Benth
mirip nilam Jawa tetapi juga tidak berbunga, dapat ditemukan di daerah Banten dansering disebut sebagai nilam sabun.Ada tiga jenis tanaman nilam yaitu nilam Aceh (Pogostemon cablin), nilam Jawa(Pogostemon hortensis) dan nilam tipis (Pogostemon heyneanus). Di antara ketiga jenis ini,nilam Aceh adalah yang terbaik, karena memiliki kadar atsiri tertinggi yakni 2,5%- 5%,sedang jenis lain hanya 0,5%. Disebut nilam Aceh sekaligus menunjukkan bahwa yangmenjadi sentra produksi minyak nilam di Indonesia, memang Daerah Istimewa NangroeAceh Darussalam, di samping Sumatera Utara dan Sumatera Barat, lebih dari 80% minyak nilam di Indonesia dihasilkan dari ketiga propinsi tersebut.Seluruh bagian tanaman ini mengandung minyak atsiri, namun kandungan minyak terbesar pada daunnya. Di pasar intemasional minyak - nilam dikenal dengan nama
"Patchouli oil".
Hasil tanaman nilam adalah minyak yang didapat dengan cara menyuling batang dan daunnya, belum ada senyawa sintetis yang mampu menggantikan peran minyak nilam dalam industri parfum dan kosmetika.Dalam dunia perdagangan dikenal dua macam nilam yaitu
"Folia patchoulynaturalis"
(sebagai
insectisida)
dan
"depurata"
(sebagai
minyak atsiri).
Minyak atsirimerupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia yang bahan bakunya berasal dari berbagai jenis tanaman perkebunan. Minyak atsiri dari kelompok tanaman tahunan perkebunan antara lain berasal dari cengkeh, pala, lada, kayu manis, sementara yang berasal dari kelompok tanaman semusim perkebunan berasal dari tanaman nilam, serehwangi, akar wangi dan jahe. Hingga kini minyak atsiri yang berasal dari tanaman nilammemiliki pangsa pasar ekspor paling besar andilnya dalam perdagangan Indonesia yaitumencapai 60 persen.Minyak nilam merupakan produk yang terbesar untuk minyak atsiri dan pemakaiannya di dunia menunjukkan kecenderungan yang semakin meningkat. Dapatdikatakan bahwa hingga saat ini belum ada produk apapun baik alami maupun sintetisyang dapat menggantikan minyak nilam dalam posisinya sebagai fixative.Data ekspor BPS menunjukkan bahwa kontribusi minyak nilam
(Patchouli oil)
terhadap pendapatan ekspor minyak atsiri sekitar 60%, minyak akar wangi
(Vetiner oil)
sekitar 12,47%, minyak serai wangi
(Citronella oil)
sekitar 6,89%, dan minyak jahe
(Ginger oil)
sekitar 2,74%. Rata-rata nilai devisa yang diperoleh dari ekspor minyak atsiriselama sepuluh tahun terakhir cenderung meningkat dari US$ 10 juta pada tahun 1991menjadi sekitar US$ 50-70 dalam tahun 2001, 2002 dan 2003, dengan nilai rata-rata/kg
Add a Comment
murman-hidayat-5816left a comment