Twrmu7k742e4-medium
53 Documents
74 Subscribers
195,414 Reads
08 / 24 / 2009
8127a3408c

rahenijaat1 Replied:

Assalamo alaikum. Please read.

5 days ago

8127a3408c

rahenijaat1 Replied:

Assalamo alaikum. Please read.

5 days ago

idayu_salafi Scribbled:
Akhi MOHAMADHAMDI ... Kertas kerja ini PADAT dengan DALIL (Quran, hadis sahih, atsar sahabat dan perkataan ulama salaf ). Bacalah sampai selesai...!!! Sabda nabi sallallahu alaihi wasallam: " Sungguh akan ada di kalangan umatku yang MENGANGGAP HALAL zina, sutera, khamr dan ALAT-ALAT MUZIK..." (H/R. Bukhari) Satu hadis ini pun sudah cukup untuk orang yang beriman mentaati sabda Rasulullah.. sebagaimana sahutan "aku dengar dan aku taat". Kalau malas sangat nak membaca... bukalah Youtube search "Menjadi Kera dan Babi".
04 / 07 / 2009
idayu_salafi published:
03 / 31 / 2009
Ab54375cd6

sitihanafi scribbled:

assalamualaikum...seseorang boleh ajar saye bagaimana nak download tak..lagipun saye ini masih baru dalam ini..ini email saye sitihanafi@gmail.com atau sitihaniff@yahoo.com

04 / 15 / 2009

idayu_salafi Scribbled:
Betul kata BARZEBER Imam Syafie tidak pernah mengajar membid'ah dholalahkan umat Islam sebagaimana kata-kata beliau yang masyhur: "Bila kalian menemukan dalam kitabku sesuatu yang berlainan dengan Hadis Rasulullah, peganglah Hadis Rasulullah itu dan tinggalkan pendapatku itu" Kata Imam Syafie lagi: "Bila suatu masalah ada Hadisnya yang sah dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menurut kalangan ahli Hadis, tetapi pendapatku menyalahinya, pasti aku akan mencabutnya, baik selama aku hidup maupun setelah aku mati" Kata Imam Syafie lagi: "Bila kalian mengetahui aku mengatakan suatu pendapat yang ternyata menyalahi Hadis Nabi yang sahih, ketahuilah bahawa hal itu bererti pendapatku tidak berguna" Tentunya Imam Syafie yang pejuang sunnah menerima bulat-bulat sabda Rasulullah sallallahu'alaihi wassalam berikut: "Berpeganglah kamu sekalian dengan sunnahku dan sunnah para Khulafa’ Rashidin setelahku. Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah ia erat-erat dengan gigi geraham. Jauhilah perkara-perkara baru yang diada-adakan, karena setiap amalan yang diada-adakan itu bid’ah, sedang setiap bid’ah adalah sesat” (HR Ahmad, Abu Dawud, Tirmizi, dan Ibnu Majah) Sabda beliau lagi: “Selanjutnya, sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitab Allah. Sebaik-baik ajaran adalah ajaran Muhammad saw. Seburuk-buruk perkara adalah perkara-perkara baru yang diada-adakan. Dan setiap bid’ah adalah sesat” (H/R Ahmad, Muslim, Ibnu Majah, Bukhari, Tirmidzi dan Nasa’I) Jadi yang mengatakan bid'ah ialah Rasulullah sendiri, tentang urusan agama ini. Orang-orang sekarang kreatif mencipta tatacara baru dalam agama yang Nabi tak pernah ajar, itu yang Nabi katakan sebagai dholallah. Jelas Nabi kita kata ia merupakan seburuk-buruk perkara !!! Kalaulah perkara bidaah itu baik, gerenti para sahabat dah buat dulu!!! Anta BARZEBER.... sudah baca buku ini sampai habis ke belum???
03 / 11 / 2009
idayu_salafi published:
03 / 08 / 2009
C0d5e4ccc3

ibnulayien scribbled:

Jazakallohu Khair,

03 / 08 / 2009

2455d05cfe

ninetriple1 scribbled:

Assalamualaykum Jazakallahu khoir

03 / 10 / 2009

idayu_salafi Scribbled:
Benar kata SAFWAJA Inilah hakikat cara pemikiran majoriti umat Islam di Malaysia. Kebanyakan mereka berani menyelewengkan makna "bersemayam", "tangan", "jari" dan "kaki" kepada makna yang lain. Sedangkan Nabi, para sahabat, dan tabiut-tabi'in iaitu mereka yang sesudahnya tidak memalingkan makna kepada takwilan yang bodoh dan menyimpang. Mereka menerima sebagaimana didatangkan. (Cuba baca buku di atas sampai selesai) Isinya dipenuhi dengan Quran, hadis dan ucapan para ulama salaf.. Siapalah kita... berani menentang firman Allah sedangkan Allah sendiri yang menerangkan sifat-sifatnya dalam Al-Quran? Sebab itu, kami kedepankan masalah ini supaya kita semua memahami masalah ini dengan dalil yang kukuh. --------------- Benar kata SAFWAJA: "Yang HARAM perlu dibanteras (zina, arak, judi, korupsi, faedah yang tinggi dsbnya). Wasallam, HJB - SAFWAJA. " Tetapi antara dosa maksiat dan dosa kesyirikan akidah (menukar makna "bersemayam", "tangan", "jari" dan "kaki" dalam Al-Quran kepada makna yang ditafsirkan oleh falsafah greek dan muktazilah). Dosa syirik akidah menjadikan seseorang kekal dalam neraka. Sedangkan dosa maksiat Allah akan ampunkan kepada sesiapa yang dikehendaki. Rasulullah bersabda : “Hak Allah yang harus dipenuhi oleh hamba-hambaNya ialah hendaknya mereka beribadah kepadaNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatupun, sedangkan hak hamba yang pasti dipenuhi oleh Allah ialah bahwa Allah tidak akan menyiksa orang orang yang tidak menyekutukanNya dengan sesuatupun." (H/R. Bukhari, Muslim) “Allah Subhanahu wata’ala berfirman : “Hai anak Adam, jika engkau datang kepadaKu dengan membawa dosa sejagat raya, dan engkau ketika mati dalam keadaan tidak menyekutukanKu dengan sesuatupun, pasti Aku akan datang kepadamu dengan membawa ampunan sejagat raya pula”.(H/R Tirmizi) Firman Allah Subhanahu wata’ala : “Katakanlah : ”inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku, aku berdakwah kepada Allah dengan hujjah yang nyata, maha suci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik”. (QS. Yusuf, 108) Mudah-mudahan antum semua diberi hidayah kepada kebenaran.
02 / 26 / 2009
idayu_salafi published:
01 / 26 / 2009
9f493b9805

Zaidiras scribbled:

Salam, Sebagaimana yang saya telah pelajari, memang macam inilah cara zakir & doa rasulullah s.a.w......banyak yang diamalkan di masjid2 kita beruba bidaah - tiada contoh dari rasulillah s.a.w. ...

09 / 17 / 2009

D12e7851f9

shafiqshaini scribbled:

saya nak download sbb banyak ilmu dalam nie, minta izin

11 / 05 / 2009

0faf9c65f4

mambangtabah scribbled:

terima kasih atas usaha hamba Allah.

12 / 02 / 2009

238f8de96f

nwahaa scribbled:

terima kasih. minta izin saya download wirid ini.

2 days ago

idayu_salafi Scribbled:
[17]. “Beliau juga berkata: “Bahwa Allah itu mempunyai sifat kalam (berfirman) sebelum Allah berfirman kepada Nabi Musa Alaihis salam.” [Al-Fiqh Al-Akbar, hal.302] [18]. Kata beliau: “Allah berfirman dengan kalam-Nya, dan kalam adalah sifat azali.” [Al-Fiqh Al-Akbar, hal.301] [19]. Beliau berkata lagi: “Allah itu berbicara, tetapi tidak seperti bicaranya kita.”[Al-Fiqh Al-Akbar, hal.302] [20]. Kata beliau: “Nabi Musa Alaihi salam mendengar kalam Allah, sebagaimana ditegaskan sendiri oleh Allah: “ Dan Allah telah berfirman langsung kepada Nabi Musa" [Surah An-Nisa, ayat 164]. Allah telah berfirman dan tetap akan berfirman, Allah tidak hanya berfirman kepada Nabi Musa saja.” [Al-Fiqh Al-Akbar, hal.302] [21]. Beliau berkata: “al-Qur’an itu kalam Allah, tertulis dalam mushaf dan tersimpan (terjaga) di dalam hati, terbaca oleh lisan, dan diturunkan kepada Nabi Muhammad.” [Al-Fiqh Al-Akbar, hal.301] [22]. Kata beliau lagi: “al-Qur’an itu bukan makhluk.” [Al-Fiqh Al-Akbar, hal.301] [I'tiqad Al-A'immah Al-Arba'ah - Aqidah Imam Empat (Abu Hanifah, Malik, Syafi'i, Ahmad), Bab Aqidah Imam Abu Hanifah, oleh Dr. Muhammad Abdurarahman Al-Khumais, Penerbit Kantor Atase Agama Kedutaan Besar Saudi Arabia Di Jakarta]
11 / 10 / 2008
idayu_salafi Scribbled:
[8].Beliau juga berkata: “Sifat-sifat Allah itu berbeda dengan sifat-sifat makhluk. Allah itu, mengetahui tetapi tidak seperti mengetahuinya makhluk. Allah itu mampu (berkuasa) tetapi tidak seperti mampunya (berkuasanya) makhluk. Allah itu melihat, tetapi tidak seperti melihatnya makhluk. Allah. Allah itu mendengar tetapi tidak seperti mendengarnya makhluk. Dan Allah itu berbicara tetapi tidak seperti berbicaranya makhluk.[Al-Fiqh Al-Akbar, hal.302] [9].Beliau juga berkata: “Allah itu tidak boleh disifati dengan sifat-sifat makhluk.” [Al-Fiqh Al-Absath, hal.56] [10]. Beliau berkata: “Siapa yang menyifati Allah dengan sifat-sifat manusia, maka ia telah kafir.” [Al-Aqidah Ath-Thahawiyah, dengan komentar Al-Albani, hal.25] [11]. Beliau juga berkata: “Allah memiliki sifat-sifat dzatiyah dan fi’liyah. Sifat-sifat dzatiyah Allah adalah hayah (hidup), qudrah (mampu), ‘ilm (mengetahui), sama’ (mendengar), bashar (melihat), dan iradah (kehendak). Sedangkan sifat-sifat fi’liyah Allah adalah menciptakan, memberi rizki, membuat, dan lain-lain yang berkaitang dengan sifat-sifat perbuatan. Allah tetap dan selalu memiliki asma’-asma’, dan sifat-sifat-Nya.[Al-Fiqh Al-Akhbar, hal.301] [12]. Beliau juga berkata: “Allah tetap melakukan (berbuat) sesuatu. Dan melakukan (berbuat) itu merupakan sifat azali. Yang melakukan (berbuat) adalah Allahyang dilakukan (obyeknya) adalah makhluk danperbuatan Allah bukanlah makhluk.” [Al-Fiqh Al-Akhbar, hal.301] [13]. Beliau juga berkata: “Siapa yang berkata, ‘saya tidak tahu Tuhanku itu di mana, di langit atau di bumi, maka orang tersebut telah menjadikafir. Demikian pula orang yang berkata: “Tuhanku itu di atas ‘Arsy. Tetapi saya tidak tahu ’arsy itu di langit atau di bumi.” [Al-Fiqh Al-Absath, hal.46. Pernyataan seperti ini juga dinukil dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu Al-Fatawa V/48. Ibnu Al-Qayyim dalam Ijtima Al-Juyusy Al-Islamiyah, hal.139. Adz-Dzahabi dalam Al-Uluw, hal.101-102, Ibnu Qudamah dalam Al-Uluw, hal.116. Dan Ibnu Abi Al-Izz dalam Syarh Al-Aqidah Ath-Thahawiyah, hal.301] [14]. Ketika ada seorang wanita bertanya kepada beliau: “Di mana Tuhan anda yang Anda sembah itu?”. Beliau menjawab: “Allah Subhanahu wa Ta'ala ada di langit, tidak di bumi.” Kemudian ada seseorang bertanya: “Tahukah Anda bahwa Allah berfirman "wahuwa ma'akum" (Allah itu bersama kamu)?” [Surah Al-Hadid, ayat 4] Beliau menjawab: “Ungkapan itu seperti kamu menulis surat kepada seseorang, “Saya akan selalu bersamamu”, padahal kamu jauh darinya.”[Al-Asma wa Ash-Shifat, hal.429] [15]. Beliau juga berkata: “Demikian pula tentang tangan Allah di atas tangan-tangan mereka yang menyatakanjanji setia kepada Rasul, tangan Allah tidak sama dengan tangan makhluk.” [Al-Fiqh Al-Absath, hal.56] [16]. Beliau juga berkata: “Allah Subhanahu wa Ta'ala ada di langit, tidak di bumi.” Kemudian ada orang yang bertanya: “Tahukah Anda bahwa Allah berfiman, “Allah itu bersamamu. [Surah Al-Hadis, ayat 4] ” Beliau menjawab: “Ungkapan itu seperti kamu menulis surat kepada seseorang, “saya akan selalu bersamamu”, padahal kamu jauh darinya.” [Al-Asma Ash-Sifat, II/170] [17]. “Beliau juga berkata: “Bahwa Allah itu mempunyai sifat kalam (berfirman) sebelum Allah berfirman kepada Nabi Musa Alaihis salam.” [Al-Fiqh Al-Akbar, hal.302] [18]. Kata beliau: “Allah berfirman dengan kalam-Nya, dan kalam adalah sifat azali.” [Al-Fiqh Al-Akbar, hal.301] [19]. Beliau berkata lagi: “Allah itu berbicara, tetapi tidak seperti bicaranya kita.”[Al-Fiqh Al-Akbar, hal.302] [20]. Kata beliau: “Nabi Musa Alaihi salam mendengar kalam Allah, sebagaimana ditegaskan sendiri oleh Allah: “ Dan Allah telah berfirman langsung kepada Nabi Musa" [Surah An-Nisa, ayat 164]. Allah telah berfirman dan tetap akan berfirman, Allah tidak hanya berfirman kepada Nabi Musa saja.” [Al-Fiqh Al-Akbar, hal.302] [21]. Beliau berkata: “al-Qur’an itu kalam Allah, tertulis dalam mushaf dan tersimpan (terjaga) di dalam hati, terbaca oleh lisan, dan diturunkan kepada Nabi Muhammad.” [Al-Fiqh Al-Akbar, hal.301] [22]. Kata beliau lagi: “al-Qur’an itu bukan makhluk.” [Al-Fiqh Al-Akbar, hal.301] [I'tiqad Al-A'immah Al-Arba'ah - Aqidah Imam Empat (Abu Hanifah, Malik, Syafi'i, Ahmad), Bab Aqidah Imam Abu Hanifah, oleh Dr. Muhammad Abdurarahman Al-Khumais, Penerbit Kantor Atase Agama Kedutaan Besar Saudi Arabia Di Jakarta]
11 / 10 / 2008
idayu_salafi Scribbled:
Pendapat Imam Abu Hanifah tentang penetapan sifat-sifat Allah dan bantahan terhadap golongan JAHMIYAH. [1]. Imam Abu Hanifah berkata: “Allah tidak disifati dengan sifat-sifat makhluk. Murka dan ridha Allah adalah dua dari sifat-sifat Allah yang tidak dapat diketahui keadaannya. Ini adalah pendapat Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Allah murka dan ridha. Namun tidak dapat dikatakan, bahwa murka Allah itu adalah siksa-Nya dan ridha-Nya itu pahala-Nya. Kita menyifati Allah sebagaimana Allah menyifati diri-Nya sendiri. Allah adalah Esa, Dzat yang pada-Nya para hamba memohon, tidak melahirkan dan tidak dilahirkan, dan tidak ada satupun yang menyamai-nya. Allah juga hidup, berkuasa, melihat dan mengetahui.”Tangan Allah di atas tangan-tangan mereka yang menyatakan janji setia kepada Rasul. Tangan Allah tidak seperti tangan makluk-Nya. Wajah Allah tidak seperti wajah-wajah makhluk-Nya. [Al-Fiqh Al-Absath, hal.56] [2]. Imam Abu Hanifah berkata: “Allah juga memiliki tangan, wajah dan diri seperti disebutkan sendiri oleh Allah dalam al-Qur’an. Maka apa yang disebutkan oleh Allah tentang wajah, tangan dan diri menunjukkan bahwa Allah mempunyai sifat yang tidak boleh direka-reka bentuknya. Dan juga tidak boleh disebutkan bahwa tangan Allah itu artinya kekuasaan-Nya atau nikmat-Nya, karena hal itu berarti meniadakan sifat-sifat Allah, sebagaimana pendapat yang dipegang oleh ahli qadar dan golongan Mu’tazilah. [Al-Fiqh Al-Akbar, hal.302] [3]. Imam Abu Hanifah juga berkata: “Tidaklah pantas bagi seseorang untuk berbicara tentang Dzat Allah. Tetapi, hendaknya ia menyifati Allah dengan sifat-sifat yang disebutkan oleh Allah sendiri. Ia tidak boleh berbicara tentang Allah dengan pendapatnya sendiri. Maha Suci Allah Rabbul ‘Alamin.[Syarah Al-Aqidah Ath-Thahawiyah II/427, Editor Dr. At-Turki, Jala Al-Ainain, hal.368] [4]. Ketika ditanya tentang turunnya Allah, Imam Abu Hanifah menjawab, “Allah itu turun tanpa cara-cara seperti halnya turunya makhluk. [Aqidah As-Salaf Ashhab Al-Hadits hal.42, Dar As-Salafiyah. Al-Baihaqi, Al-Asma' wa As-Sifat, hal. 456, Syarh Al-Aqidah Ath-Thahawiyah, hal. 245 Takhrij Al-Albani, Al-Qari, Syarh Al-Fiqh Al-Akbar, hal.60.] [5]. Beliau juga berkata: “Dalam berdo’a kepada Allah, kita memanjatkan do’a ke atas, bukan ke bawah, karena bawah tidak mengandung sifat Rububiyyah dan Uluhiyah sedikitpun.[Al-Fiqh Al-Absath, hal.51] [6]. Beliau juga berkata: “Allah itu murka dan ridha. Namun tidak dapat disebutkan bahwa murka Allah itu siksa-Nya, dan ridha Allah itu pahala-Nya.” [Al-Fiqh Al-Absath, hal.56] [7]. Beliau juga berkata: “Allah tidak serupa dengan makhluk-Nya, dan makhluk-Nya juga tidak serupa dengan Allah. Allah itu tetap akan selalu memiliki nama-nama dan sifat-sifat-Nya. [Al-Fiqh Al-Akbar, hal.301] [8].Beliau juga berkata: “Sifat-sifat Allah itu berbeda dengan sifat-sifat makhluk. Allah itu, mengetahui tetapi tidak seperti mengetahuinya makhluk. Allah itu mampu (berkuasa) tetapi tidak seperti mampunya (berkuasanya) makhluk. Allah itu melihat, tetapi tidak seperti melihatnya makhluk. Allah. Allah itu mendengar tetapi tidak seperti mendengarnya makhluk. Dan Allah itu berbicara tetapi tidak seperti berbicaranya makhluk.[Al-Fiqh Al-Akbar, hal.302] [9].Beliau juga berkata: “Allah itu tidak boleh disifati dengan sifat-sifat makhluk.” [Al-Fiqh Al-Absath, hal.56] [10]. Beliau berkata: “Siapa yang menyifati Allah dengan sifat-sifat manusia, maka ia telah kafir.” [Al-Aqidah Ath-Thahawiyah, dengan komentar Al-Albani, hal.25] [11]. Beliau juga berkata: “Allah memiliki sifat-sifat dzatiyah dan fi’liyah. Sifat-sifat dzatiyah Allah adalah hayah (hidup), qudrah (mampu), ‘ilm (mengetahui), sama’ (mendengar), bashar (melihat), dan iradah (kehendak). Sedangkan sifat-sifat fi’liyah Allah adalah menciptakan, memberi rizki, membuat, dan lain-lain yang berkaitang dengan sifat-sifat perbuatan. Allah tetap dan selalu memiliki asma’-asma’, dan sifat-sifat-Nya.[Al-Fiqh Al-Akhbar, hal.301] [12]. Beliau juga berkata: “Allah tetap melakukan (berbuat) sesuatu. Dan melakukan (berbuat) itu merupakan sifat azali. Yang melakukan (berbuat) adalah Allahyang dilakukan (obyeknya) adalah makhluk danperbuatan Allah bukanlah makhluk.” [Al-Fiqh Al-Akhbar, hal.301] [13]. Beliau juga berkata: “Siapa yang berkata, ‘saya tidak tahu Tuhanku itu di mana, di langit atau di bumi, maka orang tersebut telah menjadikafir. Demikian pula orang yang berkata: “Tuhanku itu di atas ‘Arsy. Tetapi saya tidak tahu ’arsy itu di langit atau di bumi.” [Al-Fiqh Al-Absath, hal.46. Pernyataan seperti ini juga dinukil dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu Al-Fatawa V/48. Ibnu Al-Qayyim dalam Ijtima Al-Juyusy Al-Islamiyah, hal.139. Adz-Dzahabi dalam Al-Uluw, hal.101-102, Ibnu Qudamah dalam Al-Uluw, hal.116. Dan Ibnu Abi Al-Izz dalam Syarh Al-Aqidah Ath-Thahawiyah, hal.301] [14]. Ketika ada seorang wanita bertanya kepada beliau: “Di mana Tuhan anda yang
11 / 10 / 2008
idayu_salafi published:
09 / 03 / 2008
F9eac673d9

suswanto scribbled:

assalamualaikum akh ana suswanto, ana izin download file ini dan mungkin Insya Alloh file2 antum yang lain. Jazzakalloh Nb. salam kenal.

09 / 07 / 2008

7582ca4aba

chy petunjuk scribbled:

shyukran lakum...

06 / 15 / 2009

15ddee9adb

irbudan scribbled:

Salam, macamana nak download

08 / 07 / 2009

3f520963a3

aa_haq scribbled:

TFS.

09 / 04 / 2009