/  170
 
Di Mana Uang Kami?
Advokasi Anggaran di Indonesia
Kumpulan Kisah Advokasi Anggaran
diterbitkan atas kerja sama
 
Di Mana Uang Kami?
Advokasi Anggaran di Indonesia
PenulisAri NurmanA Siswanto DarsonoDelima SilalahiFahrizaFitria MuslihMS. Wa’iMimin RukminiNandang SuhermanNurul Sa’adah AndrianiSaeful Muluk Setyo Dwi HerwantoWasingatu ZakiyahYemmestri EnitaYuna Farhan
Editor
Wahyu W. Basjir (Bahasa Indonesia) dan Debbie Budlender (Bahasa Inggris)
Penerjemah
Ida Nurwidya, Rahmi Yunita, Theresia Wuryantari
Penyelaras akhir
Valentina Sri Wijiyati dan Wasingatu Zakiyah
Penata Letak 
F. Ulya Himawan
Perancang Sampul
Agus Eko Purwanto
Cetakan Pertama
, Mei 2011Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT)Di Mana Uang Kami? Advokasi Anggaran di Indonesia/Ari Nurman, dkk./Yogyakarta: IDEA, Mei 2011xiv + 156 halaman16 x 24 cmISBN: 978-602-99372-0-61. Uang Kami 2. Advokasi Anggaran 3. Kumpulan KisahI JUDULIDEA – INISIATIF – LAKPESDAM NUPATTIRO – Seknas FITRAInternational Budget Partnership
Perkumpulan IDEA
Jl. Kaliurang KM 5 Gg Tejomoyo III / 3Yogyakarta 55281idea@ideajogja.or.idwww.ideajogja.or.id
 
Kata Pengantar
Perjalanan advokasi anggaran di Indonesia berawal dari maraknyagerakan anti korupsi, tepatnya sejak dimulainya era otonomi daerahpada tahun 2000. Korupsi yang awalnya sentralistik pun ikut bergeserke provinsi dan kabupaten/kota. Lembaga eksekutif dan parlemendaerah menjadi sarang korupsi. Perlawanan terhadap korupsi inilahyang menjadi agenda awal para pegiat advokasi anggaran, seiring dengan
pemberlakuan desentralisasi iskal. Selanjutnya advokasi anggaran
bergeser untuk menakar alokasi anggaran dalam pemenuhan hak dasarsekaligus mendorong proses penganggaran yang partisipatif, transparan,dan akuntabel.Buku yang sedang Anda baca ini berusaha mendokumentasikanpengalaman para pegiat advokasi anggaran ketika berurusan denganberbagai kasus korupsi dan pengelolaan anggaran daerah yang buruk.Cakupan pengalaman yang direkam dalam naskah ini cukup luas. LaporanSeknas Fitra,
Tiada Kata Cukup?
misalnya, menunjukkan advokasianggaran tidak lepas dari aspek peraturan dan perundang-undangan.Pada bagian yang lain, PATTIRO Malang membagi pengalaman merekamendorong pembentukan dan implementasi anggaran daerah yangberorientasi pemenuhan hak dasar warga negara, khususnya pendidikan.Pengalaman advokasi mereka dapat disimak pada artikel
Meraih Hak atas Pendidikan Melalui BOSDA
.

Share & Embed

More from this user

Add a Comment

Characters: ...