/  27
 
1
No. 2 - Februari 2009 - Tahun I -
 Jong Indonesia
 
2
 Jong Indonesia
- No. 2 - Februari 2009 - Tahun I
J
ONG Indonesia edisikedua ini patut diberi jempol: like this! Kenapa?Berdasarkan pengalaman, lebihsulit mempertahankan ataumenghidupkan sebuah penerbitanmahasiswa, dibandingkan ketikamelahirkannya! Bikinnya gampang,tapi melanjutkannya yang susah!Sudah menjadi rahasia umum, rata-rata penerbitan mahasiswa punyamotto: “Sekali berarti, sesudahitu mati!” Sekali terbit, setelah itulenyap.JONG Indonesia terbit di tengahsegala kesibukan kuliah danaktivitas, tapi juga pragmatisme,dan keengganan mahasiswauntuk terlibat dalam kerja-kerjaintelektual, JONG Indonesiaberhasil menerbitkan edisi ini.Sekali lagi, jempol untuk teman-teman redaksi.Sebagai seorang yangmembidani kelahiran JONGIndonesia, saya bangga bahwa api-semangat JONG Indonesia tetapmenyala dan terjaga. Meski saatini saya ‘melarikan diri’ ke Jogja– karena status saya yang bukanpelajar lagi – namun, teman-temanredaksi mampu melanjutkannya,bahkan dengan kualitas yang lebihbaik.Lebih dari itu, kita harus banggakarena di negeri Belanda inilah,beberapa tokoh the oundingathers republik dimotori olehHatta dan Syahrir dalam usiayang lebih muda dari kebanyakankita, pernah hidup, belajar, danmelakukan apa yang sekarangkita lakukan. Selain berjuanglewat pergerakan organisasiPerhimpoenan Indonesia (PI),mereka mengobarkan apisemangat lewat media.Sejarah mencatat bahwaPerhimpoenan Indonesiabukan sekedar ‘perkumpulanpelajar Indonesia di luar negeri’.Perhimpoenan Indonesiaadalah wadah bagi gagasan danperjuangan untuk gagasan ke-Indonesian yang progresi. Dalamdapur Perhimpoenan Indonesiauntuk pertama kalinya namaIndonesia (yang sebelumnya hanyabermakna geogras) diperkenalkansebagai sebuah gagasan progresi yang mesti diperjuangkan secarapolitik.Kita tidak boleh lupa, bahwaIndonesia sesungguhnya sebuahgagasan “anak muda”. Belajardari peristiwa Sumpah Pemuda28 Oktober 1928, waktu itu,dengan segala keterbatasannyabaik dari persoalan transportasidan komunikasi, para pemudamampu menemukan titik-titik simpul persaudaraan Indonesia .Mengapa kini sebaliknya, denganterbukanya akses, perkembanganalat transportasi dan komunikasi,mengapa malah sebaliknya cita-cita Indonesia kurang dipupuk kembali?Pemuda Pelajar Indoneisaharus menjadi yang terdepandalam menjaga agar ia tetapdalam denisi progresi anak-anak muda dan memastikanbahwa Indonesia sebagai gagasansenantiasa berjalan dalam koridorprogresivitas sebagaimana iadicitakan.Mungkin saya terlalu romantik dan menyamakan dua kondisiyang berbeda antara dahulu dankini; tetapi riil bahwa ketika kitamenggunakan nama PerhimpunanPelajar Indonesia , disitu kitaberbicara tentang aktualitas dankesamaan konteks kesejarahanyang khas: PerhimpoenanIndonesia dan PerhimpunanPelajar Indonesia .Pada periode Hatta, anekapersoalan yang membelit negeriini sudah sampai pada titik di manakaum muda dituntut hadir dalamgagasan-gagasan yang progresi.Bagaimana dengan periode kita? Tahun 1998 kita punya reormasi,tapi di hadapan aneka korupsi,kemiskinan dan salah urus dankejumudan Indonesia , reormasiseperti kehilangan taji. Pada saatyang sama, semakin banyak elemenkini mengalami moderasi ide-ideprogresi reormasi. Pembicaranmengenai reormasi mengalamilesu darah!Kita menyadari bahwakebobrokan keindonesiaanmenjadi sebuah beban yang terasadalam keseharian kita. Karenaitu kita perlu membangkitkanperhatian, tekad dan semangatuntuk mengawali sebuah gerakankesadaran yang progresi.Kita adalah orang-orang mudayang terdidik dan memiliki kapasitasintelektual, yang diberi kesempatanuntuk belajar dan berkembang,harus menjadi lokomoti bagikembalinya perjuangan gagasan-gagasan progresi keIndonesiaan.
Kobarkan Api Semangat
 
 JONGIndonesia
Salam
 
3
No. 2 - Februari 2009 - Tahun I -
 Jong Indonesia
Kita semua adalah pemimpin dan calon-calon pemimpin. Pemimpin-pemimpinmuda yang tidak hanya muda dari segiusia melainkan senantiasa muda dalamgagasan dan idealismenya. Kemudaan danprogresivitas semangat merupakan karakter dariperhimpoenan.Sebuah kemudaan yang melahirkan semangatyang tidak puas pada gagasan-gagasan yangkonvensional dan ala kadar-nya. Sebuahkemudaan yang akan membawa kembaligagasan-gagasan progresi keIndonesiaan dangagasan intelektual.Di Belanda, kita yang berasal dari seluruhpenjuru Indonesia, dengan latar belakang,pemikiran, dan ide yang beragam namun diberikesempatan bertemu, berkumpul, bersama-sama berpikir dan bereeksi untuk menjadikanIndonesia lebih baik.Pada kesempatan ini saya ingin mengajak kawan-kawan pemuda pelajar Indonesia diluar negeri untuk mengelaborasi pemikirandan gagasan kita tentang Indonesia yangkita cita-citakan. Bersama JONG Indonesia,kita menggodok diri, bergulat dan berprosesbersama untuk memberikan kontribusi sebesar-besarnya kepada bangsa dan negara. Kobarkanapi semangat JONG Indonesia!.Yohanes ’Masboi’ Widodo
 JONG INDONESIA
- Majalah online PPIBelanda.
Pemimpin Umum
: YohanesWidodo (Wageningen)
PemimpinRedaksi
: Yon Daryono (Denhaag)
Sekretaris Redaksi
: Yessie Widya Sari(Wageningen)
Sta Redaksi
: Asti Rastiya(Denhaag) Sujadi (Leiden) Dian Kusumaati(Amsterdam) Amar Ma’ru (Amsterdam)Rahma Saiyed (Denhaag) Henky Widjaja(Denhaag) Prita Wardani (Denhaag)Meditya Wasesa (Rotterdam) BhayuPrasetya Turker (Enschede) Yasmin Soraya(Delt) Rika Theo (Den Haag) Hosea SaptoHandoyo.
Fotograer
: Qonita S(Eindhoven)Jimmy Perdana (Wageningen)
Layout
:Asriadi Masuarang (Wageningen)
Redaksi

Share & Embed

More from this user

Recent Readcasters

Add a Comment

Characters: ...

This document has made it onto the Rising list!