengingatkan peme-rintah agar menyediakan lapang-an kerja dengan upah layak bagipemuda bangsa ini, mengingat sa-at ini angka pengangguran di ka-langan pemuda sudah mulai me-nembus 10 juta.Mereka juga meminta pemerin-tah SBY melepaskan diri daricengkraman praktek-praktek im-perialisme, kapitalisme dan neoli- beral, dengan segera mementing-kan pemenuhan hak-hak rakyatatas pendidikan dan pelayanankesehatan yang terjangkau.Sedang kelompok LMND-PRMdengan sekitar 50 aktivisnya me-minta agar Presiden SBY dan Wa-pres Budioyono dengan segala ke-putusan pemerintahann janganmenjadi agen kapitalis-neolibe-ralisme, yang malah melanjutkanpenderitaan rakyat.Di Semarang, momentum Sum-pah Pemuda diperingati denganaksi demo menuntut penegakanhukum atas kasus korupsi yangdilakukan kepala daerah. Puluhanmassa yang tergabung dalamAliansi Masyarakat untuk Pe-negakan Hukum (Ampuh), Rabu(28/10), menggelar demo mendesakpenuntasan kasus dugaan korupsiAPBD Kota Semarang 2004.Dalam aksi yang dipusatkan dibundaran videotron dan kantorKejaksaan Tinggi (Kejati) JawaTengah ini, massa menuntut kese- riusan pihak Kejati Jawa Tengahatas kasu dugaan korupsi senilaiRp 6,5 miliar ini.‘’Sejak penyelidikan, penyidi-kan dan penetapan sebagai ter-sangka, hingga kini belum nam-pak kemajuan penanganannya,’‘ujar Koordinator aksi, RahmulyoAdiwibowo.
yoe/owo
Demo Warnai PeringatanSumpah Pemuda
PURWOKERTO — Statuskepemilikan Masjid AgungBaitussalam Purwokerto,ternyata disengketakan.Sengketa berlangsung antaraBadan Kesejahteraan Masjid(BKM) Kabupaten Banyu-mas yang menjadi kepanja-ngan tangan DepartemenAgama, dan takmir masjidsetempat. Namun dalam pu-tusan Pengadilan AgamaPurwokerto yang menyi-dangkan perkara ini, Rabu(28/10), majelis hakim me-mutuskan bahwa MasjidBaitussalam Purwokerto me-rupakan milik takmir mas-jid.Sengketa kepemilikanmasjid utama di KabupatenBanyumas itu sendiri, men-cuat pada tahun 2005 saatkepemilikan masjid dialih-kan dari milik peroranganNurrochman kepada BKMBanyumas yang saat itu jugadiketuai Nurrochman. Saatitu Nurrochman mengklaimkepemilikan masjid diper-oleh dari negara. Atas dasarakta wakaf tersebut, lahandan masjid yang ada di atas-nya disertifikatkan di BadanPertanahan Nasional.Namun belakangan, pi-hak Takmir Masjid tidak bisamenerima proses peralihanlahan dan masjid tersebut.Karena menilai proses pera-lihan dan kepemilikan Nur-rochman atas lahan danmasjid tersebut, tidak sah.‘’Asal-usul lahan masjid Bai-tussalam, bukan merupakantanah milik negara. Tapi mi-lik perorangan, yaitu BapakMuhammad Dirdja almar-hum. Beliau merupakanpenghulu pertama di Banyu- mas,’‘ kata Ketua TakmirMasjid Baitussalam, Isplan-tius Ismail.Ketua Yayasan Masjid Bai-tussalam, Achmad Mul yono,juga membenarkan hal itu.Disebutkan, almarhum Dirdjamewakafkan tanah di baratAlun-alun Purwokerto terse-but untuk dibangun masjid,pada tahun 1910. ‘’Ja di tidakbenar kalau tanah berikutmasjid Agung Purwokerto,asal-usulnya merupakan ta- nah negara,’‘ jelasnya.Dalam persidangan terse-but, Nurrochman selaku pe-milik tanah yang mewakaf-kan, mengaku mendapatkantanah itu dari negara padatahun 1910. Namun penjela-san ini terasa janggal, karenasaat persidangan digelar,usia Nurrochman sendiri ba-ru 51 tahun. ‘’Jadi tidakmungkin Nurrochman men-dapat tanah masjid itu tahun1910. Dia sendiri umurnyasekarang baru 51 tahun,’‘ ka- tanya.
wid
Masjid Agung DiputuskanMilik Takmir
SEMARANG — Ratusan buruhyang tergabung dalam dua elemenserikat pekerja, Rabu (28/10),menggelar aksi demo menolakusulan upah minimum kabupa-ten/kota (UMK) Kota Semarangtahun 2010 yang diusulkan WaliKota Semarang.Para buruh yang mengatasna-makan Serikat Pekerja Nasional(SPN) dan Federasi Serikat BuruhIndonesia (FSBI) Kota Semarang inimenggelar aksi di kantor Dinas Te-naga Kerja dan Transmigrasi (Dis-nakertrans) Provinsi Jawa Tengah.Berdasarkan pantauan
Repu-blika
di lapangan, elemen serikatpekerja sepakat menolak UMK2010 usulan Wali Kota Semarangsebesar Rp 893.000 atau 95 persendari angka kebutuhan hidup layak(KHL).Pasalnya, hal ini dinilai meru-pakan bentuk kemunduran dalampemenuhan hak- hak buruh danpekerj di ibu kota Provinsi JawaTengah. ‘’Ini langkah mundur bagikesejahteraan buruh,’‘ ujar KetuaDPC SPN Kota Semarang, Na-nang Setiyono.Padahal, terangnya, selama ti-ga tahun terakhir Pemkot Sema-rang sudah melaksanakan UMK100 persen KHL. Artinya kebija-kan yang dilaksanakan bisa me-ngakomodir keinginan buruh.Bahkan dalam berita acarayang diusulkan kepada Wali KotaSemarang dan ditandatanganiDewan Pengupahan Kota Sema-rang jelas menyebutkan usulanserikat pekerja sebesar Rp 944.548dan usulan pengusaha (Apindo)sebesar Rp 939.755.‘’Bagi kami, ini sebuah kemu-nduran. Bahkan Wali Kota Sema-rang dinilai telah mengebiri kese-jahteraan kaum buruh denganusulan UMK-nya,’‘ tegas Nanangdi sela akasi.Oleh karena itu, tegas Nanang,DPC SPN Kota Semarang meno-lak usulan Wali Kota Semarangtentang UMK tahun 2010. Karenatidak sesuai rekomendasi dewanpengupahan Kota Semarang.SPN juga meminta PemprovJawa Tengah untuk mengabaikanusulan UMK Kota Semarang ter-sebut. Karena tidak mengakomo-dasi kepentingan kaum buruh.‘’Kami juga menyerukan agar se-luruh buruh di Kota Semarang te-tap solid untuk memperjuangkanhak dan kepentingannya. Yakniusulan dewan pengupahan sebe-sar Rp 944.548 ditambah perki-raan laju inflasi di Jawa Tengahsebesar 6 persen,’‘ ujarnya.
owo
Buruh Semarang Tolak Usulan UMK Wali Kota
P
eringatan Hari Pangan seDunia ke-29 pertengahanOktober lalu dipusatkan DIYogyakarta. Salah satu,Masyarakat Peduli PanganNasional (MPNN), organisasi yangmenghimpun hampir 100 LSMpeduli pangan dan kelompokpetani, ikut serta memprakarsaiseminar “Memperkuat SistemPangan Komunitas sebagaiLandasan Ketahanan PanganNasional”.Seminar ini, di Gedung BankIndonesia Yogyakarta, 8-10Oktober 2009, melibatkan sekitar200 peserta. Mereka wakil-wakilinstansi pemerintah, akademisi,LSM, organisasi tani, dan kelom-pok perempuan.Menurut Sujito, koordinatorMPPN, kegiatan ini dilatari kehen-dak untuk melakukan kajian kritisatas Kebijakan Umum KetahananPangan (KUKP) 2006-2009 —yangmerupakan panduan dalam mewu- judkan ketahanan pangan diIndonesia. Hasil kajian ini disam-paikan sebagai rekomendasidalam merumuskan KUKP 2010-2014.Menurut dia, melalui seminartersebut mengerucut kesadarantentang ‘’perlunya menempatkanperan kelembagaan dan sumberdaya lokal yang beraneka sebagaiprioritas pembangunan pangannasional’‘.Pasalnya, kata dia, hanya de-ngan sistem pangan komunitasyang kuat baik dalam sisi produk-si, cadangan dan distribusi, sertakonsumsi, maka ketahanan pa-ngan nasional bisa terjamin.Kata Sujito, selama ini MPPNmenengarai ketahanan pangannasional masih terancam, bilapemerintah menetapkan cadanganberas yang hanya 4,8 persen.Padahal untuk amannya, seti-daknya cadangan sampai 20persen. Selain itu, katanya, negara juga boros dalam impor bahanpangan yang jumlahnya tahun2009 ini sampai Rp 50 triliunKondisi lainnya, tuturnya, takdapat dipungkiri saat ini masihbanyak warga Indonesia yangbelum terpenuhi haknya ataskecukupan pangan. ‘’Sekitar 35 juta warga Indonesia terutamaanak-anak dan wanita belum ter-penuhi haknya atas kecukupanpangan,’‘ katanya.Berkaitan dengan produksi,MPPN prihatin dengan penggunaansistem produksi dengan zatorganik, yang terbukti selanjutnyamengancam kelestarian alam dankeberlanjutan kehidupan manusia.Sistem produksi yang mengan-dalkan zak anorganik, kata Sujito,hanya akan menggerus kesuburantanah. Terbukti, lanjutnya, dataBPS menyebutkan 80 persentanah pertanian Indonesia kandu-ngan C organiknya telah di bawah1,5 persen.Selain itu, katanya, intensifikasidengan sistem produksi denganmengandalkan pupuk anorganikberkontribusi sampai 20 persenlebih terhadap pemanasan global,akibat emisi rumah kaca.Katanya lagi, pertanian dengansistem anorganik juga mengancamkehidupan 70 persen spesiesburung dan 49 persen speciestanaman. Akibat pertanian dengansistem anorganik, diperkirakanada dua jenih benih lokal yanghilang setiap minggunya.WHO juga sudah mengingatkansetiap tahunnya ada 772 ribukasus penyakit baru yang munculyang berhubungan dengan peptisi-da, katanya.‘’Bukan MPPN anti teknologi,tetapi gerakan ini ingin mendorongberkembangnya teknologi berbasissumber daya lokal, dengan usahamengurangi resiko bencana, danmenjamin keberlanjutannya kehidu-pan.’‘Melihat semua permasalah diatas, kata Sujito, ke depan harusada gerakan untuk mendorongmasyarakat agar kembali mauuntuk mengkonsumsi pangan lokal(divesifikasi pangan). Komunitaspetani juga perlu didorong untukmengembangkan sistem pengelo-laan cadangan pangan lokal, mi-salnya dengan membentuk lum-bung pangan lokal.Ke depan, katanya, bersama-sama dengan elemen masyarakatlainnya, MPPN juga akan ikutdalam usaha mempengaruhi kebi- jakan di tingkat kepemimpinannasional dan daerah di seluruhIndonesia, untuk mengubah kebi- jakan pangan yang lebih mengarahke arah penjaminan hak-hak ataspangan bagi seluruh warga Indone-sia.Dengan perspektif ‘’kedaula-tan’‘ inilah, maka upayamemenuhi ketersediaan, distribusidan konsumsi pangan tak sekedarberorientasi pada pemenuhankebutuhan pangan masyarakat,melainkan bisa ditingkatkan lebih jauh dan mendasar lagi, yaknimenjadi pemenuhan kebutuhanpangan yang didasarkan padapotensi, kekuatan dan kemam-puan bangsa sendiri.
yoe
Dari Ketahanan Pangan Menjadi Kedaulatan Pangan
 
fokus
BELIBN TCJUAL
Tanggal : 28 Oktober 2009
Catatan : kurs sewaktu-waktu dapat berubah
MULIA
AUTHORIZED MONEY CHANGER
Inna Garuda Hotel Jl. Malioboro 60 Yogyakarta(Depan Tiket Counter Garuda Indonesia)
Senin - Jumat : 07.00 - 19.00,Sabtu - Minggu : 08.00 - 15.00 WIB
Telp. 0274-563314 (Hunting), 566353 Ext. 8901 Fax.(0274) 549777
USD
9,575 9,375 9,700
EURO
14,150 13,900 14,300
AUD
8,700 8,500 8,825
CAD
8,925 - 9,050
GBP
15,600 15,350 15,900
CHF
9,325 8,925 9,450
SGD
6,825 6,950
HKD
1,225 1,300
 JPY 1
04.75 98.75 107.75
RM
2,765 2,890
KWD
32,000 35,000
WON
7.5/8 9.00
NT
275/285 325
BND
6,775 6,925
NZD
7,000 7,150
PHP
200 240
THB
285 335
YUAN
1,400 1,490
SAR 2,550
2,675
CURRENCY
Mulia
B U M I A RTA
Pengunjukrasameminta agarmewaspadai kebi- jakan pemerintahanSBY.
Aksi Moral:
Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat untuk Penegakan Hukum (Ampuh) mengge-lar orasi saat dihelat aksi moral penegakan hukum kasus dugaan korupsi APBD Kota Semarang di Bundaran VideotronJl. Pahlawan Semarang, Rabu (28/10). Momentum peringatan Sumpah Pemuda dijadikan Ampuh sebagai mediauntuk menagih kemajuan penanganan kasus dugaan korupsi senilai Rp 6,5 miliar ini.
BOWO PRIBADI/REPUBLIKA
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...