Jumat, 20 November 2009
REPUBLIKA
15
kabarkota
Yogyakarta I Semarang I Solo I Purwokerto I Magelang I Pekalongan
kilas
PG Madukismo Pasoki40 Persen KebutuhanGula DIY
YOGYAKARTA — Pabrik Gula (PG)Madukismo milik PT Madu Baru ternyata hanyamampu mengkafer 40 persen kebutuhan gulamasyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta(DIY). Sisanya atau 60 persen dari kebutuhangula masyarakat disuplai dari Jawa Timur danJawa Tengah.Jaka Barata Kepala Bidang Pemasaran PTMadu Baru PG Madukismo mengatakan, pro-duktivitas yang dihasilkan oleh mesin-mesinpenggiling di PG Madukismo belum bisa maksi-mal. Pasalnya, stok bahan baku berupa tebumengalami keterbatasan akibat semakin berku-rangnya luas tanaman tebu di DIY.Menurutnya, kebutuhan gula masyarakatDIY mencapai 40 ribu ton/tahun dengan rin-cian 30 ribu ton untuk konsumsi masyarakatdan 10 ton untuk industri makanan dan minu-man yang ada di DIY. Dari kebutuhan itu,pihaknya hanya mengkafer 40 persen saja,sisanya disuplai dari pabrik gula lain di JawaTimur dan Jawa Tengah.“Hingga tahun 2009 ini kami baru bisahasilkan produksi sebanyak 32.504 tongula/tahun. Produksi itu belum mencapai kapa-sitas produksi terpasang pabrik yang bisa men-capai 42 ribu ton gula/tahun,” paparnya,Kamis (19/11).
■
yuli,
ed:
indra
Demi TransparansiKPPU Gelar SidangTerbuka
YOGYAKARTA —Komisi PengawasPersaingan Usaha (KPPU) akan bersiap mem-buka sidang terbuka dalam kasus persainganusaha di Indonesia. Hal ini dilakukan agar pub-lik mengetahui informasi tentang penanganankasus-kasus tersebut secara transparan.“Kami sedang melakukan perbaikan tata carasehingga majelis komisi bisa melak sidang terbu-ka dalam penanganan kasus persaingan usahaagar publik bisa tahu,” papar Ketua KPPU, BennyPasaribu saat berbicara dalam kuliah umum‘Perkembangan Penegakan Hukum Persaingan diIndonesia di Universitas Ahmad Dahlan (UAD)Yogyakarta, Kamis (19/11).Selain sidang terbuka, menurut Benny, pi-haknya juga terus melakukan kajian dan moni-toring pada perusahaan. Sehingga mereka bisamemantau terjadinya persaingan usaha danmengantisipasi monopoli usaha. Kebijakan inidilaksanakan bekerjasama dengan sejumlahpihak terkait seperti dinas perindustrian, per-dagangan dan koperasi (disperindagkop), parapengusaha dan lain sebagainya.
■
yuli,
ed:
indra
Dinkes SediakanAnggaran BencanaRp 500 Juta
YOGYAKARTA - Dinas Kesehatan ProvinsiDIY tahun ini menyediakan anggaran untukpenanganan di bidang kesehatan apabila terja-di bencana alam sebesar Rp 500 juta.‘’Anggaran tersebut hanya akan dikeluarkanapabila terjadi bencana. Karena di tahun inisampai bulan ini tidak terjadi bencana,anggarannya masih utuh. Penyediaan anggaranper tahun Rp 500 juta hanya khusus akandikeluarkan apabila terjadi bencana sudah di-mulai sejak tahun 2006,’‘ kata Kepala DinasKesehatan Provinsi DIY, dr Bondan AgusSuryanto, pada
Republika
, Rabu (18/11).Anggaran tersebut antara lain untuk penan-ganan bencana terutama yang berkaitan de-ngan kesehatan seperti obat-obatan, pela-yanan kesehatan, dan lain-lain. Apabila tahunini tidak terjadi bencana, maka anggaran terse-but akan dialihkan untuk tahun 2010. SebesarRp 500 juta itu yang khusus ada di DinasKesehatan, belum dengan yang ada di Dinaslain yang terkait dengan bencana.
■
neni,
ed:
indra
Ketoprak MataramKonsisten PertahankanTradisi
YOGYAKARTA — Ketoprak Mataram meru-pakan kesenian tradisi yang konsisten dalammempertahankan nilai-nilai tradisi yang meru-pakan roh kehidupan, kata pengamat seni tra-disional dari Institut Seni Indonesia (ISI)Yogyakarta Drs Sukisno MSn.“Ketoprak Mataram merupakan ciri khaskesenian tradisi yang sangat lekat pada kehidu-pan masyarakat Yogyakarta, yang sampaisekarang masih bisa dirasakan eksistensinya diDaerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan seki-tarnya,” katanya di Yogyakarta sehubungan den-gan akan digelarnya Festival Ketoprak Mataramse-DIY 2009, Kamis (19/11).Menurut dia, ketoprak Mataram telah me-nyatu dengan kehidupan, adat istiadat, bahasa,dan kejiwaan masyarakat Yogyakarta. Unsur tra-disi yang tidak bisa terlepas dari perkembanganketoprak Mataram di antaranya ontowecana,unggah-ungguh, tembang, keprak, serta iringan.“Unsur bahasa hanyalah salah satu faktor kead-iluhungan kesenian ketoprak. Sejak kelahiran-nya, bahasa yang dipakai dalam pementasanketoprak adalah bahasa Jawa, dan sistem komu-nikasi dalam ketoprak dilakukan dengan dialogdan tembang,” katanya.
■
antara,
ed:
indra
Oleh:
Heppy Trenggono
Founder & CEOUnited Balimuda
B
apak Mohamad Basyir Ahmad, Wali Kota Pekalo-ngan bertemu dengan saya di sela-sela
workshop
yang diadakan pengusaha-pengusaha di Semarang.Dalam pertemuan itu beliau mengungkapkan keinginan-nya untuk menerapkan sebuah konsep yang beliau sebutsebagai
Entrepreneurship Government
. ‘’Ketika mulaimenjabat wali kota yang pertama kali saya terima adalahlaporan keuangan mas, jadi untuk apa laporan keuangantersebut kalau bukan untuk kita buat lebih baik?’‘Saya mengenal Wali Kota Pekalongan sebagai sosokyang sangat memahami pentingnya
entrepreneurship.
Suatu saat beliau juga pernah menyampaikan kegelisa-haannya tentang menurunnya minat generasi mudaPekalongan dalam berusaha. Dengan kata lain, merekasaat ini lebih tertarik untuk menjadi pegawai daripadamenjadi pengusaha. Padahal selama ini Pekalongan dike-nal sebagai tempat kelahiran para pengusaha handal.‘’Mas Heppy, ini SOS mas. Kita harus segera melakukansesuatu,’‘ ujar beliau suatu saat.
Entrepreneurship Government,
sungguh sebuahgagasan yang sangat
brilliant
apalagi lahir dari seorangwali kota yang sedang menjabat. Saya ingat sebuahkisah ketika suatu saat investor Australia ingin menanammodal di Indonesia.Semua studi kelayakan sudah dilakukan, kesepakatansudah dibuat tinggal ditindaklanjuti dengan mengurusperizinan dan pelaksanaan proyek. Namun beberapabulan semenjak kesepakatan tersebut proyek tidak kun- jung terwujud. Mengapa demikian?Investor tadi rupanya membatalkan investasinya keIndonesia dan mengalihkan ke Vietnam. Apa yang terjadidi balik semua itu? Ternyata begitu mendengar adainvestor yang sedang mencari peluang investasi duaorang menteri dari Vietnam langsung terbang keAustralia. Mereka menjelaskan berbagai prospek dandukungan dari pemerintah Vietnam untuk membantu paraInvestor.Sebaliknya pihak Indonesia hanya menunggu danmengharap sesuatu terjadi dengan sendirinya. Sebagaiinvestor tentu dapat menilai di mana dia sebaiknyamenginvestasikan uangnya. Nah, Apa yang dilakukan duaorang menteri Vietnam tersebut itulah yang disebut
entrepreneurship
.
Entrepreneurship
adalah sebuah mentalitas, mentali-tas yang menempatkan tanggung jawab 100 persen adadi pundak kita sendiri. Mentalitas yang percaya bahwakejayaan harus diraih dengan kerja keras dan kecer-dasan berfikir, mentalitas yang percaya bahwa kesuk-sesan, kekayaan, dan kejayaan adalah sesuatu yangbisa diraih dan menjadi hak kita juga.
Entrepreneurship
adalah mentalitas yang dimilikiorang yang mau melakukan sesuatu yang kebanyakanorang lain tidak mau melakukannya. Tetapi
entrepreneur- ship
akan membawa seseorang untuk dapat menikmatiapa yang tidak dapat dinikmati oleh kebanyakan orang.
Entrenpreneurship
tidak hanya menjadi milik pengusa-ha,
entrepreneurship
juga harus dimiliki oleh presiden,para menteri, wali kota, bupati, DPR, pimpinan lembagapemerintahan, tokoh masyarakat, mahasiswa. Pendeknya
entreprenuership
harus dimiliki semua orang, semuaorang yang memiliki komitmen untuk hidup sejahtera.Cina, 30 tahun lalu adalah sebuah negara dengan sis-tem sosialis yang jauh dari mentalitas kewirausahaan.Masyarakatnya tidak dididik untuk menjadi masyarakatyang kreatif, rajin, dan produktif. Karena semua usahaadalah milik negara. Bahkan sampai toko kelontong punmilik negara.Korupsi di negeri ini juga tidak kalah dahsyatnya de-ngan korupsi yang terjadi di negara-negara miskin danberkembang lain. Namun lihatlah, saat ini Cina telahbangkit menjadi raksasa perekonomian dunia yang baru.Pembangunan infrastruktur yang terus bertumbuh de -ngan cepat. Investasi dari berbagai penjuru dunia masukdengan deras, tak kurang 500 perusahaan besar duniaberkiprah dalam membangun negeri Cina.
Industry manu- facturing
dibangun dengan berbagai strategi. Saat inibarang-barang produksi dari Cina telah menempatkandirinya dengan penuh percaya diri di seluruh dunia.Membawa China mencetak nilai ekspor yang fantastis,mencetak surplus perdagangan yang menjadikan Cina se-bagai
the New Superpower Country.
Pertanyaannya,mungkinkah Cina menjadi demikian hebatnya jika pe-mimpinnya tidak memiliki mentalitas
entrepreneurship
?
■
Entrepreneurship Government
Leave a Comment